Cinta Navysah

Cinta Navysah
Honeymoon 1


__ADS_3

Di Bali


Mereka memasuki hotel yang sudah di booking sebelumnya.Davian sengaja memesankan Kamil kamar yang jauh darinya.Davian berharap semoga dengan acara bulan madu ini bisa mempererat hubunganya dengan Navysah,walaupun dia tahu Navysah belum sepenuhnya mencintai dirinya.


Terlihat ruang kamar yang besar dengan beberapa interior yang indah.


"Woowww!!, kamarnya indah banget mas?!" Navysah terpukau dengan setiap ruang kamar hotel.Dia menuju ranjang kingsize yang terlihat rapi dan bersih. Navysah menaiki ranjang ya dan melompat - lompat layaknya anak kecil.


Davian yang melihat istrinya melompat - lompat hanya menggelengkan kepala," Kampungan!!" seru Davian sembari melepaskan sepatunya.


"Biarin, yang penting aku senang, Coba ada Raffa pasti dia senang bisa jumping kayak gini " Navysah mengingat anaknya. Dia langsung termenung mengingat anaknya" Aku kangen Raffa " lirih Navysah tanpa terasa air matanya menetes.


Davian melihat wajah istrinya yang terlihat sedih," Jangan menangis kita disini cuma tiga hari kok, kalo kerjaan kita disini udah kelar kita bisa cepet pulang, kapan-kapan kita bisa liburan bersama Raffa " Davian mengusap airmata istrinya.


"Sungguh!" seru Nafisah tidak percaya.


"Iya" balas Davian.


"Kamu istirahat dulu, nanti kita lihat sunset di Kuta,oke sayangku" Davian mengedipkan matanya.


"Apaan sih!" Navysah merasa geli melihat Davian menggodanya.


***


"Nav, bangun Nav"! Davian menepuk pipi Navysah yang tertidur lelap di ranjang hotel.


"Kesempatan pumpung Navysah lagi tidur, peluk dikit boleh keles" lirih Davian merebahkan tubuhnya disamping Navysah dan memeluknya.Melihat setiap inci wajah istrinya,menyibakan rambut dan menyelipkanya ke belakang telinga.

__ADS_1


"Manis banget istriku, gak pernah bosen aku melihatmu, dirimu yang tidak suka pake make up tebal membuat diriku selalu terpesona dengan wajah naturalmu,matamu indah dan bulu matamu lentik apa adanya,walaupun dirimu terkadang jutek dan ketus tapi aku cinta"gumam Davian dalam hati sembari mencium bibir Navysah.


"Emmmhh" Nafisah menggeliat, dengan terburu-buru Davian menjauh dari tubuh Navysah.


"Untung dia belum sadar,kalo nggak aku pasti diomelin ini!" pekik Davian.


"Mas, jam berapa ini?" ucap Navy mengucek matanya.


"Jam lima, ayo kita jalan ke pantai keburu macet!" Perintah Davian.


"Oke, aku bersiap dulu" ujar Navysah.


***


Mereka berjalan menyusuri pantai Kuta. Davian memegang tangan Navysah,terkadang merengkuh pinggang nya dengan erat, memeluk Navysah dari belakang dan mencium pipi istrinya.


"Mereka aja gak malu telanjang setengah badan, ada yang pake bikini dan baju ala kadarnya. Kalo kita kan pasangan halal" Davian menunjuk beberapa bule yang lewat.


Navysah masih menggerutu,namun Davian hanya tersenyum tidak peduli beberapa orang melihat kemesraan mereka.


Mereka duduk di pasir,melihat kearah laut."Sunset yang indah, aku suka laut " ujar Navysah yang masih menoleh ke arah laut.


"Indah sekali" ucap Davian yang masih bersandar di bahu Navysah.


"Kamu itu mas, dimana-mana cewe yang bersandar di bahu lelaki. Lah, ini kamu bersandar di aku, udah kayak ulet aja nempel mulu bahuku pegel tau!" gerutu Navysah memanyunkan bibirnya.


"Gak usah berisik, suka - suka akulah! Habis kamu wangi, walaupun tanpa parfum" Davian mengendus - endus tubuh Navysah.

__ADS_1


"Nav, besok setelah aku selesai kerja kamu ingin kemana?" tanya Davian.


"Kemana yah?!, terserah kamu saja?" Navysah bingung sembari mengaruk kepala nya.


"Yaudah kita ke pura terus jalan-jalan belanja buat Raffa, atau kamu mau bertemu kembaranmu?" Ledek Davian.


"Siapa kembaranku, emang ada!?" Navysah mengenyitkan dahi penasaran.


"Adalah yang di Ubud Monkey Forest" Davian tertawa dan berlari kencang menghindari Navysah.


"Kurang ajar!!, kamu pikir aku monyet ekor panjang!, Hei, Mas tunggu aku!!" Navysah teriak dan berlari mengejar Davian.


Davian terengah-engah berlari menghindari Navysah namun bisa dikejar istrinya. "Busyeeettt!!, Navysah kamu makan apa, larimu cepat banget?!" ujar Davian yang yang masih mengatur nafasnya.


"Makan nasi lah. Kamu aja yang belum tahu, aku ini juara lomba lari sejak SMP dan beberapa kali juara taekwondo. Makanya di ruang tamu rumah dikampung itu banyak piagam dan piala." Makanya kamu jangan macem macem denganku" tegas Navysah mengancam.


Davian mengeleng-gelengkan kepala mendengarkan cerita istrinya."Pantas saja waktu di hotel dia tidak takut sedikit pun saat bertemu dengan klien yang kurang ajar itu, bahkan dia menghajarnya tanpa ampun" ujar Davian dalam hati.


****


Hai... Hai... All Reader


Author mengucapkan "Happy New Years 2021" semoga para reader selalu diberi keberkahan dalam hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.Di tahun lalu saat tersulit untuk kita semua, masih banyak virus corona. Semoga tahun ini pandemi segera berakhir. So, jaga kesehatan jangan lupa pake masker dan cuci tangan.


Ini karya pertama Author, mohon maaf jika penulisan dan kata - katanya masih kurang bagus dan banyak kekurangan. Maaf ya gaes?.


Berhubung masih liburan panjang dan author masih dikampung jadi up nya dikit dikit,masih fokus dan sibuk dengan keluarga. InsyaAllah setelah liburan nanti bakalan crazy up. Makasih yang udah mampir ke novel ini jangan lupa untuk selalu like, Vote and comment. Love u all....

__ADS_1


__ADS_2