Cinta Navysah

Cinta Navysah
Syukuran pernikahan


__ADS_3

Malam hari acara syukuran di rumah Navysah.


Setelah pengajian selesai, davian memberi sedikit sambutan dan acara ramah tamah. Memperkenalkan dirinya sebagai suami Navysah.


Semua makanan pun dibagi ke seluruh komplek. Terlihat keluarga Bima dan keluarga maya pun datang ke acara tersebut.


Para tetangga yang penasaran dengan seorang Davian Ahmad enggan beranjak dari tempat duduk nya.


Mereka meminta tanda tangan dan foto dengannya.


Davian yang sebenarnya merasa tidak nyaman harus menghadapi puluhan ibu ibu yang minta foto dengannya.


"Ibu ibu boleh foto tapi tidak boleh mencubit dan memegang wajah saya ya" pinta davian tegas.


"Pak davi, saya lagi nyidam pengen dielus perutnya sama pak davi. Boleh ya pak?!" pinta ibu ibu hamil memelas.


"Aduh, nanti saya dimarahin bapaknya enggak ini bu? Ujar davi tersenyum.


" Gak papa pak, suami saya bolehin kok. Saya pengen punya anak kayak pak Davi. udah tampan, pinter lagi"ucap ibu hamil "kalo nggak dielus nanti anak saya ileran lho pak!?" imbuh nya


"Boleh ya bu navy pinjam suaminya sebentar" pinta ibu hamil


"Sandal kali ah dipinjam" celetuk bima


Davian mengelus perut ibu hamil itu, "Sehat sehat ya baby nya" ujar davi.


"Alhamdulillah, kesampaian juga dielus pak davi" ujar ibu hamil.


"Makasih ya pak davi, bu navy. Semoga ibu navy cepetan hamil juga biar raffa punya temen main" ujar ibu hamil itu.


Navy yang mendengar langsung tersendak" Uhuk.. Uhuk... "

__ADS_1


" Tuh Nav, cepetan hamil biar raffa ada temenya kalo bisa adiknya Raffa lima" ledek Bima cengengesan.


Navy melotot ke arah Bima.


Setelah pengajian selesai dan ibu ibu sudah pulang ke rumah masing masing tinggal lah maya sekeluarga dan Bima sekeluarga.


"Nih May uang catering nya, makasih ya udah bantuin gue" ujar navy menyodorkan lembaran uang.


"Apaan sih loe kayak sama siapa aja, loe gak usah bayar semuanya gratis" balas maya menyodorkan uang ke arah navy.


"Sudah terima saja, kan aku yang pesan" perintah navy.


"Beneran Nav! , gue ikhlas kok ngasih catering loe" balas maya.


"Yaudah kalo kagak ada yang mau, duitnya buat gue aja! " ujar Bima mengambil uang itu tapi langsung di geplak maya.


"Enak aja loe bim, gue yang kerja loe yang nerima duitnya!" maya menarik uang nya dari tangan Bima.


"Abis loe tuh pura pura gak butuh duit"ketus Bima.


"Mas davi, gak pengen pindah kesini?!" tanya maya sembari mengunyah kue bolu.


" Belum ada rencana May, kerjaan ku di Jakarta. Kerjaan navy disini ya jalanin dulu lah" ucap davi sambil menyeruput kopi nya.


"Eh kupret loe!! gak pengen tinggal di jakarta bareng suami loe?!" tanya Bima "Biar tinggal serumah terus gak bolak balik, capek dijalan tahu". Imbuh nya.


"Belum tahu bim, soalnya semua pekerja ku dari sini semua.mereka rata-rata ibu rumah tangga yang mencari tambahan buat bantuin suami nya. balas ku.


" Loe kan bisa melatih si yuni buat ngehandle disini, jadi loe kesini cuma seminggu sekali buat ngecek" saran Bima pada navy.


"Yuni memang bisa diandelin cuma ya gitu, namanya konveksi kalo enggak di teliti jaitanya kadang jelek, yang ada aku di komplen terus sama pelanggan" ujar navy.

__ADS_1


Dari dalam rumah Raffa menangis tersedu sedu. "Ayahhhh" teriak davian


"Kenapa raff? " tanya davian sembari menghapus air mata anaknya.


"A ichi nakal!" ngadu Raffa sembari menangis. "Raffa gak boleh pinjem handphone A ichi" imbuh nya


Richard dan richi keluar dari dalam rumah.


"Beneran chi, kamu gak bolehin Raffa pinjemin handphone? maya melotot pada anaknya.


" Raffa udah pinjem handphone dari tadi mah,! malah richi gak pake. Batre nya udah mau habis tapi Raffa kekeh main handphone terus " bela richi menundukkan kepala.


" Bener itu Raffa?! Tanya Navysah sembari mengelus rambut anak nya.


" Tapi Raffa mau handphone mah" ujar Raffa menunduk.


"Sini peluk mama", Raffa berjalan ke arah mamanya.


"Raffa kan tahu mama gak suka kalo raffa main handphone terus", imbuh navy.


" Jatah Raffa sehari cuma dua jam main handphone tadi pagi kan udah" ujar navy.


"Tapi A icat, A ichi boleh main handphone terus." sanggah Raffa,


"Teman teman Raffa juga main handphone terus mah!? " ujar nya lagi.


"Memang nya Raffa mau jadi anak tante maya?," tanya navy sembari mencium raffa.


"Kalo Raffa mau jadi anak tante maya yaudah sana main handphone terus tapi jangan jadi anak mama". Tegas navy menatap anaknya.


"Raffa gak mau jadi anaknya tante maya mah, soalnya tante maya bawel suka ngomelin A ichat sama A ichi" cebik raffa dengan polosnya.

__ADS_1


Semua tertawa mendengar celotehan Raffa. Davian yang biasanya diam tidak bisa menahan tawa nya.


"Anakmu ya Nav beneran gak bisa dibohongin,pinter banget ngomong nya,otak nya cerdas. dia tahu aku suka ngomel ngomel ke Richard dan richi" ujar maya menggelengkan kepala nya.


__ADS_2