Cinta Navysah

Cinta Navysah
Kangen Imelda


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, kandungan Navysah semakin membesar,dirinya selalu meminta makanan pada suaminya. Davian selalu menuruti semua keinginan istrinya, jika Navysah meminta makanan sebelum Davian pulang kerja, maka Kamil lah yang selalu disuruh Davian untuk membeli makanannya. Namun jika tengah malam, maka Davian yang mencarinya.Saat ini Davian berada di kantornya, setelah Navysah kembali ke rumah bisnisnya mulai normal dan berkembang lagi, hidupnya pun berjalan dengan baim. Sedangkan Imelda, dia sudah mendapat pekerjaan di kantor lain.


Kamil datang ke ruangan Davian, " Ini kue basah pesananmu, carinya susah tahu!. Istrimu yang nyidam kenapa aku yang pontang - panting mencari makanan" gerutu Kamil sembari menyodorkan bungkusannya.


"Makasih Kamil" balasnya.


" Kamu tidak tahu, terkadang malam aku harus keluar mencari makanan untuknya. Jadi kita bagi tugas kamu jam reguler, Aku jam malam. Tapi ingat!, jangan sampai Navysah tahu kalau kamu yang selalu membelikannya nanti aku diomelin"ucapnya.


Kamil cemberut " Aku yang capek tapi kamu yang dapat nama" cebiknya.


Davian terkekeh mendengar ucapan Kamil.


Dan Mereka pulang ke rumah masing-masing, jam delapan lebih dirinya sampai dirumah. Davian masuk ke dalam rumahnya, terlihat Navysah dan Raffa yang sedang nonton tv. "Sayang, ini pesanan makananmu ?" ujarnya.


"Makasih mas" Navysah membuka kantong makanannya dan menikmati kue nagasari.


"Ayah!, dedeknya gerak - gerak" ucap Raffa sembari menyentuh perut ibunya.


"Benarkah!" Davian ikut mengelus perut istrinya. "Iya benar, lucu ya dedeknya bisa bergerak. Hai, baby boy ini Ayah dan mas Raffa. Kamu harus sehat ya baby boy" ucapnya.


"Ayah, memang adek Raffa disini cowo?" tanyanya sembari menunjuk perut ibunya.


"Iya, dedek Raffa cowo semua. Ayah dan mama sudah check up kemarin. Raffa suka punya adek cowok? "


"Suka yah. jangan cewek kalau cewek nanti kayak Kinan cengeng, Raffa malas"


Davian tersenyum pada anaknya.


"Mas, sebentar lagi Kamil menikah. Kamu mau kasih hadiah apa?" tanya Navysah


Davian duduk di sisi istrinya "Aku kasih uang dan paket honeymoon ke Jepang" ujarnya. Navysah berkaca-kaca mendengar ucapan suaminya. "Kamu bisa belikan mereka paket honeymoon tapi kamu tidak pernah mengajakku ke luar negeri, sampai aku hamil sebesar ini. Aku kan pengen ke luar negeri" ucapnya.


Davian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ada benarnya juga, dia tidak pernah mengajak Navysah ke luar negeri. Dulu hanya ke Bali, itupun hadiah dari mamanya. "Kenapa aku dari dulu tidak peka padanya, yang aku pikirkan hanyalah pekerjaan" gumamnya dalam hati.


"Begini sayang, dulu kan kita pernah honeymoon ke Bali. Aku memang tidak pernah mengajakmu ke luar negeri. Kamu beberapa hari di Bali saja selalu ingat Raffa dan kamu selalu sibuk" ujarnya.


"Oh, jadi ini salahku gitu! Kalau kamu niat, bisa saja bawa Raffa dan mbak Siti biar Raffa nggak rewel. Kalau masalah pekerjaan, jika kamu mengajakku aku pasti bisa mengatur jadwalku! " gerutu Navysah "Tapi kamu tidak ada niat membawaku liburan sampai aku hamil besar seperti sekarang apalagi sebentar lagi si kembar lahir pasti tambah repot tidak punya waktu untuk liburan" Navysah cemberut dan pergi ke kamar meninggalkan suaminya.


"Ya salah lagi deh, kenapa sekarang dia begitu sensitif " ucap Davian frustrasi. Dirinya mengekori istrinya dan mencoba merayunya . "Sayang, jangan marah. Aku tahu aku salah. Maafin aku ya, Apa aku perlu beli tiket tambahan agar kita bisa ke Jepang juga"

__ADS_1


"Sudah telat bambang..!" jawabnya dengan kesal.


"Lihat, kalau sekarang aku honeymoon yang ada aku pingsan di jalan karena kelelahan !" cebiknya.


Navysah menggulung tubuhnya di dalam selimut. Davian pun ikut masuk kedalam selimut. "Tapi hari ini ada jatah preman untukku kan?" tanyanya.


Navysah melotot "Mas tahu ini jam berapa?" tanyanya.


Davian melihat jam di tangannya "Jam delapan lewat empat puluh menit"


"Kau tahu di Jakarta melakukan PSBB, jam delapan semua toko tutup tidak melayani. Jadi itu berlaku untukmu juga!" ketusnya sembari membalikan badannya.


Davian melongo mendengar ucapan istrinya " Apa hubungannya PSBB dengan jatah premanku. Masa batas waktu jatah premanku sampai jam delapan juga" gerutunya. "Dasar Pelit!" dirinya membalikan badannya.


Navysah tersenyum mendengar keluhan dari suaminya, dirinya merasa senang bisa mengerjai Davian. Dan mereka larut dalam tidurnya.


***


Pagi hari Navysah menelepon Imelda, entah kenapa dirinya kangen dengan kakak iparnya dan ingin melihat wajahnya.


"Assalamualaikum"


"Mbak Imel, dedeknya kangen. Dia ingin makan nasi goreng ala bento buatan mami Imel" ucap Navysah.


"Mami sibuk!, aku beliin nasi goreng online aja yah. Percuma aku masak pasti tidak enak,kamu gak bakalan doyan" ucapnya.


"Tapi dedek mintanya buatan mami lho, dia mau dua porsi. Masa nggak mau buatin buat dedeknya, entar ileran lho!" ucap Navysah.


Imelda menghela nafas kasarnya "Yaudah entar siang aku kesitu, aku mau belanja dulu. Kulkasku kosong, aku malas masak"


"Oke, aku tunggu. Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


Navysah jarang pergi keluar rumah, sesekali dia hanya mengecek pekerjaan saja, semua dia serahkan ke karyawan. Usia kandungannya hampir enam bulan, dirinya terkadang enggap untuk berjalan.


Siang hari Imelda datang kerumah Navysah, dirinya membawa nasi goreng ala bento dan beberapa buah-buahan.


"Mami..!!" teriak Raffa dari jauh. Dirinya memeluk Imelda dengan erat. Imelda pun mencium pipi keponakanya.

__ADS_1


"Mami Raffa kangen" ucapnya. "Iya, mami juga kangen Raffa" ujarnya.


Navysah menghampiri Imelda dan menerima bungkusan. Dirinya masuk ke ruang makan dan membuka tempat makan. "Wow...lucu bentuknya bento nya ada beruang pitak" ucap Navysah terkekeh.


Imelda duduk di kursi makan dan mendengar ucapan Navysah. "Kamu meledekku! " ketusnya.


"Nggak mbak" Navysah segera memakan nasi goreng buatan kakak iparnya dengan lahap. Imelda mengerutkan dahinya, dirinya heran kenapa Navysah makan begitu rakus. "Apa enak masakanku Nav?" tanyanya.


"Enak banget!" jawabannya sembari mengunyah makanan.Raffa duduk disisi ibunya. "Aku mau makan nasi goreng mami Imel mah, suapin" pintanya.


Navysah menyuapkan nasi goreng ke mulut anaknya, namun baru satu suap Raffa sudah tidak mau makan lagi. "Nggak enak!, rasanya asin " ucap Raffa.


"Enak kok!, kalau ini asin berarti mami Imel ingin cepat - cepat nikah Raff" ucapnya sembari membuka kotak kedua. Dirinya menghabiskan nasinya kembali. Imelda hanya menggelengkan kepala melihat adik iparnya makan begitu cepat.


"Iya mih, mami mau nikah sama Om Feri"tanya Raffa.


" Iya nanti, do'akan mami ya" ucap Imelda.


"Iya mih" balasnya.


"Alhamdulillah kenyang " Navysah telah menyelesaikan makannya. "Besok-besok lagi ya mbak bawa makanan, hihihi "


"Iya, kalau aku gak sibuk" ucapnya. Dirinya mengelus perut Navysah yang bertambah besar. " Perutmu gede banget Nav padahal baru enam bulan"


"Iya mba, alhamdulillah mereka sehat. Cowok semua, aktif banget geraknya "


Imelda tersenyum " Mereka cowok semua!" ucapnya. "Wah! , Raffa ada temennya"


"Iya, aku selalu berdoa semoga lahiranku lancar. Aku sedikit takut, ini pertama kalinya aku hamil kembar"


"Iya mba do'ain semoga kamu lancar lahiran. Apa kamu ingin sesar?"


"Belum ada kepikiran kesitu, aku maunya normal. Katanya sesar itu lama keringnya"balas Navysah.


" Yaudah apa yang terbaik aja buat kamu dan dedeknya, aku nggak ngerti sama sekali masalah persalinan. Kamu konseling saja sama dokter Ifa, gimana baiknya. Aku pergi dulu ya Nav, aku ada acara lagi" ucapnya.


Oke mbak, makasih ya"ujar Navysah


Assalamualaikum

__ADS_1


Walaikumm salam


__ADS_2