
Malam hari di Limited Club
Imelda duduk sembari minum - minuman keras, dirinya masih mengingat apa yang Feri katakan padanya tadi pagi. "Apa aku jatuh cinta padanya?" lirih Imelda.
Imelda mengingat semua memori tentang Feri, sejak menjadi mahasiswa dan menjadi teman adiknya, dirinya sering datang ke rumah di Solo.Hingga di kota ini,Feri terkadang bermain di Apartemen Imelda walaupun hanya sekedar tiduran di sofa,terkadang pulang dari club dirinya mabuk dan tidur di sofa, mengerjai dan menggoda Imelda hingga dirinya kesal. Terkadang menemani dirinya kondangan, ataupun mengantar Rani kuliah." Aku menganggapnya adik, tapi kenapa hatiku sakit melihatnya bercanda tawa dengan wanitanya di telepon" ucap Imelda dalam hati.
Feri datang di club bersama seorang wanita,dirinya menggandeng wanita muda yang sangat cantik. Keluar masuk club malam bagi Feri hal yang biasa, dirinya senang menghabiskan malam dengan wanita cantik yang baru dikenalnya. Baginya hidup itu main-main, dirinya tidak ingin tinggal di kota asal karena orang tua nya terlalu protektif, Ayahnya ingin dirinya segera menikah dan meneruskan perusahaan. Diantara teman Davian, Feri yang paling menonjol. Ayahnya cukup terkenal di kotanya, pebisnis mebel dan properti.
Di tengah-tengah mereka bercanda ria, Feri melihat Imelda minum sendirian. Imelda dihampiri seorang pria bule. Terlihat dari jauh bule itu memegang tangan Imelda, namun Imelda menghentakan tanganya dengan keras.Terlihat tidak suka dari wajah Imelda. Feri merasa geram melihat Imelda di tempat ini, Dirinya tahu jika Imelda punya masalah pasti dia akan minum - minuman keras.Feri sudah berkali-kali mengingatkan jika Imelda ingin minum, lebih baik minum dirumah lebih aman.
Feri mendekati Imelda. "Sayang,kau disini?" sapa Feri pada Imelda. Imelda bingung siapa yang dipanggil sayang olehnya. Feri mencium kanan kiri pipi Imelda dan langsung mendapat pelototan darinya.
"Siapa Kamu?" tanya bule itu.
"Aku!! ,Kau tidak tahu aku siapa?! Ucap Feri tegas." Ya, aku bukan siapa - siapalah hanya pengunjung disini" seloroh Feri cengengesan.
"Tapi yang pasti Aku pacarnya cewek ini, jadi kamu jangan mengganggu pacarku!" serunya sembari memeluk Imelda.
Imelda merasa kaget dipeluk Feri, dirinya ditarik Feri untuk keluar club.
"Sayang, kau mau kemana" ucap wanita yang menemani Feri minum.
"Aku mau anter dia dulu, kau have fun aja disini. Sorry, gue pulang duluan" ucap Feri sembari menarik tangan Imelda.
Feri mengantar Imelda pulang ke Apartemennya, Imelda merasa kesal. "Kenapa kamu bilang aku pacarmu?, kenapa kau cium pipiku?" bentak Imelda.
"Kau diamlah! " Feri masih fokus mengemudi.
"Feri...!!" teriak Imelda.
Feri menarik tangan Imelda masuk ke Apartemennya, dengan kasar dirinya menghempaskan Imelda di sofa ruang tamu. Rani merasa terganggu mendengar suara kakaknya, dirinya mengintip dari balik pintu, karena tidak mau mendapat omelan dari Imelda.
Imelda!!, Aku sudah bilang jangan pernah minum di club,kalau kau ingin minum, minumlah dirumah. Apa kau tidak tahu, bahayanya minum disana!! " bentak Feri.
__ADS_1
" Memangnya kamu siapa berani menyuruhku! "ejek Imelda.
Feri merasa kesal jika Imelda menanyakan statusnya. Aku memang bukan siapa - siapa, hanya pria brengs*k yang suka bergonta - ganti wanita,tidak punya masa dep*an yang jelas, pria yang hidup dengan bermain- main tanpa tujuan yang jelas. Tapi perlu kamu tahu, Aku ingin menjaga Rani dan dirimu dari pria br*ngsek sepertiku!"ucapnya dengan suara meninggi.
" Lalu, Kenapa kau menarik tanganku?, Kenapa kau bilang Aku pacarmu?, Kenapa kau cium pipiku?
Apa yang kau inginkan dariku Feri?" tanya Imelda bertubi - tubi.
Feri menarik tengkuk kepala Imelda,menciumnya dengan lembut tanpa ada penolakan dari Imelda. Semakin lama ciuman itu semakin dalam, hingga Imelda kehabisan nafas.Feri melepaskan ciumannya. Imelda terengah-engah, dirinya merasa sesak napas.
" Aku mencintaimu Imelda Kania Ibrahim, terserah apa statusku padamu!. Yang jelas aku sudah mengatakan bahwa Aku mencintaimu, tanyakan pada hatimu seberapa penting diriku!" Feri pergi meninggalkan Imelda yang masih termenung.
Imelda tidak menyangka seorang Feri yang dianggap sebagai adik ternyata mencintainya." Aku ini kenapa tidak menolak, saat dirinya menciumku"lirih Imelda.
Rani yang mengintip di balik pintu merasa terkejut dengan apa yang didengar dan dilihatnya. Dirinya tidak menyangka mas Feri mencintai kakaknya yang judes." Apa aku mimpi! " Rani menepuk pipinya, Biasanya mereka seperti anj*ng dan kucing yang selalu bertengkar, lebih baik aku pura-pura tidak tahu. Kalau Imelda tahu aku mengintip, dia pasti akan memotong uang jajanku" lirih Rani.
***
Beberapa hari kemudian Navysah merasa lelah tidak bertenaga. Minggu ini terasa sangat melelahkan baginya. Dengan urusan pekerjaan, Raffa dan Davian tenaganya sangat terfosir. Bagaimana tidak setiap dua hari sekali Davian selalu minta jatah preman. Walaupun Navysah sudah tidur, suaminya selalu mengganggu dan membuatnya begadang semalaman melewati malam panjang.
"Beneran mah, kita ke Mall?, Kinan cengeng ikut nggak mah?" tanya Raffa. " Raffa mau Kinan ikut?" tanya Navysah dan Raffa menganggukan kepala.
"Yasudah, nanti mama telepon neneknya Kinan"
"Horeeee!!, Asyik main ke Mall"
***
Navysah hari ini mengirim barang ke RS seperti biasanya, dirinya diantar Mang Dirman. " Ibu, sejak kemarin wajahnya pucat, jangan terlalu capek bu" ujar Pak Dirman.
"Ya pak, Akhir-akhir ini saya merasa lelah. Mungkin besok saya libur. Besok bapak yang anterin Yuni kirim barang.Setelah anterin barang ini, bapak pulang aja.Aku ada meeting disini, nanti aku telepon.Bapak anterin Raffa ke Mall bareng Kinan ya" ucap Navysah.
"Siap bu"
__ADS_1
Navysah masuk dan duduk di ruangan kantor "Bu Navy sakit?, wajahnya pucat" ucap Pak Rizal.
"Iya pak, aku tidak enak badan. Rasanya lelah. Nanti aku mau periksa ke dokter pumpung disini pak"
Setelah selesai dengan pekerjaanya Navy menuju ruang dokter.Dirinya bertemu Shafiq di lorong rumah sakit. "Navy, kamu disini?" sapanya. Navysah sudah merasa pusing, kepalanya terasa berputar - putar dirinya terjatuh namun langsung ditangkap Shafiq.
"Navysah..!,Navysah..! kau mendengarkan aku?!" ucap Shafiq.
Shafiq membopong Navysah ke kamar pasien. Dirinya memeriksa keadaan Navysah dan mengecek tekanan darahnya."Darah rendah dan dehidrasi" ucapnya. "Suster, tolong pasang infus pasien ini"
"Baik Dok" ucap suster. Dan suster memangsangkan selang infus di tangan Navysah.
Shafiq duduk di sisi ranjang. Dirinya menatap Navysah dengan intens, "Kamu cantik Navysah, dirimu juga wanita yang sangat baik, selalu menyayangi Kinan dengan tulus. Seandainya, kamu belum menikah dengannya aku ingin memilikimu" ucap Shafiq dalam hati.
Navysah mulai tersadar dari pingsannya.Dirinya memijit kepalanya yang sakit. "Aku dimana?" lirihnya dan melihat Shafiq yang berada di sisi ranjang. "Shafiq" ucapnya.
"Kamu tiduran aja dulu, kamu kelelahan, dehidrasi. Tekanan darahmu rendah"
"Iya Shaf, aku merasa lelah sekali. Tulangku seperti di presto, lunak banget gak ada tenaganya" ucap Navysah.
Shafiq tertawa mendengar ucapan Navysah, "Kamu kira ikan bandeng di presto, Gak sekalian agar-agar kenyal-kenyal gitu" ujar Shafiq terkekeh.
Navysah tertawa mendengar candaan receh Shafiq,ternyata kamu bisa bercanda juga. Aku kira hidupmu selalu serius"
"Kalau aku selalu serius, yang ada aku gila Navysah. Pekerjaanku sudah banyak apalagi aku harus cekatan mengurus pasien anak-anak"
Navysah ingat dirinya berjanji pada anaknya. "Oiya, Shaf. Hari ini aku mengajak Kinan ke Mall, Nanti mereka di jemput Mang Dirman. Raffa ngambek karena aku kurang perhatian dan sudah lama tidak mengajaknya jalan-jalan, dia ingin Kinan ikut denganya. Kamu gak marah kan, anakmu aku ajak? "
"Aku tidak marah, aku sangat berterima kasih padamu mengizinkan anakku ikut jalan-jalan. Navysah, boleh aku ikut? Sebentar lagi jam kerjaku habis. Aku juga ingin jalan - jalan dengan Kinan"
"Boleh, kamu kan Ayah Kinan masa aku melarang" ucap Navysah tersenyum.
***
__ADS_1
Happy reading para reader, terima kasih sudah menunggu novel ini up lagi.Aku jadi terhore, eh maksudku terharu. Hehehehe😂.
Jangan lupa like, Vote and comment. Love u all.... 😘