Cinta Navysah

Cinta Navysah
Menghapus Foto Raihan


__ADS_3

Davian pulang malam dengan membawa handphone keluaran terbaru, dia membelikan Navysah sebagai rasa tanggung jawab karena kemarin dirinya membanting handphone istrinya.


Navysah sedang tidur di ranjang miliknya, Davian berjalan menghampiri istrinya. "Sayang, bangunlah!" dirinya mencium istrinya bertubi-tubi. Navysah mengerjabkan matanya, merasa terganggu dengan ulah suaminya.


"Mas kau sudah pulang?" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.Dirinya beranjak duduk bersandar dikepala ranjang.


"Ya, ini aku belikan handphone untukmu, mana handphone mu sini aku ganti" pinta Davian.Navysah membuka nakas lacinya dan memberikan pada Davian.


"Ini" Navysah menyodorkan handphonenya.


Davian memasukkan kartu telepon dan mengambil memori card Navysah dan Mengganti dengan yang baru. Setelah diotak - atik baru dirinya menyerahkan handphone pada istrinya. "Kamu suka handphonenya? tanya Davian. Navysah mengangguk cepat.


" Inikan mahal mas! "ucap Navysah sembari membolak - balikan handphone berlogo apel digigit.


" Emang mahal, siapa juga yang bilang murah!, Makanya kamu jangan banyak tingkah lagi. Kalau kamu macem - macem dengan dokter jelek itu aku tidak segan-segan membanting handphonemu lagi!,lebih baik kamu tidak punya handphone sekalian daripada buat aku kesal!" ketus Davian.


" Sini!, sebentar Aku mau lihat. Kamu menyimpan nomerku dengan nama siapa? " Davian meminta handphone istrinya kembali.


Navysah kaget," Jangan!, Aku sudah menyimpan nomer mas dengan nama yang sangat baik" ucapnya panik.


"Coba sini!" Davian mengambil paksa handphone istrinya lagi dan menelepon ke nomer istrinya.


"Apa-apaan ini!" Davian kesal melihat nama yang tertera di handphone istrinya. "Kok, si Tukang Perintah!" ujarnya dengan melirik tajam ke arah istrinya.Dirinya mencari nama dokter jelek itu. "Kamu menamai dia dengan nama Shafiq, sedangkan Aku dengan nama yang buruk" protes nya.


"Aku menamainya sebelum kita menikah" balas Navysah.Davian segera mengganti nama panggilan di nomer handphone istrinya dengan nama Suami Terbaikku. Dan menamai Shafiq dengan nama Dokter Jelek.


"Ini sudah" Davian menyerahkan handphone pada istrinya. Navysah membaca dan memutar bola matanya malas.


"Gak usah cemberut gitu, sekarang hapus semua foto yang kemarin aku minta" perintah Davian. Navysah memanyunkan bibirnya seolah tidak ikhlas.


"Nurut sama suami!" perintah Davian.


Navysah mulai menghapus semua foto dan video yang Davian inginkan, mukanya mulai sendu.Bahkan,matanya berkaca-kaca menghapus semua foto Raihan.


"Gak usah sedih, sekarang ada Aku!, Aku mau, hanya ada Aku bukan lainnya. Dan aku tidak mau istriku berbagi hati dengan lainnya. Hanya Aku!, cuma Aku dan Raffa yang ada dihatimu titik!" tegas Davian memeluk istrinya yang sedang menangis.

__ADS_1


"Sekarang kamu tidurlah, lusa kita ada undangan. Ada pesta pernikahan dari rekan kantor. Acara diadakan di hotel, kamu harus menemaniku" pinta Davian.


"Apa aku tidak bisa dirumah saja!" pinta Navysah. " Aku malas bertemu dengan rekan kerjamu, mereka selalu berbisik di belakangku selalu merendahkan statusku, aku malu" Navysah menundukkan kepala.


"Siapa yang berani merendahkanmu, ngomong sama Aku!, tidak perlu kamu mendengarkan orang lain. Kamu lebih baik dari mereka" ucap Davian.


"Ingat!, kamu masih dalam pantauan. Jangan bertemu dengan dokter jelek itu. Sekarang Yuni aja yang kirim barang ke Rumah Sakit, Kalau ada meeting kamu baru kesana, tapi jangan sampai ketemu dia!, Satu lagi kalau Kinan kesini jangan sampai diantar dokter jelek itu, Aku gak mau kamu bertemu denganya, lebih baik kamu di kamar!.


Awas aja! kalau kamu sampai ngobrol apalagi tertawa denganya" Ucapnya dengan tegas dan mengancam.


Navysah terdiam mendengar ocehan suaminya, dirinya tidak mau berdebat dengan Davian.


"Navysah, Kamu ngerti nggak aku ngomong apa. Jangan cuma diem!" ketusnya.


"Nggih, Ndoro tuan Raja" ucap Navysah sembari berbaring membelakangi suaminya. Davian ikut berbaring di sisi istrinya. "Hadap sini, kamu biasanya suka cium ketekku yang wangi" ucapnya terkekeh.


"Enak aja!, yang ada itu kamu" Navysah membalikkan badannya memeluk suaminya.


"Mana hadiah untukku" Davian berbisik di telinga istrinya.


"Hadiah karena aku membelikanmu handphone baru, itu mahal lho" ucap Davian.


"Yaudah nanti aku transfer, uang ganti handphone yang sudah kamu beli" ucap Navysah lagi.


"Siapa juga yang mau diganti uangnya!, Dasar gak peka!" ucap Davian dengan ketus.


"Yaudah nanti aku kasih hadiah jas terbaru buat kerja kamu" Navysah memejamkan matanya yang mulai ngantuk.


Davian menghela nafas panjangnya, dirinya tidak mengerti jalan pikiran istrinya yang bodoh dan tidak peka. Dirinya menindih istrinya dan menciumi seluruh wajah dan curuk lehernya hingga membekas jejak kepemilikanya.


Navysah menjauhkan wajah suaminya dengan tangannya. "Apa lagi!, hari ini libur gak ada jatah preman, Aku ngantuk!" ketusnya.


Davian tidak peduli perkataan istrinya, dirinya masih asik dengan kegiatannya. "Kamu itu mas dikit - dikit gini, masih mending Raffa dan Nara kalau mereka ngambek aku bisa kasih mereka es cream tapi kalau kamu selalu membuatku begadang semalaman. Kalau gini, Aku bisa cepet hamil!, Mana aku mau buka butik lagi" ucapnya ketus.


"Baguslah kalau kamu cepat hamil, Aku sudah tidak sabar menantinya, Aku ingin banyak anak darimu. Kalau urusan butik kamu gak kerja, Aku masih bisa kasih kamu dan Raffa makan" ucapnya dengan santai.

__ADS_1


"Enak aja!, emang aku kucing melahirkan banyak anak. Dan Aku masih ingin kerja titik"ucap Navysah.


Dan mereka menghabiskan malam panjangnya kembali


* **


Keesokan harinya,


Feri datang ke rumah Davian, dirinya membawa berkas file dan beberapa makanan ringan untuk Raffa. "Mana anakku Nav?" tanya Feri. Davian yang sedang makan menatap tajam kearahnya.


"Woles bro!. Bercanda, jangan kaku begitu" ucap Feri cengengesan. Davian menghabiskan roti dan kopinya. Setelah itu kembali ke kamar mengambil sesuatu.


Navysah yang tahu Davian ke lantai atas cepat - cepat menghampiri Feri.


"Gimana, udah berani nembak mbak Imel belum?" tanya Navysah penasaran.


"Udah, tapi gak ada jawaban!. Aku dan dirinya udah gak berkomunikasi lagi" Feri menjambak rambutnya sendiri karena frustrasi.


"Kok bisa?" Navysah penasaran dan Feri menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Dasar PE'A!! Cewek itu suka yang romantis, kalau mau nembak ya suasana harus romantis, ditempat romantis. Lah!, kamu langsung nyosor gitu mas" Navysah menggelengkan kepalanya.


"Habis Aku kesal denganya, selalu menanyakan statusku. Sudahlah, Aku mau menyerah saja. Toh, ayah sudah mau menjodohkanku dengan anak temannya" ucap Feri.


"Dan kamu mau?!, kan kamu tidak cinta" Navysah penasaran.


" Ya mau bagaimana lagi. Umurku juga sudah tua.Sudah saatnya Aku berumah tangga. Masalah cinta belakangan. Toh, kamu juga cinta Davian baru kemarin juga. Buktinya aja kalian harmonis,apalagi si bucin itu sangat tergila - gila denganmu" ucap Feri.


"Bagiku cinta bisa tumbuh suatu saat nanti, yang penting juniorku dapat jatah" ucapnya terkekeh.


"Sableng!" ucap Navysah tertawa. " Mas Feri tenang saja, akan kulemparkan bom atom kearah mbak Imel" ucap Navysah.


"Maksudnya?" ujar Feri penasaran. Belum sempat Feri bertanya pada Navysah, ternyata Davian berdehem keras padanya. "Ehem... Ehemm" dengan tatapan tajamnya.


Navysah kembali kearah Davian dan merapikan jas nya, mencium tanganya dan mencium bibir suaminya dan begitu pula dengan Davian.

__ADS_1


"Kalian kalau mau romantis - romantisan tahu tempat dong. Masa ciuman didepan Aku yang jomblo ini!" ucapnya kesal. "Bisa kali dibagi ciumannya Nav, aku tidak akan menolak" ledeknya sembari berlari menghindari Davian yang menatapnya tajam.


__ADS_2