Cinta Navysah

Cinta Navysah
Tunggu aku


__ADS_3

Navysah datang ke apartemen Imelda, sebelumnya dia menelepon Imelda untuk menitipkan Raffa. Awalnya Imelda menolak dengan alasan sibuk bekerja namun bukan Navysah namanya,Kalau dia tidak bisa membujuk Imelda. hingga akhirnya Imelda mengiyakan permintaan Navysah.


"Assalamualaikum" ucap Navy


"Walaikumm salam" balas Imelda.


Navysah dan Raffa mencium tangan Imelda dan duduk di sofa ruang tamu.


"Mami sehat?" tanya Raffa dengan polosnya.


"Alhamdulillah sehat" sembari mengelus rambut Raffa dan tersenyum .


Navysah kagum melihat seorang Imelda yang biasa ketus, angkuh dan galak bisa menjadi lembut pada anaknya.


"Mba, aku titip Raffa ya tiga hari disini. Memang ada mba Siti dirumah tapi dia lagi sakit jadi mau tidak mau aku titipin disini, boleh ya?" pinta Navysah memohon.


"Terus kalo aku kerja, si Raffa sama siapa?!, kan Rani lagi di Bogor" seru nya.


"Tenang nanti ada temenku yang bantuin kok, nanti dia jemput Raffa" balasku.


"Oke, kalo gitu!, Raffa anaknya gak ribet dan gak cengeng kan Nav! , aku pusing kalo ada anak nangis, berisik?!" seru Imelda.Raffa yang mendengar mami nya mengobrol tentang dirinya langsung ikutan protes. "Raffa gak cengeng kok mi" ucap Raffa dengan polos nya.


"Beneran!", selidik Imelda menatap tajam. "Kalo Raffa cengeng dan ngeselin, mami bawa pulang lagi lho ke rumah Raffa" ucap nya ketus pada Raffa.


" Iya mih" Raffa menganggukan kepala.

__ADS_1


Navysah tersenyum melihat celotehan Raffa. "Semoga ini berhasil" gumam Navy dalam hati.


"Raffa, mama pulang dulu ya. Raffa jangan nakal dan jangan bikin mami Imel kesal" sembari menciumi wajah anaknya.


"Iya, mah" ucap Raffa sembari menciumi ibunya. "Raffa pasti kangen mama" ujar nya memeluk ibunya.


Navysah berkaca-kaca melihat anaknya, ini pertama kalinya dia meninggalkan Raffa darinya." Mama pasti kangen Raffa juga" ucapnya.


"Yaudah aku pulang dulu ya mba, makasih sudah mau jaga anakku, ini perlengkapan dan cemilan Raffa" ucap Navysah sembari menyodorkan tas dan mencium tangan Imelda.


"Ya, karena terpaksa! ,Jangan lupa bawa kabar baik untuk kami" ucap nya dengan ketus.


"Aku tahu mbak, biar pun kamu judes nya minta ampun tapi kamu baik" ujar Navysah dalam hati.


Walaikumm salam


***


Di bandara Navysah mengirimkan pesan pada seseorang. Davian pun melirik dirinya, "Kamu chat sama siapa?!, serius amat" tanyanya.


"Sama temen" Navy bergegas memasukkan handphone nya.


Kamil berjalan ke arah Davian,"Ayo Dav kita berangkat!" ujar Kamil pada Davian.


Dari jauh terdengar suara teriakan wanita yang cukup keras "Aaa....!!, A Kamil!! " teriak suara wanita cempreng yang sangat dikenalnya.

__ADS_1


"Jasmine!," seru Kamil.


Jasmine menubruk tubuh Kamil dan memeluknya dengan sangat erat." A...aa Jangan lama-lama ya di Bali, aku sudah pulang kesini lagi kok" ucapnya menangis sesengukan.


Kamil merasa senang jasmine akhirnya pulang kembali setelah sebulan harus pindah cabang sementara. "Iya, cuma tiga hari. Kalo semua urusan selesai aku pulang" sembari mencium kening jasmine.


"Hehhhhhh...!! kalian tega-teganya bermesraan di depan kami ya. Memang kita nyamuk diabaikan begitu saja! Mana Navy gak pernah peluk aku seerat dan seikhlas itu lagi" ketus Davian merasa iri pada Kamil. Navy yang merasa namanya dibawa - bawa jadi kesal pada Davian.


"Gak usah iri entar juga kamu dipeluk, tapi sama guling!, Kalo kamu iri pada mereka, tutup matamu dari drama khatulistiwa ini" ketus Navysah.


Kamil dan Jasmine tertawa melihat tingkah laku teman sekaligus bos nya.


"Kalau kamu masih tertawa aku potong gajimu loh mil! " ancam Davian.


"Siap bos" ujar Kamil.


Jasmine mendekati Navysah dan memeluknya, "Mba, maaf ya aku tidak bisa datang ke acara pindah rumah kalian, padahal mba udah baik banget sama aku" jasmine menundukkan kepala merasa bersalah.


"Sudahlah, kami tahu kok kamu pindah tugas sementara ke cabang lainnya, yang penting kan kita semua sehat. Kapan - kapan bisa kumpul lagi" ujar Navysah.


"Makasih ya mba" ucap Jasmine dan dianggukan Navysah.


"Ya sudah kita berangkat dulu ya, doain semoga cepat selesai ya yang" ujar Kamil mencium kening Jasmine.


Davian masih menggerutu dan iri pada Kamil. Kenapa Kamil yang belum menikah bisa seromantis itu pada tunanganya, sedangkan dia masih berjuang untuk cinta nya.

__ADS_1


__ADS_2