
Feri mengantar Imelda pulang ke rumah orangtuanya, dia masih bingung dengan apa yang dilakukan Imelda. "Sayang, tolong jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?!" pintanya.
"Diamlah!, nanti aku jelaskan. Tapi aku ingin bertemu Ayah dulu!"ucapnya sembari memejamkan mata.
Feri menggerutu karena pertanyaannya tidak ditanggapi Imelda. Setelah dua puluh menit perjalanan mereka sampai di rumah orangtua Imelda. Mereka melihat mobil pak Ibrahim terparkir di garasi." Ternyata Ayah sudah pulang "gumam Imelda dalam hati. Rumah terlihat sepi hanya ada budhe Asih dan pak Ibrahim. Mereka menemui pak Ibrahim di ruang kerjanya.
" Mama dan Rani kemana yah? "tanya Imelda.
"Tadi siang Mama arisan dijemput Tante Rara, kalau Rani masih di showroom batik"ujarnya. " Tumben kamu pulang Imelda, apa ada hal yang penting ingin kau sampaikan "
Imelda menceritakan keadaan rumah tangga Davian dan Navysah. Keadaan Davian setelah kepergian istrinya dan bisnisnya. Pak Ibrahim menggelengkan kepala mendengar penuturan Imelda. " Sudah Ayah katakan sebelumnya pada Davian, tapi dia tetap ngotot membantu Natasha. Lihat kan sekarang, semuanya kacau karena kebodohan adikmu"ucapnya.
" Apa kau butuh bantuan Ayah" tanyanya lagi.
"Tidak perlu yah, Imelda masih mampu membereskan sendiri" ucapnya. "Dan semua kesalah pahaman ini terjadi karena ulah Reksa juga Ayah!" ucapnya.
"Maksudmu Reksa, suami Natasha?" tanya pak Ibrahim.
"Benar Ayah, Awalnya aku tidak tahu karena aku hanya terfokus pada kondisi Davian yang berantakan, dia selalu merengek kepadaku,meminta aku membantu mencari istrinya. Aku bertemu dengan Kamil, dia menceritakan semua yang terjadi. Hanya pada Kamil lah satu-satunya orang yang tahu Davian pergi ke Solo. Sedangkan Kamil tidak pernah menceritakan pada Navysah, tapi kenapa Navysah bisa tahu kalau Davian pergi ke Solo dengan Natasha"ucapnya.
"Sewaktu Davian mabuk bersama Feri , aku mengambil handphonenya tapi aku tidak bisa membukanya. Dan kau tahu Ayah, apa kebiasaan Davian saat mabuk?"
__ADS_1
"Aku tahu!, kalau Davian mabuk akan menceritakan apa yang ada di hatinya, dia akan meracau tidak jelas dan berkata jujur apapun yang orang tanyakan padanya" ucap Feri dengan cepat.
Imelda tersenyum "Kamu benar Feri,aku mendapat passwordnya ketika dia sedang mabuk" ucapnya. "Aku meneliti setiap pesan masuknya dan ada satu DM yang mencurigakan, disitu terlihat satu video Navysah sedang memeluk dokter Shafiq di rumah sakit. Aku merasa ada yang janggal,seperti video yang terpotong dan sudah di edit,tulisannya pun menurutku cukup provokatif.Aku mengirimkan video itu ke orangku untuk diselidiki siapa pemilik akun tersebut. Ternyata pemiliknya di kota S. Aku meminta orangku untuk menyelidiki siapa dalang dibalik ini, dan ternyata mereka orang suruhan Reksa. Akupun yakin mereka juga yang mengirimkan info ke Navysah bahwa Davian ke Solo bersama Natasha agar mereka berdua salah paham" ucapnya. "Pantas saja saat grand opening, saat aku menyeret Natasha ke toilet. Aku melihat pria asing mondar - mandir mencurigakan, Aku yakin dia salah satu orang suruhan Reksa untuk mengikuti pergerakan Natasha karena saat ini mereka sedang berebut hak asuh anak dan bodohnya Natasha yang terlalu naif, dia tidak berpikir sejauh itu.
"Lalu apa yang akan kau lakukan untuk membalas Reksa?" tanya pak Ibrahim
"Aku sudah mengirimkan file dan berkas pada Natasha tentang kelakuan suaminya selama ini, Reksa selama ini selingkuh. Makanya, Natasha diasingkan keluar negeri. Setelah aku selidiki, Perusahaan milik Ayah Reksa di kota xx juga melakukan penggelapan pajak selama ini. Kau tahu ayah, Reksa akan mencalonkan diri menjadi anggota DPR tahun ini, sayangnya Aku akan menghabisinya dengan skandal perselingkuhan dan pajak. Sekarang tinggal Natasha yang akan bergerak. Aku tidak perlu mengotori tanganku dengan darah. Tapi aku akan menghabisi seluruh keluarga Reksa karena berani menganggu keluargaku! "ucap dengan tegas.
" Apa kau yakin Natasha akan melaporkannya? "tanyanya.
" Aku yakin sembilan puluh lima persen, mengingat mereka masih berseteru tentang perceraian dan hak asuh.Ini kesempatan Natasha untuk mengambil alih anaknya dan terbebas dari Reksa "
" Wahhhh... Pacarku memang sangat cerdas. Aku bangga denganmu sayang, Cup" Feri mencium pipi Imelda.
"Ehemm.. Ehemm.." Pak Ibrahim berdehem. "Kalian cepatlah menikah jangan terlalu lama, Ayah sudah tua "
Feri tersenyum malu, dirinya tidak bisa mengontrol situasi "Aku akan segera menikahinya yah, setelah pernikahan Kamil. Mohon doa restu" ucapnya.
Pak Ibrahim menghela nafas" Lalu bagaimana dengan Navysah? " tanya pak Ibrahim.
" Aku sudah tahu dia dibantu siapa selama ini, namun posisi dirinya belum aku ketahui. Kemarin orangku sempat mengikuti dokter Ifa namun mereka kehilangan jejak. Navysah pun tidak pernah mengaktifkan handphonenya, itu yang membuat kami lamban dalam mencari keberadaannya"ucapnya " Sebentar lagi yah, aku masih berusaha menemukanya. Aku ingin Davian kembali normal, sejak Navysah menghilang dirinya sudah seperti orang gila, apalagi tahu kalau Navysah sedang hamil anak kembar, waktu itu pun Davian sempat digugat cerai. Pengacara Navysah datang menemuinya di kantor"
__ADS_1
"Apa....!!! ?, Navysah menghilang dan sekarang sedang hamil anak kembar, Dan apa, mereka hampir bercerai!!" ucap bu Fera terkejut, dirinya sempat mendengar sekilas pembicaraan suami dan anaknya. Kepalanya mulai pusing dan dan tidak sadarkan diri.
" Mama...!!! " teriak mereka bersamaan.
Pak Ibrahim menggotong ibu Fera ke dalam kamar. Dan Imelda menunggu ibunya siuman,dia mengoleskan minyak kayu putih. "Mah,bangun mah!" seru Imelda.
Setelah beberapa saat, mamanya bangun dari pingsannya . "Navysah!, dimana Navysah mel? Jawab!" tanya bu Fera.
"Tenang mah, Navysah pasti baik - baik saja. Dia belum ketemu. Imel pasti mencarinya, mama tenang ya" Imelda mengelus punggung ibunya.
"Gimana mama bisa tenang! Menantu mama sedang hamil dan pergi dari rumah. Semua itu karena kebodohan Davian. Selama ini dia bohong sama mama, dia bilang Navysah liburan ke Bali. Pantas saja mama merasa tidak enak hati, masa Navysah sudah sebulan lebih belum pulang liburan, dan handphone dia juga tidak aktif. Dasar Davian bodoh!, kenapa dia selalu melakukan kesalahan pada istrinya " Mama menangis terisak.
" Mama akan menelepon Davian, mana telepon mama "dirinya mencari handphone di tas nya. Imelda pusing kalau mamanya sudah berbicara, tidak ada yang bisa membantah. Belum sempat mengambil handphone, jantung bu Fera terasa sakit, sesak nafas.
" Mah, Mama!! " teriak Imelda." Ayah, Feri. Tolong mama cepat!. Kita bawa ke rumah sakit!" perintah Imelda.
Pak Ibrahim langsung membopong istrinya ke dalam mobil, dan Feri langsung melajukan mobilnya kearah rumah sakit.
Setelah di rumah sakit, mereka memindahkan bu Fera ke brangkar. Imelda hanya bisa menangis melihat mamanya sakit. Dirinya tidak ingin mamanya kenapa - napa. "Bangun mah!" ucapnya terisak.
Dirinya di bawa ke ruang ICU, dokter segera menanganinya. Imelda menelepon Rani untuk segera ke rumah sakit, memberi kabar bahwa jantung mamanya kambuh. Dan Imelda menghubungi Davian mengabari mamanya masuk rumah sakit.
__ADS_1
Feri mencoba menenangkan Imelda yang selalu menangis "Kamu tenanglah, mama pasti baik-baik saja" dirinya merebahkan kepala Imelda di bahunya. "Aku takut Fer!" ucapnya. "Tenanglah, dokter sedang menanganinya pasti mama akan kembali sehat" ucapnya.