Cinta Navysah

Cinta Navysah
Rumah penuh kenangan


__ADS_3

Imelda menyetir mobil nya untuk kembali ke kota Jakarta.


"Mbak kok judes banget sama mbak navy, kasian tahu?!" ucap rani membela.


"Kamu itu masih kecil gak usah ikut campur!" ketus imelda.


"satu lagi jangan sampai mama tahu kalo mas davian tinggal terpisah dari navy" sambung imelda.


"Iya mbak" ujar rani.


"Kamu masih pacaran sama ridwan?" tanya imelda tajam.


"Masih mba" ucap rani,


"Tinggalkan dia!!" ketus imelda, rani merasa kaget dengan ucapan kakak nya untuk memutuskan hubungan dengan pacar nya.


"Kenapa mas davi yang diomelin aku yang kena getah nya juga" gumam rani dalam hati.


"Rani, kau dengar aku!" ucap imelda


"mmm, pokoknya aku gak mau putus dengan ridwan" balas rani kekeh.


"Terserah!!" ketus imelda.


"Nanti kamu pasti akan menyesal tidak mendengarkan ucapanku" ketus imelda.


***


Flashback on

__ADS_1


Di Cafe daerah kemang.


Kamil menunggu imelda di sudut Cafe, setelah lima belas menunggu akhirnya imelda datang.


"Sudah lama menunggu" tanya imelda.


"Enggak mba, baru sebentar" balas kamil.


Imelda duduk di kursi nya.


"Kamu tahu mba gak suka basa basi, cepat katakan ada apa dengan davian." ujar imelda.


Kamil mulai bercerita tentang Davi dan Navysah. Mereka hidup terpisah dan sendiri sendiri. Davi yang datang seminggu sekali,tidak terurus. Makan pun seperti biasanya saat dia masih single dan terkadang telat makan karena banyak nya pekerjaan.


Kamil pun bercerita davian yang cinta dengan navy namun belum ada balasan yang sama dari Navysah.


Imelda merasa dibohongi selama ini, dia berfikir davi dan navy satu atap dan bahagia. Ternyata dugaan nya salah, adiknya masih berusaha mendapatkan cinta dari istri nya.


Apalagi masalah ibunya yang menginginkan segera menimang cucu,ibunya berharap agar navy bisa cepat hamil. Karena berharap pada imelda pun tidak mungkin.


"Ada lagi yang ingin kau sampai kan Kamil? " ujar imelda.


"Aku rasa masalah tempat tinggal juga mba, jika navy pindah dan tinggal di apartemen davian tidak mungkin. Raffa punya baby sitter. Davian harus menyiapkan rumah setidaknya tiga kamar.


" It's oke tidak masalah untuk itu" ujar imelda.


Di sisi lain mata imelda menatap sekumpulan anak muda yang bergerombol saling berpelukan. Salah satu nya dia kenal yang tak lain adalah pacar adiknya.


"Akan aku selidiki dirimu, aku tidak mau melihat adikku terluka" gumam imelda dalam hati.

__ADS_1


***


Flashback off


Di rumah Navysah,


Navy masih menangis sesenggukan setelah imelda pergi. Di satu sisi dia merasa bersalah pada suaminya karena lalai,di satu sisi lainnya dirinya enggan meninggalkan rumah penuh kenangan bersama almarhum suaminya.


"Maafkan aku mas" ujar navy masuk ke dalam kamar nya.


"Navy menangis kencang lagi. rasanya frustrasi, pusing dengan dirinya sendiri. Dia harus memilih pilihan yang sulit.


Davian masuk ke kamar navy, melihat istrinya duduk di sisi ranjang dengan memeluk kakinya dan kepala yang menunduk. Davi mendekati navysah dan mengelus kepala nya.


"Sudahlah jangan menangis, aku tidak mau melihat mu sepert ini" ujar davi.


Navysah menyadarkan kepala di bagus davian dan memeluk dari arah samping, davi hanya pasrah dan mengelus navy dengan lembut.


"Apapun keinginan mu akan aku turuti!" ujar davi.


"Aku bisa tinggal disini" ucap davi.


Navysah menggelengkan kepalanya, pertanda tidak setuju. "Aku yang akan kesana".


"Jujur, aku merasa berat meninggalkan rumah ini mas" jawab nya dengan terisak.


"Rumah ini sebagian dari nyawaku" ungkap navy.


"Terlalu banyak kenangan di rumah ini, aku tahu aku salah" ujar nya. " tapi sekarang, aku akan mencoba hidup denganmu, aku berharap kamu bisa sabar denganku" pinta navy.

__ADS_1


Davian menganggukan kepala, "aku akan bersabar hingga kamu menerima ku dengan hatimu" balas davi.


Jangan lupa untuk like, Vote and comment ya gaes. Love you all...


__ADS_2