
Navysah mengisi tupp*rware nya dengan susu vanila, dirinya lupa dari kemarin belum minum susu. Setelah itu dirinya mencium Raffa dan Kinan sebelum dia pergi "Mama kerja dulu ya, Raffa dan Kinan jangan berantem. Kasihan mbak Siti, Oke sayangnya mamah"ucapnya.
"Oke mah" mereka menjawab bersama.
Assalamualaikum
Walaikumm salam
Navysah hari ini memakai mobil online menuju mall karena mobil pribadinya dipakai untuk Mang Dirman dan Amel untuk mengambil barang.
Sesampainya di Mall,
"Nih, pesanan loe pret!" Rico menyodorkan bungkus makanan. Itu ada nastar dan kastengel buat loe, kata Maya loe demen banget sama cemilan itu "ucap Rico.
" Uwwuuu.. bangetlah Maya, tahu kesukaan gue" Navysah menerimanya dan menghabiskan nasi pesanannya di pojokan toko. Rico kagum walaupun Navysah sedang hamil dirinya tidak pernah kehilangan nafsu makan. Apa saja langsung dimakan tanpa pilih-pilih.
"Alhamdulillah kenyang ya anak mama" dirinya mengelus perutnya sendiri dan terakhir meminum susu yang dia bawa dari rumah.
"Pret, loe yakin mau ikut ke Tanah abang, emang loe gak capek?, Loe kan lagi hamil, gue takut loe kenapa - napa entar gue diomelin sama Sultan KW! "ucap Rico.
" InsyaAllah gak papa, dari hamil Raffa aja Aku kuat kok ke Tanah abang " tegasnya.
" Beneran ya, ntar kalau ada, apa - apa jangan nyalahin gue"ucap Rico. " Siap" balasnya.
"Sepanjang perjalanan mereka terjebak macet, Navysah sudah mulai bete. Rico tahu Navysah sudah mulai uring-uringan " Mukamu jangan kusut gitu, ntar anak loe jelek! " ucap Rico.
" Enak aja!, produksiku kualitas super dari bibit unggul nomor satu. Mana ada yang jelek, Amit.. Amit" dirinya mengetok kepala dan dashboard mobil bergantian.
__ADS_1
"Ya gak usah manyun gitu, kesel gue liatnya. Pengen gue karetin tuh mulut loe" protes Rico.
"Kamu kalau nggak ngledek Aku gak enak sih co!. Ngeselin"
Rico terkekeh mendengar ucapan bumil sableng.
Dan mereka akhirnya sampai juga di Tanah Abang. Navysah berjalan dan mengunjungi beberapa toko langganannya. Melihat kain terbaru untuk saat ini. Dia pun membeli empat gulung kain, polos dan motif dan membayarnya. Dirinya menunggu di toko, sedangkan Rico pergi ke parkiran untuk memasukkan barangnya ke mobil. Navysah mampir ke beberapa toko lagi untuk membeli payet dan mutiara. Setelah selesai dirinya menunggu Rico datang. Mereka mencari hanger baju dan etalase untuk tempat stok baju. Mereka berbelanja hingga sore hari, tanpa terasa begitu melelahkan. Navysah di dalam mobil, menghembuskan nafas kasar ya, dirinya begitu banyak keringat.
"Kamu capek Nav?" tanya Rico.
"Iya co, kakiku pegal. Gak terasa seharian jalan keliling Tanah Abang" ucap Navysah.
"Yaudah, Aku anterin kamu sekalian ke rumah biar kamu langsung istirahat, kamu jangan kecapean. Setelah grand opening aku harap kamu off dulu, terus bilang ke Davian kalau kamu hamil. Dia pasti seneng banget"ucap Rico.
" Iya co, memang Aku berniat seperti itu, aku sudah menambah beberapa karyawan lagi jadi Aku tenang, sehabis launcing Aku pasti bilang ke Davian kalau Aku hamil, Makasih ya co, kamu dan Maya selalu membantu diriku" ucap Navysah sembari memejamkan mata sebentar dan Dirinya tertidur sampai rumah.
***
Keesokan harinya, dirinya menelepon Ifa untuk berkonsultasi dengan dirinya. Ifa menyuruh Navysah datang ke rumah sakit dan langsung di tangani dan dicek keseluruhan. Ifa memberi obat penguat kandungan "Kamu itu bedrest dulu ya Nav, kamu kelelahan. Untung saja janinmu kuat. Aku akan memberimu infus" ucap Ifa.
Navysah berkaca-kaca dirinya tidak menyangka akan berakibat seperti ini. " Biasanya Aku hamil Raffa kuat berjalan seharian, entah kenapa kemarin Aku merasa engap banget, dan capek fa" ucap Navysah.
"Terkadang fisik kita juga mempengaruhi, umur juga. Kamu jangan samakan umurmu dulu sejak hamil Raffa dan sekarang. Itu sangat berbeda Nav, dan juga saranku cepat beritahu Davian bahwa kamu hamil. Kamu kesini selalu sendiri, apa kamu tidak iri dengan ibu-ibu lainnya yang diantar suaminya. Kalau Aku jadi kamu pasti aku sudah menangis bolak - balik kontrol sendirian "
" Setelah grand opening, aku off kok. Aku akan fokus pada kehamilanku, Aku akan memberi tahu dia secepatnya. Kini Davian masih di Bogor, dia sibuk"
Ifa mengantarkan Navysah keruang pasien dirinya diinfus sementara waktu, "Kalau infus ini sudah habis, kamu beri tahu suster aja. Biar Aku yang membereskan semuanya. Kamu pulang istirahat."ucapnya.
__ADS_1
" Makasih ya fa, kamu baik banget sama Aku"balasnya
Setelah Ifa pergi, Navysah menyadari kesalahannya. Hampir saja aku lalai menjaga janinku. "Ya allah, alhamdulillah masih rejeki ku. Terimakasih Ya allah"
Dirinya tertidur, hingga sore hari dia pulang ke rumah. Amel mencari Navysah, karena harus posting produk endorse. Setelah semua selesai. Navysah meminta untuk istirahat besok. Amel ditugaskan membantu Yuni kirim barang ke konsumen.
***
Pagi harinya Davian sudah pulang, dirinya sangat kangen dengan isterinya. Dia memeluk istrinya yang sedang tertidur. "Tumben banget Navysah tidur pagi hari, biasanya juga engga. Navysah merasa terganggu dan membuka matanya," Mas! " ucapnya dengan suara parau.
"Iya, Aku sudah pulang. Aku membawa pesananmu, asinan kan. Dan Aku membeli beberapa mainan untuk Raffa dan Kinan" ucapnya. "Kau tidak memberiku hadiah Nav!" Davian membuka kancing baju tidur istrinya.
"Jangan mas" Navysah menahan tangan Davian agar tidak membuka kancing bajunya, dia tahu suaminya ingin meminta jatah preman. " Aku sedang tidak enak badan" ucapnya.
"Kau sakit!" Davian panik, "Mana yang sakit" dirinya memeriksa tubuh istrinya.
"Cuma demam dan pusing, Aku ingin istirahat" ucap Navysah.
Davian mengerti istrinya tidak mengizinkanya. "Baiklah, Aku tidak jadi meminta jatah preman. Sebaiknya, kita ke dokter. Kamu kan sakit " ucapnya. Navysah terkejut, dirinya tidak ingin ke dokter. "Kemarin Aku sudah kesana, Aku cuma kelelahan jadi disuruh istirahat" ucap Navysah.
"Yaudah, kamu istirahat ya yang" ucap Davian. Navysah sedikit lega,"Lihat aku sakit aja sudah heboh, apalagi kalau dia tahu aku hamil, pasti gak bakalan diizinin buka butik ini".
Davian pergi ke dapur, dirinya ingin memakan asinan yang dibelinya saat pulang. "Budhe, mana asinannya" Davian duduk di meja maka.
"Ini pak" budhe Salma menyajikan asinan sayur dan buah. Davian melahapnya satu persatu. Hingga habis, budhe Salma yang melihatnya hanya menggelengkan kepala merasa linu melihat pak Davian sarapan di pagi hari, perut belum terisi namun mampu melahapnya dengan tenang. "Apa perutnya tidak sakit, pagi makan asinan. Kayak orang nyidam aja" gumam budhe Salma dalam hati. Dirinya meninggalkan Davian dan beberes di kamar lainnya. Rosi yang melihat majikannya makan hanya mampu menelan salivanya. "Eleh.. Eleh, gak salah tuh pak Davian makan asinan pagi pagi. Mana makannya cepet kayak orang kelaparan". ucapnya sembari memasak di dapur.
Davian merasa lega menghabiskan semua asinan, "Seger banget, enak!" nanti siang Aku mau lagi, untung Aku beli banyak".Dirinya bergegas bersiap ke kantor karena ada beberapa berkas harus diselesaikan.
__ADS_1