
Keesokan harinya di Restoran Davian,
Maya, Rico dan keluarga Bima sudah datang terlebih dahulu ke restoran Davian. Anak mereka titipkan di rumah Davian untuk menemani Raffa berenang.
"Kok kupret lama datangnya!, aku sudah lapar ini" ujar Bima mengelus perut buncitnya.
"Jadi kalian teman Navysah?" tanya Rayyan melihat semua teman Navysah satu-satu. "Iya kami temen si kupret" balas Bima, " Bisa kau ambilkan kami air minum, aku haus" ucap Bima tanpa malu-malu.
Pelayan membawa empat es jeruk, dan dihidangkanya di meja makan.Bima meneguknya sampai habis,dia benar-benar haus. Rayyan hanya menggelengkan kepala.
Terlihat mobil Davian masuk ke area parkir. Navysah turun bersama suaminya dan Kamil.
"Kalian sudah disini" sapa Navysah dan duduk di samping Bima.
"Pret, kok loe lama sih!, Bikin adonan dulu sama dia" Bima menunjuk Davian dengan dagunya.
Davian memutar bola matanya malas, menghadapi seorang Bima hanya buang-buang waktu bagi Davian. "Istriku punya nama,panggil yang benar" seru Davian dengan suara beratnya.
"Siap komandan!" Bima terkekeh memberi hormat.
"Ayo kita lihat seluruh ruanganya, aku ingin pendapat dari kalian?" Rayyan bangkit dari duduknya dan menunjukkan setiap sudut ruangan.
Mereka berjalan menyusuri ruangan dan kembali ke tempat semula.
"Mas, sebenarnya restoran kamu itu konsepnya apa?, kamu itu mau bikin restoran Jawa Sunda atau Western kenapa banyak sekali menu makanan yang tidak nyambung?, Menu minuman kebanyakan kopi" Navysah menunjuk buku menu pada Davian. "Terus apa itu, ruangan di sudut itu warna warni" Navysah menunjuk ruangan dengan jarinya. "Kayak taman bermain anak - anak ya Nav" cerocos Bima.
Rayyan kesal, idenya disamakan dengan taman kanak-kanak.Muka wajah nya mulai berubah, "Enak aja taman kanak-kanak!, ini namanya restoran jaman now! " ujar nya membela diri.
Davian tahu Rayyan sedikit tersinggung dengan Bima, dia menginjak kaki rayyan untuk tenang dan sabar.
__ADS_1
"Oke kita bahas satu-satu, yang pertama masalah konsep. Kami memang ingin membuat suatu restoran yang All in one. Awalnya konsep masakan Jawa Sunda tapi melihat disini kebanyakan juga orang kantoran jadi kami menyediakan masakan western, terus menu kopi itu memang lagi ngetren saat ini banyak orang yang nongkrong buat ngopi-ngopi" ujar Davian lagi,Ruangan warna warni itu untuk keluarga yang mempunyai anak biar mereka betah makan disini.
"Berarti Palugada dong" ucap Rico.
"Apa itu palugada" Rayyan bingung dengan ucapan Rico.
"Apa yang loe mau gue ada" jelas Rico.
"Cih!, gitu aja kagak ngerti! " sindir Bima.
Rayyan mencoba meredam emosi, entah kenapa setiap mendengar ucapan Bima dirinya merasa sangat kesal.Dan Davian tahu, sahabatnya sedang kesal dengan teman Navysah.
"Rayyan, inget istrimu lagi hamil. Jangan sampai kamu benci dia, loe gak mau kan anak loe mirip beruang kayak gitu" Davian berbisik di telinga Rayyan. "Amit - amit jangan sampe" ujar Rayyan mengetuk meja dan menepuk perutnya.
Navysah menghela nafas panjang nya,"Gini mas,Jujur aku tidak suka dengan konsep restoranmu yang amburadul. Kalau bisa, pilih saja yang masakan Jawa Sunda. Yang western tidak usah, menurutku itu ribet. Harus stok barang banyak.Kalau kamu fokus ke masakan Indonesia, tinggal cari koki yang handal di bidangnya. Kadang mereka bisa masakan Indonesia belum tentu bisa masakan Western. Apalagi yang masalah kopi, biasanya orang nongkrong itu gak jauh jauh dari merokok, Kamu harus bikin ruangan bebas rokok dan ruangan tempat perokok. Apalagi ada ruangan untuk keluarga, bagaimana bisa betah kalau ruanganya saja bau rokok dimana - mana" ucap Navysah dengan tegas.
"Betul, semakin banyak menu maka kamu juga harus siap merugi,lebih baik menu difokusin apa saja, terus rasanya harus pas dan enak. Percuma menu banyak tapi rasa ambyar" ucap Rico memberi saran.
"Kalau gue jadi konsumen terus nongkrong disini,Ada musik Akustik so pasti gue gak bakalan cepet - cepet pergi,apalagi wifi gratis, gue bakal seharian disini sampe satu bungkus rokok abis gue hisap, cuma bayar kopi secangkir gue bisa dapat banyak fasilitas. Tentuin loe mau fokus kemana?" tegas Bima.
Navysah, Maya dan Rico menyentuh dahi, pipi dan kepala Bima." Eh, loe ngerasa nggak ini si beruang salah minum obat atau sakit keras?, tumben ocehannya bener! " seloroh Navysah.
" Iya gue juga kaget, itu mulut nya nggak keseleo kan"ucap Rico membuka mulut Bima dan memeriksanya.
" Coba liat kepalanya, mungkin otak nya lagi geser" Maya menggerakkan kepala Bima ke kanan dan ke kiri.
"Sableng loe semua!, loe kira gue lagi gak waras!, Bima menggoyang - goyang kan kepala Navysah dan serasa ingin memakanya.Semua tertawa melihat adegan lelucon Bima,hanya Davian yang terdiam.
" Ehem... Ehem... "Davian mencoba berdehem, kesal melihat tingkah absurd istri dan teman-temannya.
__ADS_1
" Oke kami mengerti, nanti bisa kami revisi kembali. Ada saran lain? " tanya Davian.
" Itu tu,panggung musik jangan disitu" Bima menunjuk dengan jari nya."Taruh di tempat yang bisa dijangkau semua orang,biar mereka tahu siapa penyanyi nya, cantik apa jelek kayak Navysah, Sexy atau kurus kayak Navysah, Tinggi atau cebol kayak Navysah" Seloroh Bima dengan tertawa keras.
Navysah tidak terima dengan ejekan Bima, "Kampret loe!, Sini loe Beruang Cabe!, Aku cekik kamu ya!, Siapa yang bilang aku cebol. Enak aja!, tinggiku 158 aku gak cebol!! tegas Navysah dengan tangan ala mencekik Bima.
Davian, Kamil dan Rayyan hanya menggelengkan kepala. Teman Navysah bertiga tapi suasana udah kayak satu RT ramenya.
"Temen bini mu dah kayak pasar malam, ramenya gak ketulungan" Rayyan berbisik di telinga Davian.
"Ini baru permulaan, bentar lagi pasti lebih heboh" balas nya berbisik pada Rayyan.
Pelayanan mulai menghidangkan semua menu yang ada di Restoran.Dengan ala-ala presenter Navysah memperkenalkan temanya sebagai juri.
Baik pemirsa,Kali ini restoran kami kedatangan empat juri. Perkenalkan yang pertama, Rico sang pemilik restoran yang sudah memiliki seratus cabang di kota Halu. Yang kedua, Maya ibu dua anak yang memiliki postur tubuh gendut mempunyai bakat memasak sejak dalam kandungan dan memiliki restoran kucing alias restoran kecil. Yang ketiga, seorang sumo berkebangsaan jin berwajah sangar dengan perut buncit nya. Dia pemecah dunia gunes buk ekor dengan bakat makan sekali libas langsung kandas,dialah Bima. Dan juri keempat adalah saya, Navysah Ahmad seorang ibu rumah tangga yang cantik, manis,dan tidak ada yang ngalahin kecantikan paripurna ku"ucap Navysah dengan percaya diri.
Mereka semua tidak terima dengan ucapan Navysah, mereka melemparnya dengan kacang. Davian tertawa keras mendengar ucapan Navysah, bisa - bisanya Navysah percaya diri seperti itu.
"Hai setan, keluarlah dari tubuh istriku. Pergilah, masuk saja kedalam tubuh Bima yang lebih longgar" Davian menepuk - nepuk dahi istrinya ala - ala mengusir setan. Navysah berakting kejang - kejang seolah - olah ada jin yang keluar dari tubuhnya.
"Yaelah, dia sama PE'A nya dengan istrinya" celoteh Rayyan.
"Hadewh, sarap juga Davian" ujar Kamil
"Woi!!, loe udah ketularan virus sableng Navysah Dav!" ucap Bima.
"Kumat lagi dia" Maya menggelengkan kepala.
Terdengar suara canda dan tawa dari mereka tiada henti - hentinya. Hingga Author minta like, Vote and comment dari para reader....
__ADS_1