Cinta Navysah

Cinta Navysah
The weeding 2


__ADS_3

Di lantai dansa,


"Aku kan gak bisa dansa, kenapa kamu suka maksa sih mas" cebik navy ngambek.


"Gak usah manyun, tinggal ikutin langkah kaki ku saja! " ucap davi memegang pinggang navy.


"Tapi aku gak Pede diliatin orang dansa" cebik navy masih dalam mode ngambek.


"Ya allah ingin rasanya kulumat bibir nya, imut banget kalo manyun gitu", "astagfirullah, kenapa otak ku kotor" gumam davi dalam hati merasa gemas melihat bibir istri nya.


"Kamu itu makan apa sih pendek banget, udah gitu kurus lagi kayak anak SMA" ledek davian dengan sengaja.


"Bisa nggak sih gak nyindir fisik aku? Tinggi ku cuma 157cm, berat 48 kg puas loe". Ketus navy.


Davian terkekeh mendengar jawaban navy, dirinya merasa punya mainan baru membuat navy kesal.


Di sisi samping terlihat febri berdansa dengan jasmine.mereka terlihat kompak dan bahagia. Jasmine mengajari febri untuk mengikuti langkahnya.


Kamil yang melihat tidak terima.Febri memegang pinggang jasmine.dirinya sudah tidak kuat melihat kemesraan mereka berdua sedari tadi.kamil awalnya sabar, dirinya tidak ingin membuat kekacauan di pesta davian, teman sekalian bos nya.namun hati nya sudah kalut dengan pemandangan di depan nya.


Kamil berjalan ke arah jasmine dan menarik paksa tangan jasmine agar mengikutinya. Febri pura-pura kaget dan saling menatap tajam ke arah Kamil padahal dalam hatinya ingin tertawa keras. Jasmine akhirnya mengalah mengikuti langkah Kamil ke luar gedung.


"Nav,gue mau tanya,loe yang bikin rencana kan antara jasmine dan febri" selidik davian sambil terus berdansa.


"enggak kok" ujar navy pura-pura polos padahal di hatinya girang minta ampun melihat adegan Kamil marah tadi.


"Yakin" selidik davian menatap intens mata navy, mencoba mencari kebenaran.


"mmmm," navy membuang muka karena takut, wajah davian hanya beberapa senti dari nya.


"Ya allah kalo diliat dari dekat, si davian tampan juga" gumam navy dalam hati.


"kalo ngomong sama aku liat mata ku" davian menarik dagu navy ke arah nya.


"Apa jangan jangan kamu sudah jatuh cinta sama aku?" selidik davian memajukan wajahnya.


"Apaan sih gak jelas!!",

__ADS_1


"oiya mas kok kamu jadi ngasih aku mahar tiga milyar? Kan aku sudah bilang walaupun hanya sepuluh ribu gak papa yang penting ikhlas dan bukan dari endorse" ujar ku


"kau pikir aku gak punya uang, itu mahar untukmu yang penting kamu harus nurut denganku" tegas davian


"Iya, aku masih ingat perjanjian kita.aku merasa menjual kebebasanku" lirih navy menunduk.


"Jadi kamu menyesal menikah denganku?" cebik davi


"Tidak, kan cuma setahun pernikahan. ini pasti cepat berlalu,Aku masih ingat kok, cuma status kan yang kamu minta, tidak ada kontak fisik. Tidak boleh jatuh cinta, tidur terpisah,harus nurut, harus romantis di hadapan orang lain" lirih navy dengan mengingat ingat perjanjian nya dengan davian.


Deg, ucapan navy membuat davi kesal.davi melepaskan tangan dari pinggang navy, menyudahi acara dansa nya dan membaur ke tamu undangan. Memang bukan salah navy, walaupun tidak secara tertulis namun davi yang memulai permainan ini. Dan navy masih mengingat perjanjian itu.


"Dia itu kenapa?" gumam navy melihat davian yang tiba-tiba pergi.


Navy berjalan ke arah keluarga nya, seorang lelaki memanggil dengan suara berat nya.


"Mbak navy" panggil pria itu


"Navy menoleh dan merasa kaget, lelaki dengan wajah yang sama dengan almarhum suami nya menghampiri dirinya.


" Rasya" panggilku


Navy merentangkan tangannya dan memeluk Rasya,kerinduan yang lama membuat mereka memeluk dengan sangat erat.


Airmata navy mengalir begitu saja, tiap kali melihat Rasya.baginya seperti melihat almarhum suaminya di diri rasya.


"Kamu kesini sama siapa? Mana riska dan ayya? Tanya navy


" Aku sendirian, mereka di bandung karena riska hamil jadi gak bisa kesini" balas rasya


"riska hamil berapa bulan? Kapan kapan mba main ya? Tanya ku.


" Udah enam bulan, iya mba main aja riska dan ayya pasti senang" balas rasya.


"Kamu sehat" tanya navy


"Alhamdulillah mbak, sekarang aku sehat" balas Rasya.

__ADS_1


Disisi lain davian menatap tajam, dia seolah tidak percaya melihat pria di depan nya. Davi menghampiri pria yang wajahnya mirip dengan mantan suami navy.


"Siapa ini" tanya davi sembari merengkuh pinggang navy dengan erat.


Navy melepaskan pelukan dari Rasya dan mengusap air matanya.


"Ini Rasya, kembaran almarhum mas raihan" ucap navy.


"oh, makasih ya sudah datang!" ujar davi basa basi.


"Iya mas, mmm tolong jaga mbak navy ya mas,kami menyayangi nya" pinta rasya


" Pasti" ujar nya datar


Navy dan Rasya mengobrol dan tertawa tanpa memperdulikan davian yang muka nya mulai berubah.


Rasya yang melihat wajah davi yang mulai berubah merasa tidak enak sendiri.


"Mbak, aku pulang ya" rasa menggengam tangan navy. "selamat ya mba semoga menjadi keluarga sakinah, mawwadaah, warrohmah" imbuh Rasya.


"Aku berharap mba selalu bahagia,maaf atas semua kesalahan kami dan terutama ibu yang dulu selalu menyakiti mba navy" lirih Rasya menundukan kepala menyesal.


"Aku sangat berterima kasih sama mbak dan almarhum raihan" ucap Rasya sembari menangis dan memeluk navy kembali.


Davian mengepalkan tangannya,merasa panas di hatinya.Mencoba untuk sabar melihat istrinya dipeluk mantan adik ipar navy.


"Aku saja tidak dipeluk, dia berani berani nya meluk navy" gumam davian dalam hati.


"Iya, makasih ya sudah datang. Hati-hati di jalan" ucap ku.


Setelah rasya pergi,


"Enak ya dipeluk mantan adik ipar rasa raihan" sindir davian ketus


"Enaklah, berasa liat almarhum lagi. Dan juga kenapa denganmu?, tadi aja kamu dipeluk arum!" jengah navy.


Davian diam seribu bahasa dengan mode cemberut.

__ADS_1


Ballroom terlihat sepi, acara sudah selesai. Dan kembali ke kamar masing masing.


#Jangan lupa vote, like and coment ya gaes. Comment nya jangan kayak mulutnya Bima ya pedes kayak cabe, author juga manusia biasa. Makasih all reader syantik...


__ADS_2