
Navysah sengaja pulang ke rumah siang hari, dirinya tahu Davian sudah berangkat bekerja. "Mama...!!!" teriak Raffa memeluk ibunya.
"Kok!, Raffa bangun tidur Mama gak ada!" cebiknya cemberut.
"Mama pergi sebentar tadi pagi, Kinan mana sayang" tanya Navysah.
"Kinan pulang sama nenek"ujarnya. Navysah masuk dapur dan membuat susu strawberry dan meminumnya. Raffa dan mbak Siti menghampiri Navysah." Bu, tadi kata Kinan ingin jalan - jalan sama ibu dan tante Ifa besok" ucapnya.
Raffa bergelayut manja di lengan ibunya. "Iya mah, Mama gak usah kerja lagi. Mama dirumah aja main sama Raffa. Kita pergi jalan - jalan" pinta Raffa.
Navysah sedih mendengar permintaan anaknya, dirinya meneguk susu hingga habis. "Kamu tenang aja Raffa, Mama akan off nanti dan Kita akan pergi dari sini selamanya" ucapnya. Mbak Siti tidak mengerti kenapa majikannya berkata "Pergi dari sini selamanya" gumamnya dalam hati. Dirinya melihat mata Navysah yang sedikit bengkak seperti habis menangis.
Navysah menggandeng Raffa untuk tidur siang bersamanya" Mah, gendong mah! " rengeknya sembari merentangkan tangan.
" Udah gede gak boleh gendong! "ucap Navysah.
" Tapi Raffa pengen gendong"ucapnya dengan merengek. Navysah sedikit kesal dengan anaknya, "Bagaimana aku mau mengendong Raffa, sedangkan diriku hamil dan harus menjaga kandunganku"gumamnya dalam hati." Raffa kan pinter, nanti kalau Raffa gak minta gendong, mbak Siti akan mengantarkan Raffa main sama Kinan ke mall. Mau kan? "
" Beneran Mah?! " ucapnya antusias mendengar kata Mall.
"Beneranlah kapan Mama bohong sama Raffa, Ayo kita bobo siang. Mama ngantuk! ". Mereka tidur bersama di kamar anaknya. Malam hari Davian pulang ke rumah, dirinya membuka pintu kamarnya namun tidak ada istrinya. Dirinya pergi ke kamar Raffa dan melihat anak dan istrinya tertidur. Davian masuk kedalam selimut dan memeluk istrinya dari belakang. "Aku kangen kamu sayang" lirihnya sembari mencium punggung istrinya.
Navysah yang pura-pura tertidur merasa muak dengan ucapan suaminya, " Gak usah panggil Aku sayang, sementara dirimu mencintai wanita lain, Aku ingin tahu sampai dimana kau membohongiku " gumamnya dalam hati.
Davian terbangun di pagi hari, namun Navysah tidak ada. Dirinya beranjak dan melihat jam dinding "Aku belum sholat subuh" dirinya bergegas sholat dan melihat istrinya didapur.
__ADS_1
"Kok kamu gak bangunin aku yang?" ucap Davian sembari memeluk istrinya dari belakang. Navysah tersenyum kecut "Aku lihat kamu kecapean jadi gak aku bangunin"
Dirinya duduk di meja dapur dan menyeduh jahe hangat. Navysah membuat kopi untuk suaminya, walaupun dirinya sangat kecewa dengan sikap suaminya. Navysah ingin Davian jujur padanya.
"Hari ini kamu mau kemana mas?" tanya Navysah. "Aku mau ke kantor properti, habis itu ke restoran" jawabnya sembari menyesap kopi.
"Gak ketemuan sama mantan!" sindirnya.
Davian tersedak mendengar perkataan istrinya "Uhuk.. Uhuk.." dirinya gugup mendengar sindiran istrinya. " Kamu itu bicara apa, Aku tidak ketemu Natasha kok" ucapnya. "Memang kalau Aku bertemu denganya tidak boleh?"
Navysah bersedekap, tangannya melipat di dada dan menatap wajah suaminya dengan tajam, "Aku tidak mengizinkanmu untuk bertemu dengannya, atau pun berurusan dengan dia. Aku tidak mau kamu berteman dengan mantanmu. Aku cemburu!" tegas Navysah.
Davian merasa terpojok dengan perkataan istrinya, terlihat wajah gugup darinya. "Apa kamu tidak menginzinkan kalau aku membantu seorang teman?, bukannya kamu kemarin bilang kalau Aku boleh berteman dengannya, kenapa sekarang plin plan"
Navysah menghela nafas kasarnya, "Kemarin karena aku terpaksa bicara seperti itu, sekarang Aku ingin kamu tidak berteman dengannya. Tidak ada pertemanan diantara mantan, Aku tetap cemburu!. Jika dia ingin meminta bantuan masih banyak teman lainnya, kenapa harus kamu. Jika aku tahu kau membantunya maka aku akan marah! " tegas Navysah. Dirinya ingin tahu, sejauh mana suaminya akan menuruti perkataannya,sejauh mana suaminya akan jujur padanya kalau dia bertemu dan membantu Natasha.
"Aku bersiap dulu, Aku akan bekerja" Dirinya menghindari Navysah dan bergegas pergi ke lantai atas.
Navysah berkaca-kaca, " Seharusnya, aku ingin memberitahu bahwa aku hamil mas, tetapi melihat dirimu yang masih mencintai Natasha,Aku urungkan mas. Aku mau tahu apa diriku masih berarti untukmu" Navysah mengelus perutnya yang masih datar.
"Kamu selalu bilang sayang kepadaku tapi kamu masih mencintainya, bahkan kamu tidak bilang kalau kamu bertemu dengannya, sakit hatiku mas! " ucap Navysah dalam hati, airmatanya mengalir begitu saja. Dirinya bergegas pergi ke kamar Raffa.
***
Kantor Davian,
__ADS_1
Dirinya duduk termenung di kursi kerjanya, pikirannya entah kemana.
"Drt...drt..." dirinya mengangkat telepon dan mendengarkan dengan seksama.
"Oke, baik Om terimakasih" ucapnya.
Davian menelepon Ayahnya, dirinya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Natasha. Ayah Ibrahim tidak ingin membantu Natasha. "Ayah please, bantu dia.Aku tidak mau ada rasa bersalah yah, Aku ingin hidup tenang dengan istriku. Tapi aku tidak tega dengannya, Aku tidak tahu harus bagaimana. Navysah belum tahu, dia tidak mengizinkanku bertemu dengan Natasha. Ya yah" Davian menutup teleponnya.
Davian merasa sedikit lega, dirinya merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya dan menutup mata dengan lengannya.
"Tok.. Tok.. Tok"
Kamil masuk ke dalam ruangan, "Kamu kenapa? Sepertinya banyak masalah" ucapnya.Dirinya menyodorkan berkasnya untuk ditanda tangani Davian.
Dirinya menghembuskan nafas kasarnya menutup matanya. "Kamil aku tidak tahu aku harus bagaimana" ucap Davian frustrasi. Dirinya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Natasha dan dirinya menceritakan bahwa Navysah tidak mengizinkan dirinya bertemu maupun membantu Natasha. "Aku sudah bilang pada Om Zaki, dia mau membantu mengurus perceraian Natasha dengan suaminya. Akupun sudah bilang sama ayah untuk membeli saham ayah Natasha namun Ayah Ibrahim masih menolak, dirinya tidak mau membantu. Dia bilang bukan urusannya, dan dia bilang Aku jangan ikut campur masalah Natasha. Biarkan orang tua Natasha mendapatkan pelajaran atas apa yang dilakukan. Mungkin lusa aku akan berangkat ke Solo bersama Natasha, Aku akan mengantarnya terakhir kali untuk bertemu dengan Om Zaki dan Aku ingin bertemu Ayah.Tolong kamu belikan tiket untukku dan dirinya. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikan Natasha "ucap Davian.
Kamil bingung, dirinya tidak tahu masalah Davian serumit ini." Aku tidak yakin dengan keputusanmu, Navysah akan terluka jika dia tahu kau pergi dengannya"
"Makanya kamu jangan beri tahu dia, aku bicara seperti ini karena kamu yang paling dekat denganku dan bisa aku percaya, setelah pulang dari Solo Aku akan jujur padanya, dia pasti mengerti dan memaafkan Aku" ucapnya.
"Davian, jujur padaku. Apa kau masih ada perasaan cinta dengan Natasha?" tanya Kamil.
"Dulu aku memang mencintainya sekarang tidak, dia hanya masa lalu. Aku hanya mencintai istriku. Hanya Navysah di hatiku, tidak ada wanita lain. Aku membantu Natasha sebagai rasa bersalahku padanya. Ini yang terakhir, dan Aku ingin hidup bahagia bersama istriku tanpa gangguan darinya"
"Terserah kamu saja, aku tidak bisa bicara apa-apa dan tidak mau ikut campur masalah rumah tanggamu. Semoga keputusan yang kamu ambil ini benar, tanpa melukai siapapun, Aku akan memesankan tiket untukmu.
__ADS_1
Davian menelepon Natasha, menceritakan semuanya dan lusa mereka akan berangkat ke Solo.