Cinta Navysah

Cinta Navysah
Kenyataan pahit


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan sinarnya,namun sepasang kekasih masih tidur dengan nyaman bergelung di bawah selimut dengan tubuh polosnya. Imelda mengerjabkan matanya, dia meraba sisi ranjang yang biasa kosong kini terisi seseorang yang sedang memeluknya.


"Feri" lirihnya, dirinya terkejut melihat pacarnya tidur polos disisinya. "Apa yang terjadi denganku" dirinya masih mencoba untuk mengingat potongan kejadian kemarin, dia melihat tubuhnya yang polos dan sedikit bercak darah di prei putihnya. Imelda menangis kencang, dirinya benar-benar sudah tidak perawan sekarang. Dirinya kecewa pada Feri yang tidak bisa menjaganya.


"Dasar kurang ajar!, kamu apain aku Feri!" Imelda memukul dan menjambak sang pacar. Feri terbangun dan merintih akibat pukulan Imelda. "Issshhh..., sakit sayang!" serunya. "Kamu apa - apaan sih pukul-pukul aku"


"Kenapa kamu tega lakukan ini padaku,aku kan sudah bilang sabar tunggu kita menikah. Aku akan memberi semuanya padamu. Tapi sekarang kita sudah melakukan dosa besar"


Feri bersandar di kepala ranjang, ada rasa ingin mengerjai Imelda "Kamu itu ngomong apa sih, bukannya kamu yang sudah memperk*saku. Kalau enak - enak aja lupa, aku yang disalahkan!" ucapnya."Ini bukan dosa besar, ini ibadah"


"Feri...!! Mana mungkin aku memperk*samu, jangan mengada-ada"ketusnya. Imelda masih mencoba mengingat kejadian kemarin, rasanya tidak mungkin dirinya berani meminta hal konyol yang bisa merugikan dirinya sendiri.


" Kalau nggak percaya ya sudah, ayo kita ulang kejadian tadi malam agar kesadaranmu pulih seribu persen" dirinya tersenyum mesum pada istrinya.


Imelda menjambak Feri kembali hingga suaminya meringis kesakitan, dirinya kesal dan bangkit dari ranjangnya, Imelda menarik selimut untuk menutupi tubuhnya namun ada rasa nyeri di sekitar area bawahnya. "Awww... dirinya mencoba ke kamar mandi. Feri bangkit dengan tubuh polosnya dan menggendong istrinya.


" Akhhhhh...lele nya kelihatan! Dasar kamu mesum" Imelda melihat kearea bawah Feri, dirinya mencoba memberontak namun Feri tetap saja membopongnya. Dia meletakkan tubuh Imelda di bawah shower.


"Dengar baik-baik Imelda Kania Ibrahim, sekarang aku suamimu saat ini. Kita sudah menikah walaupun hanya Siri, aku janji kita akan segera mendaftarkan pernikahan kita ke KUA. Coba kau ingat kembali kemarin kau dikerjain temanmu dengan obat perangsang,makanya aku harus cepat menikahimu. Kalau kau tidak percaya kau telepon Davian dan teman-teman, mereka wali dan saksiku.


Imelda mulai mengingat kembali kejadian kemarin, dia ingat Navysah bilang sebentar lagi selesai,nunggu pak ustad. "Benarkah!, lalu apa mas kawinnya? "


"Benarlah masa aku bohong, kau juga yang menyerangku terlebih dahulu tadi malam" ucapnya cengengesan. " Mas kawin uang lima ratus ribu"

__ADS_1


"Apppaaaa!!" teriak Imelda tidak percaya, kau menikahiku dengan mahar gope!, yang benar saja Feri. Aku Imelda, masa kau kasih aku mahar gope! " ucapnya." Navysah aja maharnya tiga milyar "


" Maaf, itu dadakan. Hanya ada segitu di dompetku. Kalau dulu Navysah karena dia memang tidak berniat menikah dengan adikmu. Dia mengira Davian tidak akan sanggup memberi mahar segitu jadi kemungkinan akan batal. Namun dia salah, Davian si sultan KW bisa memberinya sebanyak itu. Jika kamu iri dengan Navysah, aku akan membeli sepuluh apartemen untukmu agar kau senang dan bahagia "ucapnya.


Imelda tersenyum mendengar ucapan suaminya" Bener ya, jangan bohong. Aku mau beli apartemen lagi.Kalau begitu pernikahan gope ini aku terima "


" Iya, yang penting sekarang kita remedial lagi acara malam pengantin kita disini "bisiknya sambil menyalakan shower kamar mandinya. Dan acara penuh gairah kembali terjadi oleh dua insan pengantin baru. Setelah melakukannya mereka mengaktifkan ponselnya dan mereka mendapat kabar Navysah melahirkan di rumah sakit dan sekarang dalam keadaan kritis.Mereka bergegas menuju rumah sakit.


* **


Di rumah sakit,


Navysah sesak Nafas dan pingsan setelah melahirkan, dirinya langsung dibawa ke ICU karena keadaanya kritis. Davian terpaksa di bawa keluar ruangan karena selalu berteriak menyebut nama istrinya, dirinya merasa khawatir dengan keadaan istrinya yang down setelah melahirkan. "Kalau kamu sayang dengan Navysah jangan seperti ini, banyaklah berdoa. Aku akan berusaha semaksimal mungkin" ketus Ifa, dirinya berlari menuju ruangan dan langsung melakukan tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa Navysah.


Davian duduk termenung di kursi pengunjung, dirinya tidak menyangka akan terjadi hal yang buruk seperti ini. Seharusnya hari ini hari bahagia baginya karena kelahiran dua putranya. Namun, disatu sisi istrinya kini kritis,pikirannya bercabang kemana-mana.


Davian masih linglung dengan pikirannya sendiri, dia menjawab sekenanya "Mereka sudah lahir, tetapi Navysah kritis" ucapnya.


" Kamil, Navysah tidak akan meninggalkanku kan? , aku takut Kamil. Dia pasti akan sehat lagi kan?, Dia akan kembali padaku kan mil?, Aku menunggunya disini tapi sampai sekarang Ifa belum keluar memberikan kabar tentangnya, aku khawatir mil " dirinya meracau kembali. Kamil merasa tidak tega melihat temannya kembali depresi seperti beberapa bulan yang lalu saat Navysah pergi meninggalkannya.


Kamil mengelus punggung temannya, mencoba memberi dia kekuatan untuk bersabar dengan ujian hidupnya." Kamu sabar Dav, aku yakin Navysah pasti akan melewati masa kritisnya. Dia akan sehat kembali"


Shafiq dan bu Erni syok yang mendengar Navysah kritis, sebagai dokter Shafiq tahu apa yang terjadi dengan Navysah saat ini,namun dirinya tetap memberi semangat pada temannya "Davian, percayalah Navysah pasti baik-baik saja. Dia pasti kembali lagi, dia sedang berjuang untuk sehat kembali" ucapnya "O iya,lebih baik kita melihat anakmu terlebih dahulu, Apa sudah kau adzankan?"

__ADS_1


Davian baru sadar, setelah istrinya melahirkan, anak-anaknya dibawa suster untuk dibersihkan dan sekarang dia belum melihat anaknya. "Aku lupa, yang ada di otakku tadi hanya Navysah"ucapnya.


"Baiklah, ayo kita kesana. Aku akan mengantarmu" ajak Shafiq.


Kamil menunggu di depan ICU, dia mengabari Imelda, Rayyan dan orang tua Davian tentang kabar Navysah saat ini.


Davian dan Shafiq melihat kedua bayi kecil yang sangat menggemaskan, pipi yang chubby dan kulit yang putih. Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja "Anakku" lirihnya. Davian yang masih kaku menggendong anaknya berusaha untuk menopang bayinya. Dirinya mengadzankan anaknya dengan berlinang airmata. Shafiq pun menggendong anak Davian yang kedua, dirinya mengadzankan si bayi.Dia tidak tega melihat Davian yang begitu rapuh dan tatapan yang kosong.


"Shafiq, lihat anakku begitu tampan mirip diriku namun mata dan rambutnya mirip Navysah. Aku sangat bahagia Shaff" ucapnya "Namun aku takut, istriku sekarang krisis. Aku... A" dirinya tidak kuat melanjutkan perkataannya hanya tangisan yang ada di wajah sendu nya.


"Davian, tenanglah. Semuanya kita serahkan pada Allah. Berdo'alah semoga Navysah membaik"


"Shafiq, kau dokter kan. Tolong jawab pertanyaanku dengan jujur. Apa yang terjadi dengan istriku, kenapa setelah melahirkan dia sesak nafas dan pingsan dan tadi Ifa sangat panik. Aku bisa melihat raut kecemasan di wajahnya"


Shafiq menaruh kembali si bayi kedalam inkubator. Dia pun meletakkan bayi yang ada di tangan Davian kedalam inkubator juga.


"Sebenarnya bukan wewenang saya untuk menjelaskan keadaan istrimu. Tapi akan aku jelaskan padamu, menurutku kemungkinan Navysah preeklampsia dan gagal nafas. Preeklampsia adalah salah satu penyebab kematian. Jika kontraksi rahim kurang kuat, pembuluh darah yang tertekan bisa terus menerus mengeluarkan darah. Kondisi ini penyebab umum pendarahan post partum. Rahim membengkak karena terlalu banyak cairan air ketuban atau ukuran bayi yang besar, dan persalinan yang lama. Itu biasa terjadi pada ibu melahirkan apalagi Navysah punya riwayat darah tinggi,makanya Ifa menyuruh Navysah sesar untuk menghindari kejadian seperti ini. Apalagi persalinan normal dengan bayi kembar sangat membutuhkan tenaga yang kuat untuk mengejannya. Hanya ada dua kemungkinan Navysah akan koma sementara atau.. " Shafiq tidak meneruskan kata- katanya.


Davian langsung terkulai lemas, dirinya sudah tidak punya tenaga untuk berdiri. Dirinya tahu Shafiq akan mengatakan hal buruk." Tidak, tidak, itu tidak mungkin. Navysah tidak akan meninggalkanku kan" Davian mulai meracau lagi seperti orang gila.


"Davian dengarkan aku, dulu kakak iparku ibu dari Kinan mengalami hal seperti ini, dia preeklampsia, gagal nafas dan meninggal. Setelah melahirkan Kinan dia pergi ke surga, tapi kali ini aku dan Ifa tidak akan membiarkan Navysah seperti kakak iparku. Kami akan berusaha sekuat tenaga, tolong bantu kami dengan do'a agar istrimu selamat. Dia tidak butuh airmatamu, dia hanya butuh do'a dari orang - orang yang mereka sayangi. Kau tahu Navysah sangat baik, aku percaya dia akan mampu melewatinya" Shafiq menangis mengingat semua kejadian yang dialami kakak iparnya dulu, semua memori masih tersimpan di otaknya.


Dan Davian dipanggil suster untuk menandatangani surat rumah sakit, bahwa anaknya sementara akan diberi susu formula sementara karena ibu si bayi belum mampu memberinya ASI.

__ADS_1


* **


Alohaaaa.. all reader, tidak terasa tinggal beberapa bab lagi novel ini akan tamat. Author mau tanya serius nih, sebenarnya kalian suka nggak sih dengan novel ini? Tolong berikan comment dan sarannya, pasti aku baca kok. Ini novel pertamaku jadi aku masih belum PD (percaya diri ya bukan payud*ra hehehehe) membuat novel.Matur suwun udah mampir disini, jangan lupa Vote, like dan comment nya.Vote nya yang banyak jangan pelit 😭. Love you all reader... 😘😘😘


__ADS_2