Cinta Navysah

Cinta Navysah
Mencari Navysah


__ADS_3

Sore hari Shafiq dan Ifa bertemu di Cafe. Mereka membicarakan langkah selanjutnya.Shafiq merasa tidak enak dengan Navysah.Karena dirinya ,Navysah dan suaminya bertengkar. Shafiq dan Ifa berencana akan mengklarifikasi lewat medsos apa yang sebenarnya terjadi. Dan dengan saksi dokter Hendra psikiatrinya. "Aku siap mendapat sangsi dari rumah sakit tentang keributan yang aku buat, karena traumaku aku membuat mereka salah paham juga. Aku pun harus siap jika dinonaktifkan dari rumah sakit karena kejadian traumaku ini" Shafiq menundukkan kepalanya. Ifa menggenggam tangannya "Aku percaya kamu tidak akan dinonaktifkan,kamu dokter anak terbaik di rumah sakit itu. Aku berharap kamu mau trauma healing lagi. Aku akan selalu menemanimu kesana"ucapnya.


Shafiq berkaca-kaca, dirinya merasa bahagia, disaat dirinya terpuruk masih ada orang - orang baik disekelilingnya. "Ifa,mungkin ini terlalu cepat untukmu. Kita dekat dan intens bertemu bulan ini, tapi jujur Aku menyukaimu. Entah sejak kapan perasaan ini muncul.Aku tidak mencari pacar, aku ingin mencari istri dan juga ibu untuk anakku. Maukah kau menerima diriku yang memiliki banyak kekurangan ini ?" ucap Shafiq. Ifa merasa terharu akhirnya selama ini perasaannya pada Shafiq terbalaskan, dirinya terdiam tanpa memberi jawaban pada Shafiq.


Shafiq bingung Ifa hanya diam dan hanya menatap dirinya, dia mengira Ifa menolaknya." Aku tahu jawabanmu, kamu diam berarti kamu menolakku. Maaf ya fa, Aku sudah berani mengutarakan isi hatiku. Aku sadar diri, aku tidak pantas untukmu" ucap Shafiq.


Ifa tersadar dengan lamunannya, "Siapa bilang aku menolakmu, justru aku terharu akhirnya perasaanku terbalaskan, Aku menerimamu. Dan aku harus berterima kasih dengan Navysah" ucapnya. Shafiq bingung dengan ucapan Ifa, " Kok berterima kasih dengan Navysah?" tanyanya. Ifa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi ketika bertemu di pesta pernikahan teman kantor Davian, Navysah yang mempromosikan Shafiq pada Ifa dan sejak pertama kali dirinya bertemu ibunya Shafiq, semua rencana Navysah untuk mendekatkan dirinya pada Shafiq.


" Jadi dia beneran comblangin kita!" Shafiq menggelengkan kepalanya. " Bisa-bisanya dia promosikan diriku. Memangnya aku tidak laku apa!" ketusnya.


"Kamu memang tidak laku tiga puluh menit yang lalu, sekarang kamu milikku" Ifa terkekeh dengan Ucapnya.


* **


Malam hari Davian pulang kerumah, sejak kemarin dirinya tidur di restoran untuk menenangkan hatinya, dirinya menghindari Navysah karena tidak ingin berdebat lagi.Davian mengalah pergi daripada harus bertengkar dengan istrinya dan dia pun merasa bersalah karena membohongi istrinya dan kasar dengannya. Davian ingin meminta maaf pada Navysah karena selama ini membantu Natasha tanpa sepengetahuannya. Davian masuk kamar namun tidak mendapatkan istrinya, dia membuka ruang kerjanya pun tak nampak batang hidungnya. Dirinya masuk ruang kamar anaknya namun kosong tidak ada siapa - siapa. Dirinya mulai bingung dan turun ke lantai satu. Davian melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Tok.. Tok.. Tok budhe Salma!" Davian mengetuk pintu asisten rumah tangganya. Budhe Salma melihat tuannya datang berdiri di pintu kamarnya,dirinya merasa gugup. "Iya pak, ada apa?" ujarnya.


"Navysah dan Raffa kemana?"tanyanya.


" Ibu membawa Raffa pergi dari rumah. Semalam sewaktu bapak pergi,mereka juga pergi"ucapnya gugup. Davian melotot ke arah budhe Salma. "Kenapa budhe tidak telepon Aku!" bentaknya.

__ADS_1


"Kami semua diancam ibu pak, tidak boleh ada yang melapor ke bapak. Kalau kami melapor, kami akan dipecat" ucapnya gugup. Davian merasa kesal dengan asistennya. "Apa Navysah bilang dia mau kemana?"


"Tidak pak" ucapnya. Davian bergegas keluar rumah mencari istrinya. "Sekuriti, buka gerbangnya!" teriak Davian. Dirinya langsung tancap gas menuju apartemen. Dirinya mencari Navysah kesana.


Davian masuk tanpa permisi mencari istrinya di kamarnya namun tidak ada. Lalu Amel dan Yuni duduk di ruang tamu dan diintrogasi. "Apa Navysah menghubungimu? Apa dia bilang mau kemana?, Amel seharusnya kamu tahu kan istriku dimana? " tanya Davian bertubi - tubi.


Amel merasa takut dengan Davian, dirinya merasa gugup menjawab pertanyaan bos nya. "Mbak Navysah tadi siang telepon Aku pak, tapi dia cuma bilang gajiku sudah cair bahkan lumayan banyak, dia bilang semua gaji karyawan dimajukan. Dan aku menghandle orderan rumah sakit karena dirinya ingin liburan. Aku bertanya dia dimana tapi dia tidak menjawab" ucap Amel. Davian merasa frustrasi, kemana istrinya pergi.


"Waktu itu ibu menginap disini pak. Dia datang kesini dengan penampilan yang acak - acakan dan menangis. Sejak saat itu dirinya berbicara tentang produksi dan seperti berniat pergi jauh dari sini" ucap Yuni. Davian mengingat kejadian saat Navysah menginap, "Jangan - jangan dia! " Davian segera membuka rekaman CCTV dari handphonenya. Dan benar saja Navysah memang datang dengan penampilan lusuh. Davian mengecek CCTV di kamarnya, dirinya melihat Navysah membuka box di lemari. " Ah sial.!!, kenapa Aku tidak berpikir sampai kesitu" Davian mengacak rambutnya. Davian meminta nomer Bima ataupun Rico namun mereka tidak mempunyainya. "Pak Rico lusa baru ke Mall pak" ucap Amel.


Davian ingin pergi ke rumah Navysah di kota B namun sudah tengah malam. Dirinya pergi ke rumah Kamil untuk beristirahat dan meminta saran pada temannya.


* **


"Kamil, coba kau telepon Imelda siapa tahu Navysah ada disana, jika aku yang telepon pasti dia mengomeliku" ucap Davian. Kamil menghembuskan nafasnya. "Begini nih nasib bawahan, loe yang bermasalah gue yang bakal kena omelan Imelda". Kamil menekan nomer handphonenya dan terdengar suara diujung telepon.


"Apa!!" ketus Imelda.


"Busyeeettt..!! belum apa-apa udah disembur Mak Lampir" batin Kamil menggerutu. " Mbak Imel, ada Navysah gak disitu?" tanya Kamil. Davian sengaja menguping pembicaraan Kamil dengan kakaknya.


Imelda mengenyitkan dahinya merasa ada yang tidak beres, "Berikan handphonemu pada Davian kampret, Cepat!! Aku tahu dia disampingmu dan dia pasti sedang menguping" ucapnya.

__ADS_1


Kamil memberikan handphonenya pada Davian, dirinya ogah-ogahan menerima telepon dari kakaknya. "Hallo" ucapnya malas. "Kamu apain Navysah?!" tanyanya langsung. "Kamu bertengkar dengannya, hingga kamu mencarinya!" ketus Imelda.


"Nggak ada apa-apa mba!" ketus Davian. "Ada gak Navysah disitu, kalau tidak ada aku tutup teleponnya. Ini masih pagi, aku tidak menerima ceramah darimu. Aku lagi pusing! " ketusnya.


" Woi..!! Davian apa yang kau lakukan pada Navysah hingga dia pergi, jangan bilang kalian bertengkar karena Natasha "ucap Imelda. Davian langsung mematikan teleponya, dirinya tidak mau bicara dengan Imelda.


Davian menarik rambutnya frustrasi," Kamil, hari ini kamu menemaniku mencari Navysah,sebelum itu aku mau makan nasi goreng buatanmu dan beri aku salad strawberry dan mangga" pinta Davian. Dirinya menelan salivanya membayangkan segarnya salad tersaji di meja.


"Kamu itu, pagi-pagi minta yang aneh - aneh. Aku tidak punya stok strawberry. Aku tidak suka buah itu, bikin linu, asam lagi " Kamil bergidik membayangkan strawberry yang asam masuk ke mulutnya.


"Tapi Aku mau itu Kamil, sekarang!" pintanya.


Kamil melihat aplikasi di handphonenya, mencari toko buah yang buka di jam segini "Gak ada Davian, ini masih jam enam. Toko belum ada yang buka.Nanti siang kalau sudah ada yang buka, Aku beli untukmu. Aku buat nasi goreng dulu, kamu mandi lah sana" perintah Kamil. Davian menggerutu, permintaanya tidak dituruti Kamil.


Setelah selesai semua mereka makan nasi goreng bersama, terdengar suara bel berbunyi. Kamil membuka pintu, terlihat sepasang kekasih yang datang ke rumahnya. Imelda langsung duduk di depan Davian. "Katakan apa yang sebenarnya terjadi" ucapnya. Davian masih mengunyah nasi goreng buatan Kamil. Dirinya enggan bicara dengan kakaknya.


"Davian!!" seru Imelda. Mau tidak mau Davian menceritakan semua permasalahanya pada Imelda. Terlihat raut muka Imelda yang mulai berubah,dirinya menjambak Davian. "Sudah kukatakan, jangan berhubungan dengan wanita rubah itu. Lihat!, rumah tanggamu goyah gara-gara wanita itu kan. Dan ternyata kamu lebih bodoh daripada Rani!" ucapnya.


Davian meringis kesakitan "Lepaskan aku mbak!, jangan menjambakku. Kamu pikir aku anak kecil. Kau sungguh menjengkelkan!, bantu Aku mencari istriku" pintanya.


"Kamu itu adikku yang bodoh!, jangan terlalu baik dengan rubah itu. Dia sudah pernah melukai hatimu. Ingat!, kamu sudah menikah. Prioritas utama itu istrimu bukan dia.Navysah pantas marah karena kamu membohonginya. Kalau mama tahu Navysah kabur dari rumah, bersiaplah kamu menerima hukuman darinya. Mama sangat sayang dengan Navysah " Imelda geregetan dengan sikap adiknya.

__ADS_1


" Bantu Aku mbak temukan Navysah, kamu kan banyak koneksi. Dan jangan bilang mamah kalau dia menghilang "pinta Davian.


" Baiklah, Aku akan mencarinya"ucapnya.


__ADS_2