
Davian dan Navysah sudah berada di Bandung. Mereka membawa Raffa dan mbak Siti. Teman-teman Kamil sudah berada di hotel. Kamil menyelenggarakan pernikahan di hotel Bandung, dekat rumah orang tua Jasmine.
Navysah, Imelda, Ifa kali ini diminta untuk menjadi bridesmaid.
Sedangkan, Davian, Rayyan, Shafiq dan Feri menjaga groomsmen. Mereka menggunakan baju warna senada namun dengan model yang berbeda. Dirinya berhias di depan cermin " Kayaknya cuma aku bridesmaids dengan perut hamil seperti ini, aku terlihat gembul " ucap Navysah.
Davian menghampiri istrinya, "Biarpun kamu gembul tapi aku cinta, cup, cup " dirinya mencium pipi istrinya.
"Stop..!! "perintah Navysah." Jangan cium aku terus, aku sudah pakai make up nanti luntur " gerutunya.
" Oke! " Davian keluar menuju kamar sebelah. Dia ingin melihat anaknya sudah rapi apa belum. Raffa keluar bersama mbak Siti.
" Wah..!, tampan banget anak Ayah" ucapnya. Raffa terlihat memakai setelan tuxedo seperti dirinya.
"Iya dong tampan, kan Raffa anak ayah" balasnya.
Navysah terlihat cantik dengan balutan gaun warna silver dengan Hijab warna senada. Mereka bergegas menuju ballroom hotel. Sebelumnya mereka di cek suhu tubuh dan mengikuti protokol kesehatan. " Kalau kayak gini aku merasa di scan barcode kayak di alfamimi, hihihi" ucapnya dengan tertawa. Dan tamu mulai berdatangan.
Mereka berfoto dengan pengantin "Jasmine, kamu cantik banget" ucap Navysah.
"Iya dong, kan gaunnya sponsor dari mbak Navysah gratis lagi, hahaha" lirihnya."Makasih ya mbak"
"Iya"
Mereka melakukan ijab qobul dan tradisi pernikahan adat sunda dengan lancar.
Dan Mereka menikmati acara sembari mendengarkan musik, kali ini Navysah tidak membuat ulah ataupun menyanyi. Bisa menghadiri acara pernikahan Kamil saja dia sudah bersyukur, tubuhnya semakin berat dan enggap.
Sore hari acara telah selesai, mereka kembali ke hotel. Mereka melihat Imelda dan Feri yang sedang beradu mulut di luar kamar hotel.Davian melirik kakaknya" Ada apa lagi kalian ini, sudah tua berantem mulu! "ucapnya.
__ADS_1
Imelda melirik adiknya dengan tajam," "Gak usah ikut campur! sana bawa istrimu masuk kamar" ketusnya.
Navysah sempat melirik Feri "Paling masalah wanita".Navysah mengingat sejak tadi Feri selalu dikerumuni banyak perempuan cantik,dia pun melihat Feri cium kanan kiri dengan banyak wanita.
"Makanya sekali-kali mas Feri dicip*k otaknya mba, bukan bibirnya saja.Biar gak koslet, jual di rumah makan padang atau ganti dengan otak sapi Moooow" Navysah menirukan suara sapi dan terkekeh
"Somplak loe!, masa otakku disamakan dengan otak sapi!" serunya.
"Lanjut.. lanjut.. lanjut.. Seneng aku kalo lihat ginian, rame kayak nonton sepak bola kampung, Hihihi " seru Navysah sembari bertepuk tangan.
Feri kesal dengan ucapan Navysah. "Ya ampun! , Davian bawa istrimu si kompor meleduk ini ke kamar. Bikin tambah riweh aja ada dia".
Davian membawa istrinya kedalam kamar, dirinya cemberut. "Kamu sukanya bikin rusuh sih, kasian Feri. Tau sendiri Imelda udah kayak singa kalau marah"
"Hahahaha, mas tenang aja paling satu jam udah rukun lagi mereka. Aku jamin deh, mba Imel bakalan luluh sama casanova insyaf itu. Feri itu handal dalam merayu perempuan"
"Aku nggak macem - macem, cuma satu macem" Dirinya mencium istrinya dengan rakus.
"Stop!, kenapa kamu yang minta jatah preman. Yang nikah itu Kamil dan Jasmine bukan kita" ketus Navysah.
"Ya, aku juga pengen jatah premanlah. Masa Kamil doang, apa lagi di Bandung dingin-dingin empuk pumpung Raffa masih tidur di kamar sebelah, Kamu itu candu bagiku dan aku selalu merindukanmu" ucapnya cengengesan sembari menarik tangan istrinya ke ranjang dan mereka melakukan olahraga sore hari hingga beberapa kali.
Disisi lain, Imelda merasa kesal karena Feri selalu ramah dengan banyak perempuan, dan banyak dari mereka mantan pacarnya atau sekedar kencan semalam. Dirinya masuk ke kamar hotel dan menutup pintunya, Feri bergegas mengikutinya. " Yaudah aku minta maaf, aku tidak tahu mereka kesini. Kan yang undang Kamil bukan aku" ucapnya. "Aku hanya bercanda dengan mereka, kamu jangan cemburu"
"Tapi kamu juga pecicilan dan tadi Kamil bilang mereka itu mantanmu dan cewek kencanmu!" ketus Imelda.
"Kan itu dulu, sekarang kan udah nggak. Cuma kamu satu - satunya milikku sayang, apalagi kamu secantik ini mana mungkin aku selingkuh " dirinya merayu Imelda sembari mencium bibirnya.
"Ini bibir nyosor - nyosor mulu!," dirinya meremas bibir Feri. " Awww.. Sakit sayang" Feri pura-pura kesakitan.
__ADS_1
Imelda langsung menatap wajah pacarnya, "Beneran sakit! , mana yang sakit" ucapnya panik.
Dan Feri langsung memeluknya dengan senyuman menyeringai. "Lebih baik aku pura-pura sakit daripada mendengar Imelda mengomel bikin aku sakit kepala" ucapnya dalam hati.
***
Malam hari,
Di kamar pengantin. Kamil keluar dengan memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya dan telanjang dada. Jasmine merasa malu dengan adanya Kamil yang satu kamar dengannya. Dirinya melihat suaminya dari cermin dan merasa salah tingkah.
"Kenapa kamu risau begitu, gugup dan sok pendiam. Biasanya saja kamu selalu cerewet, merayuku dan berbuat agresif"ucap Kamil dengan tersenyum.
Jasmine tertawa " Aku tidak tahu, aku hanya deg-degan. Aku memang selalu menggodamu sebelum kita menikah, karena aku yakin kau tidak akan menerjangku sebelum menikah. Tapi, saat ini aku merasa malu melihat dirimu telanjang dada seperti itu" ucapnya sembari menundukkan wajahnya.
"Kau mandilah, habis itu kita sholat dulu" perintahnya.
"Oke" balasnya dengan cepat, karena gugup jasmine sempat tersandung hingga dirinya jatuh. Kamil menghampirinya dan mengangkatnya ke toilet. "Hati-hati, jangan pecicilan. Kalau kamu takut dan belum siap, aku tidak akan meminta hakku sekarang" ujarnya.
"Aku mau!" ucapnya dengan cepat . "Aku akan memberi semuanya padamu A" ucapnya malu.
Kamil tertawa melihat istrinya " Istriku pura-pura malu tapi liar!" dirinya menggelengkan kepala dan keluar dari kamar mandi.
Jasmine tertawa mendengar ucapan suaminya" Entah mengapa aku selalu tergila - gila dengannya, pria yang mempunyai prinsip dan sangat baik" ucapnya dalam hati.
Setelah sholat mereka melakukan hal yang semestinya dilakukan oleh pengantin baru.
Keesokan harinya,
Mereka pulang ke Jakarta. Navysah ingin sekali berkunjung ke tempat liburan pumpung di Bandung namun Davian menolak, dia tidak ingin istrinya kelelahan apalagi sejak kemarin mereka membantu Kamil menjamu para tamu dan kolega. Dan Navysah pun menurut, semua demi dirinya dan calon anak-anaknya. Mereka hanya mampir ke pusat oleh - oleh makanan dan membeli beberapa kaos Bandung.
__ADS_1