
Hari ini Davian pergi ke Solo, Navysah sudah membereskan semua perlengkapannya di koper. "Hati-hati mas kamu disana, jangan telat makan" ucap Navysah. Dirinya merasa tidak enak hati, rasanya enggan melepaskan suaminya pergi.
"Iya sayang" Davian memeluk istrinya dan merasakan ada yang berubah.
" Nav, kok kamu dipeluk sedikit gendut! " Davian menyentuh buah d*da istrinya.
"Yesss...!" Aku sukses membuat telor ceplok menjadi telor bebek, setidaknya lebih besar sedikit " ucapnya sembari terkekeh.
" Iya, makanku banyak jadi Aku tambah gendut" ucap Navysah berbohong.
"Kamu, hati-hati dirumah jangan keluar kalau tidak penting. Lagi banyak gempa dan tanah longsor "ucap Davian.
" Iya mas" Navysah mencium pipi suaminya. Davian merasa senang, sejak beberapa hari yang lalu istrinya tidak pernah berinisiatif untuk mencium dan memeluknya. Dirinya tersenyum bahagia. "Ah..! betapa senangnya diriku,akhirnya dicium istri tercinta". Davian mencium bibir istrinya,menciumnya lebih dalam namun Navysah tidak membalas ciumannya." Kamu kenapa?, kenapa kamu tidak membalas ciumanku "tanya Davian.
" Aku tidak apa-apa" Navysah memeluk suaminya kembali. Davian merasa bingung dengan Navysah akhir - akhir ini. Dia merasa istrinya sedikit berubah menjadi dingin dan pendiam.
Navysah melepaskan pelukan Davian "Aku berharap kamu bisa mencintaiku walau hanya sedikit" ucapnya.
Davian mengenyitkan dahi merasa aneh dengan istrinya "Kenapa sedikit, Aku mencintaimu dengan sangat banyak sayang" ucapnya sembari tersenyum dan mencium pipi istrinya.
"Aku pasti merindukanmu, Raffa dan Kinan, semoga dengan Aku sayang pada Kinan, Allah akan mengabulkan do'aku. Aku berharap kamu segera hamil" Davian mengelus perut istrinya yang masih datar.
Navysah merasa terharu mendengar ucapan suaminya, "Memang kamu pengen Aku cepat hamil?" tanya Navysah.
"Tentu saja!, aku pasti sangat senang" balasnya.
"Yaudah cium perutku dulu, siapa tahu Allah mengabulkan do'amu" pinta Navysah.
Davian menciumi perut istrinya,Navysah mencoba menahan airmatanya agar tidak jatuh.
"Udah kan, Aku berangkat dulu, Assalamualaikum "
"Walaikumm salam "balas Navysah.
Setelah Davian pergi, Navysah duduk disisi ranjang." Aku memang hamil mas" lirihnya. " Kamu berkata ingin diriku hamil, tapi kamu mencintai wanita lain. Aku ingin jujur tentang kehamilanku tapi sampai sekarang kamu belum jujur tentang Natasha, Aku sangat kecewa padamu mas" Navysah menangis menutup matanya.
Navysah mengelus perutnya "Apa kalian senang dicium Ayah, tumben kalian tidak membuat mama mual" ucapnya bermonolog.
Navysah mendapat telepon dari Rasya, dia mengabarkan jika Riska sakit. Dirinya ingin sekali bertemu Navysah. Namun Navysah saat ini belum ada waktu untuk ke Bandung, Navysah berjanji akan kesana jika ada waktu luang.
__ADS_1
Navysah mendapat telepon dari Amel, ada beberapa endorse yang masuk. Namun Navysah menolak, dirinya benar - benar ingin fokus dengan kandungannya saat ini. Amel pun berkata Navysah besok harus datang ke rumah sakit,ada yang ingin disampaikan pak Rizal kepadanya. Dan Navysah mengiyakan untuk datang.
Sebelum ke bandara Davian mampir ke Apartemennya, dia membawa box foto,satu plastik barang dan Albumnya untuk diberikan pada Natasha.
"Ini punyamu !" ucapnya sembari menyodorkan box dan plastik hitam pada Natasha.
"Apa ini?" Natasha membuka box dan plastik hitamnya. "Oh, my God!, bukannya ini semua pemberianku dulu" ucap Natasha. Dirinya melihat surat, arlogi, topi, sepatu dan beberapa aksesoris yang dulu pernah dia berikan untuk Davian.
"Iya, Aku sejak dulu ingin memberikan barang itu padamu tapi kita tidak pernah bertemu. Aku tidak butuh semua itu,kukembalikan semuanya padamu. Akupun sudah sepuluh tahun tidak membuka barang itu" ucapnya.
"Kenapa tidak kau buang saja!" ucap Natasha.
"Entahlah!, sejak kita putus Aku merapikan semua barang itu. Dan yang ada di otakku hanya bekerja, dan berambisi untuk sukses. Ketika Aku melihat box itu rasa sakit hatiku mulai muncul, apalagi ketika orangtuamu menghinaku. Aku jadi giat bekerja makanya tidak Aku buang. Itu sebagai motivasi "ucapnya.
" Tapi sekarang sudah tidak ada gunanya, Aku sudah bersyukur punya keluarga dan bahagia "ucapnya sembari tersenyum mengingat istri dan anaknya.
" Maafkan Aku Davian, semua karena orangtuaku"lirih Natasha.
"Sudahlah, Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, Aku sudah melupakan itu semua." balasnya. "Ayo kita berangkat"
***
Davian tiba di kota Solo sore hari, dirinya langsung membawa Natasha ke rumah Ayahnya. Natasha meminta pak Ibrahim untuk membantu perusahaan Ayahnya, namun Pak Ibrahim tidak bergeming. Dirinya masih tetap kekeh dengan pendiriannya, dia tidak ingin membantu orang yang rela menukarkan anaknya dengan bisnis. "Biarkan ini menjadi pelajaran untuk Ayah Natasha" ucap pak Ibrahim. Davian pun sudah membujuk namun hasilnya nihil.
"Kamu pulanglah atau menginap di hotel saja. Aku akan tinggal bersama orangtuaku disini, besok kita ke rumah Om Zaki"ucap Davian
" Baiklah, Aku permisi dulu Dav" Natasha mencium tangan pak Ibrahim dan pamit.
Mama Fera tahu Natasha datang kerumah,namun dirinya tidak ingin menemui. Dia tidak ingin melihat wanita yang sudah membuat anaknya patah hati. " Jangan pernah kamu berhubungan dengannya mas, mama tidak suka. Jika Navysah tahu, dia pasti cemburu dan salah paham, mama tidak ingin menantu kesayangan mama menangis karenamu" ucap bu Fera.
"Iya mah, ini yang terakhir Aku membantunya. Pulang dari sini Aku akan jujur pada istriku" ucapnya
"Kalau Aku jadi mbak Navysah, Aku cekik kamu mas!" ketus Rani.Davian merasa kesal dengan Rani "Anak kecil gak usah ikut campur, mendingan kamu tidur sana!" ketusnya.
Rani masuk ke dalam kamar, dirinya enggan membalas perkataan kakaknya.
***
Esok harinya Davian mengantarkan Natasha untuk menemui Om Zaki, mereka mendiskusikan banyak hal tentang perceraian Natasha dan masalah hak asuh Kanaya. Hingga siang Davian mengantarkan Natasha pulang ke hotel. "Davi, terimakasih atas bantuanmu, Aku semakin bersemangat untuk memenangkan hak asuh Kanaya. Aku meminta bantuanmu karena Aku tahu Om Zaki pengacara terhebat di kota ini,Aku ingin semuanya cepat selesai dan aku bisa bersama anakku lagi, Aku sudah rindu dengannya" ucapnya.
__ADS_1
"Aku akan memulai hidup dari nol. Besok, Aku akan mencari rumah dan pekerjaan agar Hakim percaya bahwa Aku mampu menghidupi Kanaya. Ayahku sudah dipastikan bangkrut, Aku belum tentu diterima keluargaku,dan suamiku belum tentu mau menafkahi anaknya jika hak asuh jatuh kepadaku. Tapi Aku akan selalu berjuang demi Kanaya.Maafkan Aku Dav karena merepotkanmu, Aku tidak punya banyak teman disini dan cuma kamu yang Aku percaya"ucap Natasha.
" Semoga kamu dan Navysah selalu bahagia, sungguh ini perkataan yang tulus dari hatiku "
"Berbahagialah kamu dan anakmu, semoga urusanmu cepat selesai" ucap Davian. "Ini, Aku kasih kartu nama saudaraku. Cobalah mendaftar di perusahaannya semoga rejekimu bisa bekerja disitu" Davian menyodorkan sebuah kartu nama.
Natasha menerima sebuah kartu nama, dirinya berkaca-kaca "Terima kasih banyak Davian, hanya itu yang bisa Aku katakan. Atas nama orangtuaku, Aku minta maaf karena dulu pernah merendahkan statusmu, sungguh Aku minta maaf "
"Sudahlah!, itu masa lalu. Aku sudah melupakannya, berkat Ayahmu juga Aku bangkit dan berambisi meraih kesuksesan" Davian
"Bolehkah aku memelukmu sekali saja, ini untuk terakhir kalinya" pinta Natasha.
"Tidak!, Aku tidak mau memeluk wanita lain selain istriku" tegas Davian.
Natasha tersenyum melihat mantannya"Dasar bucin!, Dulu kau selalu minta dipeluk sewaktu pacaran denganku! " sindirnya.
Davian menatap tajam pada Natasha," Jangan mengungkit masa lalu, sekarang aku sudah bahagia dengan istriku! " ketusnya.
" Oke, kalau itu maumu "Natasha pergi meninggalkan Davian."Assalamualaikum "
" Walaikumm salam "
* **
Siang hari di Jakarta,
Navysah dan Amel menuju rumah sakit. hari ini Navysah sudah membaik,rasa mualnya sedikit berkurang. Dirinya menemui pak Rizal dan membahas penambahan kuota baju dinas rumah sakit. Amel membantu mencatat semua pesanan pak Rizal.
"Bu Navy, Mmm... Aulia akan kemo lagi, Apa ibu mau donor darah untuknya?" tanyanya.
Navysah menyuruh Amel untuk keluar ruangan terlebih dahulu. "Maaf pak, saya tidak bisa donor darah karena saya sedang hamil" Navysah tersipu malu.
"Alhamdulillah, Selamat ya bu Navy. Saya ikut bahagia bu Navy hamil. Gak papa bu kalau gak bisa, saya mengerti memang ibu hamil tidak boleh donor darah" ucap pak Rizal dengan tersenyum. "Sehat selalu ya bu sampai melahirkan nanti"
"Iya, pak makasih"
"Oiya, Pembayaran sudah saya transfer kemarin. Semoga orderan yang ini bisa cepat dikirim soalnya urgent banget" pinta pak Rizal.
"Siap pak! insyaallah, kalau begitu saya permisi dulu." Assalamualaikum"
__ADS_1
Walaikumm salam "