Cinta Navysah

Cinta Navysah
Aku tergoda


__ADS_3

Di rumah Davian,


"Ayah!!" teriak Raffa dan berlari memeluk ayahnya."Kok ayah pulang sore biasanya ayah pulang malam?" tanya Raffa.


"Ayah udah selesai kerjanya jadi ayah pulang cepet.Kenapa, Raffa kangen sama Ayah?" tanya Davian.


"Iya" Raffa menganggukan kepalanya.


"Ayah,tadi Raffa ke rumah om dokter sama mama,Ada Kinan temen Raffa tapi dia manja dan cengeng yah" Raffa mengadu pada Ayah nya.


"Benarkah,terus disana ada siapa saja?" selidik Davian.


"Ada Om, Neneknya,Kinan, dan ada bibinya yah" polos Raffa.


"Oh,Mama mana Raff,?" tanya Davian.


"Mama mandi" jawab Raffa cepat.


Ayah ke kamar dulu ya, Raffa main dulu sama mbak Siti, " oke" ujar Davian mencium anaknya.


"oke yah" balas Raffa.


Davian masuk ke kamarnya dan melihat Navysah hanya menggunakan handuk diatas lutut. Kepalanya pun dibalut handuk kecil.


"Glek" Davian menelan saliva nya, baru kali ini dia melihat tubuh putih istrinya. Karena selama mereka menikah,Navysah tidak pernah memperlihatkan bagian tubuhnya apalagi merayu Davian dengan tubuhnya. Navysah selalu memakai celana panjang jika bekerja dan gamis ketika ke acara penting.Davian menatapnya tanpa berkedip "Aku Tergoda" gumamnya dalam hati.


"Arhhhhh...!!" Navysah kaget Davian masuk tanpa permisi,dia langsung melompat ke arah ranjang dan membalut tubuhnya dengan selimut. "Kamu kalau masuk kamar, ketuk pintu dulu mas!" ketus Navysah.


Davian berjalan mendekat ke arah ranjang dan menaruh tas kerjanya. "Ini kamarku, kenapa aku harus ketuk pintu!" ujarnya sembari menarik dasi yang dikenakan. "Apa kamu lupa kalau aku suamimu?" Davian mengetuk-ngetuk dahi Navysah dengan jarinya.

__ADS_1


"Iya aku tahu, tapi kenapa kamu pulang jam segini, biasanya malam?" tanya Navysah bingung.


"Karena kerjaan ku sudah selesai jadi aku pulang cepat" balas nya.


" Mas, tolong keluar dulu dari kamar. Aku mau ganti baju?" pinta Navysah.


"Kenapa aku harus pergi, ini kamarku. Dan kamu istriku,hak aku melihat tubuhmu" ketus nya lagi dan duduk di sisi ranjang. Navysah bingung dengan situasi seperti ini,jarak mereka begitu dekat dan apa yang dikatakan Davian memang benar kalau mereka suami istri.


Tanpa diduga Davian membuka handuk kecil yang melilit rambutnya dan tersenyum. Menyibakan rambut ke belakang telinga. "Mas jangan macem macem, Aku masih haid" ujar Navysah takut.


"Gak usah berfikiran kotor, aku gak akan macem-macem,cuma satu macem" Davian memegang tengkuk leher Navysah dan mulai menciumnya.Ciuman lembut yang Navysah rasakan, deru nafas Davian yang sudah mulai berat. "Balas Aku Nav, jangan diam saja" lirih nya. Navysah mulai membalas ciuman Davian, semakin lama tangan Davian tidak bisa dikondisikan. Dia membuka selimut yang Navysah pakai, tanganya bergerilya di dada Navysah dan mulai bermain di sana. Davian mencium, dan mengg*git curuk leher Navysah, hingga Navysah melenguh. Tanganya yang aktif turun kebawah dan menyentuh area sens*tif Navysah yang masih memakai pembal*t.


"Mas, udah mas " pinta Navysah terengah-engah.Davian tidak menjawab. "Nav, aku tidak tahan. Kapan kamu selesai haidnya?" tanyanya dengan mata penuh kabut gairah.Navysah terdiam tidak menjawab. Davian langsung menuntun tangan Navysah ke bagian bawah dirinya. "Kamu lihat kan, Dia sudah kejang-kejang,Aku tidak tahan Nav" ucap Davian dengan suara beratnya.Davian ******* bibir istrinya dengan penuh gairah.


Tok.. Tok.. Tok


"Mah, Ayo mah katanya mau belajar sama Raffa?" Raffa mengedor pintu kamar ibunya," Mah!, cepetan buka mah" ucap nya lagi.


Navysah bergegas berganti pakaian dan menggunakan jilbabnya.Dirinya keluar dari kamar dan menggandeng Raffa ke lantai satu. "Kok mama lama?" tanya Raffa polos." Mama ketiduran sayang, habis ngantuk banget" Navysah pura-pura menguap.


Setelah belajar, Raffa bermain bersama mbak Siti. Navysah masih sibuk di ruangan kerjanya,ada beberapa orderan yang harus dikerjakan."Besok harus ke restoran mas Davi, Aku harus nyicil kerjaan biar yuni bisa ngerjain sisanya" gumam Navysah.


Davian turun dari lantai dua, dia menghampiri anaknya yang sedang bermain handphone. "Mama mana Raff?" tanya Davian sembari menciumi anaknya. "Mama lagi kerja" jawab Raffa tanpa menoleh ayahnya.


"Sibuk banget, sampai ayah diabaikan. Ini kan handphone mama, Kok Raffa pakai?" Davian heran Raffa memakai handphone Navysah, karena selama ini Raffa punya handphone sendiri, itupun dipakai hanya sejam dalam sehari. Navysah memang ketat dalam mendidik anaknya, dia tidak ingin anaknya kecanduan smartphone. Rutinitas Raffa sehari hanya bermain, mengaji, belajar dan itu sudah dididik sedari kecil.


"Hari ini Raffa belum main handphone yah, Raffa pinjem handphone mama"jawab Raffa. Davian penasaran dengan isi handphone istrinya."Memangnya Raffa tahu kunci layar handphone mama?" Davian penasaran.


"Gini ni yah" Raffa menekan beberapa angka di layar. " Kuncinya ulang tahun Raffa tapi dibalik angkanya" ucap Raffa dengan polosnya. Davian tersenyum penuh kemenangan "Yess!" ujarnya.

__ADS_1


"Yuk, main handphone sama ayah di kamar yuk" Davian mengendong Raffa menghindari ruangan Navysah.


" Kalau dia tahu handphonenya aku liat, dia pasti ngomel" gumam Davian dalam hati.


Di kamar Raffa, Davian asyik melihat galeri foto. Banyak sekali foto ketika Raffa kecil dan foto almarhum Raihan. Terlihat beberapa video yang menggambarkan betapa mereka sangat bahagia.Davian menghela nafas panjangnya "Aku cemburu" ujarnya dalam hati.Dia melihat beberapa chat pribadi Navysah,dia mengenyitkan dahi tidak mengerti. "Nanti aku tanyakan padanya".


***


Navysah masuk ke kamar Davian, hari ini dirinya merasa lelah." Kamu belum tidur mas?" tanya Navysah masuk kedalam selimut dan membelakangi Davian.


"Kok kamu belakangin aku, hadap sini dong!" ujar Davian mencoba membalikkan badan istrinya.


"Aku ngantuk mas, jangan macem-macem" Navysah menutup matanya dengan lengan.


"Nav, aku mau tanya sesuatu tapi kamu harus jujur padaku?" pinta Davian. Navysah melirik dirinya, "Hanya dua pertanyaan saja, Aku ngantuk!" ucap nya. "Mau tanya apa?" Navysah menjawab dengan malas.


Tadi Aku dan Raffa lihat handphone mu, terus lihat chatmu dengan Maya."Apa kau punya hutang atau cicilan dengan Maya?, kenapa aku lihat dirimu selalu transfer M-banking padanya setiap minggu dengan jumlah yang sama?" tanya Davian dengan penasaran.


"Sudahlah lebih baik kamu tidur, kalau aku jelasin nanti pasti kamu akan marah" Navysah menutup matanya dan membelakangi Davian lagi.


"Nav, beneran aku enggak akan marah kali ini. Tolong jelaskan padaku!? Aku benar-benar butuh penjelasan darimu" Davian menindih tubuh Navysah.


"Mas minggir, kamu membuatku sesak nafas, badanmu kekar,berat banget tahu gak!" gerutu Navysah.


"Makanya kamu jelasin ke aku dong" pinta Davian.


" Beneran, gak akan marah kalo aku mengungkit mas Raihan?, waktu di Bali kamu bilang gak boleh ngungkit nama dia lagi" ujar Navysah.


"Kali ini pengecualian, Aku janji tidak akan marah?" ujar Davian lagi.

__ADS_1


***


Jangan lupa untuk like, Vote and comment ya gaes. Makasih udah mampir di novel pertama aku. Love u all reader...


__ADS_2