Cinta Navysah

Cinta Navysah
Saling Mendukung


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan tengah malam,namun sepasang suami istri masih betah mengobrol masa lalu dan bersenda gurau.


"Nav, aku ingin bicara serius denganmu?" ujar Davian.


"Serius atau dua rius?" ledek Navysah.


"Cih!, kamu itu selalu bercanda. Yaudah gak jadi deh, aku males ngomong dengan mu" Davian membuang muka dengan mode ngambek.


"Gitu aja ngambek" Navysah mengelus kepala Davian.


Davian merasa senang Navysah mau mengelus kepala nya tanpa dia minta.


"Cuma dielus, gak dicium juga" Davian menyodorkan pipinya ke arah Navysah.


"Apaan sih, gak usah menggoda aku deh" ketus Navysah, "Jadi mau cerita nggak nih?" ujar Navysah lagi.


Davian merasa tidak yakin untuk bercerita,tapi mau tidak mau dia harus menceritakan yang sebenarnya.


"Gini Nav, Aku ingin jujur padamu. Sekarang aku miskin, tabunganku tersisa sedikit karena aku beli rumah dari Imelda.Itupun aku masih hutang dengan dia dan juga aku membuka restoran baru bareng Rayyan jadi sebagian besar uangku terpakai. Mungkin aku bisa minta uang sama orang tua ku, tapi aku tidak ingin merepotkan mereka.Aku juga bukan Sultan yang uangnya tidak berseri,semua usaha ku rintis tanpa bantuan orang tua.Aku harus bekerja keras, makanya beberapa minggu ini aku pulang malam terus.Aku ambil beberapa job lagi, aku ingin kamu tidak salah paham denganku jika aku pulang larut malam. Apa kamu mau hidup seadanya denganku ?" tanya Davian.

__ADS_1


Navysah tidak menjawab pertanyaan Davian,dia malah bertanya balik.


" Berapa hutangmu sama mbak Imel? , "Apa kamu punya hutang selain dengan mbak Imel?" selidik Navysah.


"Sama Imelda dua milyar lagi, kamu kan tahu rumah mewah itu harganya tidak murah, kalo utang lainnya tidak ada. Aku jarang pake kartu kredit" ujar Davian menundukkan kepala nya merasa malu. "Jadi gimana, kamu mau gak hidup seadanya denganku" ucapnya lagi.


"Mau nggak ya??!" Navysah meledek Davian. "Hidup harus realistis! " sambung Navy dengan tegas.


Davian tertunduk lesu, dia berfikir Navysah tak mau hidup miskin denganya.


Navysah tertawa melihat Davian tidak bersemangat. "Kamu itu mas,lucu banget sih! Baru dibilang gitu langsung ngedrop" Navysah mencubit pipi Davian dengan gemas.


"Aku memang bilang begitu, tapi aku tidak bilang kan kalo aku menolak hidup seadanya" ujar Navysah.


"Dengarkan aku, kalo kamu punya hutang bayar segera. Aku pun masih punya tabungan,pake uangku saja. Toh mahar darimu masih utuh.Aku tidak mau kamu punya utang.Kita hidup bersama sudah sepantasnya saling berbagi.Toh kamu tidak miskin,kamu kaya bisa punya beberapa apartemen dan rumah mewah. Aku bangga padamu" Navysah menepuk bahu suaminya.


"Aku minta kamu bekerja ada waktunya, jangan sampai larut malam, jaga kesehatan.Kita bisa sama-sama cari uang yang halal. Aku akan mendukungmu.Kau tahu, dulu mas Raihan tidak punya apa-apa ketika menikah denganku.Kami bekerja keras bersama, berjuang bersama hingga bisa punya rumah dan usaha. Inilah yang namanya suami istri saling melengkapi dan mendukung" tegas Navysah.


Davian tersenyum mendengar perkataan Navysah. "Maafin aku ya Nav, belum bisa memberikan kamu hadiah atau pun barang - barang branded" Davian menunduk malu. " Aku akan melunasi utangku sama Imelda, please jangan sampai pake tabunganmu.Aku hanya ingin kamu membantu aku di desain baju.Kalo kamu ada waktu, aku harap kamu bisa mampir ke kantor produksi, Kamil yang mengurus semuanya disana.

__ADS_1


Navysah tersenyum,"Apa pernah kamu melihatku memakai barang branded?, Kalo aku mau aku bisa membeli nya.Aku lebih suka barang yang bisa bikin aku nyaman itu sudah cukup, Nanti aku akan mampir ke kantor produksimu jika aku tidak sibuk"ujar Navysah.


Davian merasa bahagia punya istri yang mau menerima dan mendukung dirinya. Davian menatap wajah istrinya, memegang dagu Navysah dan menciumnya sekali. Navysah kaget, namun belum sempat dia bicara, semua area wajahnya dicium kembali oleh Davian dengan lembut. Navysah terdiam tidak menolak setiap kecupan yang diberikan suaminya.


Davian memegang sudut bibir Navysah, raut muka penuh gairah darinya ingin segera melahap bibir istrinya.


Davian mulai mencium kembali bibir Navysah, melum*at dengan lembut namun Navysah masih diam tidak merespon.Davian berhenti sejenak dan mengatur nafas yang sudah mulai berat "Nav, please balas ciuman aku" pinta Davian memelas.


Navysah mengangguk dan Davian mencium, melu**t, mengg*git bibir istrinya lagi. Kali ini Navysah membalas ciuman Davian.Mereka saling bertukar saliva, menyusupi rongga mulut. Tanpa sadar ciuman berubah menjadi panas, Davian menciumi curuk leher Navysah dan meninggalkan bekas merah disana.Navysah mendesah, membuat Davian lebih bersemangat. Tanganya aktif meraba dan turun kebawah merem** payuda** Navysah.


Navysah tersentak, kesadaranya mulai kembali. "Mas stop!" ucap Navysah dengan suara terengah - engah.


Davian menghentikan kegiatanya,melihat kearah Navysah.Dia pun baru tersadar dengan apa yang dia lakukan. "Nav, maaf aku tidak sadar. Aku khilaf tadi ingin langsung menyerangmu" ujar Davian merasa bersalah.


Navysah mengusap wajah nya,"Sudahlah, jangan minta maaf.Aku juga yang salah." Navysah bangun dari ranjang nya.


"Apa aku boleh meminta hak ku?" pinta Davian. Navysah menoleh ke arah suaminya" Aku butuh waktu, tolong beri aku waktu mas. Dan juga saat ini aku lg menstruasi "ujar Navysah.


Davian merasa lemas dan mengacak rambutnya mendengar jawaban Navysah, hampir saja pecah telur ternyata istrinya menstruasi.

__ADS_1


Davian bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi,meredakan sesuatu disana.


__ADS_2