
Davian sudah berada dirumah, mendapatkan pesan dari Mang Dirman membuat dirinya cepat - cepat menyelesaikan pekerjaan dan bergegas pulang tanpa mampir ke restoran.
Kamil pun berkunjung ke rumah, dirinya ingin memberikan laporan keuangan pada Davian. Ketika asyik berdiskusi di ruang tengah. Navysah datang bersama Raffa. Navysah terlihat sembab, matanya sedikit bengkak akibat menangis. Raffa memeluk ayahnya yang sudah berdiri di tengah ruangan. Navysah berlalu begitu saja, dirinya malu terlihat kusut dengan mata bengkaknya. " Raffa turun dulu ya, ayah mau lihat mama" Raffa mengangguk.
"Tadi mama di giniin sama nenek yah" ucapnya dengan menepuk pipinya.
Davian merasa geram, tangannya menggenggam penuh amarah." Berani - beraninya mantan mertuanya menampar Navysah, Apa tidak bisa dibicarakan baik-baik " ucapnya dalam hati.
"Ya sudah ayah ke kamar dulu, Raffa main sama mbak Siti dulu ya. Jangan lupa mandi" ucap Davian.
Kamil merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi. "Gue pulang,loe urusin bini dulu aja , kita sambung lagi entar" Kamil menepuk bahu Davian dan berlalu pergi.
Davian menuju kamarnya, dirinya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat istrinya ditampar mantan mertuanya.Dirinya menunggu Navysah mandi.
"Ceklek"
Navysah keluar dari bathroom,dan merapikan bajunya. "Kamu kenapa?" tanya Davian.Navysah tidak menjawab, dirinya menghampiri Davian dan memeluknya. "Sebentar saja, biarkan Aku memelukmu seperti ini" pinta Navysah memelas. Dirinya memeluk suaminya dan bersandar di dadanya, menghirup aroma suaminya yang membuat dirinya sedikit tenang.
Mereka berpelukan sambil berdiri, dan Davian menepuk - nepuk punggung Navysah tanpa ada pembicaraan. Davian tahu istrinya belum mau bercerita, hanya perlu ditenangkan.
Setelah dua puluh menit Navysah sedikit tenang, dirinya melepaskan pelukan dari suaminya dan duduk bersandar di kepala ranjang sembari memijit keningnya yang sedikit pusing.
"Kamu sudah tenang?" tanya Davian dan mengelus rambut istrinya.
"Sini aku peluk" Davian meletakkan kepala Navysah di bahunya. Tanpa diminta Navysah menceritakan apa yang terjadi disana tanpa menambahkan cerita ataupun menguranginya. "Aku tahu aku salah, sudah bicara kasar pada dia, Aku hanya tidak terima Raffa mau diambil dariku" ucap Navysah.
"Enak aja!!, sampai kapanpun Aku tidak akan menyerahkan anakku padanya, langkahi dulu mayat Kamil!!" ucapnya tegas.
Navysah mengenyitkan dahi, "Kok mayat Kamil? Apa hubungannya, biasanya itu langkahi dulu mayatku" Navysah bingung dengan ucapan suaminya.
"Ya mayat Kamil lah, kalau langkahi dulu mayatku memang kamu mau jadi janda dua kali!" ucapnya terkekeh.
__ADS_1
Navysah tersenyum mendengar candaan receh suaminya. "Kamu itu aku lagi serius, kamu malah bercanda!" Navysah memukul dada suaminya.
"Lah, aku juga serius. Apa yang aku ucapkan benar. Kalau Kamil mati duluan paling ibunya yang menangis, dia kan belum kawin. Kalau aku yang mati, pasti kamu janda dua kali. Dan Raffa jadi yatim dua kali juga" ucapnya santai.
"Dasar PE'A!!" ketus Navysah dan terkekeh dengan ucapan suaminya.
"Gitu dong senyum, kamu itu manis banget kalau senyum sayang" Davian mencium bibir istrinya.
Davian menghembuskan nafas kasarnya. "Mulai sekarang jangan pernah berhubungan dengan dia, kalau suatu saat dia ingin menjenguk Raffa izinkan tapi hanya sebentar, bagaimanapun dia tetap neneknya. Aku akan selalu menjaga kalian, jangan menemui dia sendiri. Mengerti?!"
"Ya mas" balas Navysah.
"Ya sudah sekarang kamu istirahat, bentar lagi shalat maghrib. Kita shalat bareng.Nanti habis isya kamu tidur langsung, jangan tidur kemalaman. Jaga kesehatan" ucap Davian mencium dahi istrinya.
Davian turun ke lantai dasar memeriksa berkas yang dibawa Kamil dan berkas yang dibawa Feri. "Semuanya berjalan lancar, tinggal properti yang masih start dari awal, Akhir tahun aku bisa buka restoran cabang kedua, hutangku pada Imelda alhamdulillah sudah lunas. Kalau begini aku bisa resign dari kantor dan menjalani bisnisku sendiri" ucap Davian.
"Menikah dengannya Aku kira rejekiku akan berkurang tapi ini diluar dugaan.Terimakasih Navysah, kamu selalu mendoakan diriku, Aku sayang banget sama kamu" ucap Davian dalam hati.
Navysah merasa lapar, "Budhe, tolong buatkan Aku makanan nasi goreng seafood, aku ingin makan itu. Jangan lupa porsi banyak" pinta Navysah.
"Siap bu" ucap budhe salma,asisten di rumah Navysah.
Navysah menunggu di dapur, air liur nya serasa tumpah mencium aroma lezat dari nasi goreng yang dimasak. "Sabar,sabar cacingku. Aku tahu kamu lapar" ucap sembari mengelus perutnya.
Davian datang ke dapur. " Nav, kopi?" pintanya dan berjalan masuk ke ruang kerjanya.
Navysah cemberut, "Minta kek yang manis, cuma bilang Nav kopi!, kebiasaan gak ada manis - manisnya. Kayak warung aja! " gerutu Navysah. Davian berhenti, dirinya mendengar istrinya sedang menggerutu. Dirinya menghampiri istrinya dan memeluk dari belakang.
"Sayang, Tolong buatkan aku kopi hitam tanpa gula.Aku gak perlu gula soalnya lihat kamu aja sudah manis, Cup" Davian mencium pipi istrinya.
"Yaudah sana pergi, malu sama budhe dan asisten yang lain ngliatin kita" perintah Navysah.
__ADS_1
"Oke cintaku, Cup" dirinya mencium pipi satunya.
Budhe Salma yang melihat kemesraan majikanya merasa senang. "Suasana hati pak Davian lagi happy, biasanya dia selalu cemburuan dan ketus" ucapnya dalam hati.
Navysah mengantarkan kopi untuk suaminya, dirinya masuk ke ruang kerjanya. "Ini kopinya! " sembari menyodorkan gelas.
"Makasih sayangku" tangannya menarik Navysah hingga istrinya duduk di pangkuan.
" Sini aku kasih hadiahnya " Davian mencium bibir istrinya tanpa jeda. Ciuman yang dalam, dan Navysah membalasnya. Navysah langsung menghentikan kegiatannya. Dirinya takut malam ini akan diterjang kembali.
"Stop mas!, Udah. Aku ingin makan, aku lapar dan ingin tidur" ucapnya.
"Oke" ucap Davian membiarkan istrinya pergi.
Di meja budhe sudah menyiapkan nasi goreng seafood buatannya, Navysah langsung melahap dan menghabiskan tanpa sisa. "Alhamdulillah cacingku sudah kenyang" Navysah bangkit dan menuju kamar Raffa. Melihat anaknya yang masih bermain dengan mobil - mobilnya.
"Mah, besok main ke Kinan yuk?" pinta Raffa. Navysah terkejut anaknya ingin bermain dengan Kinan," Kalau Davian tahu pasti aku digoreng ini " ucapnya dalam hati.
"Nanti aja ya sayang, mama sedang tidak enak badan?" Navysah pura-pura berbohong.
"Mama sakit?" Raffa mendekat ke arah ibunya dan memeluknya.
"Sedikit" Navysah menunjukkan dengan jarinya.
"Yaudah nanti Kinan sudah kesini saja" ucap Raffa.
"Coba nanti tanya Ayah dulu, boleh gak Kinan kesini" perintah Navysah.
"Oke mah"
"Yaudah sini bobo sama Mama" Navysah memeluk anaknya, menina bobokan. Dirinya masih terniang-niang perkataan mantan mertuanya ingin mengambil Raffa. Navysah mencium anaknya," Mama akan melindungimu,Mama tidak akan menyerahkan kamu pada nenek. Mama bisa kehilangan harta, tapi Mama tidak bisa kehilangan kamu Nak" Navysah menangis berlinang airmata.
__ADS_1