
Davian berjalan cepat menuju kamar hotel nya, sedangkan navy membuntuti di belakangnya.
"Mas, tungguin napa sih jangan cepet cepet jalan nya?" cebik navi sambil menyeret gaun nya.
Davian menoleh kebelakang dan membantu navy mengangkat gaun nya"Makanya jalan jangan kayak siput, kelamaan" cibir davian kesal.
"Kamu yang kaki nya jenjang, aku kan tidak bisa mengimbangimu. Lihat saja high-heels ku ini bikin aku susah jalan" tunjuk navy pada sepatunya.
Davi mendengus nafas kasarnya "Dasar cewek, makhluk paling ribet!!" gerutu davi.
"Ceklek"
Davi dan Navysah melihat kamar nya dengan satu kata "Amazing".
"Apa-apaan ini?" ujar davian kaget melihat kamarnya berantakan.terlihat beberapa kado yang sudah di buka dan kertas berserakan.
Ada tiga bocil yang tertidur bagai ikan pepes di kamar pengantin. Raffa, Nara dan noval. Ya mereka tidur dengan nikmatnya tanpa merasa berdosa.
Navysah menutup pintu, setelah itu duduk di sofa.Davian cemberut melepaskan jas dan dasi yang mengikat nya, niat hati ingin tidur karena lelah seharian berdiri akhirnya diurungkan,Dan dia ikut duduk disamping navy.
"Biarkan saja mereka tidur, pasti tuh bocil kelelahan" bisik navy lirih.
"Tapi aku mau tidur aku lelah" bisik davi enggak mau kalah.
Navy menghembuskan nafas kasarnya dan mencoba merayu" Mas Davian yang paling tampan, please kali ini mengalah sama anak kecil ya, kalo mau tidur pindah saja ke kamar febri, dia sendirian " perintah ku dengan manja
__ADS_1
" Blush..." Wajah davi merona. Baru kali ini navy memuji ketampananya.
" Aku sudah tahu, kalo aku tampan" ucapnya datar padahal di hatinya senang.
Nara terbangun dari tidur nya, "Mami sudah pulang? Nara pengen tidur disini sama mami, nara kangen?" ujar nara polos.
"Nopal dan Raffa juga ikutan tidur disini mih" imbuh nara yang bangun dari ranjang dan langsung duduk di tengah menyingkirkan davi di sisi mami nya.
Nara bergelayut manja dan bersandar di bahu mami nya serta mencium pipi Navysah bertubi - tubi itulah kebiasaan nara.
Davian hanya menggelengkan kepala melihat sikap manja nara.
"Aku berasa punya tiga anak dan sekarang aku tersisih!! " sindir davian membuka sepatunya tanpa melihat Navysah.
Tok.. Tok.. Tok..
Davian membuka pintu dan melihat mertua nya datang.
"Nak davi, ada noval sama nara enggak ya disini?" tanya bu yani melihat ke arah dalam kamar.
"Ada bu, itu mereka" tunjuk davi ke arah nara dan noval
"Oalah kirain kemana" bu yani masuk dan menarik tangan nara, "ayo kita ke kamar nara, nanti mbah mau gendong si noval juga! " perintah bu yani.
"Enggak mbah, aku mau disini sama mami. Mau tidur disini, kan nara jarang tidur sama mami" cebik nara melepaskan tangan bu yani.
__ADS_1
"Jangan dong ra, mami sama ayah davi kan capek,Mau istirahat. Kamu sudah besar masa mau tidur sama mami! " ujar bu yani melirik tajam sambil mencubit pinggang nara.
"Mami, mbah nakal nih. Dia cubit aku!! Teriak nara dengan akting kesakitan.
" Enggak papa bu, biarkan mereka tidur disini. Nanti kalo sempat saya pindah ke kamar febri saja" ujar davian tersenyum.
"Tapi nak," kikuk bu yani merasa tidak enak.
"Udah gak papa bu" Potong davian cepat.
Sembari ke luar pintu"Ya sudah ibu keluar dulu, maafin cucu saya ya nak" ucap nya.
"Iya bu"
Davian menutup pintu kamar dan berjalan ke arah toilet, dia ingin mandi merilekskan dan membersihkan tubuhnya yang lengket.
Sembari berjalan ke toilet "tidur dengan mami mu hari ini, besok dia milikku" ucap nya tanpa melihat nara.
Navy tidur dengan ketiga bocil nya, walaupun sesak dan berhimpitan inilah kesukaan mereka, terutama nara yang sudah lama tidak bertemu dengan Navysah.aroma tubuh mami nya yang bikin candu dan membuat nya selalu kangen.
Davian, jangan di tanya. Dia tidur di kamar sebelah bersama febri. Davi yang tidak terlalu suka berbagi kamar dengan orang lain terpaksa harus mengesampingkan ego nya, takut di cap sombong oleh keluarga Navysah. Dan dia mencoba mengakrabkan diri dengan sekedar basa basi dengan febri.
***
Vote, like, and comment ya gaes. Salam sayang dari author😘😘❤️
__ADS_1