
Di restoran Mall,
Navysah yang sedang menyuapi anaknya dan terdengar seseorang memanggilnya.
"Mbak Navy?" sapa Jasmine mendekat kearah Navysah.
"Hai, jasmine apa kabar?" Navysah menyalami Jasmine.
"Alhamdulillah baik mba,mba gimana kabarnya?" tanya Jasmine.
"Alhamdulillah baik, kamu sendirian, Gak sama Kamil?" Navysah menyelidik.
"Aku tadi jalan sama temen cowo tapi dia pulang duluan" ujar Jasmine.
"Kenapa gak sama Kamil?" tanya Navysah dengan penasaran.
Jasmine menunduk dan sendu tanpa menjawab pertanyaan Navysah, dirinya bingung ingin menceritakan pada Navysah atau tidak. "Kamu kenapa lagi sama Kamil?" Navysah memegang tangan Jasmine berharap dia mau menceritakan apa yang terjadi.
"Aku bingung sama Kamil mbak, kita beberapa bulan lagi akan menikah tapi dia seperti acuh tak acuh, tiap aku telepon selalu beralasan sibuk. Aku ingin pergi denganya entah itu cuma cari sovenir kek, cari baju untuk keluarga atau cari cincin kek tapi dia selalu banyak alasan. Katanya, beli online juga bisa. Tinggal klik - klik aja" ujarnya. "Aku jadi ragu mba menikah denganya! " Jasmine mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Aku pernah tanya padanya, sebenarnya dia cinta gak sih sama aku, eh dia malah jawab. Kamu masih tanya lagi, kamu gak percaya aku, dia malah marah dan pergi begitu saja" Jasmine mengingat semua perkataan Kamil.
Navysah tersenyum pada Jasmine, "Lalu kamu percaya gak sama dia?" tanya Navysah sembari menyuapi Raffa lagi. Jasmine mengangguk, "Walaupun Kamil pendiam dan tanpa ekspresi tapi dia pria yang berprinsip dan setia. Aku sering menggodanya, tapi dia tidak pernah tertarik menyentuhku" Jasmine keceplosan dan menutup mulutnya.
Navysah menghela nafas panjangnya, "Dimana - mana biasanya cowo yang genit, kalo ini ceweknya yang kegenitan" seloroh Navysah. Jasmine cengengesan dan tak tahu malu menceritakan kekonyolan dirinya menggoda tunanganya,dirinya bercerita pernah tidur di apartemen Kamil dengan memakai lingerie.Namun apa yang didapat,Jasmine malah dikurung di kamar sebelah dan Kamil menguncinya dari luar.
Navysah terbahak - bahak mendengar ucapan Jasmine. "Kamu itu maunya apa jasmine? untung saja Kamil kuat Iman. Coba kalau modelnya kayak si Feri udah habis kamu dimakan"ujar Navysah.
" Enaklah kalau dimakan, bikin ketagihan! "seloroh Jasmine terkekeh, " Gak tau mba, aku gemes aja sama Kamil,gak ada ekspresi,kaku. Aku kan wanita ingin punya tunangan yang romantis gitu, selalu mengatakan kata cinta.Lah, ini boro - boro!" seru Jasmine.
__ADS_1
Navysah bingung dengan cara pemikiran Jasmine." Kalau kamu hamil gimana? " tanya Navysah.
" Ya tinggal nikahlah"balas Jasmine dengan entengnya.
Navysah menghembuskan nafas kasarnya," Untung aja kamu bukan adikku, kalau kamu adikku sudah ku goreng dadakan kayak tahu bulat !"gumam Navysah dalam hati.
"Dengarkan aku jasmine, Kamil itu menjaga dirimu,Dia sangat menghargaimu.Dia tidak mau kamu kenapa - napa sebelum adanya pernikahan. Dia bisa saja menyentuh dirimu yang kegenitan, tapi apa? Dia tidak melakukannya kan? Karena dia sangat sayang padamu Jasmine.Kalau masalah dia tidak bisa pergi denganmu. Kamu positif thinking aja, dia memang sedang sibuk. Mas Davian sedang membuka restoran baru,dan Kamil orang yang dipercayanya. Dia sedang berjuang mencari rejeki dan menabung untuk pernikahan kalian" tegas Navysah. "Coba kamu pikir, kalau Kamil pengangguran dan punya banyak waktu.Kamu mau bersamanya?"tanya Navysah dan Jasmine langsung menggelengkan kepala." Kalau Kamil suka mengatakan hal-hal romantis padamu tapi dia selingkuh, Apa kamu mau denganya!? " tanya Navysah lagi. Jasmine menggelengkan kepalanya lagi.
" See!, kamu gak mau kan.Jangan samakan Kamil dengan pria Idamanmu, Kamil tetaplah Kamil yang punya kelebihan dan kekurangan dan kamu janganlah seperti wanita murahan, belajarlah berpakaian yang sopan dan tidak merayu lelaki.Jujur, kalau aku sebagai Kamil. Aku akan berfikir sepuluh kali untuk menikahimu?!, Maaf jika mba harus bicara seperti ini, Aku orangnya kalau ngomong tanpa tedeng aling - aling langsung to the point "tegas Navysah.
Jasmine merasa tersinggung dengan ucapan Navysah,memang benar apa yang dikatakan Navysah.Selama ini dirinya yang selalu merayu Kamil dan meminta Kamil menjadi seorang yang dia inginkan, cara berpakaian dirinya memang sexy dan kekurangan bahan." Kok mbak ngomongnya gitu sama aku!?" ketus Jasmine.
"Aku mau apa terserah aku dong, toh Kamil juga mau denganku" ketus Jasmine, dirinya merasa kesal dengan Navysah.
"Terserah kamu, yang penting aku sudah memberimu saran. Mau dipake atau nggak, kamu yang jalanin hidup kamu sendiri, kamu sudah dewasa" ujar Navysah santai.
Jasmine pergi meninggalkan Navysah dengan perasaan kesal. Ingin rasanya dia mengadu pada Kamil namun Jasmine ragu, pasti Kamil akan menyalahkan juga.
Drt.. Drt...
Terlihat nomor baru di layar handphonenya, Navysah mengenyitkan dahinya berfikir siapa yang meneleponya.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
"Nak Navy, ini saya ibunya Shafiq. Besok Nak Navy ada waktu tidak?" ujarnya diujung telepon.
"Oh iya bu, Saya ada waktu. Ada apa ya bu?" tanya Navysah.
__ADS_1
"Ini Nak, Ibu ingin main kerumah nak Navy. Kinan ingin bermain dengan Raffa" ujar bu Erni.
"Monggo bu main saja kerumah, saya tunggu kedatanganya" ujar Navysah kembali.
"Makasih banyak ya Nak, Assalamualaikum" ucap bu Erni.
"Walaikumm salam" balas Navysah.
Tok... Tok.. Tok
Navysah membuka pintu kamarnya, terlihat mbak Siti diluar."Bu,sudah ada ustadzah di bawah sama sopir baru" ucap mbak Siti.
"Yaudah,semua orang suruh ngaji dulu. Yang belum bisa ngaji, ya belajar jangan malu- malu.Kamu bawa Raffa ke bawah juga. Pokoknya jam empat semua aktivitas off, ngaji dulu" ucap Navysah.
Aku mau pake jilbab ya mbak, kamu duluan kebawah. ujar Navysah kembali. "Baik bu" Mbak Siti berjalan ke kamar Raffa dan membawanya ke bawah.
Di bawah terlihat semua penghuni rumah memakai pakaian tertutup dan berjilbab.Ibu ustadzah pun mengajari mereka mengaji satu - satu.
Navysah menuju ruang tamu menemui sopir barunya, terlihat pria paruh baya kira - kira berumur lima puluh tahunan. "Sore bu saya Mang Dirman, saya disuruh pak Davian menjadi sopir pribadi ibu Navysah" ujarnya.
Navysah melihat penampilan Mang Dirman dari atas sampai bawah, "Kurang ajar Davian!, Masa ngasih aku sopir tua,bagaimana aku mau nyuruh-nyuruh dia, kan kasihan" ujar Navysah dalam hati.
"Mang Dirman tahu jalanan Jakarta?" tanya Navysah. " Tahu bu" balasnya cepat. "Ya sudah nanti aku kasih jadwal kerja Mang Dirman," Aku ada satu pertanyaan tapi Mang Dirman harus jawab jujur! " tegas Navysah." Iya bu" ucapnya.
" Apa pak Davian menyuruh Mamang melaporkan semua kegiatanku" tanya Navysah dengan mata tajamnya.Mang Dirman merasa terpojok dengan pertanyaan bos barunya.
"Kalau gak mau jawab jujur, silahkan pergi dari rumah ini.Pintu sudah terbuka lebar,Saya tidak mau menerima pekerja yang tidak jujur" tegas Navysah.
Dengan ragu-ragu Mang Dirman menjawab "Iya bu, saya disuruh melaporkan kegiatan Ibu tiap hari. Ibu pergi kemana, sama siapa, ngapain aja. Saya disuruh bapak bu" jawab Mang Dirman dengan jujur.
__ADS_1
Navysah mengepalkan tanganya dengan erat. "Rasanya ingin kujambak kamu Davian, kamu pikir aku tahananmu hingga gerak - gerikku selalu diawasi" gumam Navysah dalam hati.
"Yaudah mang Dirman besok mulai kerja, sekarang pulanglah" Navysah pergi dan menghampiri ustadzah untuk mengaji.