Cinta Navysah

Cinta Navysah
Minta maaf


__ADS_3

Davian bergegas masuk ke dalam rumahnya, sebelum dia pulang sengaja dia mampir ke toko kue dan toko bunga,dia tahu istrinya menyukai mawar putih.


"Assalamualaikum" Davian


" Walaikumm salam" ucap mereka bersamaan.


Dirinya melihat Navysah memakai daster dan rambut yang dicepol. Istrinya sedang menggendong bayinya sembari bercanda tawa bersama para asisten rumah tangga. Navysah terkejut Davian sudah berada di depan matanya, dirinya mencium tangan suami "Kok mas sudah pulang? Katanya besok baru pulang" tanyanya. Sejak semalam Navysah memang menelepon, namun Davian bilang lusa baru pulang.


"Aku kangen kamu dan anak-anak" ucapnya sembari menciumi wajah istrinya, namun dia mendapat cubitan dari Navysah karena banyak asisten rumah tangga dan baby sitter yang melihatnya. "Awww, sakit sayang" ucapnya sembari memeluk istrinya dari samping.


Semua asisten melihat majikannya yang begitu romantis,biasanya mereka melihat Davian yang ketus dan jarang bertingkah romantis dengan istrinya,berbeda dengan Navysah yang suka bercanda. "Aduh, pak Davi romantis pisan bikin jiwa jomblo aku meronta - ronta" ucap mbak Siti.


"Iya, tumben banget pak Davi pulang - pulang sumringah biasanya selalu ditekuk mukanya, apalagi ini bawa banyak kue lagi" cerocos budhe Salma, dirinya menutup mulutnya karena keceplosan. "Maap pak, hehehe. Pak, es kelapa enak pak bikin adem dihati" dirinya mencoba mencairkan suasana.


Ada rasa ingin mengerjai asisten rumah tangganya "Yang tadi ngomong terus ngledekin saya nggak usah ikut pindah ke rumah baru, kalau mau ikut orang lain yaudah sana. Saya ikhlas" ketus Davian sembari melotot.


Budhe Salma dan mbak Siti langsung berubah wajahnya menjadi pucat, dirinya tidak menyangka tuanya akan marah jika dibercandai begitu. "Maafkan saya pak, saya cuma bercanda, saya masih mau bekerja disini pak. Jangan usir saya, maafkan saya pak" ucap budhe Salma,matanya mulai berkaca-kaca.


"Iya pak, aku juga minta maaf. Aku masih mau momong Raffa, dia sudah seperti adik saya. Jangan dipecat ya pak, mba Navy tolongin napa. Aku betah disini, hiks.. hiks.." dirinya meminta bantuan Navysah agar Davian tidak memecatnya, dia pun sudah menangis meratapi nasibnya jika tidak diterima lagi di rumah pak Davian.


" Sudah nggak usah nangis, pak Davian nggak akan memecat kalian. Dia hanya bercanda "Navysah mencoba menenangkan asistennya.

__ADS_1


" Tapi itu bohong, hehehe" Davian tertawa lebar" Minggu depan kita pindah semuanya" sambungnya lagi.


Semua asisten tersenyum gembira, dia ternyata kena prank tuannya.


"Ayo kita ke kamar, ada sesuatu yang ingin aku katakan" bisiknya di telinga istrinya. Mereka masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Davian menyuruh Navysah menaruh anaknya di ranjang dan dirinya duduk disisi ranjang, sedangkan Davian berlutut di depannya. "Sayang, ini untukmu" Davian menyodorkan buket bunga pada istrinya. Navysah tersenyum bahagia "Terima kasih, ini sangat cantik". Dirinya masih bingung tumben sekali suaminya memberi bunga.


Davian mencium tangan istrinya, mengenggam erat tangannya. "Sayang,aku tahu aku tidak romantis, Aku kasar dan ketus, tidak peka denganmu. Tapi aku ingin menjadi suami terbaik kamu Navysah, aku akan berusaha. Maafkan aku selama ini aku egois, aku selalu merasa kurang akan kasih sayangku, dan kamu selalu sabar jika aku marah - marah, maafkan aku. Terima kasih sudah menjadi istri yang baik untukku, yang selalu mengalah, kamu sudah memberikan aku anak - anak yang tampan,kamu hampir meninggal karena melahirkan mereka, aku juga sangat berterima kasih kamu rela mengasuh mereka dan lelah setiap hari.Jika kau butuh bantuanku katakan saja jangan hanya diam karena aku orang yang kurang peka, aku bahagia bisa menikah denganmu, kamu istriku yang paling baik. Hanya kata itu yang bisa aku katakan, sekali lagi aku ucapkan terima kasih sayangku, cup" Davian mencium bibir istrinya, namun Navysah masih diam, dia tidak menyangka suaminya bisa seromantis ini. Dirinya menyentuh kening suaminya dan mencoba menyamakan dengan suhu badannya. "Kamu waras mas!?" tanyanya polos. "Apa kamu sakit?"


"Cih!, bener kan apa yang ada dipikiranku. Kamu itu sableng,Aku sudah susah payah merangkai kata - kata indah untukmu, cuma ada pertanyaan kamu waras mas? " gerutunya.


Navysah tertawa mendengar ucapan suaminya"Aku hanya heran, tiba-tiba kamu pulang dari Solo langsung mengatakan kata-kata romantis yang selama ini tidak pernah terucap dari mulut ketusmu itu " ucapnya " Apa jangan - jangan kau kerasukan setan disana hingga kau bisa romantis seperti ini. Wah..., aku perlu bawa pak ustad untuk merukiyah kamu"


Navysah bersandar di bahu suaminya "Aku mengerti kamu pasti merasa tersisih dengan hadirnya anak-anak. Maaf jika aku kurang perhatian denganmu. Aku akan berusaha memberi perhatian lebih untukmu, kamu tidak perlu mengatakan hal romantis karena aku tahu itu bukan sifatmu, pasti mas Kamil yang menyuruhmu kan!. Kamu mau membantuku untuk mengurus anak-anak aku juga sudah sangat senang. Kita bersama - sama merawat anak kita ya. Tolong pahami juga diriku yang kerepotan mengurus anakmu" Navysah mencium pipi suaminya.


"Iya, aku akan membantumu, jika kau butuh apa katakan padaku ya. Ini pertama aku menjadi seorang ayah, aku masih bingung apa yang harus aku lakukan"


"Iya sayang, oiya makasih bunganya. Aku suka"


"Iya, tadinya aku mau ngasih bunga kuburan tapi nggak jadi bunganya habis "dirinya sengaja meledek istrinya.


Raut wajah Navysah sudah mulai berubah, wajahnya mulai kesal" Jahat banget sih sama aku, masa aku dikasih bunga kuburan. Emang aku kuntilini dan sandal bolong" Cebiknya.

__ADS_1


Davian menatap jengah "Kuntilanak dan sundel bolong" dirinya membenarkan perkataan istrinya yang salah.


"Kamu yang salah, maksudku kuntilini nya pake sandal bolong gitu mas!" dirinya masih kekeh tidak mau kalah.


"Sakarepmulah!" ucap Davian, lebih baik mengalah daripada urusannya panjang dan berimbas pada jatah premannya. " Yang, bisa kali nyerempet dikit udah dua bulan nggak jatah preman. Kamu sudah suntik KB kan?" tanyanya.


Navysah memutar bola matanya malas "Tuh kan!, pasti gitu udah ngasih makanan dan kue ujung ujungnya nggak gratis" protesnya.


Davian terkekeh "Habis gimana masa puasa terus,aku juga mau dimanjakan kali kayak anak-anak, apalagi hujan terus begini pengen cari yang anget - anget " protesnya.


"Makan baso anget tuh, apalagi pake sambel hehehe" dirinya masih ingin meledek suaminya agar kesal, dirinya melihat Davian masih cemberut karena permintaanya tidak terpenuhi.


"Yaudah entar malem kalau dedek nggak rewel" Navysah berjalan ke lemari, dia menyiapkan baju untuk suaminya mandi.


"Asyikkk...,beneran ya, akhirnya pecah telur juga" dirinya tersenyum dan merebahkan dirinya diranjang, dia menciumi bayinya yang sedang tertidur. " Dedek, nanti malam ayah ungsikan dulu sama baby sitter ya. Ayah mau ngadon dulu sama mama. Hehehe" lirihnya.


Navysah mencubit lengan suaminya, " Jangan membisikan anakmu ucapan cabul,nanti dia mirip denganmu"


"Aku tidak cabul, aku hanya bilang ngadon. Anak ayah akan jadi anak sholeh, iya kan sayang" Davian menciumi anaknya.


Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2