
Setelah sarapan Navysah membereskan gaun Ifa, dirinya sudah selesai mengerjakan payet tinggal membersihkan sisa benangnya. Hari ini Navysah sedikit pendiam, dirinya malas berbicara dengan suaminya.
"Kamu kenapa, marah denganku karena aku belum bisa mengajakmu memancing?" dirinya melihat sejak tadi istrinya selalu cemberut dan menjawab singkat pertanyaannya.
"Nggak papa!" Balasnya dengan cemberut. "Nanti aku akan mengantarkan gaun ke rumah Ifa dan aku akan ke apartemen bertemu Lita, Mas ati - ati di bogor ya"
"Kamu kirim paket aja pake g*send jadi gak usah keluar rumah, kamu suruh Lita aja kesini biar kamu nggak kecapaian sayang" ujar Davian.
"Nggak perlu!, kalau dikirim pake g*send yang ada nanti gaunnya lusuh karena ditekuk,ntar rusak lagi. Aku hanya ingin keluar rumah bosen dikurung terus, kayak burung aja" ketusnya. Davian tersenyum melihat istrinya cemberut. " Samalah, kayak ini dikurung terus" dirinya menuntun tangan istrinya ke area bawah pusarnya.
"Dasar mesum!, kalau itu dilepas lebih berbahaya minta makan terus. Aku lelah memberinya makan, dia sangat rakus dan tidak pernah kenyang" Ucapnya ketus.
Davian tertawa dan memeluk istrinya "Tapi kamu suka kan"
"Bodo amat! sana pergi, aku kesal denganmu" ucapnya.
"Oke, maaf sayangku. Sabar ya, tungguin ayah libur" dirinya mencium perut istrinya. "Aku pergi dulu, assalamualaikum"
"Walaikumm salam"
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Navysah bergegas pergi ke rumah Ifa untuk mengantarkan gaunnya. Dia membawa mobil sendiri, karena mang Dirman sejak kemarin sakit.
"Ah, senangnya bisa pake mobil sendiri. Sudah lama aku diam dirumah, pumpung belum lahiran. Kalau udah brojol udah nggak bisa kemana - mana,repot ngurusin anak kembar.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
Navysah masuk ke rumah Ifa." Kamu sendirian fa?" tanyanya.
"Iya, bentar lagi adikku pulang. Aku bilang kamu akan datang eh, dia minta ijin dari kantor pulang cepat. Dia kan ngefans banget sama loe Nav"
"Hahaha, dia masih ngefans sama aku. Lihat, aku sudah tidak cantik lagi apalagi tubuhku sudah kayak karung beras" ujarnya.
"Nav, makasih ya loe sudah bikinin gue baju. Gue seneng banget, terus hadiah pernikahan buatku apalagi ?" dirinya tertawa sembari menadahkan tangannya.
__ADS_1
"Idihhh maruk amat jadi orang!, loe udah kaya nggak usah minta sama gue lagi. Loe tinggal telepon ayahmu langsung cair sponsornya, hahaha" ucap Navysah
"Shafiq kagak mau, dia ngebelin banget! Katanya aku laki-laki masa nggak bisa bahagia kamu, kamu jangan minta-minta sama ayah. Sudah dapat restu saja aku sudah bersyukur" Ifa menirukan gaya Shafiq bicara. "Shafiq masih minder dengan keluargaku"
"Terus kamu mau honeymoon kemana?" tanya Navysah.
"Aku mau ke London, dulu aku pernah kuliah disana. Aku ingin mengajaknya, tapi dia tidak mau" Ifa cemberut.
"Oke!, pergilah ke London. Dua tiket untuk kalian PP dan hotel" ucap Navysah
Ifa terbelalak matanya "Seriusan!" dia tidak percaya dengan ucapan Navysah . "Tabunganku aku pake buat pernikahan ini, aku takut minta sama ayah. Sekarang aku miskin" sambungnya lagi.
"Seriuslah, masa seorang Navysah berbohong, aku selalu menepati janjiku " ucapnya. " Yaudah sana dicoba dulu, mana tahu ada yang kurang bisa dipermak lagi"
"Oke, nanti aku gratiskan persalinanmu. Kamu melahirkan jam berapapun aku akan standby di rumah sakit" dirinya bergegas masuk kamar dan mencoba bajunya.
Adik Ifa datang dari kantornya dan duduk disampingnya. "Mbak Navysah, masih inget aku. Riski adiknya Ifa" dirinya cengar - cengir cengengesan.
"Iya tahu, kenapa! "
"Nggak usah ngledek, bilang saja aku gendut dah kayak ondel-ondel. Ayo cepetan kalau mau foto. Aku sibuk!" ucapnya. Riski bergegas memfoto beberapa gaya dengan Navysah,dirinya sumringah bertemu idolanya.
"Bayar!" Navysah menadahkan tangannya. "Aku kan artis, satu jepretan seratus ribu. Kamu udah foto berapa kali tadi"
Riski menggaruk kepalanya yang tidak gatal" hehehe, beneran bayar tumben sekarang pelit " ucapnya.
" Soalnya aku habis ditodong kakakmu, bayar sekarang jangan kelamaan "
Riski menurut dengan Navysah, dirinya membuka dompet dan mengeluarkan beberapa lembar uang pada Navysah.
" Navysah tertawa keras, dirinya tidak menyangka adik Ifa sepolos itu" Aku cuma bercanda. Kamu jangan serius gitu, aku menganggapmu adik seperti Ifa padamu" Navysah mengacak rambut Riski.
"Aku kira mba Navysah serius minta uang padaku" ucapnya dengan malu. Ifa datang menghampirinya,"Gimana bagus nggak?" dirinya menggerakkan baju gaunnya kekanan kekiri.
Navysah dan Riski terpesona dengan kecantikan Ifa" Bagus banget, kamu memang cocok dengan warna pastel fa. Auramu luar biasa"
__ADS_1
"Lebih cantikan mbak Navysah, kamu jelek fa kayak nenek peyot! "ucap Riski terkekeh.
Ifa melotot ke arah adiknya" Dasar tiang listrik!, kamu itu adikku atau adiknya. Kenapa kau lebih memilih Navysah? "gerutu Ifa. " Kamu tahu Nav, mungkin kalau kamu belum menikah pasti adikku minta ngelamarmu apapun caranya. Untung kamu sudah nikah sama Sultan KW"
Navysah merasa kesal Ifa menyebut nama suaminya, mood nya saat ini langsung ngedrop. "Fa, aku mau makan. Anakku lapar" ucapnya.
"Riski, tolong buatkan aku mie rebus pake sawi dan telor. Aku mau itu, dua porsi ya. Aku kan bertiga"
"Beneran mba mau mie buatan aku!" dirinya tidak percaya Navysah meminta dia untuk memasak. " Oke, tunggu ya aku buatin" dirinya bergegas masuk ke dapur dan memasak.
"Dasar adik durhaka!, kalau aku menyuruhnya dia ogah - ogahan tapi disuruh Navysah langsung gercep" Ifa menggerutu.
Navysah memakan mie buatan Riski dengan lahap, setelah itu dirinya pulang ke apartemen untuk bertemu Lita. Dirinya melihat contoh desain Lita untuk baju pernikahan Imelda. Dirinya meeting sebentar untuk membahas proyek selanjutnya. Karena bulan ini Navysah off untuk beberapa bulan kedepan, Dirinya ingin fokus melahirkan.
Navysah meminta Amel untuk belajar mendesain. Walaupun hasilnya tidak terlalu bagus, Navysah selalu memberinya semangat. "Apapun yang ada di otakmu tumpahkan dalam gambar, nanti aku yang akan menilai bagus atau tidaknya. Jika tidak bisa masuk ke tahap butik setidaknya bisa masuk ke tahap baju konveksi, kita bisa produksi banyak dan menjualnya via online.kamu pun akan dapat uang tambahan dari desainmu mel" ucapnya.
Amel memeluk Navysah dari samping "Makasih ya mba, kamu sudah mengajariku arti bekerja keras. Selama ini aku selalu manja dengan orang tuaku, aku akan berusaha membuat mereka bangga dengan hasil karyaku. Makasih sudah membuat aku mandiri dan belajar dari nol. Kau tahu, tidak ada sedikitpun pikiran di otakku untuk terjun di dunia fashion. Tapi sejak aku mengikutimu, aku mulai menyukainya" dirinya menangis di pelukan Navysah. " Mbak Lita, mbak Yuni makasih ya sudah mengajariku. Maaf terkadang aku sering merepotkan kalian " ucapnya.
"Sama-sama mel, dulu aku juga tidak tahu apa-apa. Mbak Navysah yang mengajariku. Alhamdulillah sekarang aku bisa dapat gaji, aku bisa menyekolahkan adikku dan biaya ibuku. Kau tahu aku hanya lulusan SMP masih mending Lita, dia emang lulusan desain dia sangat hebat " ucap Yuni.
" Apaan sih!, biasa aja kita sama - sama belajar " ucap Lita. Mereka saling berpelukan bersama dengan Navysah.
" Ya allah, aku seperti teletubies. Berpelukan" ucapnya terkekeh.
"Aku tingky wingky " ucap Navysah dengan gaya mengelus perutnya.
"Aku dipsy" ucap Lita dengan gaya love finger.
"Aku lala" Yuni dengan gaya manjanya.
"Aku Poh" Amel bergaya berputar-putar dan tersenyum.
"Wadidawww...!, Edan kabeh karyawanku" Navysah tertawa keras.
"Ya ikutan bosnya juga lah sableng!" ucap Yuni keceplosan dan menutup mulutnya. Mereka terbahak-bahak di ruang kerjanya.
__ADS_1