Cinta Navysah

Cinta Navysah
Kembali kerumah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya mereka sampai dirumah,terlihat asisten rumah tangga dan beberapa karyawan Navysah,keluarga Rico dan Bima. Mereka datang ingin bertemu Navysah. Maya terlihat menangis bahagia, dia sesenggukan memeluk Navysah. "Kamu kenapa pergi Nav, aku rindu kamu. Kau tahu aku khawatir denganmu" ucapnya. Navysah menangis memeluk temannya " Maafkan aku".


Rico dan Bima juga memeluk Navysah. "Pret!,jangan kayak gini lagi ya. Aku sedih kamu pergi. Gak ada temen sesableng kamu pret!" ucap Bima berkaca-kaca.


"Iya Nav, jangan pergi lagi ya" Rico mengelus perut Navysah.


" Nav, pasti anakmu mirip aku dan Bima!, kita kan cogan alias cowok-cowok ganteng "ucapnya terkekeh.


Davian berdehem" Ehem,ehem". Dirinya menatap tajam kedua teman Navysah."Enak aja! masa anakku mirip mereka" gumamnya dalam hati.


"Kalian bukan cogan tapi cogen!" ucap Navysah. "Apa itu cogen" tanya Bima.


" Cogen alias cowo- cowok gentong! Hahaha" Navysah tertawa keras.


"Lihat perutmu, tambah subur aja " ucapnya sembari duduk di ruang tengah. Navysah mengatur nafasnya,dirinya sedikit enggap. Davian bergegas mengambil minum untuk istrinya. "Minumlah"


Navysah tersenyum "Terima kasih" dirinya meneguk habis air minumnya.Mereka bercerita dan bersenda gurau di ruang tengah, terlihat Amel menangis duduk di samping Navysah. "Kamu kenapa nangis?" tanya Navysah.


Amel sesenggukan"Mbak jangan pergi lagi ya, aku kangen dan khawatir. Aku juga bingung nggak ada mba. Untung ada mas Kamil yang membantuku, dia yang menyelesaikan semua ganti rugi endorse yang sudah masuk"


"InsyaAllah mba nggak akan pergi lagi, terima kasih sudah mengurus bisnis mba. Maaf sudah membuat kamu khawatir"Navysah menggengam tangan Amel.


Imelda melirik Davian yang selalu disisi Navysah, dirinya selalu menggenggam tangan istrinya dan menciumi tangannya. " Davian!, kamu takut istrimu kabur lagi, pegang tangan dia mulu. Sekalian aja dikasih GPS di handphonenya, kalau perlu kasih radar, disetting jarak lima puluh meter bakal balik lagi. Apa perlu mba kasih semen biar istrimu diam nggak kemana - mana" ketus Imelda, dirinya memutar bola matanya malas.


"Boleh juga idenya mbak" balasnya terkekeh. Semua yang ada di ruang tengah tertawa mendengar ucapan Imelda. "Sayang, sejak kapan kamu pintar melawak?" tanya Feri yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Sejak aku bertemu orang - orang setengah waras seperti yang diruangan ini" ucapnya. Feri tertawa "Tapi kamu suka kan?, aku melihat kamu banyak perubahan sekarang sering bercanda dan aku tambah cinta" bisik Feri di telinga Imelda.


Davian melihat kakaknya dan Feri sedang bercanda, ada rasa ingin mengerjainya. Dirinya menghampiri Imelda.


"Minggir loe!" pinta Davian pada Feri, dirinya duduk ditengah diantara mereka.Dia sengaja memeluk Imelda dari samping dan bersandar di bahu kakaknya. "Makasih ya mbak sudah membantuku menemukan Navysah, kamu juga yang sudah membalas semua kejahatan Reksa padaku, mengurus bisnisku.Aku sudah tahu semuanya dari Feri.Makasih banyak, Cup, cup " Davian mencium pipi kakaknya.


Imelda tersenyum melihat sikap Davian yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya. "Iya, apapun akan mba lakukan agar kamu bahagia.Masalah kemarin jadikan pelajaran buatmu, jangan sampai kamu menyakiti istrimu lagi.


Feri melihat Imelda dicium Davian, walaupun dia adiknya ada rasa kesal dihatinya. "Jangan cium pacarku, aku cemburu" bisiknya di telinga Davian. Davian tidak peduli Feri cemberut padanya, dia sengaja meledek dan menjulurkan lidahnya layaknya anak kecil. " Dia kakakku, emang kamu mau apa?, suka-suka akulah" Davian tersenyum sinis. Imelda merasa jengah dengan kedua pria disampingnya "Ya ampun!, kalian sudah tua tapi kayak anak kecil aja"


Feri kesal dengan tingkah Davian, Feri mengerjai balik calon adik iparnya. "Kalau kamu tidak pindah sekarang akan kulaporkan Navysah kalau kita mabok di club. Dan banyak wanita cantik disana.Akan kubuat cerita seolah - olah kau merayu mereka. Apa kau mau kulaporkan, hah!" ancamnya.


Davian menatap tajam Feri, dirinya bangkit dan pindah kesisi istrinya." Lebih baik aku mengalah daripada kisruh lagi rumah tanggaku" gumam Davian dalam hati.


Akhirnya semua tamu pulang ke rumah masing-masing. Tinggal orang tua Davian yang menginap. "Nav, kamu bulan ini sudah cek kandungan belum?" tanya bu Fera.


"Besok kita sama - sama cek kandungan ya. Mama tidak sabar melihat cucu mama, kira-kira cewek apa cowok ya mama penasaran" ucapnya.


"Iya mah" balas Navysah


"Yaudah sana kamu istirahat, sudah malam. Raffa juga sudah tidur, mama mau istirahat"


Navysah pergi ke kamarnya, dirinya membuka pintu dan melihat kamarnya. Tidak terasa dua bulan lebih dirinya meninggalkan rumah ini. Terlihat sesuatu yang berbeda, dia melihat foto pernikahannya bersama Davian.Foto yang cukup besar terpampang di kamarnya. Davian masuk membawa segelas susu untuk istrinya, dan menyodorkanya "Minumlah". Navysah menerima namun dia menaruh susunya di dekat nakas.


"Mas, kok disini ada foto pernikahan kita padahal dulu cuma ada di ruang tamu saja" ucapnya.

__ADS_1


Davian tersenyum "Iya, aku sengaja menyuruh Kamil untuk menaruhnya disitu. Saat kau tidak ada dirumah, rasanya sepi, hampa. Aku sangat kehilangan kalian, pikiranku kacau. Setiap hari aku melihat foto itu dan Aku berharap aku tidak akan kasar padamu lagi. Foto itu akan selalu mengingatkan aku, bahwa saat menikah denganmu aku sangat bahagia. Kamu begitu cantik dan aku tidak mau kehilanganmu lagi"


Navysah menangis mendengar penuturan suaminya" Maafkan Aku" lirihnya.


"Sudahlah, kamu jangan menangis. Aku tidak mau anak-anakku ikut sedih" Davian membungkuk mengelus perut istrinya. Dirinya mencium perut istrinya dan bermonolog sendiri "Maafkan Ayah ya nak sudah kasar pada kalian, ayah janji akan menjaga kalian semua. cup, cup, cup"


Dirinya berdiri kembali setelah mencium perut istrinya. "Apa anak kita merepotkanmu?, Apa dia rewel meminta yang aneh-aneh?" tanyanya.


Navysah menghela nafasnya "Kadang dia manis, kadang dia sangat rewel meminta macam-macam. Mana disana sulit mendapatkan sesuatu. Untung ada Shafiq yang selalu menuruti keinginanku. Aku berharap anak-anakku tidak ileran" jawabnya. "Kamu harus berterima kasih pada keluarga Shafiq, dia yang selalu mengurusku selama aku pergi dari rumah. Tidak usah cemburu padanya karena dia kekasih dokter Ifa, mereka akan menikah tahun depan"


"Benarkah!, Aku kira Shafiq mencintaimu. Saat aku bertanya tentangmu, dia bilang akan merebutmu dariku. Aku marah padanya, tapi Kamil menarikku untuk tidak memukulnya. Aku akan meminta maaf padanya" ucapnya.


"Kau tahu, selama kau pergi aku mendapat bogem mentah dari Rico dan Bima,mereka marah padaku. Dan aku selalu diomeli Imelda. Semua orang menyalahkanku.Oiya, keluargamu akan datang besok. Aku sudah memberi kabar mereka kalau kamu sudah pulang kembali "sambungnya lagi.


"Nav, bolehkah aku menciummu dan memelukmu?, sejak kemarin aku ingin memelukmu tapi aku takut kau akan marah padaku" ujarnya. Navysah menganggukan kepalanya tanda setuju.


Davian menghujani istrinya dengan banyak ciuman.Dirinya memeluk dan menangis di pelukan istrinya. Navysah mendengar suara Davian terisak " Maafkan aku sayang dan terima kasih sudah mau memberiku kesempatan kedua"


"Sudahlah, jangan meminta maaf terus. Aku sudah memaafkanmu. Kita jalani rumah tangga kita lagi dengan kasih sayang dan kepercayaan. Aku berharap kamu selalu jujur tentang apapun padaku" Navysah mengelus punggung suaminya.


"Iya, aku janji akan selalu jujur padamu.Kalau aku salah kamu jangan diam padaku, katakan kalau aku salah. Aku lebih suka kamu bawel dan cerewet daripada harus melihat kamu diam" Davian melepaskan pelukannya.


"Iya" ucapnya sembari mengambil susu dan meneguknya. " Aku ingin istirahat" Dirinya berjalan menuju ranjang dan merebahkan. Davian mengikuti dan berbaring di sisinya,mengecup kening istrinya dan memeluknya.


"Besok harus cukur rambut. Aku geli melihat wajahmu " perintah Navysah

__ADS_1


"Iya, apapun akan aku turuti semua keinginanmu" jawabnya.


__ADS_2