
Hari ini Ifa dan Shafiq menikah, mereka terlihat sangat serasi dengan baju warna pastel. Kali ini Navysah datang dengan Davian namun mereka tidak membawa bayi mereka. Hanya Raffa yang mereka bawa.
"Mama Navy..!!" teriak Kinan yang menghampiri Navysah dan memeluknya.
" Mama kangen Kinan" Navysah memeluk Kinan dan menciumnya. Sudah dua minggu dirinya tidak melihat Kinan, walaupun Kinan bukan anaknya, namun dia sering bermain dirumahnya bersama Raffa baginya Kinan seperti anaknya juga.
"Kinan juga kangen mama, tapi ayah Shafiq bilang mama sibuk mengurus dedek kembar jadi Kinan nggak boleh maen kesana" cebiknya, dirinya mengadu pada Navysah.
"Kalau Kinan mau main kesana telepon mama ya, nanti di jemput mang Dirman. Ya sekarang mama sibuk mengurus dedek, tapi kalau Kinan mau main atau menginap boleh kok, Kinan kan anak mama juga"
"Beneran mah!, Yaudah nanti kalau mama mau pulang Kinan ikut, Kinan mau lihat dedek bayi" Kinan
Raffa melirik Kinan " Tapi kamu jangan cengeng, dedek tidak mau main sama cewek cengeng" ledeknya
"Oke! aku tidak akan cengeng, ayo kita ke mama Ifa dan ayah Shafiq" ajak Kinan pada Raffa. Mereka kali ini akur, tidak ada bertengkar.
Navysah dan Davian mengucapkan selamat pada kedua pengantin. "Selamat ya fa, semoga samawa bahagia selalu. Hadiah tiket honeymoon aku titipin di bu Erni. Makasih sudah membantu aku selamat dari kematian" ucap Navysah
"Itu sudah tugasku, makasih ya Nav kadonya hehehe"Ifa girang bukan main mendapat tiket gratis PP ke Inggris.
"Iya, yang penting kamu senang. Seharusnya kamu honeymoonya di LA aja yang deket jangan ke Inggris" ucapnya
"LA, Los Angeles Amerika. Ngapain aku kesana"
"Bukan itu, tapi ini LA dalam negeri. Lenteng Agung, toh nanti nya ujung- ujungnya ranjang juga" Navysah cekikikan
"Yaelah itu mah deket naik bajaj nyampe sono, nggak sekalian mancing di kali ciliwung aja "cebik Ifa terkekeh.
" Bisa - bisa entar dapet ya bukan ikan tapi sampah plastik ya hehehe "balas Navysah. " Yaudah aku pulang dulu, Kinan aku culik. Dia minta ikut, biarkan dia menginap di rumahku dulu. Kamu kan mau malam pertama " lirih Navysah lagi
Davian pura - pura cemberut dirinya mendengar Kinan akan ikut dengannya," Terus nasibku gimana, sudah tiga plus satu bocil. Alamat aku nggak dapat jatah preman malam ini "ucapnya.
Mereka tertawa dengan ucapan Davian,dan dirinya mendapat cubitan dari istrinya." Puasa! "
" Gantian, kamu kan sudah dapat bocil. aku baru mau start nih, biar dapat bocil kembar juga kayak kamu. Hehehe " timpal Shafiq.
__ADS_1
" Akhirnya sekarang Shafiq mau menimpali ucapan mesummu mas, padahal dia pendiam lho" Navysah
"Kamu tidak tahu sih, justru yang pendiam itu yang membahayakan. Dia bisa lebih buas dariku" sindir Davian pada temannya dengan tatapan sinis.
***
Navysah sudah pindah rumah sejak kemarin,mereka pun sudah melakukan syukuran atas rumah barunya. Kinan masuk ke dalam rumah dan mencoba lift bersama Raffa dengan ditemani mbak Siti. Mereka naik turun lift berulang kali hingga membuat Raffa kesal.
"Sudah Kinan!, aku pusing, aku mau main aja sama dedek. Kalau kamu masih ingin naik lift, lebih baik sama mbak Siti. Aku capek" ucapnya dengan cemberut,Raffa kesal dengan Kinan yang selalu memintanya untuk bermain naik turun di lift, dirinya meninggalkan Kinan dan lebih memilih masuk ke kamar ibunya. Dia lebih senang bermain dengan Khaffa.
"Raffa..." Kinan mulai merengek lagi, " Aku mau main sama kamu, aku kangen sama Raffa " dirinya berkaca-kaca, mengikuti Raffa dan berbaring di sisi Khaffa yang sedang bercanda dengan kakaknya.
Raffa menowel - nowel pipi adiknya hingga Khafa tersenyum. "Dedek lucu, nanti kalau sudah benar main ya sama kakak" ucap Raffa.
Kinan mencium pipi dedek. " Wangi..." ucapnya. "Kasih bedak dulu biar tambah ganteng dan wangi lagi " Kinan menaburi dedeknya bedak.
Navysah keluar dari kamar mandinya dan melihat bayinya "Astagfirullah!, anakku udah kayak donat gula halus" ucapnya kesal . Dirinya melihat wajah Khaffa penuh dengan bedak sampai terkena rambut kepalanya. Tak hanya wajahnya, tangan dan kakinya juga dilumuri bedak. Sprei pun tidak luput dari ceceran bedak.
"Biar wangi mah" ucap Kinan dengan polosnya.
Navysah menggendong anaknya, dirinya membersihkan Khaffa dari baluran bedak. "Sudah Kinan jangan nangis, besok lagi dedeknya jangan dikasih bedak ya. Nanti masuk hidung dedeknya nanti batuk. Kinan mengerti kan?"
"Iya mah"
Davian masuk dan melihat anaknya yang sedang digendong, dirinya melihat anaknya penuh bedak. Hanya hembusan nafas kasar yang keluar darinya, mau marah sama Raffa ataupun Kinan percuma. Mereka hanya anak kecil. "Sudah kamu ganti baju dulu, biar dedek aku gendong" ucapnya sembari mengambil anaknya dari Navysah. "Ayo anak - anak keluar,mama mau ganti baju"
Davian membawa anaknya ke area belakang bersama Kinan dan Raffa. Khalif yang tertidur dengan mbak Nita aman dari gangguan dua bocil senior.
* **
Feri dan Imelda bertamu kerumah Davian, mereka membawa kabar gembira kalau saat ini Imelda hamil enam minggu. "Selamat ya mbak, aku ikut senang kamu hamil" ucap Navysah, " Mbak Imel nyidam apa? Apa tiap hari mual?"
"Aku memang morning sickness, kalau nyidam paling pengen mangga muda aja sih Nav, nggak rewel" ucapnya
Feri melirik istrinya "Apaan nggak rewel!, kamu memang minta mangga tapi mintanya tengah malam. Aku harus keliling mencarinya" dirinya mengingat Imelda yang selalu merengek minta mangga tiap malam, maka dari itu Feri selalu menyetok mangga di kulkasnya. Imelda juga sering minta makanan yang sulit di dapat hingga membuatnya pusing.
__ADS_1
"Hehehe, ini kan semua demi anakmu juga" ucapnya Imelda.
"Ya, ya, ya" Feri malas berdebat dengan istrinya. Seperti saat ini, dirinya bertamu di rumah Davian karena permintaan Imelda. Sebelumnya mereka ribut kecil, Imelda ingin siang ini harus ke Davian karena kangen dengan adiknya, sedangkan Feri meminta sore hari karena siang panas dan pasti tuan rumah sedang tidur siang.
"Biarin sih mas, mbak Imel mungkin ingin tidur disini. Mungkin bawaan bayinya"
"Iya, aku ingin tidur disini Nav, aku mau makan masakanmu" pintanya.
Davian melirik kakaknya " Aku saja sekarang jarang dimasakin karena dia sibuk mengurus dedek, malah kamu minta dia masak untukmu" protesnya.
Imelda langsung sendu, entah kenapa dirinya yang selalu jutek dan ketus sekarang menjadi cengeng. "Jadi kamu nggak mau masakin aku makanan Nav, Ini calon bayiku lho yang minta. Masa nanti anakku ileran kan nggak lucu " ucapnya.
Navysah merasa dejavu mendengar ucapan Imelda, kata - kata itu yang sering dia pakai dulu saat dirinya hamil. Ini calon bayiku lho yang minta.
Kata yang paling ampuh jika meminta sesuatu agar dipenuhi. " Aku kena karma ini, dikerjain mbak Imelda" gumamnya dalam hati.
"Iya nanti aku buatin, mbak Imel mau makan apa" tanya Navysah.
Imelda langsung sumringah karena Navysah menawari dirinya makanan "Aku mau sop iga, tumis pepaya, telor balado sama ayam bakar kecap" pintanya.
Navysah melongo, bukannya tidak mau memasakan untuk kakak iparnya, namun jika itu semua dia yang masak otomatis si dedek nggak kepegang belum kalau mereka rewel minta n*nen "
Davian menatap tajam kakaknya, dia tidak terima istrinya memasak semua makanan itu" Beli aja napa sih mba, ngrepotin aja loe!, Navysah capek tahu sudah mengurus si dedek "pintanya
" Pelit banget loe!, ini semua demi keponakanmu. Kan nggak tiap hari, dulu waktu Navysah hamil juga Imelda menyiapkan makanan untuknya walaupun dia sibuk. Ayo masak untuknya, kalau tidak pasti dia akan menangis dan aku akan pusing mendengarnya" ucap Feri sembari mengelus istrinya yang mulai berkaca-kaca.Dirinya menciumi Imelda tanpa risih dihadapan adiknya.
"Iya nanti aku masakin tapi telor balado sama tumis pepaya aja ya. Besok baru sop iga sama ayam bakar kecapnya. Stok kulkas juga lagi kosong nggak ada iga. Kan mbak Imel menginap disini jadi besok pasti aku masakin lagi " ucap Navysah
Imelda mengangguk layaknya anak kecil, dirinya menurut yang penting dia bisa merasakan masakan adik iparnya.
Davian menatap jengah pada pasangan mesum di depannya " Ntar aku tambahin tumis paku, telor cebong sama ayam tiren " dirinya berlalu pergi, masuk ke dalam kamar dan tertawa cekikikan.
* **
Jangan lupa like, Vote and comment. Love you all reader 😘😘😘
__ADS_1