Cinta Navysah

Cinta Navysah
Asisten Pribadi


__ADS_3

Navysah membersihkan wajahnya dirinya duduk di depan cermin. Davian masuk dan memeluk istrinya dengan erat ,menghirup aroma tubuh istrinya dalam - dalam, mencium curuk lehernya. "Kenapa mas?" tanya Navysah.


"Aku kangen kamu!" ucapnya sembari menciumi pucuk kepala istrinya.


Navysah tersenyum "Kan cuma seminggu gak ketemu, sekangen itukah denganku" tanyanya.


"Iya, kangen banget. Aku gak bisa jauh darimu. Seminggu seperti setahun bagiku. Masakan bibi Salma dan kopi buatan Rosi gak seenak buatanmu" ucap Davian.


Navysah mendengus kesal mendengar perkataan suaminya. "Oh, berarti kamu kangen aku karena gak dilayani. Karena kopi dan makanan yang mereka buat gak enak gitu!" ketusnya. "Kalau gitu mending Aku di kampung aja biar kamu tambah kurus gak ada yang melayani"


Davian tersenyum dan mencium bibir istrinya, merasa gemas jika Navysah sudah manyun dan ketus. Entah kenapa Davian senang jika istrinya kesal padanya "Bukan itu maksudku yang, Aku tidak bisa hidup tanpamu" ucapnya lirih.


"Lah, bo'ong banget!, gak ada Aku aja kamu ketemu sama mantanmu !" Navysah berjalan ke arah ranjang dan merebahkan dirinya. Hari ini dirinya merasa sangat lelah, dari pagi Raffa yang rewel, bolak - balik ke penjahit dan menghitung stok baju yang dibawanya." Sepertinya nanti saja Aku bilang ke mas Davi bahwa Aku hamil, waktunya belum pas. Aku juga lelah" dirinya memejamkan mata.


Davian menghampiri istrinya dan tidur memeluknya. "Aku tidak janjian dengannya, ternyata mereka mereservasi di restoran kita yang" ucap Davian. "Tapi kamu suka kan bertemu dengannya" tanya Navysah yang masih memejamkan matanya.


"Ya, sukalah masa tidak"ucapnya santai , Navysah langsung membuka matanya dan melotot." Awas aja, kalau Mas ada main di belakangku! " ancam Navysah. Davian terkekeh mendengar ucapan istrinya." Kamu cemburu yang"


"Nggak!" ketusnya sembari membelakangi suaminya.


"Cih, cemburu aja bilangnya tidak!. Dasar gengsian! " Davian menggelitik tubuh istrinya. Navysah merasa geli dan tertawa keras. "Udah mas geli!" ucap Navysah.


"Bilang cemburu dulu, baru Aku lepasin" Davian masih menggelitiki istrinya. "Iya aku cemburu.., Ampun deh. Udah geli jangan digelitiki lagi" ucap Navysah.


Davian tersenyum dan bersandar di tempat ternyamannya" Jangan cemburu, Aku dan Natasha tidak ada hubungan spesial, cuma kamu dan Raffa yang Aku sayangi "ucap Davian.


Navysah penasaran kenapa Natasha ingin bercerai dengan suaminya," Apa mas tahu alasan Natasha ingin bercerai dengan suaminya? " tanya Navysah.

__ADS_1


" Aku tidak tahu dan tidak ingin tahu"ucapnya. Navysah ingat perkataan Natasha bahwa Davian ingin menjadi politikus." Mas, Apa kau masih bercita-cita ingin menjadi politikus? "


Davian mengenyitkan dahi," Kenapa kau tahu aku ingin menjadi politikus, apa Nanas berkata padamu?" ujarnya.


"Cih, udah mantan saja masih panggil nama kesayangan" gerutu Navysah. Davian sangat gemas melihat istrinya cemberut. "Gak usah manyun gitu, Kamu mau menggodaku!," Ucapnya.


"Dulu Aku pernah bercita-cita ingin menjadi politikus karena ingin merebut dirinya. Namun sekarang Aku sudah tenang, tidak ada keinginan untuk menjadi politikus. Bagiku, duniaku lebih berwarna sejak mengenal dirimu dan Raffa. Aku bahagia" ucapnya. "Apalagi punya istri yang otaknya kurang setengah seperti dirimu" ledek Davian.


Navysah melotot ke arah Davian, mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya"Apa maksudmu berkata seperti itu! "ketus Navysah." Memangnya Aku gila, otakku kurang setengah! "cebiknya sembari membelakangi suaminya.


" Iya, Kamu gila! , dengan otakmu yang setengah kamu selalu membuat orang - orang disekelilingmu tertawa bahagia,tingkahmu yang absurd membuat Aku jatuh cinta dan selalu ingat tentangmu. Dirimu yang hangat selalu membuat orang kagum denganmu. Makanya, kamu jangan dekat-dekat dengan pria lain. Takutnya mereka jatuh cinta padamu terutama dokter jelek itu! "ucap Davian.


" Siapa juga yang mau selingkuh, Seharusnya Aku yang ngomong gitu. Kalau kamu ketahuan selingkuh,Aku akan pergi darimu! "ucap Navysah.


Davian tersenyum ." Masa.. Masa" dirinya menggelitiki istrinya kembali dan memulainya dengan malam yang panjang, melepaskan semua hasrat yang ada di dirinya karena sudah lama tidak berjumpa dengan isterinya.


Keesokan harinya,


Navysah duduk bersandar di kepala ranjang, dirinya merasa mual dan pusing. "Hoek.. Hoek" dirinya bergegas ke kamar mandi. Navysah meminta budhe Salma membuat jahe hangat untuk dirinya.


Navysah mendapatkan telepon dari Amel, dirinya sudah sampai di Jakarta.Mang Dirman menjemputnya di terminal. Davian pagi-pagi sudah pergi ke kantor properti, letaknya tidak jauh dari kantor garmennya.


Amel sudah datang dan duduk di ruang tengah. Dirinya terpesona melihat rumah Davian yang mewah," Ternyata rumah idolaku, mbak Navysah sebagus dan semewah ini" ucapnya dalam hati.


Navysah menggandeng Raffa menuruni tangga, dirinya sedang menelepon seseorang. "Mama, kapan Kinan kesini?" tanya Raffa cemberut. "Nanti siang dia kesini, nanti Raffa main sama tante Ifa juga ya" Raffa bingung siapa tante Ifa. " Tante yang mana?" tanya Raffa.


"Dulu yang di pesta, tante cantik. Dokter Ifa" ucap Navysah. "Oh" balasnya. Navysah menghampiri Amel. dan berjabat tangan. "Duduklah, tak perlu sungkan" ucap Navysah.

__ADS_1


Amel duduk dan menyerahkan amplop map coklat. "Ini CV ku mbak" ujarnya. Navysah meletakkan amplop itu di sampingnya hingga membuat Amel bingung. "Mbak, gak liat CV ku dulu gitu, atau interview diriku untuk layak dan tidaknya Aku bekerja sama mbak" tanya Amel.


Navysah hanya tersenyum, "Waktu itu kan mbak sudah bilang, Aku mencari pekerja yang jujur dan bertanggung jawab, jika kamu memenuhi syarat itu kamu bisa datang kepadaku" ucapnya. "Memang kamu lulusan apa?" tanya Navysah basa - basi.


"Aku lulusan sarjana ekonomi mbak"


"Apa kamu bisa memenuhi dua syarat itu?" tanya Navysah dengan tatapan tajamnya. Amel merasa takut jika Navysah sudah menatap tajam padanya, seakan akan ingin memakan dirinya"


"A.. Aku memenuhi syarat itu, Aku akan berusaha keras, bertanggung jawab dan jujur" ucapnya.


"Bagus!, kamu tidak perlu mencari kontrakan. Nanti kamu akan tinggal di Apartemen bersama yuni. Ingat, tidak boleh memakai kamar utama, itu milik pak Davian dan hanya Aku dan dia yang boleh masuk, dirinya tidak suka kamarnya diacak-acak. Nanti ada peraturan disana, Yuni akan memberitahukan padamu. Saling bekerja samalah denganya kedepanya kalian akan saling membantu. Ada sepeda inventaris yang bisa kamu pakai untuk datang kesini. Jika kamu bingung, kamu bisa mencarinya di Go*gle map. Jika Aku butuh dirimu, Mang Dirman akan menjemputmu langsung. Tugas kamu menjadi asisten pribadiku dan membantu Yuni jika diperlukan. Apa kamu mengerti?! "ucap Navysah.


Amel melongo tidak percaya, dirinya menjadi asisten pribadi Idola yang selama ini menyelamatkan hidupnya." Saya tidak mimpi kan mbak, jadi beneran saya jadi asisten pribadi mbak Navysah "ucapnya tidak percaya.


" Kamu tidak mau jadi asisten saya? "tanya Navysah.


" Saya mau mbak! "potongnya langsung.


" Apa kamu tidak bertanya berapa gajimu"tanya Navysah.


"Tidak, tidak perlu. Aku sudah jadi asisten mbak Navysah aja sudah seneng banget ,Apalagi Aku diberi tempat tinggal. Tadinya Aku bingung mau tinggal dimana karena belum pernah datang kemari, ini sangat asing bagiku. Terrserah mba mau gaji aku berapa Aku tidak peduli" ucapnya.


"Yaudah, sekarang kamu istirahat dulu, makanlah minta sama budhe Salma atau mbak Rosi, besok kamu mulai bekerja" Navysah beranjak dan masuk ke dapur. Dirinya membuat susu strawberry dan meminumnya. Navysah menaruh beberapa susunya di tempat rak atas dan disembunyikan agar orang lain tidak tahu dirinya hamil. "Navysah ingin orang rumah yang pertama tahu adalah suaminya, namun Davian sibuk bekerja, belum ada waktu untuk membuat kejutan untuknya.


***


Jangan lupa like, Vote and commentnya. Besok weekend Author nulis sesempatnya, Author juga emak-emak yang punya keluarga.Maaf. πŸ™πŸ˜˜ InsyaAllah Senin crazy up. Vote nya yang banyak dulu, rangking Author menurun drastis 😭😭😞. Biar Aku semangat nulisnya ☺️πŸ’ͺ😁. Love you All😘

__ADS_1


__ADS_2