Cinta Navysah

Cinta Navysah
Daftar Sekolah


__ADS_3

Navysah berada di kamar Raffa, kali ini dirinya tidur bersama anaknya. Dirinya yang sedang kesal dengan Davian, sengaja mematikan handphone miliknya.Bercanda dan bicara dengan anaknya sebelum tidur adalah salah satu kegiatan wajib yang Navysah lakukan. "Sayangnya mama, mau sekolah PAUD nggak?" tanya Navysah.


Raffa tidak mengerti apa yang dimaksud ibunya. "PAUD apa mah?" tanyanya polos. "PAUD itu Pendidikan Anak Usia Dini. Jadi Raffa nanti sekolah sambil bermain, karena masih pandemi gini nanti Raffa sekolahnya dirumah, belajar menulis dan membaca." ujar Navysah.


"Mama bisa ajarin Raffa, nanti kalau mama kerja Raffa bisa belajar sama mbak Siti" sambung Navysah lagi.


" Ada nyanyi-nyanyi nya gak mah? ada gambarnya?, Raffa kan udah pintar nulis. Bosen cuma nulis!" gerutu Raffa sembari memeluk ibunya.Navysah tersenyum, memang dia sudah mengajarkan Raffa menulis dan membaca sejak setahun lalu, tapi baru beberapa huruf saja.Raffa lebih tertarik menyanyi dan menggambar.


"Kalau belajarnya disana ya ada nyanyi dan menggambar bareng temen temen, tapi kalau belajarnya dirumah mama belum tahu." Mau nggak?, jadi pagi belajar, sore mengaji sama ustadzah " tanya Navysah pada anaknya.


" Mau, tapi sama mama belajarnya" pinta Raffa. "InsyaAllah" Navysah mencium pipi anaknya dan menidurkanya.


Setelah Raffa tidur dirinya menyalakan handphone nya kembali.Mencoba mencari info di Internet,sekolah mana yang dekat dari rumahnya. Ting...ting..ting..terdapat banyak pesan masuk dari suaminya.


"Nav, lagi ngapain?"


" Kok, handphonenya gak aktif"


"Aktifin handphonenya, aku mau telpon"


"Nav, dengerin penjelasan aku dulu"


Navysah hanya membaca pesan Davian tanpa membalasnya. "Bodo amat!!" ketusnya. "Udah tahu lusa ulang tahun bersama, dia malah pergi tugas!" gumam Navysah, dia mengingat bahwa dua hari lagi dirinya dan Davian ulang tahun bersama. "Aku masih kesal denganmu mas,Aku tahu ini resiko pekerjaanmu bertemu dengan banyak orang, tapi rasanya tidak terima melihat suamiku disosor sana sini" lirih Navysah.


Keesokan harinya,


"Drt... Drtt... "Handphone Navysah berdering namun tidak sekalipun Navysah mengangkatnya. Dirinya tahu, Davian yang meneleponya.


Di tempat lain, Davian selalu uring - uringan, dia selalu mencoba menelepon istrinya namun tidak diangkat. Dirinya tidak kehabisan akal, Davian video call ke ponsel mbak Siti.

__ADS_1


"Raffa, Ayahnya Raffa mau ngomong" Mbak Siti menyodorkan ponsel nya.


"Anak ayah gimana kabarnya?, udah makan belum?" tanya Davian pada Raffa.


"Raffa baik, Raffa udah maem. Raffa mau daftar sekolah yah" ujar Raffa dengan polosnya.


Davian mengenyitkan dahinya, tadi malam sebelum dia pergi, istrinya tidak jadi menyekolahkan Raffa tahun ini,kenapa berubah.


"Mana mama Raff, ayah mau ngomong?" ujarnya di ujung telepon.


Raffa mendekati ibunya yang sedang makan dan menyodorkan handphone nya,Davian sempat melihat wajah Navysah dari layar handphone nya. "Aku kangen" lirih nya.


"Apa!? " ketus Navysah.


"Galak banget sama suami, kamu gak kangen aku?" tanya Davian


"Gak usah basa basi, mau ngomong apa?! ujarnya masih dengan mode galak.


Navysah malas menjawab pertanyaan suaminya, " Gak jadi tahun depan, sekarang aja biar Raffa ada kegiatan"ujar Navysah.


"Gimana sih kamu Nav, plin plan banget" ujar Davian di ujung telepon.


Navysah bertambah kesal dengan ucapan Davian, "Emangnya cuma aku saja yang plin plan, ada tuh seseorang yang suka nyosor - nyosor sama wanita lainnya,gak bisa jaga perasaan pasangannya. Orang kayak gitu enaknya dimasukin ke karung, lemparin ke jurang sekalian" seloroh Navysah berapi-api. Davian tertawa mendengar ucapan istrinya, bukanya minta maaf dirinya merasa terhibur dengan ucapan istrinya.


"Kamu kira aku sedang melawak!, Dasar suami gak punya akhlak!" Navysah menutup handphone nya.


"Yah, salah lagi" Davian menggaruk kepalanya dengan bingung.


***

__ADS_1


Navysah mendaftarkan anaknya di sekolah PAUD yang tak jauh dari rumahnya.Navysah mengisi beberapa data sebagai syarat anaknya masuk sekolah dan membayar uang masuk sekolah. "Sementara sekolah dari rumah dulu bu via online, nanti saya masukkan ibu ke grup orang tua murid" ujar bu Cindi, guru sekolah Raffa.


"Baik bu, saya memahami sekarang masih pandemi. Semoga saja bisa cepat berakhir ya bu, jadi anak - anak bisa kembali ke sekolah" ujar Navysah.


"Aamiin" ucapnya bersamaan.


Bu Cindi merasa tidak asing dengan wajah Navysah seperti pernah kenal. "Apa kita pernah bertemu ya bu Navy, sepertinya saya tidak asing dengan wajah ibu" tanya bu Cindi


Navysah tersenyum dan bercanda" Mungkin wajahku yang memang pasaran bu, beli satu gratis lima" ucapnya terkekeh. "Owalah!, bu Navy ada-ada saja" bu Cindi terkekeh.


Masuklah seorang guru setengah baya,melirik Navysah.


" Loh, inikah istrinya Davian Ahmad yang tampan itu!, siapa yah namanya. Na.. Napi?" ujar wanita itu mencoba mengingat. "Narapidana" potong Navysah tersenyum. " Bukan!, Itu Na.. Napisah" ucap guru setengah baya.


"Oh iya pantas saja aku tidak asing ternyata istrinya Davian" ujar bu Cindi sembari membaca data Raffa. "Tapi disini nama orang tua pria nya Raihan"ucap bu Cindi.


Navysah mengerti guru Raffa kebingungan."Davian, Ayah sambung Raffa bu" Navysah memberi penjelasan.


" Ya allah, mimpi apa aku bertemu denganmu Bu Navy,Boleh gak aku foto denganmu. Aku ngefans" ujar guru satunya. Navysah tersenyum kikuk, "Aku jelek lho bu, Kalo di medsos itu cuma editan di beauty plus lagi" ujar nya terkekeh. " Nggak kok bu, tetap cantik dan manis". Dan akhirnya mereka berfoto ria sebelum Navysah meninggalkan sekolah Raffa.


Navysah bersama Raffa pergi ke Mall membeli alat tulis dan keperluan Raffa sekolah. Setelah semua barang yang dibutuhkan Raffa dibeli,Navysah masuk ke toko jam tangan dengan brand terkenal. Dirinya bingung, jujur saja ini pertama kalinya dia membeli jam tangan dengan brand terkenal. Sejak menikah dengan Raihan dirinya selalu sederhana, Dari dulupun Raihan tidak terlalu suka dengan kemewahan,baginya lebih baik menabung untuk pendidikan Raffa.


"Tolong pilihkan saya jam tangan yang bagus" ucap Navysah pada pelayan toko. Mereka melayani Navysah dengan baik, ada beberapa pilihan yang disuguhkan. Navysah melihat setiap label harga jam tangan yang dipilihnya. " Bujug buneng!, jam kayak gini aja ratusan juta" Gumam Navysah dalam hati dan menelan salivanya."Kalau beli beras bisa buat makan warga sekampung ini" sambung nya lagi.


"Jadi, pilih yang mana bu?" tanya karyawan toko.


"Yang ini aja" Navysah menunjuk jam tangan yang bagus untuk suaminya.


Navysah membuka dompetnya,mengeluarkan kartu debit miliknya. Namun dia ingat, dia pernah dikasih kartu kredit oleh Davian.Navy menukar kartu debitnya dengan kartu kredit milik Davian."Berhubung aku masih kesel jadi aku pakai saja kartu kreditmu, ini seperti judul sinetron ikan terbang, Kadomu dari uangmu" lirih Navysah dengan senyuman licik.

__ADS_1


Di tempat lain,


Davian yang sedang meeting mendapat notifikasi di handphone nya. Matanya terbelalak lagi, "Kok, Navy pake kartu kreditku ratusan juta.! Baru sehari dia ngambek padaku, uangku langsung diembat ratusan juta. Lama - lama aku beneran bangkrut kalau dia ngambeknya kelamaan!" Davian berdecak kesal.


__ADS_2