Cinta Navysah

Cinta Navysah
Restu orangtua Feri


__ADS_3

Keesokan harinya,


Imelda dan Feri sedang berada di rumah sakit, mereka akan mengambil hasil tes kesehatan mereka untuk diserahkan ke orangtua Feri . Mereka sudah mengambil hasil laboratorium Feri, dan dia dinyatakan sehat dan bagus.


Kini mereka duduk menunggu antrian untuk Imelda, wajahnya sedikit gusar. Dirinya harap-harap cemas menerima hasilnya. "Kamu kenapa?" tanya Feri.


"Aku hanya sedikit cemas, aku takut hasilnya jelek. Kau tahu, aku suka minum kan" ucapnya sembari menggigit bibir bawahnya. "Fer, jika hasilnya buruk dan aku ada kendala dengan reproduksiku. Aku ikhlas kau menikah dengan Farah, aku tidak akan menghalangimu lagi" ucapnya sendu. " Aku tahu, umurku sudah matang. Kamu berhak mendapatkan perempuan yang lebih baik dan sehat agar kamu bisa mendapatkan keturunan" sambungnya lagi.


Feri menatap wajah Imelda dengan intens, dirinya bersandar di bahu Imelda "Aku hanya ingin kamu, tidak ada yang lain!. Kalau kamu yang bermasalah kita bisa berjuang bersama ke dokter terbaik di negeri ini. Jadi jangan mengatakan hal yang bodoh lagi. Yang aku tahu, pacarku Imelda Kania Putri selalu percaya diri. Tidak ada keraguan sedikitpun dalam mengambil keputusan dan aku mau kita selalu bersama.


Mereka melihat televisi yang sedang berlangsung. Acara berita tentang skandal seorang pengusaha xx yang digerebek sedang berkencan dengan wanita lain di hotel, mereka di gerebek langsung oleh istri pengusaha xxx. Tidak hanya itu, pengusaha xx ternyata sudah menikah sirih dengan seorang wanita berinisial C, dan yang lebih mengejutkan lagi Ayah dari pengusaha XXX, terlibat penggelapan pajak dan korupsi. Kini sedang ditelusuri aliran dananya dan dimungkinkan akan terkena pasal pencucian uang .Bagaimana nasib pengusaha XXX, setelah terganjal banyak skandal, mungkinkah dia melenggang ke arena DPR?!. Inilah berita hari ini.


Imelda menerima telepon"Bagus!, berikan bom selanjutnya " perintah Imelda pada seseorang diujung telepon.


Feri bingung dengan perintah Imelda" Bom apa lagi sayang?! "tanyanya.


" Aku sudah menyelidiki Reksa dan anaknya bulan lalu. Anaknya selalu diperlakukan kurang baik oleh istri sirinya. Dia selalu dikurung di dalam kamar jika bertanya tentang Natasha. Makanya, aku memberi kesempatan Natasha untuk mengambil alih anaknya, dan Aku tidak perlu repot - repot mengotori tanganku. Reksa dari dulu cemburu pada Davian, karena Natasha masih menyimpan perasaan untuk adikku. Aku tidak suka Natasha karena akan berakibat buruk untuk adikku,contohnya seperti ini"ucapnya.


"Aku tahu Davian orang yang naif, dia terlalu baik dan selalu dimanfaatkan. Dan Reksa berani mengusik adikku dan aku akan membalas setiap airmata yang keluar dari adikku! "tegasnya.


" Pacarku memang hebat dan cerdas,walaupun kamu mentah untuk urusan dapur tapi kamu hebat dalam pekerjaan.Cup! " Feri mencium pipi Imelda.


Imelda mencubit pinggang Feri, Ini tempat umum!" lirihnya.


"Aku tidak peduli, mereka pasti mengira kita suami istri" ucapnya cengengesan.


"Nona Imelda!" seru perawat, dirinya menyerahkan amplop dan hasil ct scan. Imelda gugup menerimanya, dirinya membuka dengan hati-hati. Dirinya membaca setiap lembar berkas hasil pemeriksaan, dan foto USG. "Alhamdulillah sayang, aku sehat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi" ucapnya dengan girang. "Kau tahu, semalam aku tidak bisa tidur karena cemas memikirkan hasilnya. Aku sangat takut mengecewakanmu. Aku takut kita tidak bisa bersama karena kesehatanku. Apalagi, aku tahu ibumu acuh tak acuh padaku. Dia lebih menginginkan Farah menjadi menantunya" ujarnya dengan cemberut.

__ADS_1


"Hahaha, ternyata seorang Imelda punya rasa takut. Aku kira urat takutmu sudah putus. Dan tadi apa!, kau memanggilku sayang!.Apa aku tidak salah dengar" Feri terkekeh.


"Sudahlah!, jangan membuatku kesal. Hari ini aku sangat bahagia. Ayo, kita kerumah Ayahmu. Aku akan menepati janjiku memberikan semua ini padanya"


Mereka melajukan mobilnya ke rumah Feri. Mereka bertemu orangtua Feri "Ini pak semua hasil pemeriksaan kami. Kami dinyatakan sehat, saya sudah menepati janji saya. Semoga bapak dan ibu berkenan merestui kami. Masalah anak biar Allah yang menentukan, yang penting kami sudah berusaha dan kami sehat" tegas Imelda.


Ayah Feri membuka amplop dan membaca setiap lembarnya. "Bagus, aku suka dengan orang yang menepati janjinya. Kamu anak baik Nak. Papah merestui kalian" ucapnya.


"Tapi mamah nggak!" ucapnya sembari berlari ke arah taman. Dirinya masih tidak bisa menerima kehadiran Imelda untuk menjadi menantunya.


"Mamah..!!" seru Feri, dirinya merasa kesal ibunya selalu memaksakan kehendaknya.


Imelda menghembuskan nafas kasarnya"Bolehkah aku bicara dengan bu Marni pak? "tanyanya.


" Silahkan! " Imelda beranjak dari tempat duduknya.


" Sayang, kau mau bicara apa dengan mama? " tanya Feri penasaran.


Imelda menghampiri bu Marni. Dirinya ingin berbicara serius sebelum kepulanganya. "Permisi tante" ucap Imelda. Bu Marni hanya melirik sekilas wajah Imelda, dirinya menoleh kembali kearah lainnya. Imelda duduk disamping bu Marni. "Saya tahu, tante tidak suka denganku. Mungkin karena aku wanita dewasa yang cukup umur.Tapi perlu tante tahu, kami saling mencintai. Aku pun tahu, aku banyak kekurangan. Aku tidak bisa memasak dan pekerjaan rumah terkadang tidak becus tapi setelah bersama Feri, aku mulai belajar melakukan itu semua. Walaupun terkadang Feri mual melihat masakanku yang gosong. Aku ingin mencoba menjadi istri yang baik untuk anak tante.Aku selalu berkata ketus dan judes,tidak bisa bersikap manis inilah karakterku, tapi kalian orangtua Feri dan aku harus menghormatinya. Maafkan aku tante, kali ini aku tidak bisa melepaskan Feri untuk Farah.Aku pernah gagal menikah dulu hingga hatiku sangat sakit. Namun sekarang ada Feri yang selalu membuatku tertawa dan kesal. Dia sangat menjengkelkan, akupun tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta padanya dan ingin menjadi istrinya.Aku berbicara seperti ini agar tante tahu bahwa aku akan selalu berusaha belajar membahagiakan anak tante walaupun aku tahu, aku banyak kekurangan dan pastinya tante tidak menyukaiku. Satu hal yang pasti, Aku akan berusaha menepati janjiku" ucapnya. "Kalau begitu saya pamit tan" Imelda berdiri dan berlalu pergi.


Bu Marni melihat Imelda dari jauh. "Hahaha, dia wanita yang berani dan tegas.Pantas saja anakku mencintainya" ucapnya terkekeh.


" Apa itu tadi, masakannya gosong hingga membuat Feri mual melihatnya!. Ya ampun, bisa-bisanya dia berkata jujur kepadaku. Seharusnya dia merayuku agar aku merestuinya, tapi dia hanya mengungkapkan keburukannya. Benar-benar tidak bisa bersikap manis" ucap bu Marni dengan tersenyum.


Imelda menghampiri Feri dan berpamitan dengan Ayahnya. Di sepanjang jalan Feri selalu bertanya apa yang dia ucapkan pada ibunya. "Sayang, kenapa kau tidak memberitahukan apa yang kau ucapkan pada ibuku, aku penasaran!" ucapnya.


"Sudahlah, ini masalah wanita. Kamu tidak perlu tahu" Imelda memejamkan mata karena mengantuk.

__ADS_1


"Tapi aku penasaran" Feri mendesak Imelda untuk bercerita.


"Aku bilang pada ibumu, dia harus merestui kita. Kalau nggak, aku kasih kopi sianida biar tahu rasa! " ketusnya.


Feri cemberut karena Imelda tidak memberitahukan kebenarannya. Dia tahu Imelda sedang membohonginya.


"Drt.. Drt.. Drt" Handphone Feri berbunyi dan terlihat jelas nama di handphone.


"Ya mah, ya, ya, sungguh. Makasih mah!" ucapnya sembari menutup panggilan. Feri menepikan mobilnya,dirinya menatap Imelda yang masih tertidur. "Sayang, bangunlah!" Feri mengguncangkan tubuh Imelda. Dirinya tidak percaya mamanya cepat itu memberi restu padanya.


"Apa!" Imelda mengerjapkan matanya. Dirinya masih mengantuk namun Feri mengganggu tidurnya. "Mama merestui kita sayang" ucapnya dengan girang.


"Oh..!" ucap Imelda.


"Kok kamu cuma Oh doang!," tanyanya.


Imelda memutar bola matanya malas, "Terus maunya apa? Apa aku harus lari marathon seratus meter sambil jingkrak - jingkrak atau aku harus nari India karena kegirangan!. Aku cuma ingin tidur, aku ngantuk" ucapnya lagi.


Feri tersenyum, dirinya mencium bibir Imelda. Imelda merasa terkejut dengan serangan Feri. Dirinya pun membalas ciumannya dan semakin lama semakin dalam. "Sudah cukup!" ucapnya sembari melepaskan, dirinya mengatur nafas yang masih terengah - engah. "Ini masih di tempat umum, malu kalau ada yang lihat"


Feri menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ah!, hampir saja aku kelepasan. Kamu sih, selalu menggodaku!" ucapnya.


Imelda melirik pacarnya"Siapa yang menggoda, aku sedang tidur tapi kamu menciumku "ketusnya tidak terima.


" Sayang, walaupun kamu tidak berbuat apa-apa aku selalu tergoda denganmu. Jadi kumohon setelah Feri nikah, kita juga harus nikah. Aku tidak mau menunggu lama lagi. Aku sudah tidak sabar buka puasa, diriku sudah lama tidak dijamah wanita. Dan adikku selalu berteriak meminta makan! "ucapnya cengengesan.


" Dasar mesum! "ucapnya." Oke, setelah Feri menikah. Kita juga menikah " ucapnya.

__ADS_1


* **


Imelda, Feri, dan Davian pulang kembali ke Jakarta. Sebenarnya, mereka ingin merawat bu Fera lebih lama namun bu Fera menolak. Keadaannya sudah membaik. Dirinya ingin Imelda dan Davian segera menemukan Navysah dan cucunya.Dia berpesan jika sudah menemukanya, harus mengabari dirinya.


__ADS_2