
Di kamar hotel,
Mereka duduk bersandar di ranjang,bercerita tentang masa lalu.
"Navysah, tolong ceritakan tentang sosok Raihan. Ini pertama dan terakhir aku mendengar nama Raihan, setelah ini jangan pernah mengingat-ingat dirinya dan aku tidak ingin mendengar nama Raihan lagi. Hari ini kita saling terbuka, jangan ada yang disembunyikan.Aku tidak suka dibohongi. Kamu mengerti kan apa yang aku ucapkan?" tegas Davian.
Navysah mengangguk dan memulai bercerita tentang almarhum Raihan.Raihan yang mempunyai saudara kembar bernama Rasya, walaupun mereka kembar namun berbeda karakter.Raihan yang pendiam, sabar,selalu berusaha keras untuk membahagiakan keluarga nya,tidak neko - neko, dan taat pada agamanya. Sedangkan Rasya lebih urakan, perokok berat, dulu suka mabuk dan kurang bertanggung jawab. Hingga suatu saat Rasya gagal ginjal dan disaat terakhir Raihan kecelakaan dia ingin mendonorkan ginjal nya untuk adik kandung nya. Terlalu banyak pengorbanan Raihan untuk adiknya hingga Rasya merasa bersalah dan bertaubat menjadi pribadi yang lebih baik setelah kematian kakaknya.
Bagi Navysah, sosok Raihan penuh dengan kasih sayang luar biasa yang tidak pernah dia dapatkan dari ayah kandung nya sendiri.
__ADS_1
Davian mengerti istrinya masih mencintai almarhum suaminya. Ada sedikit rasa cemburu, namun dia berusaha untuk menutupi nya.
"Apa ada lagi yang ingin kau katakan?!" tanya Davian lagi.
"Jujur mas, salah satu kenapa aku tidak ingin menikah lagi karena aku tidak ingin punya mertua. Dulu, ibu dari mas Raihan begitu menyebalkan.Apapun masalah nya dia selalu menganggap aku musuh baginya, Aku selalu menganggap dia ibuku tapi dia tidak pernah sayang padaku, dia merasa aku merebut mas Raihan darinya.Setelah aku menikah dengan mas Raihan hampir lima tahun belum dikaruniai anak, dia selalu menyalahkan aku. Menganggap aku mandul, tidak berguna. Sakit rasanya kalo mengingat itu tapi mas Raihan tahu dan selalu menguatkan aku harus bersabar. Dia selalu minta maaf atas nama ibunya. Dulu kami pernah cek laboratorium dan ke spesialis kandungan, kau tahu apa yang terjadi?! Ternyata mas Raihanlah yang bermasalah, dia Oligospermia( suatu kondisi ketika ****** dalam air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi berjumlah sedikit).
Sedangkan aku sehat tidak ada masalah. Tapi aku selalu berkata pada orang yang bertanya kenapa belum hamil saat itu. Aku selalu berkata, mungkin dari diriku, aku selalu menutupi kekurangan suamiku.Dan Allah belum memberikan kita rejeki punya anak. Aku selalu berfikiran positif, Mereka tidak tahu seberapa besar kita berjuang untuk hamil. Dan setelah beberapa bulan, Alhamdulillah Raffa hadir dalam hidup kami. Namun masih ada saja masalah,Raffa seperti cucu yang tidak diakui. Baginya hanya Ayya anak dari Rasya adik dari mas Raihan.Kau tahu, Raffa tidak pernah diberi hadiah apapun dari ibu mas Raihan itu,tapi aku tidak masalah. Aku hanya ingin Raffa disayang walaupun hanya sedikit.Namun, Dia telepon mas Raihan hanya butuh uang.Ketika Rasya sakit di rumah sakit kami yang membiayai dan menjaganya bergantian.Ketika ibu sakit, aku pun juga yang berjaga untuk nya, menyuapinya,memandikanya, namun apa balasannya. Aku menganggap keluarga tapi tidak dengannya.Riska, istri dari Rasya pun terkadang ikut dimusuhi olehnya. Terkadang dia curhat padaku, dan merasa kesal kenapa ibu selalu memarahinya tanpa alasan yang jelas. Dan sampai sekarang mas Raihan meninggal dia masih menginginkan warisan padahal aku sudah membaginya, aku pun bekerja keras untuk keluarga. Bukan hanya mas Raihan saja yang kerja" ujar Navysah sembari menangis.
Davian yang mendengar ucapan Navysah merasa sedikit kesal dan geram, ternyata selama ini Navysah menderita dan penuh tekanan dari mantan mertua nya."Kenapa orang sebaik dan selembut Navysah masih ada saja yang jahat padanya", gumam Davian dalam hati.
__ADS_1
"Ibuku memang orang yang tidak boleh dibantah, tapi dia orang yang tulus dan baik. Saat aku memperkenalkan dirimu dia langsung setuju. Berbeda saat dulu aku menjalin hubungan dengan Natasya dia kurang merespon" ucap Davian.
"Kenapa ibumu langsung setuju dengan ku, padahal aku sudah punya anak?" tanya Navysah penasaran.
"Entahlah, mungkin itu feeling seorang ibu atau karena ingin cepat-cepat aku menikah" ujar Davian.
"Navysah, apa kau menyesal menikah denganku?" tanya Davian menyelidik.
Navysah menatap wajah Davian dengan intens,"Awalnya aku takut menikah dengan mu, karena aku tahu diri aku ini bukan siapa- siapa,kita beda kasta. Aku tidak percaya diri berada di sisimu. Terkadang aku merasa sesak nafas,gugup jika bertemu dengan banyak teman penting mu itu.Apalagi kalo baca komen netizen yang super pedes. Seolah tidak rela idola nya menikah dengan seorang janda. Namun, terlepas dari semua itu aku tidak pernah menyesal menikah denganmu" ucap Navysah dengan yakin.
__ADS_1
Davian tersenyum mendengar jawaban Navysah "Tetaplah di sisiku, aku akan menjaga dan membahagiakanmu. Jangan dengarkan orang lain"
"Sekarang gantian kamu yang cerita tentang semuanya? " pinta Navysah.