
Dua minggu kemudian di Solo,
Pernikahan Imelda dan Feri digelar di ballroom hotel xx Solo, Feri anak satu - satunya dari keluarga pak Jaya dan bu Marni, maka dari itu mereka menikahkan anaknya dengan sangat meriah. Beberapa tamu penting turut hadir di acara tersebut. Imelda dan Feri terlihat bahagia. "Sayang, pernikahan gope nya jadi semeriah ini.Aku tidak menyangka, diriku seperti putri sehari disini. Kamu memberikan aku banyak hadiah yang kuinginkan " ucap Imelda, dirinya mengingat kembali sehari sebelum acara dimulai Feri memberi kunci apartemen, barang - barang mewah dan kartu kredit tanpa batas.
"Apapun akan aku berikan semuanya untukmu agar kau senang, sekarang kau tidak menyesalkan menikah gope denganku dan Semua ini tidak gratis, kau harus bekerja keras lagi. nanti malam aku menginginkanmu " bisiknya ditelinga Imelda dan dirinya tersenyum.
Imelda melotot kearah Feri, dirinya merasa dimanfaatkan suaminya. Namun belum sempat Imelda berkata, Feri langsung membungkam mulut istrinya dengan tangannya.
" Ingat!, aku suamimu bersikaplah sopan, walaupun aku lebih muda darimu jangan melotot padaku. Kalau tidak, kuhukum kau sampai pagi hingga meminta ampun padaku! " ancamnya dengan senyuman mesum.
Imelda menelan salivanya, jika suaminya sudah mengancam seperti itu lebih baik dirinya diam dan menurut. Dirinya mengingat saat Feri menerjangnya tanpa ampun gara - gara dirinya membentak Feri yang tanpa sengaja menumpahkan sup di sofa.
Terlihat dari jauh Davian yang tidak bersemangat, tidak ada istri dan anak yang menemaninya. Awalnya dia ingin mengajak Raffa untuk ikut bersamanya namun Navysah tidak mengizinkan dengan alasan pasti akan rindu dengan anaknya, sebelum berangkat mereka sempat bertengkar kecil. Davian merasa sedikit cemburu karena Navysah sekarang lebih mementingkan anak - anaknya daripada dirinya, Davian merasa kurang perhatian. Kamil melihat kegalauan sahabatnya yang selalu murung di pernikahan Imelda.
__ADS_1
"Kenapa wajahmu kusut seperti itu? Kemarin nggak dapat jatah dari Navysah untuk bekal, hehehe" ledek Kamil.
Davian cemberut " Aku masih puasa, padahal sudah hampir dua bulan usia si kembar, dia tidak memberikan lampu hijau karena belum KB tapi yang lebih bikin aku kesal dia lebih memilih Raffa daripada aku, sekarang aku tersisih lagi sejak ada si kembar pun aku jarang diperhatikan" Davian menceritakan apa yang terjadi dengan kehidupan rumah tangganya sekarang.
Kamil menggelengkan kepalanya "Kamu itu bagaimana, jelaslah seorang ibu akan lebih mencintai anaknya daripada suaminya. Kamu saja yang kurang waras!. Kalau aku jadi Navysah pasti aku akan seperti itu" seru Kamil.
Davian melotot dan mencubit lengan teman sekaligus asistennya. "Kenapa aku kurang waras, aku cuma ingin dicintai dan diperhatikan lebih darinya. Masa kayak gitu nggak boleh"
"Bukannya gitu Davian, lihat istrimu dulu seorang single parent. Satu-satunya peninggalan suaminya yaitu Raffa, dia anak pertamanya dan sekarang ada si kembar otomatis semua tercurah kasih sayangnya untuk mereka. Seharusnya kamu mengerti tentang itu, bukannya mengeluh dan menyalahkannya!. Emang enak begadang tiap malam menyusui bayi. Pasti dia kelelahan, kamu sih enak bisa tidur pulas kalaupun membantu hanya sebentar. Cobalah untuk mengerti sedikit tentang istrimu. Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Satu lagi,yang ada itu bekas suami tidak ada bekas anak. Kamu mau dapat surat angker lagi" tegas Kamil.
Davian mencoba menelaah ucapkan Kamil, dirinya memang egois dan selalu ingin dimengerti. " Aku memang terlalu nyaman dengan Navysah, dia selalu memberiku perhatian dan kasih sayang yang banyak hingga aku selalu bergantung padanya selama ini"
Kamil mencoba memberikan sedikit nasihat pada temannya "Davian dengarkan aku, Navysah rela bekerja di rumah walaupun hanya mendesain ataupun endorse kecil. Dia sangat selektif mengambil iklan yang kiranya membutuhkan sedikit waktu, dia mengorbankan semua pekerjaan dan karirnya di luar demi mengurus anak - anakmu. Jika kamu marah dengannya, kamu harus ingat kebaikannya bahwa dia sangat mencintaimu dan anak - anakmu. Kau tahu, jika aku berantem dengan Jasmine, aku selalu mengingat kebaikannya karena dia sudah bersusah payah mengandung anakku dan menyiapkan semua perlengkapan kerjaku. Kamu pikir enak jadi perempuan" ketus Kamil.
__ADS_1
Walaupun Kamil asisten Davian namun dia lebih dewasa, dia sering menentang perintah Davian yang terkadang tidak masuk akal. Makanya apapun masalah yang dihadapi Davian, Kamil lah satu - satunya tempat untuk berbagi cerita.
"Jika istrimu egois, dia akan memberi anakmu susu formula dan menitipkan semuanya pada baby sitter, tapi apa coba dia lebih memilih menyusui anak- anaknya dengan ASI nya dan merawatnya. Lihat lingkaran hitam di matanya, dia pasti lelah kurang istirahat tapi dia tidak mau mengeluh karena itu sudah tugas seorang ibu. Kamu seharusnya bersyukur memilikinya, bukannya menambah beban pikirannya!" ketus Kamil kembali. "Kalau kamu kurang perhatian itu wajar, bayimu double jadi capeknya juga double,emang kamu mau istrimu kena sindrom baby blues!" gumamnya lagi.
Davian merasa tertampar dengan ucapan Kamil, apa yang diucapkan Kamil memang benar. Selama si kembar lahir, dirinya selalu merasa kurang puas dengan perhatian istrinya dan tanpa sengaja apa yang dilakukannya selama ini salah.
Kamil melihat raut wajah temannya yang mulai berubah sendu ada perasaan menyesal di raut wajahnya. "Aku harap kamu lebih dewasa dan bijaksana lagi, tidak cuma kamu yang butuh perhatian tapi anak-anakmu yang harus dipentingkan. Minta maaflah pada Navysah, turunkan egomu, sesekali ucapkan rasa terima kasih padanya. Dia bukan perempuan yang suka dengan barang mewah tapi ucapan terima kasih dan kata manis pasti sudah membuatnya bahagia"ucapnya " Jika kau tidak mau, aku bisa menjadikannya istri keduaku. Aku akan membuatnya lebih bahagia daripada dia denganmu" Kamil sengaja meledek temannya.
Davian melotot kearah Kamil, dia merasa tidak terima jika istrinya direbut orang lain.
"See! , marahkan jika ada orang lain yang menginginkan istrimu. Makanya jaga baik-baik istrimu, diluaran sana masih banyak pria yang mengantri untuk menjadikan dia istrinya. Apalagi sekarang Navysah selebgram, bukan cuma kamu saja yang terkenal. Dia juga sama sepertimu" sambung Kamil.
Esok hari setelah acara selesai Davian dan Kamil langsung pulang ke Jakarta. Davian ingin meminta maaf pada istrinya karena selama ini selalu menuntut untuk diperhatikan.
__ADS_1
***
Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun sudah mampir di novel pertamaku, Love u all reader 😘😘😘