
Setelah berolah raga davi memanggang beberapa lembar roti untuk sarapan nya. Dia membuat segelas susu sebagai tambahnya.Davi makan di ruang tamu sembari nonton tv.
"Ceklek"
Pintu ruang tamu davian terbuka, terlihat dua orang yang dikenalnya menghampiri nya.
"Uhuk.. Uhuk...
Davian tersendak hingga menyemburkan susu yang diminumnya.
" Mbak imel, rani" ucap davi kaget.
"Kok mbak imel mau kesini gak ngabarin dulu" tanya davi yang berusaha untuk tenang. "Terus langsung masuk lagi, gak sopan tahu!" sambung davi.
"Emang kenapa kalo aku mau main ke rumah kamu, harus pake ijin segala?!" ucap nya ketus. " terus kenapa kalo aku langsung masuk, kan aku dari dulu memang punya kunci apartemen mu" balas nya lagi dengan ketus.
Imelda pura-pura mencari navy ke dalam kamar walaupun imelda tahu kalo navy tidak serumah dengan davian. Info itu dia dapat dari aduan Kamil.
"Nav, navy kamu dimana Nav?!" teriak imelda.
Imelda membuka kamar dan membuka lemari baju davian, benar saja tidak ada satupun baju navy tertinggal di lemari nya.
Imelda duduk kembali di ruang tamu, menatap tajam ke arah davian. Rani pun terdiam, dia tidak mau ikut campur. Kalo dia membela davian yang ada nanti dia dapat semburan dari imelda.
"Siap.. siap perang dunia kembali ini?! gumam rani.
Ya, sejak dulu imelda dan davian sering adu mulut,sebenarnya mereka saling menyayangi namun mereka sama-sama keras kepala dan gak mau ada yang mengalah.Bagi davi, imelda seperti hakim yang selalu memvonis dirinya bersalah.
"Ada yang ingin kamu jelaskan?!" selidik imelda dengan tatapan tajam.
"No, comment" seru davian.
" Davian!!!" bentak imelda.
"Apalagi sih mba! gak perlu aku jelaskan mba udah tahu kan. Navy gak ada disini!" Tegas davi sambil membuang muka.
"Kenapa?!, " apa alasannya?! " ketus imelda.
" Karena kita sama-sama sibuk, aku yang menyuruh nya tinggal disana dulu! " tegas davi.
" Are you sure?! " ucap imelda tidak percaya.
" Oke kalo begitu, sekarang kita ke rumah navy. Mba mau tau apa alasannya?" selidik imelda.
Imelda melihat handphone davian yang tergelelak di sisi meja, dia langsung mengambil cepat handphone davi tersebut.Imelda tahu, bagi davi handphone itu setengah dari nyawa nya.
" mba apa apaan sih!, balikin gak handphone aku, cepet!! " bentak davi.
" Mba gak akan balikin handphone kamu, pokoknya sekarang kita kesana dan tidak ada penolakan titik!!" ketus imelda.
"Kalo ngomong gak usah pake urat,entar cepet tua. Dan aku gak budeg!" balas davi gak mau kalah dari kakaknya.
__ADS_1
"Kalo udah perintah, gak ada yang bisa nolakmu,kayak ibu suri!" ketus davi berjalan keluar apartemen.
***
Di rumah navy,
Assalamualaikum
Walaikumm salam
"Eh bapak, tumben pak biasanya weekend baru kesini?!" tanya yuni.
"Ya, navy mana?!" ujar davian tanpa menjawab pertanyaan yuni.
"A.. Ada pak di atas lagi packing" jawab yuni ketakutan yang melihat wajah pak davian tidak ramah hari ini.
Davian, imelda dan rani naik ke lantai dua. Mereka melihat navy dan karyawan nya sibuk membungkus pesanan online. Navy tidak menyadari davian datang,karena posisi navy membelakangi mereka.
" Ayah, mamiii !!" teriak Raffa sembari memeluk ayahnya.
"Anak ayah sudah mandi ya, mmm bau bayi" ujar davi menciumi raffa.
"Udah dong yah", ucap Raffa polos.
"Mamii baik?" tanya Raffa.
"Alhamdulillah mami baik sayang" ujar imelda tersenyum kikuk.
Navysah menengok kearah belakang dan terlihat davi bersama keluarga nya.Navysah merasa kaget dengan kedatangan imelda dan rani.
"Mbak imel, rani ikutan kesini. Ayo sini masuk, maaf ya disini berantakan dan enggak ada kursi?!" ucap navy mencoba menenangkan hati nya.
"Mbak mau bicara dengan mu?!" tegas imelda.
"Baik, sebentar ya" ujar navy.
" lita, eka, tolong kalian kebawah dulu. Saya ada tamu,jangan ada yang naik keatas " perintah navy.
"Raffa ikut dulu ya sama mba lita, mama mau ngobrol sama ayah dan mami!" perintah navy pada anak nya.
"Ya, mah" ucap Raffa mengikuti lita turun kebawah.
Mereka duduk lesehan di depan tv.
"Langsung saja mba gak mau basa basi?! Tegas imelda.
" Kenapa kamu tidak satu rumah dengan davian Nav?! " selidik imelda.
" Ka..karena usaha saya disini mba" balas navy gugup sambil meremas baju nya.
" Mas davi tiap weekend pulang kesini kok" bela navy sembari menunduk.
__ADS_1
" Apa ini kemauanmu?!" selidik imelda.
Davi merasa emosi pada kakaknya yang selalu detail dalam bertanya.
"Mbak apaan sih?! " Udah deh!" seru davi.
" Aku kok yang menyuruh mas davi disana mba! " ujar navy.
" Dan Ini kemauanku" sambung navy.
"Sampai kapan" tanya imelda.
Navy terdiam tidak bisa menjawab, dirinya bingung apa yang harus dikatakan.
"Apa ini yang namanya pernikahan!,
" Apa kamu bahagia dengan terpisah rumah seperti ini!,
"Apa tujuan kamu menikah Navysah?!! " bentak imelda keras.
"Mbak enggak habis pikir denganmu, pernikahan apa yang kalian jalani selama ini, kalo mama fera tahu pasti dia akan kecewa denganmu. Anak lelaki yang dibanggakan selama ini hidup terpisah dengan istrinya. Mama fera kira kamu selalu ada di sisi davian, merawat dia dan hidup satu rumah namun apa kenyataan nya. "bentak imelda.
Navysah menangis kencang mendengar omelan imelda, dirinya merasa bersalah karena selama ini lalai sebagai istri dan janjinya pada mama mertua.Dirinya tidak pernah mengurus davian dengan baik.
Davian yang melihat istrinya menangis kencang merasa ikut bersalah dan iba.
" Cukup mbak!!, " jangan buat istriku menangis"bentak davi tidak terima istrinya disalahkan.
"Enggak!!, mba belum selesai! " potong imelda.
"Nanti aku yang akan pindah kemari, jadi stop!! Pembicaraan kita selesai!" tegas davian
Navysah yang melihat davi membela nya ikut terharu.
"Enggak mas, biar aku yang pindah kesana!, pekerjaanmu lebih penting daripada pekerjaan aku disini" pinta navy.
"Aku yang akan pindah mba, bukan mas davi" ujar navy.
"Kapan"?! Ketus imelda.
" Beri aku waktu sebulan untuk menyiapkan semuanya" ucap navy meyakinkan.
"Kelamaan!!, ketus imelda
" Mba beri waktu kamu maksimal dua minggu untuk membereskan semuanya" tegas imelda.
"Masalah apartemen yang kurang besar, mba masih punya town house di jalan XXX, pakai lah rumah itu" sambung imelda lagi.
"Jangan lupa pesan mama fera, tiket bali harus digunakan sebelum hangus" ujar imelda.
"Aku rasa pembicaraan ini selesai, mba enggak bisa lama- lama" ucap imelda.
__ADS_1
Assalamualaikum
Walaikumm salam