
Dua minggu kemudian,
Navy dan davi menempati rumah barunya, rumah yang cukup nyaman dengan taman kecil dan kolam renang.
Sedangkan apartemen davian dipakai untuk tempat usaha navy.
"Masukan barang-barang mu di kamar atas sebelah kanan. Klo kamar Raffa sebelah kiri" perintah davi.
"Aku keluar dulu, mungkin pulang malam" ujar davi meninggalkan rumah.
"Dia kenapa, kok wajahnya murung?!" gumam navy dalam hati.
Navy menatap kamar barunya dilihatnya setiap sudut ruangan
"wah.. bagus dan nyaman juga kamarnya". ujarnya.
Di bukanya lemari baju yang cukup besar dan dia terkejut dengan isi di dalamnya "Apa apaan ini, kenapa baju davi banyak sekali!" ujar navy.
Dilihat sisi samping nya terlihat beberapa barang bermerk milik davian. "Wowww!! davian memang uwwuw banget, semua barang nya aja bermerk" navy menyentuh dan membaca merk setiap barang davi.
Raffa menghampiri Navysah "Mah, rumah kita ada kolam renang ya lho mah yeyyy!" ucap Raffa sembari jingkrak jingkrak senang.
"iya sayang, raffa seneng yah bisa renang tiap hari?!" tanya navy mengelus rambut anaknya.
"iya mah, Raffa seneng!, entar Raffa mau bawa A icat, A ichi sama karin main disini.
" Iya sayangkuh "balas navy.
Malam menunjukkan pukul sebelas malam, navy mondar mandir di kamarnya."kok mas davi belum pulang ya, apa dia lembur!! tapi aku telepon dia cuma jawab bentar lagi, bentar lagi mulu! " gerutu navy.
__ADS_1
Navy menarik sofabed dan merebahkan tubuhnya, "lebih baik aku tidur disini, kalo aku tidur di ranjang aku takut diomelin davian!" gumam navi, " dia kan selalu bilang " memang nya kamu siapa berani-berani nya tidur denganku, aku tidak akan berbagi ranjang dengan mu!! Navy komat kamit mempraktekan gaya davian yang ketus.
" Aku masih tidak mengerti dengan nya, kadang baik, kadang ketus dan cuek" ujar navy. "mungkin kalo dia lagi baik berarti dia lagi kesambet setan kali yah" navy tersenyum mengingat davian.
Tak berapa lama navy sudah masuk ke alam mimpinya.
"Cekrek"
Davian masuk ke dalam kamarnya, di lihatnya cahaya remang - remang yang menemani navy tidur.
"Kenapa dia tidur disini, apa dia tidak ingin tidur denganku?!" tanya davi dalam hati. "Terserahlah dia mau tidur dimana, yang penting kita sudah satu atap!" ujar davi.
Davian membersihkan tubuh nya yang lengket,dan tidur di ranjang nya.
***
Davi turun dari lantai dua, menuju dapur untuk minum.
" Berikan aku air putih!" pinta nya. Navi pun menuruti. Dia memberi segelas air putih untuk davian.
"Mas mau kopi sekarang atau nanti?!" ujar navy.
"Nanti saja, aku mau olahraga dulu" ujar nya.
"Aku masak kari ayam biar siang gak usah masak lagi, mas mau sarapan itu atau yang lainnya?!"
"Pagi - pagi udah makanan berat,aku enggak mau!!, ketus nya. berikan aku roti bakar dan susu!" jawabnya sembari berlalu ke ruang fitnes.
"Pagi-pagi udah ngomel aja" batin navy. "Apa dia kalo nggak ngomel enggak enak ya?!" sambung navy.
__ADS_1
"Ayah, ayah mau berangkat kerja!?" ujar Raffa memeluk ayah nya.
"Iya sayang, ayah mau kerja. Doain ayah ya biar ayah rejeki nya banyak?!" ujar davi mencium anaknya.
"Ya allah, semoga rejeki ayah banyak" doa Raffa menadahkan tanganya. Davi tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Ini mas tas nya" navy menyodorkan tas milik davi. "Oiya, ini kotak makannya buat makan siang" sambung navy.
Davi menerima tas dan kotak makan nya."Aku berangkat dulu" ujar nya datar.
Raffa mencium tangan ayahnya, begitupun navy mencium tangan davi sebagai rasa hormat. Raffa mencium davi "Hati-hati ya yah" ujar Raffa.
"Iya sayang" davi mencium Raffa.
Navy masih terdiam di tempat nya.
"Kok ayah enggak cium mama kayak Raffa ?!" ujar Raffa polos.
"Kok mama juga enggak cium ayah?!" sambung nya.
"Mama dulu suka cium ayah raihan" polos raffa.
Navysah diam tanpa kata, bingung mau jawab apa.
"Kok aku jadi kikuk" davi mengaruk kepala nya yang tidak gatal. "Ayah berangkat dulu" ujar nya.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
__ADS_1