Cinta Navysah

Cinta Navysah
Acuh tak acuh


__ADS_3

Pagi harinya,


Navysah menyediakan semua kebutuhan davian. Membuat sarapan, memasak, dan beberes.


Davi turun ke lantai satu untuk sarapan,


"Mana sarapanku" tanya davian yang sudah duduk di kursi dapur.


Navysah tidak menjawab pertanyaan davian, namun dia menyodorkan roti yang sudah diolesi selai strawberry kesukaan davian dan segelas susu.


Navy masih kesal karena tadi malam dia dibentak lagi oleh davian.


Davian paham kalo navy marah padanya. Davi melirik navy, terlihat mata navy nya yang sedikit bengkak seperti habis menangis. Navysah yang sedang mengemas bekal tidak peduli davian menatap nya.


"Kamu marah?!" tanya davi sembari mengunyah roti nya.


Navy tidak menjawab pertanyaan davian,setelah selesai mengemas navy naik ke lantai dua untuk mengambil jas dan tas davian.


Navy turun kembali, meletakan jas dan tas davi di samping meja makan. Davian hanya melirik navy yang masih dalam mode ngambek.


"Raffa masih tidur?" tanya davian lagi.


"Hmmm" balas navy singkat dan naik ke lantai dua lagi.Dia tidak ingin melihat wajah davian hari ini.


Navy masuk ke kamar raffa yang masih tidur, memeluk anaknya dengan erat. "Aku masih kesal denganmu mas, selalu ketus dan membentak aku"lirih navy berkaca kaca. " aku kan cuma bertanya, kalo kamu gak mau jawab setidaknya jangan membentak ku, aku sudah berusaha jadi istri yang baik, melakukan tugasku membersihkan semua rumah ini seperti pembantu, tapi kamu masih saja ketus padaku" gumam navy dalam hati. Dulu mas raihan semarah apapun padaku tidak pernah bersikap kasar ataupun membentak ku" sambung navy. "Aku kangen kamu mas raihan" ujar navy sembari menangis.


Davian menunggu navy turun dari lantai dua, "Dia kemana sih?!, kok tidak turun!" Ujar nya sembari melihat tangga atas. Biasanya sebelum aku bekerja dia selalu mencium tanganku" ujar davian cemberut.

__ADS_1


Davian merasa kesal karena hari ini diabaikan Navysah.Davi membawa bekal dan pergi dengan mobilnya.


Di kantor,


Rayyan merasa heran melihat davian uring - uringan sejak pagi. "Kamu itu kenapa sih?! tanya rayyan.


" Gak papa "ucap davi datar.


" Sedang datang bulan kali yan" ledek feri cengengesan.


Davian melempar kertas yang sudah berbentuk bola kearah feri. "Aku lagi gak pengen bercanda!" ucap nya ketus.


"Ah!!, paling berantem sama navysah makanya muka dia asem gitu" ledek rayyan.


"Paling belum dapet jatah iya iya makanya wajah nya pahit" ledek feri lagi.


"Navysah lagi diemin gue!!" jawab davi.


"Wah, perang dunia ke dua ini?!" ledek feri.


"Emang kenapa?!" tanya rayyan.


Davi mulai menceritakan masalah nya mulai dari semalam sampai pagi tadi sebelum dia berangkat kerja.


"Loe dav yang salah!" seru rayyan. "Nih dengerin ya, cewek itu perasaannya lembut jangan pernah membentak nya, kamu kan bisa ngomong baik - baik" tegas rayyan.


"Wajarlah kalo navy nanya ke loe masalah imelda, dia kan ingin tahu" sambung rayyan.

__ADS_1


"Menurut ku sudah seharusnya kamu bilang masalah imelda itu, kalian kan suami istri harus saling terbuka" ujar feri.


"Jadi kalian membela navy" cebik davian.


"Ya iyalah" balas mereka bersamaan.


"Loe gak tau sih, kalo seorang istri udah marah bisa kacau hidup loe!" ujar rayyan.


"contohnya gue" sambung nya.


"Masih mending navy diemin loe tapi dia mau nyiapin kebutuhan loe, bawain bekal buat loe" ujar rayyan.


"Kalo bini gue, beuh! kagak bakalan kayak gitu. Rumah dah berantakan, riri gak keurus. Bikin gue tambah pusing, makanya gue sebisa mungkin gak mau berantem sama bini. Ancur hidup gue! " curhat rayyan.


" Tuh dengerin pak tua ngomong" ledek feri


"Terus gue harus gimana yan?! ujar davi memelas.


" Ya minta maaflah, ucapin terima kasih juga ke navy kalo selama ini dia udah mengurus hidup loe.Emang ngurus anak, ngurus loe sama beberes rumah gak capek,belum lagi dia kerja. Bawa kek bunga atau apa kek biar romantis " ucap rayyan.


"Wah!, navy wonder women juga ya! seru feri." Salut gue sama emak-emak mampu mengurus semuanya " ujar feri kembali.


" Kalo navy bini gue, pasti gue sayang sampe mati. Dia kan lucu juga bisa bikin gue happy terus" ucap feri sambil tersenyum mengingat navysah.


Davi yang mendengar ocehan feri langsung mengepalkan tangannya, berani beraninya dia suka sama navysah."kamu bosan hidup?!" ancam davi menatap tajam.


"Bercanda bro, gitu aja sewot" ujar feri memelas.

__ADS_1


__ADS_2