Cinta Navysah

Cinta Navysah
Bertamu ke rumah Shafiq


__ADS_3

Di rumah Shafiq,


"Tok.. Tok.. Tok.., Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


"Kalian sudah datang, masuklah?" ujar Shafiq,


" Iya, kami datang.Terima kasih Shafiq" balas Navysah memasuki rumah.


" Hai, Raffa. Masih inget sama om dokter gak?" tanya Shafiq.


"Iya, dokter temennya mama kan?" ujar Raffa.


"Betul, Nanti Raffa bisa main sama anak om dokter namanya Kinanti" ucap nya.


" Bi, tolong bikin teh dan panggilkan Kinan dan Ibu" perintah Shafiq pada asisten rumah tangganya.


"Baik pak" balasnya


Kinan datang ke ruang tamu dengan membawa boneka di tangan kanannya dan di sebelah kiri Nenek sekaligus ibu baginya, Seorang wanita paruh baya dengan raut wajah yang masih terlihat cantik.


"Bu, ini Navysah. Temenku yang pernah aku ceritakan,dan ini Raffa anaknya" Shafiq memperkenalkan Navysah pada ibunya.


Navysah mencium tangan ibu Shafiq sebagai tanda penghormatan pada orang yang lebih tua." Saya Navysah bu, ini anak saya Raffa" ucap Navysah. Raffa pun mencium tangan ibu Shafiq juga.


"Saya Erni, ibunya Shafiq.Silahkan duduk Nak" jawab bu Erni, " Anakmu sangat tampan" bu Erni mengelus rambut Raffa.


"Terima kasih bu" Navysah tersenyum,


"Hai cantik, siapa namamu?" tanya Navysah pada perempuan kecil.


"Kinan" ucapnya dengan malu-malu.


"Ayo sini sama tante, nanti kita main sama Raffa, Nanti kalian bisa sekolah bareng" Navysah memegang tangan Kinan menyuruhnya duduk disisi kiri Navysah, sedangkan Raffa di sisi kanan.


Kinan melihat Raffa dengan intens, dirinya malu-malu punya teman baru.


"Kamu mau main sama aku?" Tanya Raffa, Aku punya banyak mainan disini" Raffa menunjuk tas gendong kecil miliknya.

__ADS_1


Raffa membuka tas dan memberikan beberapa mainan pada Kinan. Mereka bermain mobil-mobilan dan boneka milik Kinan. Awalnya Kinan diam, namun dengan Raffa yang cerewet dirinya mau bermain dan bicara.


"Alhamdulillah, Kinan punya temen lagi. Terima kasih Navy sudah main kesini" ucap bu Erni sembari melihat cucunya tersenyum.


"Iya bu sama-sama, saya kesini juga karena pekerjaan. Shafiq pesan baju couplean buat pesta" ucap Navysah, "Ini desainnya, kalau tidak cocok bisa saya ganti" ucap Navysah.


"Coba ibu lihat dulu" bu Erni melihat beberapa desain Navy sembari bercanda dan bercerita.


Shafiq melihat ibu dan anaknya tersenyum, merasa bahagia.


"Kamu pintar ya Nav, bisa buka usaha sendiri" ujar bu Erni sembari melihat desain Navysah. " Alhamdulillah bu, usaha kecil-kecilan" ujar Navysah tersenyum.


"Ya sudah ibu manut saja mana yang terbaik. Ibu tinggal ke dapur dulu ya" ujarnya.


Shafiq mengobrol dengan Navysah sesekali dirinya tertawa." Shaf, rumah kamu nyaman juga.Aku lihat didepan juga banyak tanaman jadi terlihat asri rumah nya" ucap Navysah.


"Iya, ibu suka bertanam. Dia orang nya rajin, gak kayak aku!" balas Shafiq dengan malu.


"Benarkah!, Wah nanti aku mau minta sama ibumu beberapa tanaman, Aku juga suka bertanam. Apalagi almarhum suamiku, di lantai tiga atap rumah penuh dengan tanaman dia" ucap Navysah.


"Boleh, nanti aku bilang dulu sama ibuku ya" ucap Shafiq.


Navy mengangguk, "Kamu tahu, Selama pandemi ini musim tanaman yang harganya fantastis.Tapi aku mau beli sayang banget, uangnya bisa ku tabung atau buat investasi" ucap Navysah.


Shafiq mengenyitkan dahinya"Bukanya rumahmu sudah ada, yang kamu tempati saat ini? " tanya Shafiq.


" Itu punya mas Davi, Kalau aku belum punya rumah di Jakarta" Navysah keceplosan dan menggaruk kepala yang tidak gatal. " Maksudku, Aku pengin punya rumah lagi buat Investasi" ucap Navysah lagi.


"Oh, kalau gitu nanti aku kenalkan sama temenku.Dia agen jual beli rumah,Itu rumah deret kelima dari sini juga dijual" ujar Shafiq, "Kalau kalian punya rumah disini, kita bisa jadi tetangga. Raffa dan Kinan bisa bermain bersama" sambungnya lagi.


"Boleh juga beli disini, Mas Davi pasti gak akan keberatan. Rumah disini gak terlalu jauh dari rumah kita" ujar Navysah.


"Betul,kalau investasi tanah atau rumah kalian gak akan rugi Nav, nilai jual nya naik terus. Toh kalau kalian gak mau nempatin,rumah itu bisa disewakan" ujar Shafiq, "Akses disini mudah kok, deket dengan tol dan jalan raya. Anti banjir lagi" imbuhnya lagi.


"Berapa milyar" tanya Navysah.


"Lima" jawab Shafiq.


Navysah menepuk kepala nya,"Kalau segitu aku harus menguras tabunganku" seloroh Navysah dan mereka tertawa.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, Davian kan kaya baginya kecil mengeluarkan uang segitu" ucap Shafiq.


"Aamiin" Navysah tersenyum kikuk," Oh iya Shaf, baju orderan mu tidak bisa cepat dikerjakan ya. Soalnya tukang payetku baru saja sakit. Aku tidak bisa sembarangan ngasih kerjaan pada orang lain yang ada nanti rusak bajunya" ucap Navysah lagi.


"Kamu tenang aja, gak usah keburu - buru" balas Shafiq.


"Minggu depan, kamu datang ya ke acara pembukaan restoran Mas Davian, aku share loc tempat nya. Jangan lupa datang sama Kinan dan Ibu" pinta Navysah.


"Asyik, makan gratis ini" Shafiq terkekeh.


Davian buka restoran baru, terus gimana kerjaannya?" tanya Shafiq.


"Dia join sama temen, jadi dia masih tetap kerja di kantor nya kalo kerjaan lainnya masih jalan juga kok.Terkadang aku khawatir dengan kesehatanya, dia sangat sibuk dan pulang malam" ucap Navysah.


"Doakan saja suamimu selalu sehat" ucap Shafiq. "Iya" jawab Navysah.


Di sisi lain, Raffa cemberut menghampiri Navysah. "Kenapa Raff?" Navysah mengerti kenapa anaknya cemberut.


"Kinan ngeselin mah, mobil-mobilan Raffa dibanting!, masa Raffa disuruh main boneka, kan Raffa cowo" Raffa mengadu pada Ibunya dan memeluknya.


"Kinan, bener Nak kamu banting mobil-mobilan Raffa?" tanya Shafiq.


"Habis Raffa gak mau main boneka yah, dia maunya main mobil-mobilan" Kinan menundukkan kepalanya.


"Tapi kamu jangan membanting mainan Raffa dong sayang, kamu kan bisa main boneka sendiri" ujar Shafiq pada anaknya dan Kinan mulai menangis.


" Gak papa sayang nanti beli mainan lagi, kan bisa main bareng- bareng gantian mainanya." Navysah memeluk Raffa. "Sini Kinan, kemari sama tante" Navysah memeluk Kinan juga.


"Nanti om ganti mainanya dengan yang baru ya?" ucap Shafiq mengelus rambut Raffa.Dan Raffa pun mengangguk.


Mereka berbincang-bincang hingga masuk waktunya makan siang.Mereka makan bersama, sesekali bercerita canda dan tawa.


"Kinan, kenapa kamu makannya sedikit Nak?" tanya Navysah.


Kinan masih membisu, bu Erni tahu Kinan harus disuapi kalau dia makan. "Ayo ibu suapin sini?" ujar bu Erni sembari menyuapi Kinan.


Raffa melirik Kinan yang disuapin Neneknya, " Kinan manja dan cengeng!, Raffa bisa makan sendiri nih" Raffa menyuapi dirinya sendiri walaupun belepotan.


Kinan kesal dengan Raffa, "Raffa nyebelin!" ketus Kinan cemberut.

__ADS_1


Mereka semua tertawa dengan tingkah polos anak - anak." Raffa, kapan-kapan kesini lagi ya main sama Kinan" ucap Shafiq. "Iya om" ujar Raffa mengangguk.


Setelah selesai dengan pekerjaanya Navysah pamit pulang, "Kinan, kapan-kapan main lagi ya sama Raffa" ucap Navysah memeluk Kinan. Kinan merasa nyaman berada di dekat Navysah. Dia mengangguk tanda setuju.


__ADS_2