Cinta Navysah

Cinta Navysah
Pergi ke pasar


__ADS_3

Dua minggu kemudian,


Di perumahan "Rafflesia Garden"


Davian memarkirkan mobil di depan rumah Navysah.


Assalamualaikum


Walaikumm salam


"Ayah datang!!" teriak Raffa berlari dan memeluk davian.


Davian mengendong Raffa"Iya sayang ayah datang" ujar nya.Davian melihat anaknya diam dan cemberut.


"Tumben,kok anak ayah cemberut! kenapa raf?" tanya davi sembari menciumi anaknya.


"Mama nakal yah !!, raffa kan ingin bertemu ayah tapi kata mama ayah sibuk!! " ucap Raffa mengadu. "Raffa juga pengen maen ke rumah A icat ichi tp mama gak mau anterin!" ngadu Raffa dengan polos nya. ( Richard dan richi anak maya ya gaes)


"Duh pagi-pagi sudah ada yang mengadu ke ayah nya" ujar navy yang turun dari lantai dua dan duduk di kursi.


"Kamu kenapa gak ngijinin Raffa main ke richi" tanya davian sembari duduk di kursi.


"Maya nya sibuk nyiapin orderan kita kan ntar malam acara syukuran pernikahan kita, otomatis Rico juga bantuin kesana kemari" ujar navy, "Richard richi aja pasti dititipin ke tetangga nya, masa aku mau nitipin raffa juga!" imbuh navy.


"Ya sudah nanti Raffa main sama ayah saja, kan ayah nginep disini" bujuk davi


"Beneran yah" ujar raffa bersemangat


"Iya" balas davi.


"Mau kopi gak mas" tanya navy


"Gak usah, tadi aku sudah minum dirumah" ujar davi.


"Eh, ada pak davi. Baru keliatan pak? " sapa karyawan navy.


"Iya soalnya saya kerja, jadi weekend baru bisa kesini" balas davi datar


Davian menatap mata navy yang sayu, lingkaran hitam di kelopak matanya."Apa dia kurang tidur dan kecapean" gumam davian dalam hati.


Navy beranjak dari tempat duduk nya. "Aku mau ke pasar dulu mau beli buah,aku nitip raffa ya" pintaku


"Aku antar kamu ke supermarket ya" pinta davi


"Aku mau ke pasar bukan ke supermarket" ujar navy ke dalam kamar


***


Davian yang mengantar navy merasa kesal,bukan nya ke supermarket navy malah kekeh minta dianterin ke pasar. Mau tidak mau davian mengikuti perintah nya.

__ADS_1


"Yakin, gak mau turun ?!" tanya navy sembari membuka pintu mobil.


"Raffa mau ikut mah" pinta raffa


"Yaudah, gendong ayah sana.mama gak kuat gendong Raffa, berat!" ujar navy menyeringai.


"Ah, akhirnya aku bisa mengerjai davian kali ini" gumam navi dalam hati.


Davian masih terdiam dan duduk di kursi setir nya menarik rambut nya dengan frustrasi, dia bingung mau ikut navy ke dalam pasar atau menunggu di mobil. Seorang davian tidak pernah masuk ke pasar tradisional. Baginya pasar tradisional kotor, jorok dan banyak kuman.


Davian memakai masker dan mengendong Raffa mengikuti langkah Navysah. Membawakan beberapa bungkus buah buahan dan sayur.


"Mas, kamu mau sayur dan buah buat stok di apartemen gak?!" tanya navy


"Gak" ucap nya ketus


"Senang sekali rasanya bikin davian kesal,walaupun dia memakai masker tetap saja penampilan nya berbeda dengan yang lain" ujar navy dalam hati.


Navy berjalan dari satu pedagang ke pedagang lainnya, banyak pedagang yang melihat ke arah davi dan navy. Bagi mereka, baru kali ini ada pembeli di pasar yang memakai pakaian casual dibalut jas rapi.


"Suaminya ya mba!?" tanya pedagang buah


"Iya pak" balasku


"Mas, kalo ke pasar jangan terlalu rapi sayang sama baju nya dan nanti banyak yang naksir lho mas " ujar pedagang buah sambil tersenyum.


"Nav, udah belum sih, kok lama!?" ketusnya. Tanganku cuma dua, berat ini apalagi gendong raffa" gerutu davi sambil menunjukkan bungkusan ke arah Navysah.


Navysah tidak menjawab omelan davi, dia malah memanggil seorang pria paruh baya. "Pak, tolong bawain ini ke area parkir, mobil fort**er warna hitam. Nanti bapak kesini lagi ya, aku mau ke area buah itu" perintah navy memberikan beberapa bungkusan plastik dan menunjuk tempat dia akan belanja lagi.


"Baik neng!" Jawab pria itu, sembari menerima bungkusan.


"Kok kamu ngasih semua barang kita ke dia, nanti kalo hilang dan dia kabur gimana?!" selidik davian.


"Nggak bakalan ilang, kamu tenang saja" balas navy


Navy melihat seorang kakek tua yang menjual buah mangga, dan tiga orang emak emak rempong.


Navysah memilih milih mangga nya, sembari mendengar ocehan ibu ibu itu.


"Boleh ya pak diskon kan mangga nya bentar lagi habis" ucap ibu pertama,


"Iya mangga nya juga jelek, kasih kita sepuluh ribu perkilo ya" ujar ibu ke dua.


"Beneran bu ini harganya udah murah, kalo dijual sepuluh ribu saya enggak balik modal ?!" ujar kakek tua penjual mangga.


"Gini aja deh bu kalo mau ambil semua ada delapan kilo ini, harganya tiga belas ribu aja saya cuma ambil seribu perkilo" ujar kakek tua memelas.


"Ah, enggak ah. Itu masih mahal!! Kalo gak mau harga sepuluh ribu ya sudah kita cari yang lain aja. Ketus ibu ketiga sembari beranjak pergi.

__ADS_1


" Tolong bungkus mangga nya pak, saya beli semuanya " ujar navy datar


Disisi lain ketiga ibu ibu itu merasa kesal dengan navy, menatap tajam dan berlalu pergi.


" Harganya tiga belas ribu saja neng perkilo nya ?! " ujar kakek tua. "jadi delapan dikali tiga belas ribu total nya seratus empat ribu" imbuh kakek tua


Navy mengeluarkan dua ratus ribu untuk membayar buah mangga nya.


"Ini uangnya gak usah kembali" ujar navy datar


"Ya allah, banyak pisan ini neng.ini beneran buat saya!? Ucap kakek tua merasa tidak percaya.Makasih banget ya neng semoga eneng sekeluarga sehat dan bahagia selalu, kakek doain biar cepet nikah punya anak" ujar kakek tua.


Davian memicingkan matanya dan berfikir"Memangnya navy terlihat belum menikah dan belum punya anak" ucap nya dalam hati sembari melihat penampilan navy dari atas ke bawah.


" Apa aku terlihat seperti om atau kakak nya navy" ujar davi dalam hati


"Aamiin" navy mengamini, dan membuyarkan lamunan davian.


"Pak, tolong bawakan lagi barang ini ya ke mobil" perintah navy


"Baik neng" ucap lelaki tua.


Setelah sampai parkiran navysah membayar uang jasa angkut ke pria tua,uang seratus ribu.


"Neng, ada uang kecil tidak. Bapak enggak punya receh, ini baru penglaris bantuin si eneng" ujar pak tua.


"Ambil saja pak gak usah kembali" ujar navy


"Alhamdulillah ya allah, makasih ya neng moga moga barokah hidupnya.alhamdulilaah bisa bawa anak bapak ke dokter" ujarnya berkaca kaca.


Emang anak bapak sakit apa" Belum tahu neng kemarin mah panas dingin lalu muntah sudah tiga hari, bapak mau bawa ke klinik belum ada uang nya.Keadaan lagi kayak gini sepi banget neng,bisa makan saja sudah alhamdulillah " ujar pria tua itu menahan air matanya.


Navysah membuka dompet nya namun kosong, navy berjalan ke arah kursi kemudi dan meminta uang ke davian" Mas, pinjam uangmu dua ratus ribu "pinta navy menadahkan tangan.


Davian membuka dompet nya dan memberikan uang nya ke navy,


" makasih, entar dirumah aku ganti".balas navy tersenyum.


Davian melirik dari spion nya, navy memberikan uang itu kepada pak tua.


"Ini buat berobat anak bapak, semoga cepet sembuh" ucap navy menyodorkan uang.


"Ya allah makasih banyak neng, alhamdulillah semoga sehat terus ya neng" ucap pak tua menangis dan berjalan ke arah davian.


"Makasih ya pak, adik bapak baik banget sama saya, saya dikasih uang lagi" ujar nya lagi dan beranjak pergi.


Di dalam mobil navy tertawa terpingkal pingkal mendengar ucapan terakhir pria tua itu, hingga air matanya menetes di sudut matanya, " Hahahaha, aku dikira adik kamu mas" ujar navy tertawa.


Davian yang sedari tadi menggerutu, menatap tajam ke arah navy karena menertawakanya, namun sesaat dia tersenyum "Baru kali ini aku liat kamu tertawa lepas bersama ku Nav" gumam davian dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2