
Di Mall,
Rico bersama temannya sedang mendekorasi showroom Navysah, dirinya melapisi dinding dengan walpaper. "Nav, gue tadi beli wallpaper polos biar ruangannya terlihat lebih rapi. Cuma manekinnya belum dikirim. Loe butuh berapa manekin?" tanya Rico.
"Kayaknya Aku butuh empat manekin full Body dan dua manekin setengah badan buat pajangan tunik. Jadi manekin full Body yang dua ingin Aku pakai buat gaun yang dua kebaya" ucap Navysah.
"Oke, ntar gue telepon orangnya, kalau buat gantungan baju dan rak kita harus beli di Tanah Abang, tapi loe tenang aja biar gue yang keliling nyariin. Loe dirumah aja jaga ke " Rico tidak meneruskan ucapnya,dirinya hampir keceplosan.
Navysah melotot ke arahnya, dirinya tahu Rico mau bicara apa."Gue tahu loe mau ngomong jaga kehamilan gue, Makasih banyak udah khawatir denganku" bisik Navysah. "Co, ntar gue pengen disini tertata rak jilbab, disini gantungan tunik,disini baju anak muslim, disini gaun jadi tiap slot beda-beda" ucap Navysah menunjuk tiap bagiannya.
Rico mengenyitkan dahi"Emang loe udah produksi baju muslim anak? "tanya Rico.
" Udah dong, udah ada brandnya. Raffa kids, keren kan! "ucap Navysah.
" Bujug Buneng!, usaha loe banyak amat. Bagi-bagi napa" ucap Rico. "Si Davian udah bisnis restoran, apparel cowok, properti perumahan, model juga. Loe Nav, usaha garmen, butik,travel, kebaya, jilbab,selebram dan sekarang busana muslim anak. Udah tajir tambah tajir aja loe Nav!" ucap Rico.
Navysah terkekeh, "Kalau gue tajir, loe juga ikut kecipratan dapat job dariku"
"Bener juga, Gue suka kerja sama loe soalnya loe orangnya serius dalam kerja walaupun loe sableng. Gak banyak omong langsung bergerak bareng karyawan,mau susah bareng. Makanya gue betah kerja sama loe"
"Co, kira - kira berapa hari jadinya.Aku sudah tidak sabar launcing?"
"Ya nunggu pesanan rak dan semuanya kelar,paling tiga hari lagi. Kalau urusan penataan itu gampang gue punya seribu prajurit" ucapnya terkekeh.
__ADS_1
Navysah mengelus perutnya "Co, besok bawain nastar sama nasi kuning isi teri Medan dan tempe kering pake telor balado, sambelnya yang banyak. Bilang Maya aku minta itu" Navysah menelan salivanya.
Rico berdecak dan menelepon Maya, " Kamu kalau minta jangan dadakan kayak tahu bulat. Masaknya lama dodol!" protes Rico.
Navysah hanya terkekeh mendengar Rico kesal. Entah kenapa setiap dirinya hamil selalu mengerjai orang disekelilingnya.
Amel membantu Mang Dirman memasukan stok pakaian ke dalam toko.Setelah itu mereka ke restoran Davian.Entah kenapa dirinya ingin makan seafood. Mereka memesan beberapa makanan, Navysah mengajak Amel dan Mang Dirman makan bersama. Navysah menanyakan dimana Davian pada Rayyan, namun Rayyan menjawab Davian belum mampir ke restoran.
Navysah memakan makanan pesanannya, Amel hanya menggelengkan kepala tidak percaya seorang Navysah bertubuh kecil mampu memakan semua pesananya "Mbak, laper banget ya?"
Mang Dirman tertawa melihat Amel, "Neng, bu Navysah memang makannya banyak. Dulu Aku juga seperti eneng kaget tapi sekarang sudah tidak"
"Makanlah cepat! kalau nggak Aku habiskan semuanya" ucap Navysah. "Amel besok kamu ke kota B dengan Mang Dirman, ambil stok pakaian dan kebaya. Jangan lupa dihitung lalu langsung ke Mall taruh disana. Sorenya kamu ke rumah, Aku ada endorse"
"Siap mbak"
Sesampainya dirumah, Navysah langsung menata baju Davian di koper. Dirinya menyiapkan semua kebutuhan suaminya selama dua hari di Bogor. Navysah langsung tertidur diranjangnya setelah seharian bekerja.
Davian pulang kerumah dan mencium kening istrinya, entah kenapa dirinya merasa bersalah pada Navysah kali ini."Maafkan Aku sayang, hari ini Aku bertemu dengannya " gumamnya dalam hati.
Flashback on
Davian sedang sibuk rapat dengan Feri, Kamil dan beberapa rekanan bisnis, mereka membahas progres proyek yang sedang dilaksanakan. Namun ditengah rapat, terlihat seorang wanita datang ke kantornya. Seseorang yang dia kenal. Dialah Natasha, Davian merasa terkejut. Kenapa seorang Natasha datang ke kantornya. Feri, Kamil dan beberapa rekanan tetap melanjutkan rapat ya hingga sore hari Natasha masih menunggu Davian.
__ADS_1
Feri sedikit kesal, kenapa Natasha datang ke kantornya. Ingin rasanya dia mengusir namun apa daya, dia masih mengingat persahabatan mereka. "Davian, Aku tidak tahu dia mau apa kesini, yang Aku tahu kamu sudah punya Navysah dan Raffa. Kuharap engkau tidak goyah setelah kedatangan Natasha kesini" ucap Feri berlalu pergi.Kamil pun tidak ingin banyak bicara dirinya mengikuti Feri keluar ruangan. Mereka bertemu Natasha didepan namun Feri hanya basa-basi dan berlalu darinya.
Davian ingin menolak kedatangan Natasha.Baginya,hubungan ini sudah berakhir. Namun melihat Natasha menunggunya sejak tadi siang, membuat dirinya tidak tega.
"Silakan masuk ibu Natasha" seorang karyawan Davian mempersilahkanya masuk. Natasha masuk dan duduk di depan Davian. "Ada apa kau kemari, cepat katakan?, Aku tidak punya waktu" ucapnya tanpa melihat Natasha.
Natasha merasa sedih, sosok yang dulu pernah mengisi hatinya kini dingin tak bersahabat. Tidak ada senyuman diwajahnya. "Aku ingin meminta bantuan kepadamu Davian "ucap Natasha.
Davian menatap tajam padanya," Memang Aku siapamu, hingga kamu meminta bantuan kepadaku! " ucap Davian. "Carilah orang lain untuk membantumu, Aku sibuk banyak pekerjaan. Sebaiknya kamu pergi dari sini! "
"Aku hanya percaya padamu Davian, hanya kamu yang bisa membantuku" ucap Natasha.
Davian tertawa keras, "Natasha apa kamu lupa dari dulu kamu selalu bilang Aku percaya padamu tapi kamu meninggalkanku dengan lelaki itu. Ucapanmu omong kosong! " Davian bangkit dan meninggalkan Natasha namun tangannya dihentikan Natasha.
" Please, bantu Aku sekali saja. Aku tidak akan mengganggu rumah tanggamu. Aku hanya ingin kamu mengenalkan Aku dengan keluargamu yang pengacara, Aku ingin hak Asuh anakku jatuh ketanganku. Hanya itu dan perceraianku cepat selesai "
"Kenapa Aku!", "Kenapa Aku harus membantumu!!!" teriak Davian sangat frustrasi hingga suaranya terdengar dari luar ruangan. Feri dan Kamil mendengar Davian berteriak kencang, mereka ingin mendekati ruangan itu namun tidak berani.
Natasha kaget dengan suara teriakan Davian, dirinya mencoba menahan untuk tidak menangis.
"Katakan satu Alasan kenapa Aku harus membantumu!" ucap Davian. Aku sudah bahagia dengan istriku, kenapa kau kembali Natasha dengan keadaan tubuh kurus seperti ini"
"Karena Aku hanya percaya padamu, walaupun sekarang kau tidak mencintaiku. Tapi Aku masih berharap kita bisa menjadi teman baik. Aku hanya ingin bercerai dengannya dan hak asuh anakku jatuh kepadaku. Kamu tahukan siapa mantan suamiku!" ucap Natasha dengan memelas.
__ADS_1
" Setelah semua yang kau lakukan padaku, kau kembali ke Indonesia dan ingin meminta bantuanku,Apa kamu sudah gila Natasha! "ucap Davian.
" Ya, memang Aku sudah gila!. Apapun akan aku lakukan agar aku mendapatkan anakku kembali. Dia tidak berhak mengambil anakku. Aku tidak mau kehilangan anakku satu-satunya! " Natasha menangis kencang dan terkulai lemas di lantai. Namun Davian tidak peduli, dirinya pulang ke rumah untuk menenangkan diri.