Cinta Navysah

Cinta Navysah
Jaga Raffa bersama


__ADS_3

Di Apartemen Imelda Jakarta


Setelah dua jam Navysah menitipkan anaknya pada Imelda.


"Mami, makan mih Raffa laper!" ujar Raffa merengek.


Imelda yang masih sibuk dengan laptopnya, "Tunggu ya, tanggung bentar lagi kerjaan mami kelar" ujar Imelda tanpa melihat kearah Raffa.


Raffa yang merasa diabaikan langsung mendekat dan duduk di pangkuan Imelda.


"Kamu ngapain duduk di pangkuan mami? Kan mami gak bisa konsentrasi,mami lagi kerja" Imelda menghela nafas panjang.


"Kalau mama Navy lagi gambar juga, Raffa selalu duduk seperti ini mih" ucap Raffa dengan polos nya.


" Ini apa mih?!" Raffa menunjukkan tangan nya kearah benda tersebut.


"Itu printer" ujar Imelda.


"Ini apa?" tanya Raffa lagi


"Itu speaker" ujar Imelda.


"Ini apa?, Ini apa?, Ini apa?", tanya Raffa menunjuk barangnya satu-satu.


Imelda merasa pusing dengan celotehan Raffa yang banyak bertanya. " Hadewhh, ini bocah ceriwis banget ya. Kalo nanya udah kayak kereta! " tegas Imelda yang mulai kesal kesabaranya diuji.


Raffa hanya cengengesan melihat Imelda cemberut, "Mih, kata mama Navy jangan cemberut terus.Entar cepat tua, harus senyum mih" seloroh Raffa.


Imelda menggaruk kepalanya yang tidak gatal, " Yuk kita makan aja yuk, Makan pakai apa ya?" tanya Imelda menurunkan Raffa dari pangkuanya. Mengandeng tanganya menuju dapur.


"Mata sapi sama sayur sop Mih,abis itu Raffa minta es cream ya mih abis Raffa pusing kalau tidak makan es cream" ujar Raffa memelas dan memijit kepala nya.


Imelda tertawa keras melihat tingkah ponakanya,matanya berair karena tertawa."Ya allah, ada-ada saja tingkahmu. Kamu kok lucu banget sih raf, sini mami cium dulu entar beli es cream" Imelda menciumi pipi Raffa.

__ADS_1


Setelah makan, mereka keluar ke minimarket membeli es cream kesukaan Raffa dan beberapa cemilan.


Dengan cepat Raffa memakan es cream nya hingga belepotan di sekitar wajah nya. " Uh, pinter banget anak mami tadi makan sendiri, sekarang makan es cream sendiri juga!" ujar Imelda mengelap wajah Raffa yang belepotan.


Lift terbuka dan Raffa melihat seorang yang dia kenal berdiri di depan apartemen Imelda.


"Om Feri!" Raffa berteriak dan berlari ke arah nya.Feri tersenyum dan mengendong Raffa.


"Panggilnya Papi Feri,jangan om Feri" ujar nya.


"Tapi kata Ayah Davi, suruh panggil om Feri saja!" tegas Raffa.


"Kan sekarang gak ada ayah Davi, jadi panggilanya Papi Feri boleh kan?" Feri mencium pipi Raffa,Raffa menganggukan kepala.


Imelda melirik Feri " Sedang apa kau disini!? tanya nya sembari membuka kunci rumah.


" Aku!, Jaga Raffa lah. Navysah menyuruhku untuk menjaga kalian" jawab Feri dengan santai masuk dan duduk di ruang tamu.


Feri menghela nafas kasarnya, setiap dia bertamu di rumah Imelda selalu diusir, "Dia memang tidak pernah ramah padaku" gumam Feri dalam hati.


"Aku mendapat amanah juga dari Navy, jadi aku akan tetap disini mbak!" seru Feri.


" Terserah" Imelda meninggalkan Feri dan masuk ke ruang kerjanya.


"Sabar-sabar, biarkan saja dia seperti itu. Aku sudah kebal" Feri mengelus dadanya.


Raffa yang sejak tadi menonton tv mulai bosan."Pih,main mobil - mobilan yuk pih?" pinta Raffa.


"Gak mau ah, daripada main mobil - mobilan mending main ninja-ninjaan?" ujar Feri.


"Ninja apaan pih?" tanya Raffa yang kebingungan.


Feri mengambil kain taplak meja dan membalut wajah Raffa bak ninja dan memberi nya sapu sebagai pedang nya.

__ADS_1


"Nih keren kan!! seru Feri,diapun mengambil kain yang ada di dapur serta sapu." Kita samaan nih raff" ujar Feri kembali.


Mereka layaknya ninja yang sedang bertarung,berperang ting ting ting ibarat suara pedang yang berbunyi padahal hanya sebatang sapu,lari - larian, mainan yang berserakan,tertawa bersama. "Raffa suka" tanya Feri di sela - sela permainanya.


"Raffa suka main ninja gini pih, Seru" jawab Raffa polos.


Feri tersenyum dan mulai berakting kalah.


Imelda yang merasa terusik dengan canda dan tawa mereka, dia bergegas keluar ruangan. "Apa - apaan ini!" ujarnya kaget melihat rumah yang biasa bersih dan rapi seketika berubah seperti kapal pecah."Feri,kok rumah aku berantakan?" ujar Imelda.


Terus apa ini pake kain taplak meja buat bikin ninja, kamu bikin rusuh dirumahku aja!" Imelda menarik kain taplak yang dipakai Feri, dia merasa kesal dengannya.


"Namanya juga bermain dengan anak - anak ya pasti berantakanlah" Feri menjawab dengan santainya.


"Ayo beresin lagi, aku gak mau rumah aku berantakan kayak gini?" Imelda masih meradang melihat rumahnya berantakan.


"Siap nyonya!" Feri memberi hormat layaknya komandan.


"Habis beresin rumah mendingan kamu pulang, sudah malem. Akupun mau istirahat!" ketus Imelda.


"Enak aja!, aku mau menginap disini tidur sama Raffa"tegas Feri.


" Biar aku saja yang jagain dia, aku mau tidur dengan Raffa, kamu pulanglah! " seru Imelda.


" Yaudah kalo begitu kita tidur sama-sama bareng Raffa" ledek Feri sembari cengengesan.


Imelda merasa kesal dengan sikap Feri yang selalu menggodanya.


"Lama-lama aku cekik kamu ya Fer!, Aku tidak mau tidur dengan brondong tengik macam kamu, dasar ot*k selangk*ngan!" ketus Imelda.


Feri terkekeh mendengar ucapan Imelda, dia tidak merasa tersinggung sama sekali. Baginya membuat Imelda kesal salah satu hobi untuknya.


***Jangan lupa like, Vote and comment ya gaes.Saran dan Kritik saya terima.Ini novel pertama saya, mohon maaf jika banyak kesalahan dalam menulis. Yang udah mampir disini saya ucapkan "Matursuwun ingkang kathah" ( Terimakasih banyak) untuk reader semua. Yang mau promo novel lainnya juga monggo, Author tidak akan marah.Love u all😘❤️

__ADS_1


__ADS_2