Cinta Navysah

Cinta Navysah
Cek kehamilan


__ADS_3

Pagi hari Navysah terbangun, dia mengerjabkan matanya dan dilihatnya Davian yang menatapnya. "Pagi sayang, cup" dirinya mencium istrinya dan tersenyum.


Navysah heran, suaminya selalu tersenyum dan menatapnya "Kamu kenapa senyum - senyum gitu mas?"


Davian tersenyum dan memeluk Navysah, "Aku sangat bahagia". Dirinya mencium semua area wajah dan tengkuk istrinya. Navysah merasa geli dengan kegiatan Davian. "Mas geli tahu!, cepat cukur sana. Sebel banget aku lihatnya! " ketus Navysah.


"Justru aku bertambah tampan dengan kumis dan jambang seperti ini, banyak wanita tergila - gila padaku. Sudah atletis,tampan, pintar, kaya " ucapnya terkekeh.


"Tapi aku bukan mereka, dan kamu terlihat jelek seperti itu!" Navysah membuka selimutnya dan bergegas ke dapur. Dirinya membantu budhe Salma membuat sarapan. "Ibu duduk saja, biar aku yang memasak bu" Pintanya. "Saya senang ibu pulang, semenjak ibu nggak ada bapak sering mabuk bu. Dia sering menangis juga" ucap budhe Salma.


"Iya, aku sudah tahu dari mas Kamil, budhe"


Setelah sarapan bersama mereka pergi ke dokter kandungan. Hari ini Navysah dan keluarganya akan mengunjungi dokter Ifa.Davian hari ini pun sudah rapi, dia sudah memangkas rambut dan jenggotnya. Sejak pagi bu Fera sudah heboh, dirinya sudah tidak sabar melihat calon cucunya. Mereka melajukan mobilnya ke arah rumah sakit, Navysah sebelumnya sudah menelepon Ifa untuk jadwal kontrol dirinya.Mereka berempat masuk ke dalam ruang kandungan. Ifa tersenyum melihat keluarga Davian yang antusias ingin melihat cucunya.


"Ramai sekali yah ruanganku saat ini" ucap Ifa, biasanya hanya dua orang yang diizinkan masuk untuk mengecek kandungan namun kali ini Ifa memberi pengecualian.


"Maaf ya fa, ruanganmu jadi penuh. Mama sama ayah mertua ingin melihat calon cucunya" ucap Navysah.


Ifa tersenyum,Navysah berbaring di ranjang dan suster mengoleskan gel di area perut. Ifa menggerakkan probe di perut Navysah "Lihat, ini anakmu Dav" Ifa menunjuk area monitor. Anaknya sehat walaupun belum terlihat sempurna. Oksigennya lancar,ukuran kepalanya sesuai usia janinnya, anakmu secara keseluruhan sehat. Dan ini, sepertinya salah satunya lelaki. Terlihat seperti tunas pen*s, kalau janin satunya masih malu-malu belum terlihat jenis kelaminnya" ucapnya.


Davian berkaca - kaca melihat calon anaknya. "Anak kita sehat Nav" dirinya mencium Navysah.


Bu Fera dan pak Ibrahim merasa senang. "Alhamdulillah ya pak, cucu kita sehat. Dapet lelaki, semoga satunya cewek jadi dapat sepasang " ucapnya dengan girang. Pak Ibrahim menggenggam tangan istrinya "Apapun jenis kelaminnya, yang penting cucu kita sehat"


Ifa memberikan foto USG dan resep vitamin kepada Davian.


"Semoga sehat terus adeknya, ingat Navysah jangan banyak pikiran,apa ada yang ingin ditanyakan" ucap dokter Ifa.


Davian menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya ingin bertanya pada dokter Ifa namun sedikit malu. "Aku harus berani tanya kalau tidak bagaimana nasibku!" gumamnya dalam hati.


"Mmm... begini fa, apa boleh aku melakukannya?" tanya Davian.

__ADS_1


Ifa tahu apa maksud dari pertanyaan Davian, namun dirinya pura - pura bodoh."Melakukan apa?" tanyanya.


Davian semakin salah tingkah, "Maksudku, apa boleh berhubungan suami istri?!" tanyanya dengan malu. Bu Fera menjitak anaknya, "Dasar kamu!, seharusnya tanya yang lebih bermanfaat. Kenapa tanyanya hanya itu!" serunya.


Davian tersenyum malu"Hehehe, mah! Aku lelaki normal, sudah hampir tiga bulan aku berpuasa. Aku juga pengen kali mah jatah preman. Masa solo karier terus! " gerutunya.


"Davian..!! "teriak bu Fera." Ya ampun, kenapa anakku gila seperti itu! "


Ifa terkekeh melihat keluarga Davian yang sedikit riweh," Kamu boleh melakukanya. Asal istrimu ikhlas dan jangan sampai kelelahan. Ingat! didalam ada dua janin" ucapnya.


Davian tersenyum bahagia "Baik fa, makasih banyak ya"


Mereka keluar dari ruangan Ifa, terlihat bu Fera dan Davian yang selalu tersenyum. "Sehat-sehat ya Nav, jagain cucu mama.Rasanya mama ingin cepat kamu lahiran, coba lihat foto USG ini, mengingatkan mama saat hamil Davian sepertinya calon cucuku mirip Davian, soalnya kamu sering kesal padanya, hihihi" ucap bu Fera mengelus perut Navysah.


Davian melirik ibunya, "Baguslah kalau mirip aku yang penting jangan mirip duo kentung!" ucapnya.


"Siapa duo kentung? " bu Fera penasaran.


Navysah merasa pusing mendengar ucapan mertuanya, "Baru empat bulan lebih, masih jauh mah" ucapnya.


Davian menggandeng istrinya,dirinya sangat bahagia bisa melihat calon anak kembarnya.


Sore hari, keluarga Navysah datang ke rumah Davian. Terlihat bu Yani yang sedang menangisi anaknya "Kamu kemana saja Nav, mama khawatir" dirinya memeluk anaknya.


Navysah pun berkaca-kaca " Navy di villa temen mah di Bandung, aku juga ke rumah Rasya juga disana" ucapnya. Davian mendengar Navysah menyebut nama kembaran almarhum suaminya. "Jadi kamu ke rumah Rasya juga Nav, kok nggak ngomong aku" tanyanya.


"Kan mas nggak nanya" balasnya.


Davian terdiam, benar juga apa yang dikatakan Navysah. Dia tidak pernah bertanya Navysah kemana saja. Bu Fera meminta maaf atas nama keluarga Davian, dirinya pun bercerita tentang hasil USG. Mereka bercerita dan bersenda gurau. Dan Nara selalu mengelus perut maminya.dia berebut dengan Raffa. Sebelah kanan Nara, sebelah kiri Raffa. Davian mengelus dadanya. Dia tidak mendapat tempat disisi istrinya. "Yah, Ngalah lagi sama Nara" gumamnya dalam hati.


"Berat ya mih? Ada dua disini" Nara mengelus perut Navysah.

__ADS_1


" Belum terlalu berat, nanti kalau sembilan bulan baru tuh mami kerepotan" Navysah memeluk dan mengelus rambut Nara. Raffa melihat ibunya terlalu sayang pada Nara. Dirinya memeluk ibunya. "Mah, aku di peluk kayak mas Nara juga dong" pinta Raffa.


"Ya ampun!, yang satu ini iri lagi. Yaudah sini" Navysah memeluk Raffa. "Untung gak ada Kinan" gumam Navysah dalam hati. Dia melihat Febri yang selalu melirik Amel. Hari ini memang Navysah menyuruh Amel membawa gaun yang akan dipakai Jasmine untuk acara pernikahan. Ada beberapa yang harus dipayet.


"Febri...!" Navysah memanggil adiknya.


"Iya mba" dirinya menghampiri kakaknya.


"Lama-lama aku colok matamu!. Nggak usah lihat wanita seperti itu" ketusnya. Febri cengengesan, dirinya merasa malu ketahuan kakaknya. "Apaan sih mbak, sok tahu! "


"Tahu lah!, Amel sini" seru Navysah. Amel bergegas menghampiri Navysah, Febri deg-degan melihat wajah Amel dari dekat. "Ya allah, dia ternyata cantik banget" ucapnya dalam hati.


"Amel, tolong kirim stok barang ke mall.tadi Lita kirim pesan ke mba, stoknya tinggal dikit dianter Mang Dirman dan ajak Febri jalan-jalan ya" Navysah melirik adiknya.


Febri melongo mendengar perkataan kakaknya "Sumpah demi apa, aku bisa jalan dengan cewek cantik ini! Ya allah, rejeki anak sholeh" ucapnya dalam hati.


"Makasih ya mbak" lirihnya sembari cengengesan. Febri mencium pipi Navysah " Cup, cup".


Davian melihat istrinya dicium hanya terdiam menelan salivanya ."Ternyata begini rasanya istriku di cium oleh adiknya, pantas saja Feri kesal saat aku mencium Imelda. Sekarang, aku dapat karma" ucapnya dalam hati.


Amel bergegas pergi. "Ayo mas Febri" ajaknya.


Keluarga Davian ingin menggelar pengajian untuk empat bulanan dengan mengundang anak yatim. Dan Navysah mengiyakan, dirinya menelepon maya untuk menyiapkan nasi box.


Malam hari mereka beristirahat di kamar masing- masing. Terlihat Navysah yang tidur lebih dahulu, Davian menghampiri istrinya dan berbaring di sampingnya. "Sayang, bangun!" ucapnya. Navysah masih tertidur, matanya tertutup rapat. Davian menepuk-nepuk pipi istrinya. "Sayang, bangunlah" ucapnya lagi.


Navysah mengerjapkan matanya, dirinya sangat mengantuk. "Apa mas? " ujarnya dengan suara serak. Davian menciumi istrinya dan membisikkan "Aku mau buka puasa, jatah preman" pintanya.


Navysah melotot "Nggak ada, nggak ada!, bangunin aku cuma mau itu. Libur Nasional, buka minggu depan " ucapnya sembari membalikkan badannya dan tidur kembali.


Davian menghela nafas kasarnya, dia membenturkan kepalanya ke bantal berulang kali. "Yah, nggak jadi buka puasa. Masih belum beruntung" dirinya tidur membelakangi istrinya.

__ADS_1


__ADS_2