Cinta Navysah

Cinta Navysah
Davian pulang ke rumah


__ADS_3

Sore ini Davian pulang ke rumah setelah tiga hari melakukan perjalanan dinasnya.Dia melakukan perjalanan dari bandara Hang Nadim Batam menuju Soekarno Hatta, dirinya mampir ke Mall Jakarta membeli oleh- oleh untuk istrinya. "Aku beli apa ya?" tanyanya bingung.


Davian tahu, mungkin telat memberikan hadiah istrinya. Tapi setidaknya dirinya memberikan hadiah,kemarin Kamil bilang kalau Navysah ingin hadiah darinya. Davian berkeliling Mall mencari sesuatu, berjalan ke setiap toko namun dirinya masih bingung dengan selera Navysah."Dia sukanya apa ya!,dia perempuan yang sederhana.Perhiasan satu set yang aku berikan sewaktu menikah dengannya, hanya cincin yang dia pakai" gumamnya dalam hati.


"Ahaaa...aku sudah tahu, aku harus membeli Apa" seru Davian.Setelah membeli hadiah, Davian mampir ke restoran. Melihat semua persiapan untuk acara pembukaan besok. "Gimana yan, udah siap semua besok?" tanya Davian.


"Beres bro,Anak yatim sudah diundang untuk acara santunan. Rekan kerja, temen dan keluarga udah diundang. Kamu tenang aja, sudah sana pulang. Kamu pasti kangen dengan istrimu yang sableng itu!" ucap Rayyan.


Davian tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. "Biarpun dia sableng , itu daya tariknya yang selalu bikin aku kangen" seloroh Davian cengengesan.


"Iya, yang lagi bucin.Buruan sono pergi,tenangin tuh junior pengen ketemu sarungnya" ledek Rayyan terkekeh.


Davian pulang ke rumah membawa buket bunga dan hadiah yang dia beli tadi sore.Namun, Navysah tidak berada di kamarnya."Kemana dia?"


Davian pergi ke kamar Raffa,melihat anaknya dan benar saja Navysah tertidur bersama Raffa. Davian mencium istri dan anaknya seperti biasanya,memeluk istrinya dari belakang.


Navysah terbangun melihat Davian memeluknya, "Mas, kau sudah pulang?" tanya Navysah. " Mmmm" ujar Davian.


"Ayo pindah ke kamar kita, aku punya hadiah untukmu" bisik Davian di telinga Navysah.


Navysah merasa senang, walaupun dirinya merasa ngantuk, tapi kalau urusan hadiah dia akan berusaha membuka matanya.


Navysah berjalan gontai, masuk kedalam kamar dan berjalan menghampiri Davian di sisi ranjang. "Mana hadiah untukku?" Navysah menadahkan tanganya. " Ini " Davian menyodorkan buket bunga.


"Cuma ini! " Navysah cemberut.

__ADS_1


Davian gemas dengan bibir Navysah, baginya bibir istrinya seperti candu untuknya. Davian mencium bibir Navysah mengig*t dan melum*atnya dengan lama setelah cukup puas dirinya melepaskan. Davian mengambil kotak kecil di saku celananya dan membuka kotak itu. "Navysah ini hadiah dariku, Aku tidak tahu kamu suka apa enggak. Aku bingung, jadi aku membeli ini. Dulu aku menikah denganmu hanya karena status, Sekarang aku bener-bener mencintaimu Navysah" ucap Davian dengan yakin.


Navysah masih bingung, otaknya belum fokus antara setengah sadar dan ngantuk. Dirinya hanya menganggukan kepala.


"Jadi, cincin nikah yang sekarang kamu pakai dilepas taruh di kalung saja ya, Yang cincin baru ini kamu pakai sebagai tanda cinta kita. Kamu mau kan?" ujar Davian kembali.


Navysah mengangguk, dirinya merasa kantuk yang luar biasa. Dan mengangguk adalah jawaban saat ini yang paling tepat, dirinya tidak ingin berdebat dengan Davian.


Davian mengambil cincin Navysah yang lama dan menggantinya yang baru, kalung Navysah dia lepas dan menambahkan cincin lama sebagai liontin lalu memasangnya kembali.


"Udah selesai!, Davian mencium kening Navysah dan berbisik" Tunggu aku, aku mandi dulu "sembari mengedipkan matanya." Navysah mengangguk seolah mengerti apa yang Davian katakan"


"Yesss!!" ucap Davian dengan senang.


Davian pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Navysah hari ini benar-benar sangat lelah, dan dirinya tidur kembali. Setelah setengah jam, Davian keluar dari toilet dengan tubuh yang sengaja dia pamerkan berharap Navysah tergoda denganya, namun apa yang di dapat. Navysah tertidur dengan pulas. "Aku kira dia mengerti apa yang aku inginkan!, padahal tadi dia mengangguk.Kenapa dia tidur!,Davian menarik rambutnya merasa kesal.Dan berbaring membelakangi Navysah.


***


Navysah berjalan menghampiri suaminya, dan duduk disisinya. " Mas, kok gak bangunin aku subuhan?" tanya Navysah.


Davian masih diam dan sibuk dengan laptopnya. "Mas mau kopi?" ucap Navysah lagi.


"Udah tadi" ketusnya, dirinya memang sudah minum kopi pagi ini walaupun tidak seenak bikinan Navysah.


"Sudah sarapan" tanya Navysah, "Sudah" jawabnya tanpa melihat wajah istrinya.

__ADS_1


Navysah bingung kenapa pagi ini Davian cuek padanya, "Kamu itu kenapa?, Sakit?" tanya Navysah dengan memegang dahi Davian.


Navysah itu bego atau pura-pura bego sih,aku sedang marah padanya" gumam Davian dalam hati." Nggak",ketusnya.


"Navysah, nanti siang ada acara pembukaan restoranku. Tolong kamu jaga sikap selama acara, jangan malu - maluin aku. Kamu mengerti!?" perintah Davian.


"Memang acaranya apa aja? " tanya Navysah. " Acara ramah tamah dengan teman kerja, kerabat dan beberapa orang penting. Ada acara santunan anak yatim dan pengajian" ucap Davian.


"Berarti aku gak bisa nyanyi dangdutan dong" Navysah sengaja meledek Davian.


" Aku itu bikin restoran, bukan warung pinggiran!" ketus Davian, "Satu lagi, temanmu jangan bikin rusuh selama acara berlangsung!" pinta Davian.


Aku juga ada permintaan "Jangan sampai aku melihatmu cium pipi kanan kiri dengan teman wanitamu ataupun sebaliknya, aku tidak terima!" ucap Navysah.


Davian menghela nafas panjangnya, "Navysah seharusnya kamu sudah tahu resiko pekerjaanku di luar perusahaan,Aku model dikenal orang. Aku harus terlihat ramah dan friendly. Apalagi di luar negeri, hal itu sudah terbiasa cium pipi kanan kiri,temanku banyak di luar negeri. Aku akan berusaha menolak, tapi aku gak bisa janji melakukan apa yang kamu inginkan jadi kamu jangan cemburu!, "Tolong ngertiin aku"ujar Davian.


Navysah merasa sakit dengan ucapan Davian,bagaimana mungkin dirinya tidak cemburu melihat suaminya cium kanan kiri wanita di depan matanya. Istri mana yang tidak panas melihat suaminya hahahihi dengan wanita lain." Kamu egois mas!?, Yaudah kalau gitu akupun sama kalau ketemu fans, Aku mau cium pipi kanan kiri mereka! " ancam Navysah pergi meninggalkan Davian mencoba menahan air matanya agar tidak tumpah.


"Awas aja kalau kamu berani melakukanya!, Aku tidak terima Navysah!!, Akan kuseret kamu dari sana! " Davian berteriak dari jauh namun masih bisa di dengar Navysah.


Navysah masuk kedalam kamar, dan membuka laci nakas nya,dia melihat jam tangan yang akan diberikan sebagai hadiah ulang tahun untuk Davian. Namun belum sempat dia berikan, pagi ini sudah bertengkar denganya.


***


Bersambung,

__ADS_1


Gimana serunya Navysah bertemu dengan Bima grup lagi di Restoran Davian, Apa mereka akan berbuat ulah dan menggacaukan acara?!, Gimana hebohnya mereka? Nantikan...


Jangan lupa like, Vote and comment ya gaes, berhubung besok weekend Author ada acara. Jadi gak bisa crazy up, nanti pas waktu senggang Author coba up lagi. Matursuwun yang udah mampir...


__ADS_2