
Hari ini keluarga Navysah datang dari kampung. Mereka ingin liburan sekaligus menengok keadaan Navysah.
Keluarga Navysah bercanda dan tertawa di ruang tengah. Navysah selalu memeluk ibunya, baginya pelukan ibu adalah tempat ternyaman untuknya.Sedangkan, Nara menyandarkan kepalanya di curuk leher sembari bermain ponsel.Dirinya seperti lem yang selalu menempel pada Navysah.
"Apa kau bahagia Nak?" tanya bu Yani.
"Memangnya mama pernah lihat aku bersedih, dimana pun aku berada aku selalu bahagia dan tertawa. Dan Mas Davi memperlakukanku dengan baik mah"ucap Navysah.
" Iya kamu selalu bahagia dan tertawa hingga orang bingung kamu itu sehat atau setengah waras" ledek bu Yani sembari terkekeh.
"Apa Davian beneran baik padamu?" selidik bu Yani.
"Tentu mah, dia menyayangiku dan Raffa,dia menganggap Raffa seperti anak kandungnya dan aku bahagia" ucap Navysah dengan yakin, walaupun Davian dulu kasar dirinya tidak ingin memberitahukan pada ibunya. Navysah tidak ingin ibunya bersedih dan memikirkan hal-hal yang rumit.
"Kalau Davian memukulku dan selingkuh katakan pada mama, mama akan siap menjemputmu kapan saja. Mama tidak mau anak mama tidak bahagia!" ucap Bu Yani.
"Kalau Davian memukulku akan kubalas sepuluh kali lipat, mama kan tahu aku jago taekwondo" ucap Navysah.
"Napi, loe jangan peluk-peluk minion. Gue iri!" ucap Naysila.
"Anak kurang asem, mama cantik gini dibilang minion" ucap bu Yani dan Naysila terkekeh.
Keluarga besar Navysah orang yang suka bercanda receh, Naysila walaupun terlihat kaku. Dirinya, sama sablengnya dengan Navysah.
"Napi, loe udah isi belum?" tanya Naysila.
"Air minum kali ah diisi" balas Navysah.
"Gue tanya beneran!, bukan bocoran? Eh salah, maksudku bo'ongan?
" Belom mbak Ayune" ucapnya dengan cengengesan.
"Wah, udah hampir tujuh bulan yak loe nikah, belum berhasil. Apa perlu ke Mak Keyot!, diasah dulu pedangnya biar tajam" Naysila terkekeh dengan Ucapnya.
"Sontoloyo!, Dia itu perkasa bukan kaleng-kaleng jadi tidak perlu Mak Keyot" ujar Navysah melempar kacang ke arah kakaknya.
" Woi..!!, inget ada bujangan. Ceritanya jangan kemana-mana,repot ntar minta kawin! " Denis suami Naysila melirik Febri, adik iparnya.
" Gampanglah, tinggal kawin. Ya mah, boleh ya mah aku kawin" Febri merayu ibunya dan mengusel layaknya anak kecil.
"Tamatin dulu kuliah, bentar lagi wisuda. Abis itu kerja. Enak aja langsung kawin!, kalau kamu mau kawin sono sama Yu Mina" ucap bu Yani dengan gelak tawa nya.
Semua tertawa mendengar ucapan bu Yani, karena mereka tahu siapa yang dimaksud Yu Mina. Dia orang gila yang selalu keliling kampung dan selalu genit pada lelaki yang ditemuinya.
__ADS_1
"Amit-amit, amit-amit" Febri menggetok kepala dan lantai bergantian.
Pak Sulaiman hanya geleng - geleng melihat istri dan anaknya beradu candaan.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
Davian pulang lebih awal, dirinya tahu keluarga Navysah telah datang. Davian mencium tangan orang tua Navysah dan bertanya kabar.
"Ayah, mama gimana kabarnya?, Maaf Davi telat pulangnya?" ujar Davian.
"Alhamdulillah, kami sehat. Nak, Davi gimana kabarnya? Maaf ya nak, kami merepotkan datang kesini. Kami ingin bertemu Navysah, sudah lama tidak berjumpa" ujar bu Yani.
"Alhamdulillah saya baik mah, Mama gak ngrepotin kok. Saya senang keluarga Navysah datang kemari. Maaf Davi belum bisa menengok mama di Kampung"
"Tidak apa - apa Nak Davi, kami mengerti Nak Davi sibuk. Navysah bisa bahagia, ibu sudah senang. Terima kasih sudah sayang sama anak ibu"ujar bu Yani.
Setelah berbincang-bincang Davian masuk kamarnya, membersihkan tubuhnya.Sedari tadi, dirinya sempat melirik Nara yang masih saja menempel pada istrinya. "Masa aku cemburu pada ponakanku sendiri" lirih Davian.
Davian mencoba untuk tidak cemburu pada Nara. kemanapun Navysah pergi, dir selalu mengekor padanya.
Malam semakin larut, seluruh keluarga Navysah masuk ke kamar masing-masing. Hanya Febri yang tidur di ruang tengah. "Mbak, bagi nomernya Jasmine dong?" pinta Febri.
"Siapa juga yang macem-macem, Aku cuma ingin bertemu dengannya. Pumpung aku disini,kita kan berteman. Beneran mba, aku cuma pengen ngobrol sama dia. Biarpun aku bandel, aku tidak akan merebut tunangan orang" tegasnya.
Memang benar apa yang dikatakan Febri, walaupun dirinya playboy. Dia tidak akan merebut tunangan orang. Selama yang Navysah tahu, pacar Febri memang banyak, rata-rata yang dipacarinya anak ABG yang masih sekolah SMA. Karena Febri selalu berfikir kalau dia berpacaran dengan seumuran atau dengan wanita dewasa, mau tidak mau dirinya harus berkomitmen,dan Febri tidak mau itu. Febri ingin bekerja dan sukses seperti kakaknya, dirinya ingin berbakti dengan kedua orang tua dan kakaknya yang selama ini membiayai uang kuliah. Dia takut untuk menikah muda.
"Nih nomer nya, inget jangan macem-macem! " Navysah menyodorkan handphone nya pada Febri.
"Makasih mbak ayuku yang cantiknya ngalahin bidadari dari khayalan" ledek Febri.
"Halu dong gue"
"Udah tahu pakek nanya,fake alias palsu. Tau tuh mas Davi liat loe dari apanya!. Mau-maunya nikah sama mbakku yang modelnya begini" Febri mencibir Navysah. Dirinya sangat senang meledek kakaknya.
Navysah memutar bola matanya dengan malas,lebih baik dirinya masuk kamar daripada meladeni Febri.
Navysah membuka pintu, terlihat dua pria yang sedang melirik tajam dan saling melempar guling.
"Kenapa lagi kalian" Navysah menatap suaminya dan Nara.
"Mami, masa Nara nggak boleh tidur disini" Nara mengadu pada Navysah.
__ADS_1
"Kamu udah gede, sana pergi ke kamarmu" ketus Davian.
"Gak mau! , Aku mau tidur sama Mami, aku kangen mami" seru Nara.
Navysah menghela nafas kasarnya, "Nara udah gede, gak pengen tidur di kamar samping" bujuk Navysah.
"Gak mau!, pokoknya Nara mau disini. titik!" tegas Nara.
Davian merasa kesal, dirinya tidak mau berbagi kamar dengan Nara.Davian sudah terbiasa tidur dengan Navysah, aroma istrinya membuat candu baginya.Davian memanyunkan bibirnya. Navysah tahu, Davian kesal pada Nara dan Keduanya tidak ada yang mau mengalah.
" Mas sini, aku mau bicara"
Davian menghampiri Navysah dengan perasaan kesal. "Apa!!" ketusnya.Navysah membisikan sesuatu kepada Davian. Senyum mengembang terpancar disudut bibir suaminya. " Beneran ya, gak bohong kan?" ucap Davian dengan senang.
Navysah menganggukan kepalanya tanda setuju. "Deal" ucapnya sembari mengulurkan tangan dan dibalas oleh istrinya.
Mereka tidur bertiga dengan Navysah berada di tengah dan saling memeluk.Nara merasa menang dirinya bisa tidur dengan mami nya lagi. Sedangkan Davian, lebih baik dirinya mengalah.
Tidak hanya Nara dan Davian saja yang memperebutkan Navysah. Raffa datang ke kamar ibunya dengan alasan tidak bisa tidur. Mereka berempat satu ranjang walaupun terasa sempit.
***
Disisi lain,
Febri menghubungi Jasmine, dirinya ingin menemuinya.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
"*Jasmine, ini aku Febri. Adiknya mbak Navysah"
"Ini beneran Febri"
"Iya, Sekarang aku di jakarta. Bisa kita bertemu"
"Oke, kapan?"
"Lusa, di Cafe saja. Tapi aku tidak tahu daerah sini. Kamu saja yang pilih tempat"
"Oke, ntar gue WA, alamatnya.
" Siap bos" balas Febri*
__ADS_1