Cinta Navysah

Cinta Navysah
Model Gadungan


__ADS_3

Davian pulang kerumah malam hari dan melihat istrinya sudah tertidur. Setelah membersihkan tubuhnya dirinya masuk kedalam selimut. Mengkungkung istrinya dan menggodanya agar bangun. "Mas, kau sudah pulang" ucap Navysah dengan suara seraknya.


"Hmmm" balas ya sembari menciumi istrinya.


"Mas, aku mau tidur. Hari ini aku merasa lelah jadi hari ini tidak ada jatah preman" ucap Navysah. Davian melotot mendengar ucapan istrinya. " Enak aja!, aku ingin" protesnya.


Navysah langsung bangun dan terduduk di ranjangnya. "Pilh mana!, Aku mau tidur di kamar Raffa atau kamu mau tidur disini?!" Navysah menunjuk d*danya. Davian merasa kesal, baginya itu pilihan yang sulit. Davian sudah terbiasa tidur di d*da istrinya, menjadi tempat ternyaman untuknya.


"Jangan pergi!, Kamu tidur disini saja.Aku sudah terbiasa tidur denganmu.Hari ini aku tidak minta jatah preman" ucapnya dengan cemberut.


Navysah mulai tidur kembali, dan dirinya memeluk suami di tempat ternyamannya. Davian mulai berbuat ulah, mengusel - usel aroma tubuh istrinya yang wangi dan Navysah mulai kesal. Karena ulah suaminya, tidak bisa membuatnya istirahat dan Navysah menjambak suaminya.


"Arrrghhh!!, Kenapa kamu menjambak diriku" Davian bangkit dan meringis kesakitan.


"Kamu itu kusuruh tidur, tidak boleh menggangguku. Aku ingin istirahat mas, aku sangat lelah" ucap Navysah.


"Dasar pelit!," cebik Davian.


"Bodo amat!, Kalau gak mau yaudah. Aku mau tidur dengan Raffa" Navysah bangkit dari ranjangnya.


"Jangan!, disini aja tidur denganku. Aku janji tidak akan mengganggumu hari ini" cebik Davian dengan tidak ikhlas.


"Oke, Aku pegang janjimu. Sini, aku peluk" Navysah memeluk Davian di tempat ternyamannya.


"Maafkan aku mas, hari ini aku benar-benar lelah, tanganku sedikit bengkak bekas jarum infus. Aku hanya ingin istirahat malam ini" ucapnya dalam hati.


Dan mereka tidur bersama tanpa ulah dari suaminya.


***


Setelah sholat subuh Navysah tidur kembali hingga siang.Setelah tidur, dirinya merasa lebih segar dari sebelumnya.


Dibawah Rico dan asistennya sudah menunggu Navysah untuk pemotretan produk terbarunya.


"Eh, tuan putri sudah bangun" ledek Rico pada Navysah. " Loe kalah sama Raffa, noh, dia udah main aja sama Kinan" Rico menunjuk Raffa dengan dagunya.


"Janjian pemotretan pagi, tapi kamu juga belum apa-apa. Kalau tahu gini mendingan aku bantuin Maya dulu di restoran" cebiknya kesal.


"Oh jadi tidak ikhlas ini!" ketus Navysah, " Yaudah, besok-besok gue ganti fotografernya" ancam Navysah.


"Idih...!, gitu aja marah. Gue kan bercanda. Ya, ya, jangan ganti fotografernya. Ntar job gue ilang donk, kasihanilah hambamu ini nona barbie" rayu Rico memelas.

__ADS_1


"Aku memang secantik barbie, kamu baru tahu" ucapnya kepedean.


"Iya dah suka-suka loe!, Muka barbie tapi kelakuan chucky!" ucap Rico terkekeh.


"Salah!, wajah barbie kelakuan putri" balas Navysah lagi. Rico memutar bola matanya malas. "Tumben, loe kesiangan? " tanyanya.


"Aku sedang tidak enak badan, capek" ucap Navysah.


"Elu sih!, kebanyakan jadi kecapean deh" ledek Rico. Navysah melotot ke arah Rico.


"Yaudah gue ganti kostum dulu,loe foto model satunya dulu. Biar cepet kelar. Fotonya di taman aja" ucap Navysah.


"Siap bos"


Navysah pergi mengganti pakaian dan berhias.Setelah itu turun ke taman bertemu Rico.


"Aku udah cantik nih, lihat gaunnya cantik kan?" ucap Navysah dengan menggerakkan gaunnya ke kanan dan ke kiri.


" Iya cantik, secantik bunga. Tapi bunga ******!" ucap Rico tertawa.


"Kampret loe co!, ngeselin banget jadi temen. Untung suami Maya kalau nggak gue pites loe!" ucap Navysah dengan kesal.


"Emang cuma gue yang ngeselin!, loe tuh biangnya paling ngeselin. Kalau bukan temen Maya gue gedik loe!" balas Rico.


Mereka mulai sesi pemotretan, dan seperti biasanya Navysah selalu membuat ulah. Berlenggak - lenggok ala model profesional dan melambaikan tangan ala putri kecantikan.


"Navysah yang bener, jangan gerak-gerak mulu!, Lama-lama aku ganti nih mukamu pake ember, Dasar model Gadungan! " ucapnya kesal.


"Woles bro,ngomongnya jangan pake urat!, kalau pengen urat mending loe beli baso sono banyakin uratnya tambahin cabe nya biar pedes kayak mulut Bima" ledek Navysah.


"Dasar PE'A!!, Amit amit amit amit, semoga kalau Maya hamil kagak tiru loe" Rico mengetok kepala dan meja bergantian.


"Berkah tau mirip gue" ucap Navysah.


"Idiihhh.., yang ada musibah!. Yang ada gue pusing, enek tiap hari liat orang yang modelnya kayak loe, pecicilan" balas Rico lagi.


"Yakin! Munafik loe co, padahal loe seneng punya temen kayak gue. Urat malu ya udah putus bisa bikin loe ketawa terus" ucap Navysah.


"Auk ah gelap! " balas Rico.


Setelah mereka pemotretan, mereka masuk ke dapur. "Waktunya makan siang, bibi sudah siapkan makanan . Ayo kita makan" ajak Navysah.

__ADS_1


Mereka makan bersama, melihat Navysah makan dengan lahap, menjadi selera Rico makin bertambah.


"Nih, yang gue suka dari loe. Loe kalau makan itu cuek, porsi kuli. Dan gue demen kalau makan ama loe bikin selera makan gue bertambah" ucap Rico sembari mengunyah makanannya.


"Bilang aja pumpung gratis!, kalau di restoran loe gak ada lauk kayak gini" Navysah menunjuk semua lauknya.


"Kok tahu!" ucap Rico cengengesan.


"Tahulah!, gue kenal loe udah lama dan kita satu spesies. Jadi otak loe ma gue itu sama frekuensi, gak jauh - jauh dari makanan" ucapnya terkekeh.


"Good" Rico mengacungkan jempolnya.


Setelah makan Rico pulang," Ntar gue hubungi loe kayak biasa kalau fotonya udah jadi"


"Siap bos" ucap Navysah.


Raffa, Kinan dan Navysah tidur siang bersama. Akhir - akhir ini Kinan lebih suka menginap. Dirinya selalu kangen dipeluk Navysah dan kangen bermain dengan Raffa.


"Drt.. Drt.. Drt.."


Navysah melihat layar handphonenya, dan beranjak keluar dari kamar.


"Assalamualaikum Nduk"


"Walaikumm salam mah"


"Gimana kabarnya mah?"


"Alhamdulillah. Nduk, mama mau cerita. Mama sakit kanker payudara nduk, minggu depan mama operasi. Minta do'anya nduk biar mama sehat. Rani hari ini pulang ke Solo. Nanti kabarin Davi ya nduk" ucap bu Fera.


Navysah merasa sedih, orang tua Davi sakit dan akan dioperasi.


"Nanti Navysah ke Solo mah, Navy ingin nungguin mama operasi. Mama sehat-sehat ya disana, Navy selalu do'ain mama agar cepat sembuh. InsyaAllah navy datang sebelum Mama operasi" ucap Navysah.


"Gak usah Nduk, Mama tahu kamu dan Davi sibuk. Nanti ngrepotin" balasnya.


"Gak ada kata ngrepotin buat orang tua sendiri, pokoknya nanti Navy datang. Oke!" seru Navysah.


"Makasih banyak ya Nduk, sudah sayang sama mama. Kalau begitu mama istirahat dulu, Assalamualaikum"


"Walaikumm salam "

__ADS_1


Navysah kembali tidur bersama anaknya, sore hari Kinan dijemput Shafiq untuk pulang bersamanya.


Sebelum pulang seperti biasa, Kinan selalu drama menangis tidak ingin pulang. Dirinya ingin menginap dirumah Navysah, namun dengan dibujuk Navysah dirinya mau pulang walaupun besok dijanjikan akan bermain kembali.


__ADS_2