
Navysah hari ini pergi ke rumah Shafiq, dirinya membawa Raffa untuk bermain bersama Kinan.Sebelum ke rumah Shafiq dirinya mampir membeli boneka barbie untuk Kinan dan mobil-mobilan untuk Raffa. "Nak, nanti kamu kasih ini ya ke Kinan?" pinta Navysah, sembari memberikan sebuah boneka pada anaknya."Iya mah" balas Raffa.
Mobil mereka memasuki rumah minimalis dengan taman yang asri di depan dan samping rumah.
"Assalamualaikum" ucap Navysah
"Walaikumm salam"balas bu Erni, Udah datang Nak Navi, silahkan masuk"ujar bu Erni. Navysah dan Raffa mencium tangan bu Erni dan masuk rumahnya.
" Kinan mana bu? "tanya Navysah," Oh Kinan lagi dikamar sebentar ya ibu panggil dulu"ucap bu Erni masuk kedalam kamar. Kinan keluar dari kamarnya dan mencium tangan Navysah,"Ini Kinan untukmu" Raffa menyodorkan boneka barbie.
Kinan menerima dengan senang,"Ini buat Kinan" ucapnya dengan berbinar senang. Raffa menganggukan kepala.
Bu Erni berujar pada cucunya, "bilang apa sama Raffa" tanyanya.
"Makasih Raffa" ucap Kinan. "Iya" jawab Raffa,"Ayo main denganku" ajak Raffa.
Kinan menggelengkan kepala, dirinya lebih senang duduk bersama Navysah dan bergelayut manja di lengannya.Raffa merasa cemburu ibunya direbut Kinan. "Ini mama aku!" ucap Raffa dengan memeluk ibunya. Kinan menundukkan kepala dan bersedih.
Navysah tahu, Kinan ingin bermanja denganya."Yaudah sini, sebelah kanan Kinan" Navysah menepuk paha kanannya, "Dan sebelah kiri Raffa" Navysah menepuk paha kirinya. Mereka berdua duduk di pangkuan Navysah.Bu Erni yang melihat ikut tertawa,"Maaf ya Nak Navy, Kinan merepotkan" ujarnya.
"Gak papa bu, namanya juga anak kecil" Navysah tersenyum sembari menggerakkan pahanya.Kinan dan Raffa tertawa bersama.
Dari lantai dua turunlah Shafiq, dirinya mendengar keramaian dilantai dasar. "Ada apa ini ramai banget" tanya Shafiq sembari duduk di depan Navysah.
"Ini lho Shaf,anakmu bergelayut manja sama Nak Navy, kedua anak ini memperebutkan Navysah" bu Erni menunjuk Raffa dan Kinan bergantian.
__ADS_1
Shafiq tersenyum bahagia, anaknya tertawa bahagia bersama Navysah dan Raffa.
Navysah menyodorkan barang pesanan Shafiq, " Ini pesananmu, dicoba dulu kalau ada yang kurang pas nanti aku vermak lagi" ujar Navysah.
"Oke" Shafiq kembali ke kamar dan mencoba kemeja pesananya. "Gimana Nav, bagus nggak?" tanya Shafiq.
" Yaelah pake nanya lagi!, setiap baju yang aku buat pasti baguslah" ucapnya dengan sombong.
Shafiq tertawa mendengar kepedean Navysah, dirinya merasa senang punya teman sekocak Navysah. " Eh Shaf, punya ibumu gak sekalian dicoba pumpung aku disini?" ujar Navysah.
Bu Erni datang kembali ke ruang tamu,setelah dipanggil Shafiq dan mencoba gaun miliknya. "Ibu pakai ini bagus nggak Nak Navy?" bu Erni melenggak-lenggokan gaun miliknya.
"Bagus dong bu,Serasa lebih muda satu hari dari umurnya" seloroh Navysah dan terkekeh.
Shafiq dan bu Erni tertawa mendengar candaan receh dari Navysah. "Kamu itu lucu dan baik ya Nak Navy, Andai saja kamu belum menikah pasti ibu akan menjodohkan kamu dengan Shafiq, Ibu mau menantu seperti dirimu" ujar bu Erni dengan tersenyum.
Kinan dan Raffa turun dari pangkuan Navysah, mereka mau bermain bersama. Dan kali ini mereka rukun saling berbagi mainan.
"Oh iya Nav,jadi nggak kamu beli rumah sebelah" tanya Shafiq. "Kalau mau aku anterin kesana, ketemu dengan orangnya langsung" sambung Shafiq lagi.
Navysah bingung jika dilihat dari saldo tabungannya dia masih sanggup membeli rumah itu, tapi Navysah belum bilang sama Davian masalah keinginannya membeli rumah.
"Kalau lihat-lihat dulu boleh nggak sih?, Aku belum ngomong Davian masalah rumah" ucapnya.
" Boleh kok,kalo cocok beli kalo gak cocok jangan dipaksa" ucap Shafiq. "Okelah kita kesana" ujar Navysah.
__ADS_1
Navysah berjalan bersama Shafiq ke rumah yang akan dijual. Mereka berjalan kaki karena letak rumah yang dijual, hanya lima rumah dari rumah Shafiq.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
"Dokter Shafiq, tumben kemari ada apa ya dok? ujar pemilik rumah sembari menyalami Shafiq. "Ini pak Ridwan, saya kesini membawa teman saya, siapa tahu cocok dengan rumah bapak" ucap Shafiq padanya. "Oh, iya silahkan mba lihat-lihat dulu,"Ini bangunan baru dan sudah renovasi " ujar nya pada Navysah.
Navysah melihat setiap sudut ruangan, ada dua kamar dan ruangan yang cukup besar untuk dijadikan gudang di lantai satu. Taman yang tertata rapi dan kolam ikan disamping taman. " Boleh saya lihat lantai dua pak"pinta Navysah.
"Silahkan mba, mari saya antar" Mereka naik ke lantai atas, terdapat sebuah kamar utama dan satu kamar tidur lainnya.
"Disini akses jalan strategis.Tol dalam kota pun dekat, tidak banjir lagi. Untuk keluarga kecil sangat nyaman. Apalagi deket cuma lima rumah dari calon mertua mba" ucap pemilik rumah.Navysah mengenyitkan dahi mendengar kata calon mertua,otaknya mencerna perkataan pemilik rumah. "Saya bukan calon menantu bu Erni, saya hanya teman dokter Shafiq!" tegas Navysah.Shafiq merasa tidak enak dengan ucapan pak Ridwan, dirinya menjelaskan sekali lagi, " Ini teman saya pak bukan calon istri" ujarnya lagi.
"Oh, maaf pak dokter saya kira mbak ini calon istri pak dokter, soalnya terlihat serasi. Biasanya yang datang kesini itu pasangan yang baru menikah, atau calon suami istri yang sedang mencari rumah untuk mereka tinggali " Pak Ridwan merasa malu dengan ucapanya.
Navysah tidak peduli dengan ucapan pemilik rumah,dirinya masih memutari setiap sudut dan melihat - lihat apa kekurangan rumah yang akan dibelinya.
"Pintu kamar ini sedikit rusak ya pak?" Navysah menggerak - gerakan handle pintunya. " Iya bu, nanti ibu tinggal ganti aja itu handle yang rusak itu"ucapnya.
" Kenapa mau dijual pak?, "Ini rumah sudah bagus lho" tanya Navysah penasaran. " Soalnya saya dan istri akan pindah tugas ke daerah Lampung mbak, disini nggak ada yang jagain. Anak-anak ikut semua" pemilik rumah menjelaskan."Sebenarnya berat meninggalkan rumah ini, rumah penuh kenangan tapi mau gimana lagi,sudah tugas negara" ucap pemilik rumah dengan ramah.
Setelah puas melihat - lihat Navysah kembali ke lantai satu. "Rumah bapak bagus, nanti saya hubungi bapak jika saya berminat untuk membelinya" ucap Navysah, "Kalau begitu kami permisi dulu" sambung Navysah. "Baik bu, kami menunggu kabar baik dari ibu" ujar pemilik rumah.
Mereka berjalan berdua, sesekali ada tetangga yang menyapa dokter Shafiq. "Gimana menurutmu Nav,cocok gak dengan seleramu?" tanyanya.
__ADS_1
"Aku sih suka dengan rumahnya,nanti kalau aku berminat aku hubungi kamu ya Shaf" ujar Navysah yang dibalas anggukan dari Shafiq.