Cinta Navysah

Cinta Navysah
Preweeding 1


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju puncak...


"Kamil, kau sudah mempersiapkan semuanya?" tanya davian yang duduk di kursi belakang.


"sudah bos, besok sebelum matahari terbit kita photoshoot di area perkebunan, siangnya di area air terjun" ujar Kamil yang sedang menyetir.


"kenapa kau bawa jasmine ikut, menuh-menuhin mobil saja?" sindir davian


"Isssh, mas davi pelit banget. Aku juga mau kali pergi ke puncak nemenin A kamil, daripada dia kayak obat nyamuk sendirian mulu" balas jasmine sambil memeluk lengan kamil


Davi geleng-geleng kepala melihat tingkah jasmine yang selalu posesif pada kamil.


"Dasar bucin, mesra gak tau tempat!" ejek davi


"bentar lagi juga ada yang lebih bucin dari aku" goda jasmine melirik davian sambil menarik turun kan alisnya.


Disisi davian, ada Raffa yang tertidur di tengah kursi mobil sedangkan navysah mengelus kepala raffa dan menatap ke arah luar jendela dengan pandangan yang kosong dan mata yang sembab.


"Ehemmmm, kenapa tadi kamu menangis di taman?" tanya davi dengan suara beratnya


"Lagi pengen nangis aja" jawabku datar masih melihat keluar jendela mobil


"mbak navy, kok mau preweeding malah muka nya sembab entar di poto jelek lho?" celetuk jasmine


"karena aku gak suka preweeding" balas ku cepat


"kita udah diendorse sama XXX, jadi mau tidak mau ya kita harus laksanakan!" ucap davi tegas


Navy menoleh ke arah davian secara tajam, ya sedari tadi navy kesal karena di RS davian menarik tangan nya tanpa ijin hingga banyak orang yang melihat ke arah mereka.


"oh, jadi preweeding ini di endorse,pernikahan kita banyak dari endorse ya.Jangan jangan nanti mahar nya di endorse juga!? " ketus navy


Davian diam seribu bahasa,ingin rasanya membungkam mulut navy. Namun di satu sisi ada sepasang manusia yang bersama mereka di dalam mobil.

__ADS_1


***


Di villa puncak


" Ini kunci davian, ini kunci navy, ini kunci kami" ujar kamil sembari menyerahkan kunci.


"maksudnya kunci kami?" tanya navy kepo


"Ya aku sekamar sama A kamil, soalnya cuma dapat jatah kamar satu dari mas davi" ucap nya tanpa dosa sembari memeluk kamil.


Navy menghembuskan nafas kasar dan geleng-geleng kepala dengan tingkah jasmine.


"Mas kamil, kamu tidak mampu bayar villa satu kamar lagi?" tanya navy tegas


"Saya mampu kok" potong kamil cepat


"Klo kamu mampu, pesankan satu kamar lagi untuk jasmine. Klo tidak mampu biar jasmine tidur denganku dan Raffa" ujar navy tegas


Davi yang kini berada di belakang navy, menggendong Raffa yang sedang tidur,tersenyum merasa puas saat Kamil diomelin seorang navy.


"Calon bini mu jutek, belum apa-apa aku sudah disembur" ucapnya dengan wajah memelas.


"Makanya jangan bikin gara-gara sama singa betina, akupun selalu dibikin kesel sama dia! " curhat davi.


Mereka masuk ke kamar masing-masing.Setelah membaringkan raffa,davian pergi ke kamarnya.


Jasmine merasa kesal karena keinginan ya bermalam dengan Kamil gagal total.sambil berbaring di sisi raffa, jasmine menatap langit langit kamar.


" Padahal kan di puncak dingin, setidaknya aku bisa memeluk A Kamil di kamar kami" lirih nya namun masih di dengar navy.


"apa yang kau bicarakan" ujar navy sembari duduk di ranjang menghadap jasmine


"eh, enggak mba.aku gak ngomong apa-apa kok" balas jasmine takut

__ADS_1


"jasmine, berapa umur mu?" tanya navy


"dua puluh lima" jawab jasmine sembari duduk ke arah navy


"kamu kerja dimana? Sudah berapa lama kamu berpacaran dengan kami?" tanya navy


"aku kerja di bank swasta XXX, aku sudah berpacaran selama empat tahun"


Balas jasmine


"kapan kamu akan menikah dengannya?"


"belum tau mba, setiap aku tanya Kamil selalu jawab nanti, nanti terus. Orang tua ku ingin kita bertunangan dulu tapi kamil selalu jawab iya sebentar lagi" balas jasmine sendu.


"aku ingin memberikan nasihat sebagai seorang kakak, aku tau kita tidak sedekat ini.terserah kamu di dengerin syukur, enggak juga terserah" ucap tegas navy


Navy memegang tangan jasmine dengan lembut dan mulai berujar.


" jasmine, kamu ini perempuan.jika kamu ada apa-apa nanti kamu yang rugi dan penyesalan itu selalu terakhir. Tidak pantas seorang wanita tidur dengan seorang lelaki tanpa ada ikatan pernikahan yang sah. Jika kamil benar benar mencintaimu maka dia akan segera menghalalkan mu, tidak perlu buang buang waktu hanya untuk sekedar pacaran.empat tahun waktu yang cukup untuk berfikir kembali kearah mana hubungan ini berlabuh".ujarku


Mata jasmine mulai berkaca-kaca ingin menangis, dia bingung dengan semua keadaan ini.


"Aku harus bagaimana mbak, aku sayang banget sama A kamil, aku gak mau putus sama A kamil" jawabnya sambil sesenggukkan dan memeluk navy.


"beri dia ujian semester akhir" jawabku sambil mengelus punggung jasmine


"maksud mba gimana?" tanya ya binggung


"sudahlah sekarang tidur sudah malam, nanti aku bantuin kamu bagaimana caranya ujian akhir untuk si kamil" ujar ku


"makasih ya mbak" ujar jasmine


"mmmm" balas ku

__ADS_1


__ADS_2