Cinta Navysah

Cinta Navysah
Bertengkar


__ADS_3

"Rani, mau gak loe jalan sama gue, pumpung masih sore?" ajak Feri.Rani masih berfikir, dirinya melirik Imelda.


"Oke! , mba aku mau pergi dulu sama Feri.Mba mau ikut gak?" ujar Rani.


Belum sempat Imelda menjawab pertanyaan Rani,Feri langsung memotong pembicaraan" Gue!, ngajak loe doang bukan dia" pinta Feri, "Memangnya dia siapa? Mendingan dia gak usah ikut! ketus Feri.


Imelda merasa sangat kesal dengan perkataan Feri, dirinya langsung masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan sangat keras melajukan mobilnya dengan cepat.


" Tuh kan, mba Imel marah. Mas Feri bikin gara-gara aja. Alamat aku gak dikasih uang jajan, Mana besok malam mau clubbing" Rani menutup mulutnya, dirinya keceplosan.


"Dasar cewek dugem!, kurang-kurangin loe kesana. Banyak cowok gak bener takutnya kamu diapa-apain" ucap Feri.


"Cowok gak bener kan ada disamping aku!" seloroh Rani.


"Kok tahu!" jawab Feri. Dan mereka terkekeh bersama.


Imelda menyetir dengan perasaan campur aduk.Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, "Aku sangat kesal dengan Feri!!, kenapa dia berubah?!, Dan kenapa aku bersedih karenanya!, Aku ini kenapa!!?" teriaknya dengan memukul - mukul setir mobil.


Di sisi lain,


"Mas, Aku sangat lapar!. Aku sudah bersikap baik di acara kamu dan tidak membuat masalah, sekarang penuhi janjimu. Aku ingin makan!" pintanya.


Navysah berfikir, "Aku mau ayam geprek dua porsi dan bakso porsi jumbo" pinta dia kembali.


Navysah melirik Davian yang sedang fokus menyetir. "Mas,kamu dengerin aku nggak sih?!" tanyanya sebal.


Davian tidak menjawab pertanyaan Navysah, dirinya teringat Feri menyentuh kepala Navysah. "Kamu suka denganya?!" tanya Davian.

__ADS_1


Navysah tidak mengerti pertanyaan Davian yang ambigu. "Suka dengan siapa?" tanya Navysah.


"Gak usah pura-pura bloon,kamu seharusnya tahu siapa yang aku maksud!" ketus Davian.


"Tapi aku beneran gak tahu siapa yang kamu maksud!?" balasnya dengan santai.


"Feri" ucap Davian,


"Oh, Feri!. Ya sukalah. Dia lucu, bisa bikin aku tertawa. Baik sama aku" ucap Navysah.


Davian langsung menepikan mobilnya dan menatap tajam Navysah. "Oh, jadi kamu suka sama Feri!, dia lucu bisa bikin kamu ketawa sedangkan aku nggak!, Aku seringnya bikin kamu kesel!" ucap Davian dengan keras.


"Tunggu dulu, ini gimana sih maksudnya, kamu cemburu Mas! Aku itu suka Feri sebagai teman tidak lebih" tegas Navysah.


"Udah deh gak usah bohong, kamu suka Feri kan!" ketus Davian." Tapi asal tahu aja Navysah, aku gak akan melepaskanmu sampai kapanpun!" tegas Davian. "Pantas saja kamu dielus kepalanya aja mau!" sindir Davian.


"Kamu jangan mengalihkan pembicaraan, Aku yang bertanya tentang Feri. Kalau urusan cium kanan kiri wanita itu sudah biasa dan aku akan berusaha menghindarinya tapi aku tidak janji, Seharusnya kamu mendukung karierku Navysah. Ini duniaku, please percaya padaku. Jadi jangan cemburu" ucap Davian.


"Please juga, percaya sama aku!. Aku gak akan macam-macam jadi jangan cemburu!, Kamu kenapa sih sejak tadi pagi marah-marah mulu. Apa aku punya salah?! tanya Navysah.


" Kamu beneran gak ngerti Navysah apa salahmu?!, "Pikir aja sendiri! " ketus Davian.


"Jadi kamu mau beliin Aku makanan apa nggak?, Aku bisa mikir kalau sudah kenyang. Kalau lapar, otakku lambat tidak bisa berfikir" ucap Navysah.


" Keluar dari mobilku sekarang?! " perintah Davian.


" Kamu ngusir aku mas dari mobilmu! " ucap Navysah.

__ADS_1


" Udah tahu pake nanya lagi!" ketus Davian.


Navysah bergegas membawa tas kecil miliknya dan keluar dari mobil Davian,membanting pintu mobil dengan sangat keras.


" Kamu pikir aku tidak bisa pulang sendiri! " teriak Navysah setelah mobil Davian melaju kencang.


" Untung saja masih sore,masih banyak kendaraan lalu lalang, Aku sangat lapar" Navysah mengelus perutnya. Navysah berjalan sepanjang jalan mampir ke sebuah warung klontong dan membeli sandal jepit. " Dari siang kakiku sakit pakai high heels, udah gitu dikerjain Davian turun ditengah jalan, mendingan ganti sandal dulu" ucap Navysah dengan mengganti sandalnya.


Navysah masuk ke warung pinggir jalan, memesan dua porsi ayam geprek, dan memakanya dengan lahap. Setelah itu dirinya berjalan menyusuri jalan melihat sebuah taman dan duduk termenung mengingat apa yang membuat Davian marah padanya. Navysah mencoba mengingat kembali rentetan kejadian semalam mengusap wajahnya dengan bingung.Namun cincin dijari tangannya seolah mengingatkan dirinya. Navysah tertawa keras, dan dia mengerti kenapa Davian marah padanya. "Ya allah, sekarang aku tahu kenapa Davian marah padaku" ucap Navysah terkekeh.


Navysah melihat Go*gle maps, dirinya bingung berada dimana. "Coba aku lihat dulu aku ada di mana" ujarnya.


"Oke, Aku sudah tahu sekarang posisiku dimana. Jadi aku bisa pulang malam, biar dia tidur duluan. Memangnya cuma dia yang kesal. Akupun kesal diturunkan di tengah jalan, kenapa dia selalu bersikap sesuka hati" ujar Navysah sembari mematikan handphonenya.


Davian masuk kedalam rumah, "Ayah!!" teriak Raffa. Davian mengendong Raffa dan menciumnya.


" Mama, mana yah?" tanya Raffa. Davian bingung mau jawab apa, "Mama lagi main kerumah temen" ucap Davian bohong.


"Raffa bobo jangan malam - malam ya!, Ayah mau mandi dulu udah panas, bau kecut" sembari menutup hidungnya. Raffa mengangguk mengerti apa yang diucapkan Davian.


Setelah tiga puluh menit dirinya membersihkan diri di kamar mandi, Davian merasa segar. Dirinya berbaring di ranjang dengan memainkan handphonenya. "Kok Navysah belum pulang, seharusnya dia sudah sampai". Davian melirik jam di tangannya sudah jam tujuh malam. Dirinya turun ke lantai satu mencoba mencari Navysah apakah sudah pulang atau belum. Namun tidak ada batang hidungnya. Davian kembali ke kamar dan mencoba menghubungi istrinya,namun tidak aktif.


"Shit!!, Navysah kemana sih! Menjengkelkan sekali dirinya. Selalu membuat aku kesal" seru Davian.


Davian membuka laci nakas mencoba mencari kacamata bacanya. Dia menemukan sebuah kotak yang berisi jam tangan mewah. Dan dibacanya surat disamping jam itu. Tertulis " Untuk Suamiku, Semoga kamu suka.Kalau suka dipakai, kalau tidak suka akan kujual jam mahal ini, lumayan buat jajan Raffa!. Semoga selalu jadi suami terbaikku, dan Ayah terbaik untuk Raffa. We love you".


Davian terkekeh membaca surat dari Navysah, dirinya tidak menyangka mendapatkan hadiah spesial dari istrinya dengan ucapan yang cukup nyeleneh. "Ternyata dia memakai kartu kreditku untuk membeli jam ini,Dasar Navysah enggak bisa romantis. Bisa-bisanya dia ingin menjual jam tangan ini untuk jajan Raffa. Memangnya aku gak punya uang buat jajan anakku!. Enak saja jam tangan ini mau dijual" ucap Davian

__ADS_1


Davian langsung memakai jam tangan pemberian Navysah, dirinya merasa sangat senang."Bagus juga seleranya memilih barang untukku" ucap Davian.


__ADS_2