Cinta Navysah

Cinta Navysah
Keadaan Davian sekarang


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, ternyata sudah dua bulan Navysah meninggalkan rumah. Dirinya merasa betah berada di villa Ifa. Raffa pun setiap hari bermain dengan Kinan dan Bu Erni. Sejak Navysah di villa bu Erni ikut menemaninya.Shafiq dan Ifa berkunjung setiap weekend. Shafiq di skorsing satu bulan dari rumah sakit, dirinya diwajibkan untuk terapi ke psikiater dan Ifa selalu menemaninya. Terkadang Shafiq pergi ke villa tanpa Ifa, sejak diskorsing waktunya lebih banyak. Dia bisa bermain bersama Raffa dan Kinan. Apapun keinginan Navysah dia yang bersusah payah mencarikan, Shafiq tahu hidup di villa jauh dari keramaian jika ingin membeli sesuatu harus ke kota dan jauh.Navysah selalu meminta tiga varian rasa susu yang berbeda setiap harinya.Jika hanya satu macam atau dua dia tidak mau, perutnya merasa mual. Shafiq harus mencarinya ke pusat kota.


"Maaf Shafiq, aku merepotkanmu" Navysah menundukkan kepala merasa malu.


"Nggak papa, yang penting anakmu sehat. Ini tiga varian susu kesukaanmu, aku sengaja membeli banyak untuk stok. Dan ini vitaminnya, kata Ifa kau harus meminumnya" Shafiq menyodorkan ke arah Navysah.


"Terima kasih" balasnya.


Bu Erni mengelus perut Navysah, " Sudah empat bulan, perutnya mulai membesar Nak. Apa kau tidak ingin pulang kerumah, kasihan suamimu pasti dia frustrasi mencarimu dan Raffa. Dan anak ini pasti kangen dengan Ayahnya. Ingat!, Davian masih suamimu"


Navysah terlihat sendu, Apa yang diucapkan bu Erni memang benar. Dirinya sudah cukup lama meninggalkan Davian. Navysah menghembuskan nafas kasarnya.Sejak kedatangan bu Riyanti ke villa, Navysah mulai bimbang. Pengacaranya memberikan suara rekaman Davian saat di kantor dan menurutnya ini sebuah kesalahan pahaman. Navysah tidak bisa menggugat cerai suaminya dan bu Riyanti secara tegas mengundurkan diri sebagai pengacaranya.


" Nanti bu jika aku sudah siap, aku akan menghubungi Davian. Aku masih betah disini, perasaanku tenang dan damai " ucapnya.


"Terserah kamu Nak, ibu akan menemanimu disini. Ibu juga suka tempat ini"ucapnya.


Shafiq menyodorkan susu kepada Navysah" Minumlah, ini rasa coklat"

__ADS_1


Navysah tersenyum bahagia "Makasih Shafiq, sejak kau disini aku bahagia. Hehehe" Navysah terkekeh.


"Iya, kau bahagia karena aku selalu membuatkan susu untukmu dan memenuhi semua keinginanmu!" cebiknya.


Navysah terkekeh dengan ucapan Shafiq. "Yang ikhlas bantuin bumil. Jika kau menikah dengan Ifa, akan aku buatkan gaun dan jas yang bagus,gratis tidak dipungut biaya"


Shafiq mulai murung "Aku tidak tahu apa keluarga Ifa akan menerimaku atau tidak. Aku tidak menyangka Ifa anak orang kaya, dari dulu aku hanya melihat penampilannya biasa saja. Aku jadi minder untuk menikahinya, aku takut ditolak keluarganya" ucapnya sendu.


"Kata siapa kamu akan ditolak, kamu tidak usah minder karena aku mencintaimu dan keluargaku pasti setuju" Ifa berjalan menghampiri Shafiq. Mereka semua terkejut Ifa datang ke villa secara mendadak.


"Kok kamu datang, ini kan belum weekend" ucap Shafiq. "Iya, soalnya aku kangen kamu" jawab Ifa sembari bergelayut manja di lengan Shafiq.


" Eh tunggu!, ada kabar untukmu Navysah"ucap Ifa. Navysah membalikkan badan dan duduk kembali. "Kabar apa?" tanyanya.


"Tadi aku ke rumah sakit, aku melihat Davian sakit dan Aku menjenguknya sebentar. Dia terlihat kurus, lusuh,tidak terawat dan berantakan.Aku bertanya pada asistennya katanya asam lambung Davian kambuh lagi, dia jarang makan. Selama kamu pergi dia menjadi seorang pemabuk.Aku jadi kasihan melihatnya. Mana sekarang rambutnya gondrong, kumis dan jambangnya tidak diukur, wajahnya lebam katanya dipukul Bima dan Rico. Aku juga mendengar dari asistennya, bisnis properti sekarang dipegang Imelda dan Feri. Davian sudah tidak peduli dengan semuanya, bisnisnya kacau semenjak kepergianmu. Yang ada di pikirannya hanya mencari kamu dan Raffa "ucapnya


"Oh iya, tadi aku merasa diikuti oleh beberapa mobil. Aku rasa dia suruhan Davian atau kakaknya. Untung aku jago balap, aku bisa menghindarinya. Tapi belum tentu aku bisa kembali lagi kesini, aku rasa mereka sudah membuntutiku sejak lama. Aku akan jarang kemari nantinya "

__ADS_1


Navysah sedih mendengar penuturan Ifa, dirinya tidak menyangka Davian akan sefrustasi itu ditinggal olehnya." Aku pergi ke kamar dulu" Navysah bangkit dan menuju kamarnya,dirinya berbaring di ranjang menatap langit - langit ruangannya, pikiranya entah kemana mengingat apa yang diucapkan Ifa. "Benarkah keadaanmu seperti itu mas setelah kepergianku?!", Maafkan aku mas" lirihnya sembari menangis.


***


Di rumah sakit,


Sudah tiga hari Davian dirawat, hanya Kamil dan asisten rumah tangga yang menjaganya secara bergantian. Imelda dan Feri menjalankan bisnis Davian yang sempat terbengkalai, sejak Davian merengek meminta bantuan kakaknya untuk mencari keberadaan istrinya, sejak saat itu pula Imelda resign dari perusahaan. Imelda sudah berjanji akan membantu membawa Navysah pulang. Dirinya akan melakukan apa saja untuk membuat adiknya bahagia.Namun,usahanya kali ini masih belum ada hasil, Ifa cukup cerdik mengelabui orang suruhan Imelda.


Dan kini, Davian sudah berada di rumahnya kembali. Dirinya masih terlihat lemas, belum ada titik terang keberadaan Navysah. Setiap hari dirinya menangis, dan melemparkan semua barang yang ada di depannya.Setiap dirinya makan dirumah, Davian selalu mengingat istrinya. Navysah yang selalu membuatkan kopi dan makanan untuknya. Tanpa disadari dirinya menangis hingga asisten rumah tangganya tidak tega melihat tuan nya seperti ini.


Hari berganti hari, dan tidak disangka Davian mendapat tamu tak diundang.Ibu Navysah dan Denis datang tanpa mengabarinya. Davian terduduk lesu dihadapan ibu dan kakak iparnya. "Tolong Nak Davi, jawab jujur pertanyaan ibu. Dimana Navysah dan Raffa? kenapa mereka tidak pernah menelepon ibu selama dua bulan. Navysah sebelumnya tidak pernah seperti ini, perasaan ibu tidak enak jadi ibu meminta Denis untuk mengantarkan kemari" ucap bu Yani.


Davian terisak dihadapan orangtua Navysah "Maafkan Davi bu, Navysah dan Raffa pergi dari rumah sudah dua bulan" ucapnya. Davian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangganya. "Saya sudah mencarinya namun belum ketemu bu" ucapnya sembari berkaca-kaca.


Denis geram mendengar penuturan Davian, dirinya mencengkram kerah bajunya."Kalau kamu berani kasar dengan adik iparku, aku tidak terima. Jika kamu sudah tidak mau berumah tangga dengan adik iparku kembalikan pada kami. Kami akan menerimanya dengan ikhlas.Kalau Navysah sudah ditemukan lebih baik aku bawa ke Semarang. Urus surat ceraimu, daripada adikku tersiksa"ancam Denis.


"Aku tidak mau bercerai dengannya" teriak Davian melepaskan cengkraman Denis. Dirinya langsung menghampiri mertuanya dan bersimpuh dikakinya." Ibu, sungguh bu Davi tidak sengaja mendorongnya. Aku tahu, aku salah. Aku minta maaf bu untuk semuanya. Tolong jangan ambil Navysah dariku, aku tidak bisa hidup tanpanya. Kehidupanku sekarang kacau balau bu, aku sangat mencintainya. Kumohon bu jangan pisahkan kami" pinta Davian dengan memelas. Bu Yani menangis dengan keadaan menantunya sekarang. Tubuhnya makin kurus, tidak terawat.

__ADS_1


"Bangunlah Nak Davi!," Bu Yani mengangkat tubuh menantunya. "Seharusnya kamu tahu, Navysah tidak bisa dibohongi dan dikasari. Biarpun dia terlihat galak, sebenarnya dia anak yang lembut. Ibu tidak ingin dia mendapatkan suami yang kasar seperti suami ibu yang dulu. Kamu harus mencari Navysah sampai ketemu, jika dia masih ingin kembali bersamamu ibu tidak akan memaksa, asal anak ibu bahagia. Semuanya tergantung hati dan perasaan Navysah "


Imelda datang kerumah Davian setelah di telepon asisten rumah tangga, dirinya menjelaskan bahwa semua kesalahan adiknya. Imelda meminta maaf dan berjanji akan membawa Navysah dan Raffa kembali ke rumah. Setelah cukup lama mengobrol Dirinya pulang ke apartemen. Imelda memijit keningnya yang sedikit pusing "Aku harus membereskan semua kekacauan yang Davian lakukan dan masalahku sendiri". Imelda menelepon seseorang dan diujung telepon mengiyakan permintaanya ".


__ADS_2