Cinta Navysah

Cinta Navysah
Melempar bom kedua


__ADS_3

Bu Fera menghampiri anaknya di dapur, "Gimana mas, Navysah udah maafin kamu belum?" tanyanya.Davian menganggukan kepalanya.


"Alhamdulillah" bu Fera.


"Tapi ada syaratnya mah" lirih Davian.


"Apa? "


" Aku harus mengikuti keinginannya, gak boleh deket dia, gak boleh tidur dengannya dulu" gerutu Davian kesal.


Bu Fera tertawa melihat anaknya menderita " Syukurin!, makanya jangan bikin dia marah"


" Mama! Aku lagi sedih malah diketawain, bagaimana nasib juniorku ini gak dapet jatah preman dari Navysah. Mana aku kepengen lagi!" decak Davian kesal.


"Davian!!" teriak bu Fera.


Anaknya hanya terkekeh dan menyeruput kopinya. Navysah dan Raffa turun dari lantai dua. " Sayang, ini jahe hangatnya"


Navysah meneguk jahe hangatnya hingga habis. "Kamu masih sakit Nduk? tanya bu Fera. Kita ke dokter aja ya nduk, kamu pasti kecapean jagain mama di rumah sakit kemarin"


"Nggak papa kok mah, cuma masuk angin sedikit. Kemarin seharian di kamar, AC nya nyala terus" ucapnya. Navysah mulai menyuapi anaknya,namun anaknya gak mau diem berlari kesana kemari dan memeluk Rani yang sedang mengunyah roti di dapur " Raffa kenapa sih sekarang pecicilan terus!, Ayo makan dulu"


"Ya mirip kamulah mbak pecicilanya" ledek Rani. Navysah melotot ke adik iparnya.


Raffa kembali berlari kesana kemari hingga membuat Navysah kesal karena mengejarnya. "Raffa rese! Makan dulu Nak" ucap Navysah.


Raffa berhenti mendengar ucapan ibunya, "Bukan Raffa rese mama, tapi Raffa Ahmad! " ucap nya polos. Semua orang tertawa mendengar ucapan polos Raffa. Navysah hanya menghela nafasnya. " Yaudah, yang penting makan dulu" ucapnya.


Navysah mulai lapar, sejak pagi dirinya belum makan.Davian mengerti apa yang dipikirkan istrinya.


"Sayang, kamu lapar?" tanyanya. Navysah menganggukan kepala." Kamu, mau makan apa?" Davian mengusap kepala Navysah.


"Jangan deket aku, sana pergi mas!" ucap Navysah.


"Nav, please jangan usir aku. Aku kangen kamu! " pinta Davian.


" Tapi beneran!, aku gak suka lihat wajah kamu perutku mual" lirih Navysah.Davian berdecak kesal, dirinya pergi ke kamarnya. Rani melihat kakak iparnya cemberut, ada rasa kasihan padanya.


"Mbak, ntar malem jalan yuk? Kita ke Galabo Solo disana banyak makanan dan live musik mba pasti suka" ujarnya.


Rani tahu Navysah doyan makan, setidaknya dengan membawa dirinya bisa merubah suasana hati kakak iparnya.


"Boleh, abis maghrib ya kita jalan tapi jangan sama mas Davi. Aku gak mau nanti selera makanku hilang,sama mbak Imelda saja"


Imelda yang merasa namanya disebut langsung menoleh " Gak bisa aku sibuk!, Aku mau bantuin ayah di pabrik kertas setelah itu mau ke pengrajin batik ambil barang". Navysah menunduk kecewa karena Imelda menolak pergi dengannya.


Rani melotot ke arah Imelda, memberinya kode.


"Dasar bocah tengik!, beraninya melotot padaku" batin Imelda. "Yaudah, aku mau.nanti malam jalan" ketusnya. Navysah tersenyum mendengar ucapan kakaknya. "Yesss"

__ADS_1


Navysah meminta kunci motor pada Rani, dirinya ingin membeli makanan di pasar. Setelah di pasar dirinya memesan gudeg dua porsi dan teh hangat. Navysah melahap makanannya tanpa sisa."Alhamdulillah, makan disini memang sangat enak. Daripada makan dirumah ada mas Davi".


Navysah ingat Feri datang ke Solo juga untuk bertemu calon istrinya.Dirinya ingin menelepon Feri ingin meminta kejelasan.


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


"Mas Feri, bisa nggak entar malem ketemu di Galabo?" tanya Navysah.


"Mau ngapain?


" Maenlah, kita ngopi-ngopi. Jangan lupa bawa calon istrinya, aku ingin kenal. Mamanya mas Davian juga abis operasi, masa kamu gak nengokin"


"Okelah, ntar malem gue kenalin sama Farah"


"Siap"


"Akan kulemparkan bom kedua, kita lihat saja nanti, jika tidak ada respon maka ini bom terakhir" gumam Navysah.


Dirinya tidak lupa berbelanja sayur dan lauk untuk stok dirumah. Setelah itu dirinya pulang ke rumah.


Navysah melihat Davian cemberut padanya," Kamu dari mana saja? "


Navysah menyodorkan belanjaan pada suaminya," Aku dari pasar belanja stok dapur. Aku beli gudeg untukmu, makanlah"


Davian merasa senang diperhatikan istrinya. "Makan bareng yuk" pinta Davian.


"Udah Nduk!"


Navysah memijit kaki mertuanya, " Lusa kontrol ya mah, aku temenin"


Bu Fera menatap intens menantunya dan mengenggam tanganya "Nduk, Mama minta apapun yang terjadi di pernikahan kalian jangan sampai ada perceraian, Mama mohon!" pintanya. "Jika Davian bersalah padamu tolong maafkanlah,bersabarlah untuknya. Kamu menantu mama terbaik,mama tidak ingin kehilanganmu" Matanya berkaca-kaca.


"Navysah berjanji akan selalu sabar menghadapi mas Davi,tapi Navysah tidak bisa janji jika mas Davi selingkuh ataupun KDRT, lebih baik Navysah mundur" ucapnya.


"Tidak Nak!, Davi tidak mungkin selingkuh ataupun KDRT padamu. Mama tahu sifat anak mama" ujarnya yakin.


"Iya mah" Navysah memeluk mertua ya dengan erat. " Terima kasih sudah sayang sama Navysah" bisiknya.


***


Navysah dan Raffa sudah bersiap pergi untuk jalan-jalan. Davian melirik istrinya, "Mau kemana kok udah rapi?"


"Mau makan, diajak Rani jalan. Mas gak usah ikut, nanti selera makanku hilang. Mas jaga mama dirumah ya" ucap Navysah.


Davian berdecak kesal, " Aku kan ingin jalan juga, masa ikut gak boleh" pintanya.


"Jangan!, Aku gak mau kamu ikut. Titik!"balas Navysah.

__ADS_1


" Kalau aku gak boleh ikut, entar malam bisa kan aku tidur denganmu" pintanya memelas.Navysah berfikir, "Nanti kita lihat aja"


"Dasar Pelit!" ucap Davian kesal.


Mereka menuju Galebo seperti yang dijanjikan Rani, terlihat banyak both makanan beraneka ragam. "Wah..., wangi nya bikin laper" ucap Navysah.


Imelda memutar bola matanya malas, "Dasar tukang makan!"


" Bodo amat!" ucap Navysah, mereka memesan beberapa makanan seperti tengkleng, sate kere, jus jeruk dan cemilan lainnya. Disaat mereka makan datanglah Feri dan calon istrinya.


"Navysah, kamu disini?" Feri berpura-pura bertemu di Galabo. Dirinya takut Imelda tahu mereka janjian.


"Oh! , mas Feri disini juga" balasnya, "Ini siapa?" tunjuk Navysah pada perempuan disisi Feri.


"Kenalin, ini Farah. Mmm...,calon istri Aku" ucap Feri melirik Imelda.


Mereka saling berjabat tangan dan saling berkenalan. "Yaudah, duduk sini aja. Biar rame, Aku gak nyangka bertemu kalian disini" ucap Navysah.


Mereka bergabung dengan lainnya,dan memakan makanannya.


"Farah, kamu mau nikah sama mas Feri?" tanya Navysah penasaran.


"InsyaAllah mba,walaupun kami dijodohkan. Kami berharap bisa jadi keluarga bahagia" ucapnya.


Imelda tersedak mendengar ucapan Farah. Rani menyodorkan tisu pada kakaknya, dirinya tahu saat ini Imelda sedang merasa kesal melihat Feri bermesraan dengan wanita lain"


"Farah, mas Feri playboy tahu.Kamu gak takut dia suka bergonta - ganti perempuan" tanya Rani.


"Aku tahu itu, insyaallah saya sangat percaya padanya. Itu hanya masa lalunya dan aku berharap dia selalu sayang dan cinta padaku" Farah tersenyum manis. Feri merasa bahagia Farah bisa menerima dirinya apa adanya. Dirinya mengelus rambut calon istrinya dan tersenyum.


Imelda melirik pasangan yang sedang dimabuk asmara. "Berapa umurmu ?" tanya Imelda.


"Saya dua puluh lima tahun mbak"


"Umurmu dan umurnya terpaut sepuluh tahun, memang kamu mau menikah dengan abang-abang! " ketus Imelda. "Sekali buaya tetap buaya, mana ada yang berubah" ucapnya lagi.


Semuanya menatap kearah Imelda terutama Farah.


"Sudahlah, Aku mau pulang. Kalian mau pulang denganku nggak?!, Kalau nggak aku pulang duluan" ketus Imelda.


" Oke kita pulang" Rani mengejar kakaknya.


"Ayo, kak Feri ikut!, jengukin mamanya mas Davi" ucap Navysah.


"Oke" Dan mereka pulang ke rumah ibu Davian.


* **


Di ruang tengah Imelda menatap kesal pada Feri, kenapa dia mengajak calon istrinya kerumahnya. Bu Fera merasa senang akhirnya teman Davian satu persatu akan menikah.

__ADS_1


"Alhamdulillah, jika kalian akan menikah. Mama ikut senang Nak Feri" ucap bu Fera. " Farah juga cantik, pasti nanti anaknya secantik dirinya" bu Fera mengenggam tangan Farah.


Imelda merasa sangat kesal,matanya penuh dengan amarah. Dirinya masuk ke dalam kamar dan menangis. "Kenapa hatiku sakit!" ucapnya. " Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, Aku tidak terima"


__ADS_2