Cinta Navysah

Cinta Navysah
Donor darah


__ADS_3

Keesokan harinya,


Di kantor rumah sakit "Raya Medicals"


"Hari ini aku sudah kirim APD sebanyak 1000 pcs ya pak, coba dihitung dulu" ucap navy.


Sambil menyerahkan beberapa lembar kertas ke pak rizal, karyawan kantor rumah sakit "Dan ini desain untuk blouse cewe dan ini kemeja cowo nya. Untuk warna bisa disesuaikan sesuai bagian pekerjaanya"ucap navy kembali


" baik bu navy, nanti saya hitung kembali barangnya dan saya rasa modelnya sudah bagus tinggal di bagian ini saya ingin ditambah warna hijau dan logo RS nya" balas pak rizal sambil menunjuk kertas desain.


"baik pak, mungkin senin saya kasih model sampel baju nya, mohon bersabar ya pak" ucap navy sembari senyum


"Pembayaran mungkin besok baru di transfer ya bu" balas pak rizal


"siap, pak" imbuhku


Tok.. Tok.. Tok


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


"eh, dokter shafiq silakan masuk dok?" ucap pak rizal


"begini pak, saya sebagai dokter nya aulia mau mengabarkan klo aulia butuh transfusi darah golongan AB, namun stok di PMI saat ini sedang kosong. Bagaimana ini pak,mungkin bapak sebagai wali nya bisa mendonorkan darah nya?" tanya dokter shafiq


Raut muka pak rizal yang tadi ceria berubah suram,entah apa yang ada dipikiranya. Menghembuskan nafas kasar nya sembari berkaca-kaca dan mencoba untuk menceritakan apa yang terjadi.


" Jujur pak, aulia itu anak angkat saya. Saya mengangkat nya dari panti asuhan sejak umur setahun.aku menyayangi nya seperti anakku sendiri,apapun akan kami lakukan. Namun, darah aku dan istri ku A, aku tidak tahu apa memungkinkan untuk donor darah?" tanya pak rizal


" Darahku AB, aku akan mendonorkan darah ku untuk anak pak rizal!" potong ku cepat


Kedua pria itu menoleh ke arah ku.


" Bu navy yakin mau mendonorkan darah untuk anakku?" tanya pak rizal penuh harap

__ADS_1


" iya"balas ku singkat


"terima kasih banyak ya bu, saya tidak tahu lagi mau ngomong apa" ucap pak rizal merasa terharu


Kami berjalan menuju ruang pemeriksaan, setelah donor darah selesai navy menjenguk anak pak rizal yang terbaring di kamar rawat inap nya.


"ini anak saya bu,namanya aulia. Dia menderita leukimia, tiap minggu harus transfusi darah" ucap pak rizal sembari menangis


Akupun tidak kuasa menahan rasa sedih, airmata mengalir begitu saja.


"Ya allah alhamdulillah aku dan Raffa selalu sehat, terima kasih ya ALLAH engkau selalu memberi kesehatan pada kami" gumamku dalam hati


Tok.. Tok.. Tok..


Dokter shafiq masuk ke kamar inap aulia dan menyapa kami.


Setelah memeriksa aulia,dan keadaanya mulai membaik. Dia berlalu pergi.


Navysah berpamitan dengan pak rizal,namun navy tidak langsung pergi. Dia duduk termenung di sebuah taman RS. Pikiran nya kacau,badanya pun lemas. Teringat keadaan aulia yang pucat tadi membuat navy sedih.


Navy teringat kejadian setahun yang lalu, teringat almarhum suaminya yang meninggal karena kecelakaan.saat itu suaminya kekurangan banyak darah,baju yang penuh dengan darah yang berceceran akibat kecelakaan hingga akhirnya tidak bisa diselamatkan.


Kring.. Kring.. Kring..


Kring.. Kring.. Kring


Berkali-kali telepon berdering namun navy tidak mengangkat nya. Terlihat di layar siapa yang menepon nya.


Disisi lain davian yang mulai merasa kesal karena merasa diabaikan,dia merasa gusar karena telepon nya berkali-kali tidak diangkat.


"sial, dia kemana si! Selalu bikin aku kesal, kata kamil dia ke RS kirim barang tapi sudah jam segini kenapa belum pulang! Jangan jangan dia sengaja gak angkat teleponku, mencoba menghindari ku! , aku akan menjemput nya" gerutu davian kesal


Di taman RS,


"Ibu navy? " sapa seorang dokter, boleh saya duduk disini? Tanya nya

__ADS_1


"silakan" jawab navy datar sambil menghapus airmata nya


"Ini ada susu dan vitamin, nanti diminum ya biar sehat lagi" ucap dokter memberikan bungkusan ke navy


"terima kasih" ucap navy datar


"perkenalkan saya shafiq, dokter spesialis anak disini" sapa nya sembari mengulurkan tangan.


"Navysah" ucap ku berjabat tangan


"kenapa anda menangis bu Navysah?" tanya nya kepo


"jangan panggil saya ibu, panggil saja navy kurasa umur kita sama. Saya lagi ingin menangis saja, jadi gak usah kepo" ketus ku.


Ya sejak davian menelepon hatiku mulai kesal lagi,suasana hati jadi badmood.


"ketus juga ini cewe namun dia baik mau mendonorkan darah nya untuk orang lain tanpa pamrih" gumam shafiq


"saya selalu melihat anda di kantor RS, ternyata anda suplier pengadaan barang RS ya?" tanya nya


"iya" balas ku datar


"Oh iya, aulia harus transfusi darah tiap minggu, terkadang stok darah menipis di PMI. Apa anda mau jadi pendonor tetap untuk aulia, setiap 6 bulan sekali anda bisa donor darah?" tanya nya


Kubuka tas dan ku berikan kartu namaku, "telepon saja jika butuh donor darah" ucap ku singkat.


Dari kejauhan terdengar suara seorang laki-laki, dia datang dengan muka kesal.


"kamu dari mana saja si, kok telepon aku gak diangkat. Aku nyari kamu di seluruh RS ini tahu" tanya nya ketus


Dia melirik tajam dokter yang duduk di samping ku.


"kamu itu siapa, apa hubungannya dengan navy?" selidik davian


"saya dokter shafiq, saya cuma teman nya navy" ucap nya gugup

__ADS_1


"kenalkan saya davian, calon suami navy" ucap nya dengan suara berat


"ayo pulang, raffa udah nungguin di rumah" ucap davi sembari menarik tangan navysah.


__ADS_2