
Di apartemen davian
Ya setelah pulang dari mall davian mengajak kami ke apartemennya. Ada beberapa hal yang harus dibahas. Raffa yang tertidur di kamar davian setelah seharian jalan jalan.
Kami duduk berhadapan di sofa, tanpa senyum diwajahku. Dan tatapan datar davian membuka pembicaraan.
"besok malam aku dan keluarga ku akan datang ke kampung halaman mu untuk bertemu orang tua mu,jangan lupa kasih kabar orang tua mu".ucap nya
Tanpa menjawab pertanyaanya, aku bertanya balik
"kenapa harus aku yang kau pilih? Bukanya kamu bisa memilih wanita lain yang lebih dariku? " bentak ku dengan kasar
" dengar, aku sungguh tidak tertarik dengan pernikahan ini.tolong jangan seret aku dengan ide gila mu itu davian" bentak ku lagi dengan menumpahkan semua beban di hati
Tanpa jawaban dan ekspresi, davian hanya membuang muka.
"Sudah kuputuskan, kamu tinggal jalanin saja.semuanya sudah ku atur. Dan Lihatlah medsos,sebentar lagi kamu juga akan terkenal" timpal davian
Aku tidak mengerti apa yang dibicarakanya, kubuka medsos di handphone dan benar saja. Ada beberapa akun gosip memberitakan kami. Foto di mall tadi, keluarga davian dan kami. yang ditutupi beberapa emoji membuat sebagian netizen kepo.
__ADS_1
Penuh dengan pertanyaan dan komen netizen yang bermacam macam membuat kepala ku semakin pusing.
"Rasanya aku ingin mencekik dan menjambak mu" pekik ku dengan kesal
"Sudahlah gak usah basa basi, kamu mau mahar apa? " tanya nya dengan suara berat
" Dan aku akan memberi mu uang bulanan segini untukmu tiap bulan tapi kamu harus nurut dan patuh padaku dalam setahun" jawabnya sambil menulis angka di handphone nya dan menunjuk angka nya kepadaku.
"kita tidak akan mencampuri urusan pribadi masing masing, tidur terpisah,masakin aku makanan klo aku minta, tidak kontak fisik namun jika diperlukan untuk suatu acara kamu harus berakting romantis itu saja" lanjutnya
"aku tidak menyangka seorang publik figur yang pintar dan tampan banyak disukai wanita ternyata seperti ini cara pikirnya" ejekku
Sambil menghela nafas kasar "baiklah klo itu maumu, aku mundur pun sudah tidak mungkin kan karena kamu memaksa, jadi aku mau mahar tiga milyar dan uang bulanan dua digit angka didepanya. Paham?! Jawabku dengan senyuman seringai
"Ya sudah, klo gak mau juga gak papa berarti tidak ada pernikahan" balas ku
"sialan, licik juga wanita ini.biasanya wanita yang ku temui dengan mudahnya meminta aku untuk menikahinya, mereka dengan pasrah memberikan tubuh nya kepadaku, bahkan ada wanita murahan yang mau saja menawarkan dirinya di ranjang tapi yang satu ini benar benar bikin aku kesal. "gumam davian dalam hati
" Baiklah kalo itu maumu akan aku penuhi" balasnya dengan santai
__ADS_1
"kenapa dia menuruti kemauanku padahal kan aku berkata seperti itu biar tidak ada pernikahan" gumamku dalam hati sambil meremas bajuku
Setelah mengobrol dan bernegoisasi, dia menyuruhku membuat nasi goreng. Diluar hujan pun belum reda, membuat kami lapar.
"masak yang enak buat calon suami dan jangan buat dapur ku berantakan" ucapnya ketus
"bodo amat" ketus ku sambil mengolah bumbu.
Aku menyajikan nasi goreng di piring. Dengan beberapa tambahan timun,tomat dan kerupuk. Ini pertama kalinya kami makan berdua, ya cuma makan tanpa obrolan.
Kulihat dia sesekali melirikku, aku jadi salah tingkah dan bingung. Apa masakanku tidak enak ya. Hanya itu yang ada di benakku.
"apa masakanya tidak enak?" tanya ku
"biasa aja" ucapnya tanpa ekspresi
namun kulihat nasi nya habis tanpa sisa.
"Yaudah berarti dia doyan masakanku, setidaknya nasi nya tidak dibuang"gumamku dalam hati
__ADS_1
Setelah makan aku mencuci peralatan dapur yang dipake. Kulihat dari dapur terkadang dia melirik ku. Ah, gak usah GR siapa tau dia melirik aquarium yang berada tepat di sisi dapur, pikirku.
"Ternyata dia manis juga klo masak walaupun terkadang jutek,masakanya juga enak,ah apa yang aku pikirkan" batin davian sambil memijit keningnya