Cinta Navysah

Cinta Navysah
Catatan penyiksaan


__ADS_3

Di dalam perjalanan menuju kota B, Navysah selalu tidur. Dirinya tidak kuat mencium aroma parfum mobil yang membuat dirinya mual.Apalagi perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Untung saja Raffa tidak rewel, dirinya selalu mengobrol dengan sopirnya Denis dan menanyakan hal yang tidak penting, menanyakan apa yang dilihatnya sepanjang perjalanan sembari mengunyah cemilannya.


Setelah tujuh jam perjalanan dirinya sampai di kota B, Navysah meminta bantuan sopirnya Denis untuk membawa barangnya masuk ke dalam rumah. Dirinya memberi uang jajan untuk sopirnya sebelum pergi.


Navysah disambut karyawan yang sedang bekerja. "Bu, sini Aku bawa ke atas" ucap Eka. "Iya makasih, yang di kardus taruh disini saja, bagi sama lainnya, Aku tidur dulu sebentar"


"Baik bu"


Navysah menggendong anaknya ke kamar "Raffa, mau maem lagi nggak?" tanya Navysah. Anaknya menggelengkan kepala. "Yaudah mama bobo dulu, mama pusing. Raffa mainan mobil- mobilan aja ya" ucap Navysah sembari mengunci pintu agar anaknya tidak kabur ketika dia tidur.


"Kalau Raffa ngantuk nanti bobo di samping mama. Mengerti! " ucap Navysah.Dan Raffa menganggukan kepala.


Navysah tidak mau menitipkan anaknya pada karyawan, karena dia tahu pasti karyawan Navysah akan memberinya handphone agar dia tidak rewel. Bagi Navysah lebih baik Raffa main mobil-mobilan daripada bermain handphone, Navysah tahu anaknya cerdas, dirinya takut Raffa melihat tontonan yang tidak sesuai umurnya.


Navysah mengeluarkan semua mainan Raffa. "Biarin kamar berantakan yang penting dia tidak rewel dan Aku bisa tidur sebentar".


Malam hari Navysah menelepon Davian bahwa dia sudah ada di perumahannya di kota B. Dirinya berjanji lusa setelah pekerjaanya selesai dia akan segera ke Jakarta. "Kasih kabar Aku hamil nanti saja kalau ketemu mas Davi,aku ingin kasih dia surprise, dia pasti bahagia jika mendengar aku hamil.Apalagi orang tua mas Davi ingin segera menimang cucu,Terima kasih Ya Allah " lirih Navysah.


Navysah mengajak anaknya ke restoran Maya, sebelumnya dia sudah kirim pesan pada Bima dan Maya.Dirinya membawa oleh - oleh untuk temannya.


Di restoran Maya,


Assalamualaikum


Walaikumm salam


Navysah dan Raffa naik ke lantai dua yang lebih privat." Eh, nyonya Davi udah dateng. Mau makan apa bos?" tanya Rico.


"Raffa main dulu ya sama A richi" perintah Navysah, " Iya mah" jawab Raffa.


Navysah melihat buku menu "Aku mau makan yang tidak ada di buku menu ini?" ucapnya sembari menutup buku menu.


" Ini roman-romanya aku mencium bau-bau di kupret rese mau ngerjain? " Rico pura-pura mengendus. Navysah tertawa keras mendengar ocehan Rico.


" Tapi beneran, gue mau nasi liwet pake ikan asin pedas plus tempe bacem buatan maya. Kan enak banget" Navysah menelan salivanya membayangkan masakan itu tersaji di depannya. "Eh, mana Bima Cabe may, kok gak kelihatan"


"Ape loe nanya-nanya manusia paling ganteng sedunia, nih gue baru datang?" Bima berjalan menghampiri Navysah.


"Gantengnya sedunia Fana tanpa manusia ya begini nih" cibir Navysah.

__ADS_1


Maya melihat tubuh Navysah yang semakin berisi, " Nav, badan loe tambah melar, pipi loe juga gembil. Mau saingan sama Raffa" ledeknya.


"Please ya, jangan bilang loe hamil. Gue ogah deket-deket sama loe!" ucap Bima.


Navysah terkekeh mendengar ucapan Bima. "Loe bener seribu persen! " Navysah mengacungkan jempolnya.


"Oh, No!!", "Oh my God" ucap mereka bersamaan.


"Makanya Gue kesini, pengin masakan Maya, kangen gue" ucap Navysah.


"Bim, kita harus kabur selama sembilan bulan dari ibu hamil ini, jangan sampai dia ngerjain kita kayak dulu lagi sewaktu hamil Raffa" ucap Rico.


"Eits, tenang bro. Sekarang kita jauh dari kupret. Amanlah!" ucap Bima.


"Gue sih kagak yakin kalau kita aman. Buktinya dia dari Semarang aja mampirnya kesini. Apalagi minta yang aneh-aneh" Ujar Maya.


"Loe yang hamil, kita yang frustrasi!" cebik Rico. Please!, kali ini jangan sampai kehamilanmu bikin kita repot dan KESEL! " Rico menekankan kata terakhir.


Navysah tertawa," Tenang, gue gak bakal bikin kalian kesel tapi gue gak janji ya .Davian juga belum tahu kalau aku hamil. Kemarin waktu di Semarang aku cuma iseng tespek, eh positif. Jadi kalian jangan sampai ada yang memberi tahu dirinya, biar Aku yang memberinya surprise. Oke friend! ".


Navysah merasa lapar, dirinya ingin makan masakan maya." Ini pesananku". Dirinya memberikan catatan kecil pada maya.


Rico merebut kertas dari Maya. "Senin pagi, Nasi liwet, ikan asin pedas dan tempe bacem. Siang, Nasi kuning, telor dadar, ayam kalasan, pie strawberry,jus alpokat. sorenya, baso dan ayam geprek sambel tomat,sop iga dan jus strawberry plus tiramisu cake" ucap Rico.


Bima tertawa mendengar pesanan Navysah, "Makan tuh catatan penyiksaan dari kanjeng Ratu Sableng"


Navysah terkekeh, " Ini semua permintaan dia" dirinya mengelus perutnya.


"Ingat, yang masak harus tante maya, dede tahu lho, mana masakan tante maya atau bukan" ucapnya dengan menirukan suara anak kecil.


Maya dan Rico langsung beranjak dari tempat duduknya dan melakukan adegan pura - pura mencekik Navysah!. "Dasar bumil sableng! Gue cekik loe" ucap mereka dan Navysah pura-pura kejang-kejang.


"Yaelah kumat lagi dia" Bima terkekeh melihatnya.


"Beneran aku lagi pengen itu, kalian tega anakku nanti ileran!" ucapnya dengan memelas.


"Biarin aja anakmu ileran, biar gue tampung ntar gue jual tuh ilernya bisa dapet duit banyak " ucap Bima terkekeh.


Navysah menggeplak lengan Bima "Enak aja!, emang anakku walet ilernya mahal. Liat hasil produksiku si Raffa tampannya tiada tara. Masa ntar anak yang ini lahir udah ganteng gemesin tapi ileran" Navysah pura-pura memijit keningnya.

__ADS_1


"Besok ya May, jam delapan sudah siap diantar ke rumah, jangan kelamaan keburu anakku kelaparan. Biaya catering biasa gue transfer" ucap Navysah.


Maya mendegus kesal "Udah sehari ganti menunya tigakali,banyak,mintanya cepat lagi, harga naik tiga kali lipat" ledek Maya.


"Suka-suka loe, yang penting anak gue gak ileran" ucap Navysah.


"Loe salah May, naiknya jangan tiga kali lipat tapi seratus kali lipat, suaminya kan banyak duit,Rumah gedong, usaha banyak, payah loe! cuma tiga kali lipat"


Navysah mendegus kesal"Loe mau bikin gue bangkrut! "ucapnya. Perut Navysah sudah keroncongan, "May makan May, ayam geprek sambel terasi, banyakin sayur selada, banyakin nasi dan sambalnya, dua porsi ya.minumnya jus alpukat, cepetan!" pinta Navysah.


Maya mendegus kesal dan pergi membuat makanan,dirinya merasa dikerjain Navysah.


"Nav, foto kemarin udah aku kirim ke Yuni ya. Aku kesana tapi kamu gak ada"


"Oke, ntar duit foto gue transfer. Co, ntar gue mau buka butik, loe yang dekorasi tempatnya ya"


"Kapan bos?" tanya Rico.


"Ya mungkin minggu ini, gue harus launcing butik, keburu perut tambah besar. Nanti karyawan aku yang stay disana, paling aku ngecek doang sama ngedesain"


"Siap" ucap Rico.


"Gue kerja apa Nav, loe sekarang gak butuh gue lagi, dulu apa-apa sama gue" protes Bima.


"Ada, mau gak loe" ucap Navysah.


"Apa" balas Bima.


Navysah menahan tawanya " Jadi badut di ulang tahun Raffa ntar, hihihi "


"Kampret loe"


Maya membawa pesanan Navysah dan menatanya di meja. Dalam waktu cepat Navysah melahap semua makanannya hingga habis. Teman mereka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Navysah makan dengan lahap.


"Nav, kalo loe udah gendut sembilan bulan pengen banget deh gue gulingin dari puncak bogor, kesel gue punya temen kayak loe. Sableng loe keterlaluan! " ucap Rico.


"Lah, ntar kalau gue gak ada di dunia ini loe semua pada kangen sama gue tau!" ucap Navysah.


"Kagak bakalan!" Mereka menjawab dengan kompak.

__ADS_1


__ADS_2