
Navysah merasa capek, badannya terasa remuk dengan ulah suaminya. Bagaimana tidak, dirinya dibuat begadang semalaman. Navysah baru memejamkan mata pukul tiga pagi. Davian benar-benar tidak memberikan waktu untuk dirinya beristirahat.
"Sayang, kamu kelelahan?" tanyanya tanpa dosa.
"Kamu mas pura-pura bloon!, Aku kurang tidur. Kamu benar - benar menerjangku tanpa ampun" gerutu Navysah berjalan gemetaran kearah bathroom.
Davian terkekeh mendengar ucapan istrinya," Yaudah sini aku gendong" Davian membopong istrinya ke arah bathroom. Navysah pasrah saja, berpikiran polos tanpa curiga. Namun,tidak dengan Davian. Dirinya melakukannya sekali lagi di kamar mandi.
***
Hari ini Navysah tidak bekerja, dirinya seharian hanya tidur di ranjang. Merasakan sakit terutama di bagian bawah. Sedangkan, Davian pergi ke kantor seperti biasanya.
"Mama!!, teriak Raffa masuk ke kamarnya. Nafisah kaget, dirinya langsung memakai jilbabnya. Banyak tanda kepemilikan Davian masih tertinggal di area lehernya.Walaupun Raffa masih kecil, Raffa anak yang cerdas dan cerewet. Dirinya tidak ingin anaknya banyak bertanya tentang tanda di tubuhnya.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Navysah.
"Kok Mama sarapan di kamar, biasanya Mama sarapan di meja makan bareng Raffa,Mama sakit? " Raffa melihat ibunya sedikit pucat.
"Mama nggak sakit sayang, mama cuma pengin tiduran,mama ngantuk. Tadi malam mama gambar sampai larut malam" Navysah berbohong.
"Mah, hari ini Raffa online?" ucap Raffa.
"Yaudah bawa sini aja buku dan tas Raffa, mama yang nemenin sekolah online hari ini" ucap Navysah.
***
Di kantor Davian,
Suasana hati Davian hari ini sedang bagus, dirinya selalu tersenyum dan menyapa karyawan lainnya. Feri yang melihat Davian senyum - senyum sendiri merasa sedikit heran.
"Kamu kenapa Dav?, Hari ini bahagia sekali. Jangan bilang udah pecah telor!" ledek Feri.
Davian tidak menjawab pertanyaan Feri, " Thanks bro" ucap Davian tersenyum, gara-gara video loe gue semangat mencoba beberapa g*ya.
__ADS_1
Feri terkekeh dengan ucapan Davian, "Semoga bermanfaat dan cepat mendapatkan hasil produksi" ucapnya lagi.
"Tenang saja, gue kejar target.Gempur Navysah terus! " seloroh Davian.
" Cepatan loe nikah Feri, tinggal loe. Kamil sebentar lagi menikah " perintah Davian.
"Tenang aja, gue bakalan nyusul kalian" ucapnya datar.
Feri teringat kejadian kemarin saat dirinya mengantar Rani pulang ke apartemen Imelda. Dirinya melihat Navysah berada disana.
"Dav, sorry bukannya gue ikut campur masalah rumah tangga loe.Kemarin gue ketemu Navysah di apartemen Imelda, Aku merasa ada yang tidak beres dan Aku memaksanya untuk bercerita padaku.Kamu jangan begitu, Aku dan istrimu tidak ada hubungan apa-apa.Aku tahu kamu cemburu padaku. Perlu kamu tahu, diriku menganggapnya seorang adik.Dia bukan wanita yang aku cintai dan Aku meminta maaf karena diriku kalian bertengkar. Please! jangan pernah meninggalkan Navysah lagi di jalan, terlalu bahaya untuknya" ucap Feri.
"Jadi tadi malam kamu yang mengantarkan Navysah pulang?" tanya Davian penasaran. Feri menganggukan kepala.
"Rani pun meminta maaf atas nama dirimu, dirinya meminta Navysah tidak marah padamu"ucap Feri kembali.
Davian tidak menyangka adik yang selalu manja padanya mampu bersikap dewasa." Imelda kemana?, biasanya dia orang pertama yang selalu mengomeliku jika aku melakukan kesalahan dan bersikap kasar pada Navysah"tanya Davian lagi.
" Dia mabuk dirumah "ujar Feri datar.
Davian berlalu dan duduk di meja kerjanya. Dirinya masih memikirkan Imelda, namun Davian bingung apa yang harus dilakukan. Imelda orang yang tertutup, bicara denganya sama saja bertengkar.
Setelah pulang dari kantor dirinya mampir ke restoran,membantu Rayyan melayani tamu secara langsung. Walaupun Rayyan dan Davian pemilik restoran dirinya tidak pernah malu untuk turun tangan. Sejak di Amerika Davian dan Rayyan pernah bekerja part time,bartender,pekerjaan apapun dilakukan untuk mendapatkan uang jajan untuk bertahan hidup disana.
Restoran begitu ramai,beberapa ruangan dipesan khusus untuk acara keluarga. " Alhamdulillah, restoran kita ramai Dav. Kita harus berterima kasih dengan teman Navysah, berkat saran dan ide mereka semuanya berjalan lancar" ucap Rayyan.
Davian hanya tersenyum, benar juga apa yang dikatakan Rayyan. Dirinya pergi mengecek stok bahan di dapur dan menulis apa saja yang akan dibeli karyawannya besok. Davian menelepon istrinya, dia selalu ingat setiap melihat makanan.
"*Assalamualaikum, Nav."
"Walaikumm salam mas"
"Kamu ingin makan apa?, nanti aku bawain"
__ADS_1
" Gurame bakar plus sambel matah,udang rica-rica, tumis kangkung tauco, es oyen.
" Oke*"
"Navysah memang juaranya makan" Davian tersenyum mengingat istrinya.
Davian pulang membawa semua pesanan istrinya, Navysah yang sedang menidurkan Raffa terbangun ketika Davian menciumi seluruh wajahnya.
"Mas!, kau sudah pulang? jawabnya dengan suara sengau.
" Mmm"balas Davian sembari memeluk istrinya. "Apa masih sakit? tanya Davian.
" Sudah nggak, tadi siang Aku sudah bisa berjalan normal"ucap Navysah.
"Berarti bisa lagi dong?" ledek Davian dengan berbisik. Navysah melototkan matanya."Tega banget sama Aku!, sabar kenapa sih!" gerutu Navysah sembari bangkit dan turun ke lantai satu.
Dirinya menyiapkan makanan di atas meja" Kamu sudah makan belum mas?, ini aku sudah siapin" tanya Navysah.
" Udah tadi di restoran, kamu makanlah yang banyak biar tenaganya kuat bertempur denganku" ledek Davian.
Navysah merasa geli, sejak kapan suaminya berfikiran mesum. "Dikit-dikit mesum, dikit-dikit mesum" ucapnya Navysah mengunyah makanannya.
"Iyalah, daripada mesum sama perempuan lain, mendingan sama istri sendiri" seru Davian.
"Besok, kemungkinan aku pulang malam. Kamu tidurlah lebih dahulu. Kamu besok juga sibuk kan, banyak endorse yang masuk" ujarnya dan diangguki Navysah.
"Mas, keluargaku ingin berkunjung kesini. Tadi sore mama telepon, mereka ingin berlibur ke Jakarta atau Bogor. Apa boleh? tanya Navysah.
" Tentu boleh, cuma aku sekarang sibuk.Aku tidak bisa janji bisa menemani keluargamu liburan. Kamu tahu sendiri kan, Aku baru saja membuka restoran. Kapan mereka kesini"ucap Davian
"Iya aku tahu itu, kamu mengizinkan keluargaku kesini aja aku sudah senang.Mungkin minggu depan mereka kesini, Makasih mas" Navysah tersenyum pada suaminya.
"Ingat!, jangan tidur dengan Nara. Dia sudah besar, kamu milikku. Aku tidak mau berbagi selain dengan Raffa!" serunya.
__ADS_1
"Aku tidak janji, kamu tahu sendiri Nara. Dia seperti lem denganku, nempel terus sama sepertimu" Navysah terkekeh.
"Pokoknya gak boleh, dia harus tidur dikamar berbeda denganmu. Masa aku mengalah terus denganya,Raffa aja bisa mengerti dan tidur sendirian, masa Nara tidak!?. Dan aku masih ingat mereka membuat kekacauan di kamar pengantin kita. Udah kayak pepes ikan, diriku mengungsi di kamar Febri! " ucap Davian dengan kesal saat mengingat kejadian dulu.